GATRANEWS

Kadin: Pembangunan Pelabuhan Bisa Dikembangkan Bersama Swasta
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, cetak biru Sistem...
APERSI: BPD Belum Maksimal Biayai Rumah Masyarakat Miskin‏
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews- Kebutuhan masyarakat Indonesia akan hunian yang layak semakin tinggi. Namun hal...
Penerimaan Pajak Masih Jauh dari Target‏
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2014...
APERSI: Ada 60 Juta Rakyat Indonesia yang Tuna Wisma‏
Monday, 29 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Potensi ledakan pertambahan jumlah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)...
Pemerintah Baru Perlu Kembangkan "Kebun Energi Terbarukan"
Monday, 29 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintahan baru perlu membangun "kebun energi terbarukan", yaitu kebun sawit...
JobsDB Kerja Sama dengan Karang Taruna
Monday, 29 September 2014

Jakarta, GATRAnews - JobsDB, portal lowongan kerja multinasional, melakukan kerja sama dengan...
Ketua Perbanas: Merger Bank Nasional Tidak Sulit
Monday, 29 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Persatuan Bank Nasional (Perbanas) menilai konsolidasi perbankan akan mampu...
Para Produsen Minyak Sawit Berjanji Tidak Merusak Hutan‏
Thursday, 25 September 2014

New York, GATRAnews - Para perusahaan kelapa sawit berjanji untuk tidak memproduksi hasil sawit di...
ADB: Reformasi Pemerintah Baru Berdampak Pertumbuhan Ekonomi‏
Thursday, 25 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Laporan publikasi terbaru Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank...
Pemerintah Dapat Utang Rp 1,5 Triliun dari Lelang Sukuk‏
Thursday, 25 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah melelang Sukuk Negara dengan seri SPN-S10032015 PBS005 dan seri...
Penutupan Petral Pengaruhi Pendapatan Pertamina‏
Thursday, 25 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Hadiyanto...
Defisit Anggaran di Bawah 3%, Fiskal Indonesia Masih Aman‏
Thursday, 25 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Deputy Country Director Bank Pembangunan Asia (ADB) Edimon Ginting mengatakan...
Pemerintah akan Tunjuk Induk Perusaahan Perkebunan‏
Thursday, 25 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan memastikan induk...
Jokowi Diminta Rampungkan RUU JPSK
Thursday, 25 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Chatib Basri mengharapkan pemerintahan baru mengajukan RUU...
KADIN: Potensi Ekonomi Hasil Laut Hilang Akibat Peleburan KKP-Kementan
Thursday, 25 September 2014

Jakarta, GATRAnews -Wacana peleburan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) digabung dengan...
Produksi LCGC Dihentikan, Ini Tanggapan Gaikindo
Thursday, 25 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Joko Widodo, presiden terpilih berencana menghentikan produksi mobil murah...
DKI Jakarta Optimis Dapat Pajak Parkir Rp 800 Miliar
Thursday, 25 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta yakin mencapai target parkir sebesar Rp 800...
Kemenpora Terima Delegasi Pemuda Kolombia
Thursday, 25 September 2014

Jakarta, GATRAnews – Kemenpora hari Rabu (24/09) siang mendapat kunjungan Delegasi Kepemudaan...
Menkeu: Kenaikan Harga BBM Belum Turunkan Konsumsinya
Wednesday, 24 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Chatib Basri memperkirakan, rencana kenaikan harga BBM...
Seribu Trilyun Potensi Uang Pajak Masih Belum Tergarap
Wednesday, 24 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Executive Director Center For Indonesia Taxation Analysis, Yustinus Prastowo...

Pemerintah Kejar Target Penerimaan Pajak 2013

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, pemerintah berupaya mengejar target penerimaan pajak pada 2013, yang ditetapkan sebesar Rp 1.031,8 triliun, karena penerimaan pajak 2012 tidak sesuai harapan.

"Saat ini walaupun ada wajib pajak, tapi yang betul-betul membayar pajak masih rendah. Kalau kami bisa meningkatkan wajib pajak sesuai potensi yang taat dan patuh terhadap peraturan, potensinya besar," kata Agus, di Jakarta, Selasa (8/1).

Menkeu mengatakan, untuk mencapai target tersebut, upaya ekstensifikasi seperti melakukan sensus pajak untuk mencari wajib pajak baru akan terus dilakukan, melalui peningkatan koordinasi antarkantor wilayah pajak.

"Kerja sama dengan wajib pajak akan ditingkatkan, dan dikombinasikan dengan informasi dasar dari unit-unit terkait seperti direktorat potensi pajak dan kantor wilayah sehingga saat sensus dilakukan, nadanya lebih kuat dan pesannya lebih serius," katanya, seperti dikutip Antara.

Menurut Menkeu, jumlah pembayar pajak dari orang pribadi maupun badan masih berkisar 10 persen-14 persen dari jumlah potensi wajib pajak yang besar. Untuk itu upaya intensifikasi juga menjadi salah satu kebijakan untuk mendorong kepatuhan.

"Melalui intensifikasi, kami lihat kemarin ada perbaikan penerimaan di PPN dan PPh yang ternyata bisa meningkat di atas 30 persen. Jadi sebelumnya kecenderungan pajak turun tak penuhi target, tapi setelah perbaikan sistem dan displin serta integritas tinggi, penerimaan langsung membaik," katanya.

Menkeu optimistis hal tersebut dapat dilakukan karena penerimaan pajak selalu meningkat setiap tahun, walaupun penerimaan tidak mencapai target pada 2012 karena sektor ekspor nasional mengalami pelambatan akibat krisis.

"Saya lihat dari 2005-2010, pertumbuhan pajak itu peningkatan itu ada di kisaran 16 persen, rata-rata setiap tahun. Pada 2011, itu naik 18,5 persen, kemudian pada 2012 meningkat 12,5 persen dibanding tahun sebelumnya," ujarnya.

Ia mengatakan pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 12,5 persen tersebut menunjukkan adanya upaya ekstra dari Direktorat Jenderal Pajak untuk menghimpun target pendapatan pajak, padahal keuntungan perusahaan tambang dan manufaktur tidak besar.

Namun, Menkeu mengakui penerimaan perpajakan keseluruhan pada 2012 tidak mencapai target karena terjadi defisit neraca perdagangan dan banyak barang impor masuk untuk kegiatan investasi yang mendapatkan pembebasan bea masuk.

"Tentu ini mesti kita lihat dan kita mesti perhatikan, karena impor barang modal untuk kegiatan produktif, banyak didukung oleh pembebasan bea masuk dan membuat potensi penerimaan turun," ujarnya.

Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak pada akhir Desember 2012 hanya mencapai Rp831,3 triliun dari target yang ditetapkan dalam APBN-Perubahan sebesar Rp879,4 triliun. Secara keseluruhan penerimaan perpajakan hanya tercatat Rp980,1 triliun atau 96,4 persen dari target Rp1.061,2 triliun. (TMA) 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?