GATRANEWS

Chairul Tanjung: Pencabutan Subsidi BBM Dapat Entaskan Kemiskinan‏
Friday, 01 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perekonomian, Chairul Tanjung (CT) meminta kepada pemerintah terpilih...
Jokowi Diminta Naikkan BBM Subsidi‏
Friday, 01 August 2014

Yogyakarta, GATRAnews - Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla perlu...
KADIN Desak Pemerintah Baru Perhatikan Pembangunan Indonesia Timur
Monday, 28 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong penuntasan Undang-Undang...
IHCS: Wajar Jokowi Terperangah Soal MoU Freeport
Sunday, 27 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Eksekutif Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHCS)...
Pemerintah Tetapkan Bea Keluar Produk Pertanian dan Kehutanan‏
Saturday, 26 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah menerbitkan Peraturan Menteri...
Renegosiasi Kontrak Karya Tambah Pendapatan Negara 6 Milyar Dolar AS
Friday, 25 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung memastikan...
Sebentar Lagi, Freeport Bisa Ekspor Konsentrat
Friday, 25 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perdagangan menuturkan, PT Freeport Indonesia dan pemerintah telah...
Lepas Libur Lebaran, Pemerintah Lelang Obligasi Rp 10 Triliun‏
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah berencana melelang lima seri Obligasi Negara atau Surat Utang...
Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Industri 5,6-5,8% Semester I‏
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Menjelang akhir pemerintahan Kabinet Indonesia Bersat (KIB) II, Pemerintah...
MS Hidayat: Keberadaan Green Car Sulit Dihentikan
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Salah satu kebijakan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II pada kepemimpinan...
Ini Saran Mendag Lutfi untuk Pemerintahan Mendatang‏
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru saja mengumumkan kemenangan pasangan...
Jelang Pemerintahan Berakhir, Ini Pekerjaan Rumah Menteri Perindustrian‏
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II di bawah kepemimpinan Presiden...
Ekonom: Kenaikan BBM Idealnya Hingga 40%‏
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Subsidi bahan bakar minyak (BBM) dinilai perlu dipangkas karena memberatkan...
Rupiah Tidak Stabil Akibat Defisit Neraca Perdagangan‏
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketidakstabilan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang...
Jokowi Diminta Susun Tim Ekonomi Pemerintahan dari Kalangan Profesional‏
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Setelah keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menetapkan pasangan Joko...
Kadin: Pemerintahan Baru Harus Sinergikan BUMN dan BUMD
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap pemerintahan baru bisa...
Bappenas: Kenaikan BBM Akibatkan Inflasi 0,6%
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Memberatnya Anggaran Pendapatan Belanja Negara akibat subsidi bahan bakar...
Birokrasi Bongkar Muat Barang di Tanjung Priok Berbelit-belit
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Waktu bongkar muat barang (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok dinilai...
Izin Impor Gula Perlu Segera Diberlakukan
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Industri makanan dan minuman terancam terganggu produksinya bila izin impor...
Buruh Ancam Duduki Kemenakertrans
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Gerakan Bersama Buruh Badan Usaha Milik Negra (Geber BUMN) mengancam akan...

Pemerintah Kejar Target Penerimaan Pajak 2013

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, pemerintah berupaya mengejar target penerimaan pajak pada 2013, yang ditetapkan sebesar Rp 1.031,8 triliun, karena penerimaan pajak 2012 tidak sesuai harapan.

"Saat ini walaupun ada wajib pajak, tapi yang betul-betul membayar pajak masih rendah. Kalau kami bisa meningkatkan wajib pajak sesuai potensi yang taat dan patuh terhadap peraturan, potensinya besar," kata Agus, di Jakarta, Selasa (8/1).

Menkeu mengatakan, untuk mencapai target tersebut, upaya ekstensifikasi seperti melakukan sensus pajak untuk mencari wajib pajak baru akan terus dilakukan, melalui peningkatan koordinasi antarkantor wilayah pajak.

"Kerja sama dengan wajib pajak akan ditingkatkan, dan dikombinasikan dengan informasi dasar dari unit-unit terkait seperti direktorat potensi pajak dan kantor wilayah sehingga saat sensus dilakukan, nadanya lebih kuat dan pesannya lebih serius," katanya, seperti dikutip Antara.

Menurut Menkeu, jumlah pembayar pajak dari orang pribadi maupun badan masih berkisar 10 persen-14 persen dari jumlah potensi wajib pajak yang besar. Untuk itu upaya intensifikasi juga menjadi salah satu kebijakan untuk mendorong kepatuhan.

"Melalui intensifikasi, kami lihat kemarin ada perbaikan penerimaan di PPN dan PPh yang ternyata bisa meningkat di atas 30 persen. Jadi sebelumnya kecenderungan pajak turun tak penuhi target, tapi setelah perbaikan sistem dan displin serta integritas tinggi, penerimaan langsung membaik," katanya.

Menkeu optimistis hal tersebut dapat dilakukan karena penerimaan pajak selalu meningkat setiap tahun, walaupun penerimaan tidak mencapai target pada 2012 karena sektor ekspor nasional mengalami pelambatan akibat krisis.

"Saya lihat dari 2005-2010, pertumbuhan pajak itu peningkatan itu ada di kisaran 16 persen, rata-rata setiap tahun. Pada 2011, itu naik 18,5 persen, kemudian pada 2012 meningkat 12,5 persen dibanding tahun sebelumnya," ujarnya.

Ia mengatakan pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 12,5 persen tersebut menunjukkan adanya upaya ekstra dari Direktorat Jenderal Pajak untuk menghimpun target pendapatan pajak, padahal keuntungan perusahaan tambang dan manufaktur tidak besar.

Namun, Menkeu mengakui penerimaan perpajakan keseluruhan pada 2012 tidak mencapai target karena terjadi defisit neraca perdagangan dan banyak barang impor masuk untuk kegiatan investasi yang mendapatkan pembebasan bea masuk.

"Tentu ini mesti kita lihat dan kita mesti perhatikan, karena impor barang modal untuk kegiatan produktif, banyak didukung oleh pembebasan bea masuk dan membuat potensi penerimaan turun," ujarnya.

Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak pada akhir Desember 2012 hanya mencapai Rp831,3 triliun dari target yang ditetapkan dalam APBN-Perubahan sebesar Rp879,4 triliun. Secara keseluruhan penerimaan perpajakan hanya tercatat Rp980,1 triliun atau 96,4 persen dari target Rp1.061,2 triliun. (TMA) 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?