GATRANEWS

Pemerintah Rancang Aturan Perdagangan Elektronik‏
Saturday, 30 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Semakin meningkatnya perdagangan via elektronik atau e-commerce membuat...
Pemerintahan Jokowi Diharapkan Bijak Soal Pelabuhan Cilamaya
Saturday, 30 August 2014

Bandung, GATRAnews - Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) diharapkan bijak dan...
Realisasi Produksi Perikanan Budidaya Meningkat 102%
Friday, 29 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Realisasi kinerja program peningkatan produksi perikanan budidaya pada tahun...
Target Produksi Migas PHE ONWJ Dinaikkan Jadi 40.600 BOPD
Friday, 29 August 2014

Bandung, GATRAnews - Pemerintah menaikkan target produksi PT Pertamina Hulu Energi Offshore North...
Pemerintahan Baru Harus Ubah Paradigma Subsidi BBM
Tuesday, 26 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Anggota Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha menilai, pemerintahan baru harus...
Jateng Siap Gantikan Pelabuhan Cilamaya
Tuesday, 26 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku senang jika pembangunan...
Pemerintah Tetap Batasi Penjualan BBM Bersubsidi‏
Monday, 25 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah akan tetap melanjutkan program pengendalian pemakaian bahan bakar...
Target Pajak 1.072,38 T Sulit Dipenuhi‏
Monday, 25 August 2014

Makassar, GATRAnews - Target penerimaan pajak tahun 2014 mencapai Rp 1.072,38 triliun. Direktur...
KKP: Potensi Hasil Laut Indonesia Tidak Hanya Ikan
Saturday, 23 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Indonesia memiliki hasil laut yang kaya. Tidak hanya ikan, hasil laut lain...
Jawa Tengah Diusulkan Jadi Lokasi Pengganti Pelabuhan Cilamaya
Saturday, 23 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, mendapat banyak...
Kadin Minta Jokowi-JK Benahi Industri Maritim‏
Friday, 22 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Potensi kekayaan laut Indonesia masih banyak belum diolah. Padahal, hasil laut...
Pemerintah Terbitkan Sukuk Rp 7,5 Triliun‏
Thursday, 21 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah berencana menerbitkan sukuk negara dengan underlying proyek...
OJK Desak RUU Perasuransian Rampung Sebelum Ganti Pemerintahan‏
Thursday, 21 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Rancangan Undang Undang Perasuranaian saat ini sedang dibahas oleh Dewan...
Pertamina Akan Konsultasikan Rencana Kenaikan Elpiji 12 Kilogram
Thursday, 21 August 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Pertamina (Persero) akan memenuhi permintaan pemerintah untuk...
Pertamina Akan Konsultasikan Rencana Kenaikan Elpiji 12 Kilogram
Thursday, 21 August 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Pertamina (Persero) akan memenuhi permintaan pemerintah untuk...
Menkeu: Kebijakan Makro 2015 Harus Lebih Konservatif
Thursday, 21 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, kebijakan makro Indonesia tahun 2015...
Tidak Ada Tawaran Positif, Pasar Sambut Dingin RAPBN 2015
Thursday, 21 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015 yang disampaikan...
Pidato SBY Dinilai Tidak Cerminkan Kondisi Ekonomi Sebenarnya
Thursday, 21 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyo (SBY) beberapa waktu lalu membacakan Nota...
Minim Sosialisai, Pengusaha Waralaba Sulit Urus STPW‏
Wednesday, 20 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Salah satu syarat suatu usaha menjadi waralaba adalah memiliki surat tanda...
CT: Dirut Pertamina Mundur Bukan Karena Alasan Politis
Wednesday, 20 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung (CT), di Jakarta, Rabu...
Error
  • There was a problem loading image BBM_ANTARA_Zabur%20Karuru.jpg

Pemerintah Kejar Target Penerimaan Pajak 2013

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, pemerintah berupaya mengejar target penerimaan pajak pada 2013, yang ditetapkan sebesar Rp 1.031,8 triliun, karena penerimaan pajak 2012 tidak sesuai harapan.

"Saat ini walaupun ada wajib pajak, tapi yang betul-betul membayar pajak masih rendah. Kalau kami bisa meningkatkan wajib pajak sesuai potensi yang taat dan patuh terhadap peraturan, potensinya besar," kata Agus, di Jakarta, Selasa (8/1).

Menkeu mengatakan, untuk mencapai target tersebut, upaya ekstensifikasi seperti melakukan sensus pajak untuk mencari wajib pajak baru akan terus dilakukan, melalui peningkatan koordinasi antarkantor wilayah pajak.

"Kerja sama dengan wajib pajak akan ditingkatkan, dan dikombinasikan dengan informasi dasar dari unit-unit terkait seperti direktorat potensi pajak dan kantor wilayah sehingga saat sensus dilakukan, nadanya lebih kuat dan pesannya lebih serius," katanya, seperti dikutip Antara.

Menurut Menkeu, jumlah pembayar pajak dari orang pribadi maupun badan masih berkisar 10 persen-14 persen dari jumlah potensi wajib pajak yang besar. Untuk itu upaya intensifikasi juga menjadi salah satu kebijakan untuk mendorong kepatuhan.

"Melalui intensifikasi, kami lihat kemarin ada perbaikan penerimaan di PPN dan PPh yang ternyata bisa meningkat di atas 30 persen. Jadi sebelumnya kecenderungan pajak turun tak penuhi target, tapi setelah perbaikan sistem dan displin serta integritas tinggi, penerimaan langsung membaik," katanya.

Menkeu optimistis hal tersebut dapat dilakukan karena penerimaan pajak selalu meningkat setiap tahun, walaupun penerimaan tidak mencapai target pada 2012 karena sektor ekspor nasional mengalami pelambatan akibat krisis.

"Saya lihat dari 2005-2010, pertumbuhan pajak itu peningkatan itu ada di kisaran 16 persen, rata-rata setiap tahun. Pada 2011, itu naik 18,5 persen, kemudian pada 2012 meningkat 12,5 persen dibanding tahun sebelumnya," ujarnya.

Ia mengatakan pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 12,5 persen tersebut menunjukkan adanya upaya ekstra dari Direktorat Jenderal Pajak untuk menghimpun target pendapatan pajak, padahal keuntungan perusahaan tambang dan manufaktur tidak besar.

Namun, Menkeu mengakui penerimaan perpajakan keseluruhan pada 2012 tidak mencapai target karena terjadi defisit neraca perdagangan dan banyak barang impor masuk untuk kegiatan investasi yang mendapatkan pembebasan bea masuk.

"Tentu ini mesti kita lihat dan kita mesti perhatikan, karena impor barang modal untuk kegiatan produktif, banyak didukung oleh pembebasan bea masuk dan membuat potensi penerimaan turun," ujarnya.

Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak pada akhir Desember 2012 hanya mencapai Rp831,3 triliun dari target yang ditetapkan dalam APBN-Perubahan sebesar Rp879,4 triliun. Secara keseluruhan penerimaan perpajakan hanya tercatat Rp980,1 triliun atau 96,4 persen dari target Rp1.061,2 triliun. (TMA) 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?