GATRANEWS

Todung Mulia Lubis: Ketidakpastian Hukum Hambat Pertumbuhan Ekonomi‏
Saturday, 25 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengacara Todung Mulia Lubis yang mendirikan Divisi Hak-hak Asasi Manusi di...
Brasil Gugat Ketentuan Impor Ayam, Ini Tanggapan Indonesia‏
Friday, 24 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Akhir pekan lalu, Brasil mengajukan gugatan ke WTO (World Trade Organization)...
Kepercayaan Investor Dorong IHSG Terus Menghijau
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Meski masih fluktuatif, akan tetapi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju...
Pertumbuhan Ekonomi 7%, Jokowi Harus Tingkatkan Pasokan Listrik‏
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo dalam kampanyenya menargetkan pertumbuhan ekonomi...
Harga BBM Naik, Biaya Logistik Bisa Naik Hingga 70%
Tuesday, 21 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM)...
Asosiasi Logistik: Jembatan Selat Sunda Justru Bikin Ongkos Logistik Tambah Mahal
Tuesday, 21 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk tidak melanjutkan proyek mega...
Pangkas Jalur Impor, Indonesia Butuh Zona Perdagangan Bebas
Tuesday, 21 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Barang impor sebelum masuk ke Indonesia terlebih dahulu harus berhenti di...
Penerbitan Obligasi, Pemerintah Butuh Dana Rp 10 Triliun‏
Monday, 20 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan mencatat kebutuhan...
Kemenpera: Backlog Perumahan Akan Selesai pada 2030
Monday, 20 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kemenpera menargetkan penyelesaian masalah backlog perumahan di Indonesia...
BI Harapkan DPR Lanjutkan Pembahasan RUU Jaring Pengaman Keuangan
Saturday, 18 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengharapkan adanya kelanjutan...
Komite Ekonomi Indonesia: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tidak Lebih Baik Tahun Depan‏
Saturday, 18 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kondisi perekonomian Indonesia pada tahun depan diperkirakan berjalan...
Target Ekspor 2014 Direvisi Menjadi US$ 184,3 Miliar
Saturday, 18 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Di hari terakhir masa jabatannya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi...
Jokowi Bukan Jaminan Realisasi Investasi Meningkat
Friday, 17 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Terpilihnya presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai membawa dampak positif...
Catat Rp 119,9 Triliun, Pertumbuhan Investasi di Indonesia Tumbuh 19, 3%
Friday, 17 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan realisasi penanaman modal...
Internet Bisa Berkontribusi US$26 Milyar untuk PDB
Friday, 17 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Jasa Internet (APJI) Semuel A Pangerapan...
Menperin Minta Inalum Genjot Produksi
Thursday, 16 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian (Menperin) Mohamad S Hidayat meminta PT Indonesia Asahan...
Inalum Diminta Targetkan Produksi 500.000 Ton‏
Thursday, 16 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat meminta PT Indonesia Asahan Alumunium...
Kawasan Kumuh Akan Tersisa 8% Pada 2015
Thursday, 16 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kawasan permukiman kumuh di Indonesia akan tersisa 8% pada tahun 2015 atau...
Ditunjuk Fokus pada Sektor Perumahan, Bank BTN Minta Syarat
Thursday, 16 October 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk mengaku siap ditunjuk sebagai bank yang...
AHU Online Tingkatkan Efesiensi Penerimaan Pajak
Thursday, 16 October 2014

  GATRAnews – Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia...

Pemerintah Kejar Target Penerimaan Pajak 2013

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, pemerintah berupaya mengejar target penerimaan pajak pada 2013, yang ditetapkan sebesar Rp 1.031,8 triliun, karena penerimaan pajak 2012 tidak sesuai harapan.

"Saat ini walaupun ada wajib pajak, tapi yang betul-betul membayar pajak masih rendah. Kalau kami bisa meningkatkan wajib pajak sesuai potensi yang taat dan patuh terhadap peraturan, potensinya besar," kata Agus, di Jakarta, Selasa (8/1).

Menkeu mengatakan, untuk mencapai target tersebut, upaya ekstensifikasi seperti melakukan sensus pajak untuk mencari wajib pajak baru akan terus dilakukan, melalui peningkatan koordinasi antarkantor wilayah pajak.

"Kerja sama dengan wajib pajak akan ditingkatkan, dan dikombinasikan dengan informasi dasar dari unit-unit terkait seperti direktorat potensi pajak dan kantor wilayah sehingga saat sensus dilakukan, nadanya lebih kuat dan pesannya lebih serius," katanya, seperti dikutip Antara.

Menurut Menkeu, jumlah pembayar pajak dari orang pribadi maupun badan masih berkisar 10 persen-14 persen dari jumlah potensi wajib pajak yang besar. Untuk itu upaya intensifikasi juga menjadi salah satu kebijakan untuk mendorong kepatuhan.

"Melalui intensifikasi, kami lihat kemarin ada perbaikan penerimaan di PPN dan PPh yang ternyata bisa meningkat di atas 30 persen. Jadi sebelumnya kecenderungan pajak turun tak penuhi target, tapi setelah perbaikan sistem dan displin serta integritas tinggi, penerimaan langsung membaik," katanya.

Menkeu optimistis hal tersebut dapat dilakukan karena penerimaan pajak selalu meningkat setiap tahun, walaupun penerimaan tidak mencapai target pada 2012 karena sektor ekspor nasional mengalami pelambatan akibat krisis.

"Saya lihat dari 2005-2010, pertumbuhan pajak itu peningkatan itu ada di kisaran 16 persen, rata-rata setiap tahun. Pada 2011, itu naik 18,5 persen, kemudian pada 2012 meningkat 12,5 persen dibanding tahun sebelumnya," ujarnya.

Ia mengatakan pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 12,5 persen tersebut menunjukkan adanya upaya ekstra dari Direktorat Jenderal Pajak untuk menghimpun target pendapatan pajak, padahal keuntungan perusahaan tambang dan manufaktur tidak besar.

Namun, Menkeu mengakui penerimaan perpajakan keseluruhan pada 2012 tidak mencapai target karena terjadi defisit neraca perdagangan dan banyak barang impor masuk untuk kegiatan investasi yang mendapatkan pembebasan bea masuk.

"Tentu ini mesti kita lihat dan kita mesti perhatikan, karena impor barang modal untuk kegiatan produktif, banyak didukung oleh pembebasan bea masuk dan membuat potensi penerimaan turun," ujarnya.

Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak pada akhir Desember 2012 hanya mencapai Rp831,3 triliun dari target yang ditetapkan dalam APBN-Perubahan sebesar Rp879,4 triliun. Secara keseluruhan penerimaan perpajakan hanya tercatat Rp980,1 triliun atau 96,4 persen dari target Rp1.061,2 triliun. (TMA) 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?