GATRANEWS

Kementerian Keuangan Revisi Peraturan Demi Dorong Penerimaan Negara
Saturday, 24 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Keuangan siap merevisi sejumlah Peraturan Menteri Keuangan (PMK)...
Citra Indonesia Makin Positif di Forum Ekonomi Dunia
Saturday, 24 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Citra Indonesia makin positif di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum)...
Kadin: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,2-5,5%
Friday, 23 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto...
Penurunan Harga Semen Akan Mempengaruhi Seluruh Produsen Semen
Friday, 23 January 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Holcim Indonesia Tbk, menanggapi penurunan harga semen sebesar Rp3.000 per...
Banyak Mafia di Sektor Pertanian dan Gula!
Friday, 23 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Swasembada pangan menjadi program pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla...
KADIN: Dunia Usaha di Indonesia Sangat Sulit
Thursday, 22 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Suryo Bambang Sulisto...
Freeport Pastikan Bangun Smelter di Gresik
Thursday, 22 January 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Freeport Indonesia memastikan akan membangun pabrik pengolahan dan...
Freeport Akan Bangun Smelter di Gresik
Thursday, 22 January 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Freeport Indonesia memastikan akan membangun pabrik pengolahan dan...
Kadin: Kebijakan Devisa Bebas, Menyebabkan Kerugian Negara
Thursday, 22 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Suryo Bambang Sulisto...
Tunggu 25 Januari, Pemerintah Akan Cabut Izin Ekspor Freeport
Thursday, 22 January 2015

Jakarta, GATRANews- Pemerintah mengancam akan menghentikan ekspor konsentrat tembaga PT Freeport...
Menteri Susi Targetkan Sumbang 7% PDB
Wednesday, 21 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan sektor perikanan...
Garap Pelabuhan 400 Juta Dolar AS, Pemerintah Gandeng Port of Rotterdam
Wednesday, 21 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah saat ini sedang mengerjakan mega proyek pembangunan pelabuhan Kuala...
Penarikan Tunai di Jakarta Maksimal 25 Juta
Wednesday, 21 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Penarikan uang tunai (cash) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta...
Pembangunan Infrastruktur Butuh Dana Lebih Besar Lagi
Wednesday, 21 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia Yose Rizal Damuri mengatakan,...
Pemerintah Diminta Hati-hati Turunkan Harga Ikan
Wednesday, 21 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Melalui penataan perizinan dan penanggulangan illegal, unreported and...
Simasnet Targetkan Premi Rp100 Milyar pada 2015
Wednesday, 21 January 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Asuransi Simas Net (Simasnet) menargetkan premi bruto Rp 100 milyar pada...
Hilirisasi Industri Perikanan Terhambat Pembangunan UPI
Tuesday, 20 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mendesak pemerintah serius...
Pertamina Memperkirakan Kuota BBM Bersubsidi 17,85 Juta KL
Tuesday, 20 January 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Pertamina (Persero) memperkirakan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi...
Pemda dan PGN Harus Sinergi Bangun Infrastruktur Gas
Tuesday, 20 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang Pertanahan dan Konstruksi...
Target Perda DPRD 2015 Lebih Rendah dari Tahun Sebelumnya
Tuesday, 20 January 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta menargetkan 17 peraturan daerah (perda) disahkan sepanjang...
Error
  • There was a problem loading image 20141127929.jpg

Pemerintah Kejar Target Penerimaan Pajak 2013

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, pemerintah berupaya mengejar target penerimaan pajak pada 2013, yang ditetapkan sebesar Rp 1.031,8 triliun, karena penerimaan pajak 2012 tidak sesuai harapan.

"Saat ini walaupun ada wajib pajak, tapi yang betul-betul membayar pajak masih rendah. Kalau kami bisa meningkatkan wajib pajak sesuai potensi yang taat dan patuh terhadap peraturan, potensinya besar," kata Agus, di Jakarta, Selasa (8/1).

Menkeu mengatakan, untuk mencapai target tersebut, upaya ekstensifikasi seperti melakukan sensus pajak untuk mencari wajib pajak baru akan terus dilakukan, melalui peningkatan koordinasi antarkantor wilayah pajak.

"Kerja sama dengan wajib pajak akan ditingkatkan, dan dikombinasikan dengan informasi dasar dari unit-unit terkait seperti direktorat potensi pajak dan kantor wilayah sehingga saat sensus dilakukan, nadanya lebih kuat dan pesannya lebih serius," katanya, seperti dikutip Antara.

Menurut Menkeu, jumlah pembayar pajak dari orang pribadi maupun badan masih berkisar 10 persen-14 persen dari jumlah potensi wajib pajak yang besar. Untuk itu upaya intensifikasi juga menjadi salah satu kebijakan untuk mendorong kepatuhan.

"Melalui intensifikasi, kami lihat kemarin ada perbaikan penerimaan di PPN dan PPh yang ternyata bisa meningkat di atas 30 persen. Jadi sebelumnya kecenderungan pajak turun tak penuhi target, tapi setelah perbaikan sistem dan displin serta integritas tinggi, penerimaan langsung membaik," katanya.

Menkeu optimistis hal tersebut dapat dilakukan karena penerimaan pajak selalu meningkat setiap tahun, walaupun penerimaan tidak mencapai target pada 2012 karena sektor ekspor nasional mengalami pelambatan akibat krisis.

"Saya lihat dari 2005-2010, pertumbuhan pajak itu peningkatan itu ada di kisaran 16 persen, rata-rata setiap tahun. Pada 2011, itu naik 18,5 persen, kemudian pada 2012 meningkat 12,5 persen dibanding tahun sebelumnya," ujarnya.

Ia mengatakan pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 12,5 persen tersebut menunjukkan adanya upaya ekstra dari Direktorat Jenderal Pajak untuk menghimpun target pendapatan pajak, padahal keuntungan perusahaan tambang dan manufaktur tidak besar.

Namun, Menkeu mengakui penerimaan perpajakan keseluruhan pada 2012 tidak mencapai target karena terjadi defisit neraca perdagangan dan banyak barang impor masuk untuk kegiatan investasi yang mendapatkan pembebasan bea masuk.

"Tentu ini mesti kita lihat dan kita mesti perhatikan, karena impor barang modal untuk kegiatan produktif, banyak didukung oleh pembebasan bea masuk dan membuat potensi penerimaan turun," ujarnya.

Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak pada akhir Desember 2012 hanya mencapai Rp831,3 triliun dari target yang ditetapkan dalam APBN-Perubahan sebesar Rp879,4 triliun. Secara keseluruhan penerimaan perpajakan hanya tercatat Rp980,1 triliun atau 96,4 persen dari target Rp1.061,2 triliun. (TMA) 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?