GATRANEWS

Kemendes PDTT Bantu Promosikan Batik Tulis Ciwaringin di Level Internasional
Sunday, 26 April 2015

Cirebon, GATRAnews - Kemeterian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes...
Pemerintah Berikan Keringanan Pajak ke Industri Hijau‏
Saturday, 25 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah menetapkan sepuluh bidang usaha kategori investasi hijau atau green...
Mendes PDTT: Transmigrasi Kurangi Warga Miskin
Saturday, 25 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT)...
Prof Mashuri: Pemerintah Harus Dukung Bulog Lebih Besar Lagi
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah harus memberikan dukungan lebih besar kepada Badan Urusan Logistik...
Sofyan Djalil Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2015 Sesuai Target
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil masih optimistis...
Pelatihan Kehumasan GATRA: Always Tell The Truth, But...
Thursday, 23 April 2015

Bandung, GATRAnews - Tiga puluh lima tenaga humas dari berbagai perusahaan swasta maupun instansi...
Pemerintah Harapkan Investasi Cina di Indonesia Meningkat‏
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan...
Mesir Jajaki Kerjasama Energi Dengan Indonesia
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said hari ini, Kamis (23/4)...
Terima Rapor Merah, Ahok: Mungkin Enggak Nurut (DPRD)
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tampak tenang ketika DPRD DKI...
Program Satu Juta Rumah Diminati Pemda dan Pengembang
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Plt Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengatakan...
Kuartal I-2015, Marketing Sales Jababeka Rp 300 Milyar
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk menyatakan kuartal pertama tahun ini hanya...
Gerindra: 2014 Ahok Banyak Beretorika
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menerima rapor merah atas...
April, WIKA Beton Kantongi Kontrak Rp 750 Milyar
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Wijaya Karya Beton Tbk (Wika Beton), hingga April tahun ini berhasil...
Ini Sembilan Catatan Buruk Ahok di 2014
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kinerja Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selama tahun 2014...
Dukung Proyek Infrastruktur Pemerintah, WIKA Siapkan Belanja Modal Rp 1,7 Trilyun
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menganggarkan dana belanja modal atau...
PP Properti Targetkan Penjualan Rp 16,5 Trilyun
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT PP Properti menargetkan penjualan sebesar Rp16,5 trilyun untuk proyek...
Ekonomi Indonesia Diprediksi Membaik
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 diperkirakan mencapai kisaran...
Praktek Faktur Pajak Fiktif di Banten, Negara Rugi 750 Milyar
Wednesday, 22 April 2015

Serang, GATRAnews -Ratusan wajib pajak di Provinsi Banten melakuan transaksi dengan menggunakan...
Pemerintah Harus Dorong Sektor Pariwisata‏ untuk Atasi Perlambatan Ekonomi
Wednesday, 22 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintahan Joko Widodo menargetkan pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar...
Pemerintah Dorong Ekspor Batu Mulia‏
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perindustrian akan mendorong ekspor batu mulia yang saat ini...

Pemerintah Kejar Target Penerimaan Pajak 2013

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, pemerintah berupaya mengejar target penerimaan pajak pada 2013, yang ditetapkan sebesar Rp 1.031,8 triliun, karena penerimaan pajak 2012 tidak sesuai harapan.

"Saat ini walaupun ada wajib pajak, tapi yang betul-betul membayar pajak masih rendah. Kalau kami bisa meningkatkan wajib pajak sesuai potensi yang taat dan patuh terhadap peraturan, potensinya besar," kata Agus, di Jakarta, Selasa (8/1).

Menkeu mengatakan, untuk mencapai target tersebut, upaya ekstensifikasi seperti melakukan sensus pajak untuk mencari wajib pajak baru akan terus dilakukan, melalui peningkatan koordinasi antarkantor wilayah pajak.

"Kerja sama dengan wajib pajak akan ditingkatkan, dan dikombinasikan dengan informasi dasar dari unit-unit terkait seperti direktorat potensi pajak dan kantor wilayah sehingga saat sensus dilakukan, nadanya lebih kuat dan pesannya lebih serius," katanya, seperti dikutip Antara.

Menurut Menkeu, jumlah pembayar pajak dari orang pribadi maupun badan masih berkisar 10 persen-14 persen dari jumlah potensi wajib pajak yang besar. Untuk itu upaya intensifikasi juga menjadi salah satu kebijakan untuk mendorong kepatuhan.

"Melalui intensifikasi, kami lihat kemarin ada perbaikan penerimaan di PPN dan PPh yang ternyata bisa meningkat di atas 30 persen. Jadi sebelumnya kecenderungan pajak turun tak penuhi target, tapi setelah perbaikan sistem dan displin serta integritas tinggi, penerimaan langsung membaik," katanya.

Menkeu optimistis hal tersebut dapat dilakukan karena penerimaan pajak selalu meningkat setiap tahun, walaupun penerimaan tidak mencapai target pada 2012 karena sektor ekspor nasional mengalami pelambatan akibat krisis.

"Saya lihat dari 2005-2010, pertumbuhan pajak itu peningkatan itu ada di kisaran 16 persen, rata-rata setiap tahun. Pada 2011, itu naik 18,5 persen, kemudian pada 2012 meningkat 12,5 persen dibanding tahun sebelumnya," ujarnya.

Ia mengatakan pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 12,5 persen tersebut menunjukkan adanya upaya ekstra dari Direktorat Jenderal Pajak untuk menghimpun target pendapatan pajak, padahal keuntungan perusahaan tambang dan manufaktur tidak besar.

Namun, Menkeu mengakui penerimaan perpajakan keseluruhan pada 2012 tidak mencapai target karena terjadi defisit neraca perdagangan dan banyak barang impor masuk untuk kegiatan investasi yang mendapatkan pembebasan bea masuk.

"Tentu ini mesti kita lihat dan kita mesti perhatikan, karena impor barang modal untuk kegiatan produktif, banyak didukung oleh pembebasan bea masuk dan membuat potensi penerimaan turun," ujarnya.

Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak pada akhir Desember 2012 hanya mencapai Rp831,3 triliun dari target yang ditetapkan dalam APBN-Perubahan sebesar Rp879,4 triliun. Secara keseluruhan penerimaan perpajakan hanya tercatat Rp980,1 triliun atau 96,4 persen dari target Rp1.061,2 triliun. (TMA) 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?