GATRANEWS

MNC Sky Vision Ingin Pertahankan Market Share 75%
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Direktur Keuangan MNC Sky Vision Effendi Budiman mengatakan bahwa PT MNC Sky...
Pemerintahan Baru Beri Harapan Baru bagi Industri Pay TV
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - PT MNC Sky Vision Tbk yakin bahwa Pemerintahan baru yang dipimpin Presiden...
Mandiri Tunas Finance Targetkan Pembiayaan Rp 15 Trilyun di 2015
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan pembiayaan PT Mandiri Tunas Finance (MTF) mematok target tinggi...
Pemerintah Harus Alokasikan 20% Anggaran untuk Perbaikan Infrastruktur‏
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Perhimpunan Infrastruktur Indonesia (PII), Bobby Gafur Umar mengatakan...
Jokowi Harus Realisasikan Janji Pertumbuhan Ekonomi 7%
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan dapat merealisasikan janjinya yang...
Menpora : Jaga Semangat Persatuan Warisan Pemuda 86 Tahun Lalu
Thursday, 30 October 2014

Yogyakarta, GATRAnews – Rakyat telah menentukan pilihannya dalam Pemilu dan Pilpres lalu secara...
Menteri BUMN Bantah Calonkan Dua Kandidat Dirut Pertamina
Wednesday, 29 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno menepis kabar burung terkait...
Matahari Dept Store Catat Laba Bersih Rp 1,06 Trilyun
Wednesday, 29 October 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Matahari Department Store Tbk membukukan peningkatan laba bersih 27,7%...
BEI Targetkan Tambah 250 Emiten 6 Tahun ke Depan
Wednesday, 29 October 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan hingga tahun 2020 atau dalam waktu...
BEI Harapkan Dukungan Pemerintah Jokowi
Wednesday, 29 October 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki harapan besar terhadap era pemerintahan...
BEI: Menteri di Kabinet Jokowi Sudah Tepat
Wednesday, 29 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito menilai, nama Kabinet...
Target Emiten di BEI Tak Tercapai Akibat Situasi Politik
Wednesday, 29 October 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tak mencapai target dalam membawa 30 perusahaan...
Pardede: Kabinet Kerja Kurang Tim Ekonomi Makro Yang Handal
Wednesday, 29 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri di bidang ekonomi pada Kabinet Kerja Jokowi-JK dinilai masih...
Seragam Polisi dan Tentara Dibuat di Pabrik Ini
Wednesday, 29 October 2014

Bandung, GATRAnews - PT Trisula Textile Industries (PT TTI) bertekad menguasai pasar pembuatan...
Investasi Rp 200 Triliun, Pertamina Tingkatkan Kapasitas Kilang Hingga 1,6 Juta Barel‏
Tuesday, 28 October 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Pertamina akan meningkatkan kapasitas kilang pengolahan dari saat ini 1,05...
Gaikindo: Pemerintah Harus Ciptakan Industri Bahan Baku‏
Tuesday, 28 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Gabungan Industri Kendaran Bermotor Indonesia (Gaikindo), Sudirman Maman...
Ini Arahan Presiden Jokowi untuk Mendag Rachmat Gobel‏
Monday, 27 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menuturkan bahwa dirinya mendapat arahan...
Harga BBM Bakal Naik, Mendag Rachmat Akan Undang Kadin‏
Monday, 27 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengaku telah mulai mempersiapkan...
Mendag Rachmat Targetkan Ekspor Naik 300% dalam 5 Tahun‏
Monday, 27 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel yang baru saja dilantik siang ini langsung...
Menkeu Fokuskan Jaga Ketahanan Fiskal dan Kestabilan Ekonomi‏
Monday, 27 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengaku siap untuk mengemban amanah...

Pemerintah Kejar Target Penerimaan Pajak 2013

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, pemerintah berupaya mengejar target penerimaan pajak pada 2013, yang ditetapkan sebesar Rp 1.031,8 triliun, karena penerimaan pajak 2012 tidak sesuai harapan.

"Saat ini walaupun ada wajib pajak, tapi yang betul-betul membayar pajak masih rendah. Kalau kami bisa meningkatkan wajib pajak sesuai potensi yang taat dan patuh terhadap peraturan, potensinya besar," kata Agus, di Jakarta, Selasa (8/1).

Menkeu mengatakan, untuk mencapai target tersebut, upaya ekstensifikasi seperti melakukan sensus pajak untuk mencari wajib pajak baru akan terus dilakukan, melalui peningkatan koordinasi antarkantor wilayah pajak.

"Kerja sama dengan wajib pajak akan ditingkatkan, dan dikombinasikan dengan informasi dasar dari unit-unit terkait seperti direktorat potensi pajak dan kantor wilayah sehingga saat sensus dilakukan, nadanya lebih kuat dan pesannya lebih serius," katanya, seperti dikutip Antara.

Menurut Menkeu, jumlah pembayar pajak dari orang pribadi maupun badan masih berkisar 10 persen-14 persen dari jumlah potensi wajib pajak yang besar. Untuk itu upaya intensifikasi juga menjadi salah satu kebijakan untuk mendorong kepatuhan.

"Melalui intensifikasi, kami lihat kemarin ada perbaikan penerimaan di PPN dan PPh yang ternyata bisa meningkat di atas 30 persen. Jadi sebelumnya kecenderungan pajak turun tak penuhi target, tapi setelah perbaikan sistem dan displin serta integritas tinggi, penerimaan langsung membaik," katanya.

Menkeu optimistis hal tersebut dapat dilakukan karena penerimaan pajak selalu meningkat setiap tahun, walaupun penerimaan tidak mencapai target pada 2012 karena sektor ekspor nasional mengalami pelambatan akibat krisis.

"Saya lihat dari 2005-2010, pertumbuhan pajak itu peningkatan itu ada di kisaran 16 persen, rata-rata setiap tahun. Pada 2011, itu naik 18,5 persen, kemudian pada 2012 meningkat 12,5 persen dibanding tahun sebelumnya," ujarnya.

Ia mengatakan pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 12,5 persen tersebut menunjukkan adanya upaya ekstra dari Direktorat Jenderal Pajak untuk menghimpun target pendapatan pajak, padahal keuntungan perusahaan tambang dan manufaktur tidak besar.

Namun, Menkeu mengakui penerimaan perpajakan keseluruhan pada 2012 tidak mencapai target karena terjadi defisit neraca perdagangan dan banyak barang impor masuk untuk kegiatan investasi yang mendapatkan pembebasan bea masuk.

"Tentu ini mesti kita lihat dan kita mesti perhatikan, karena impor barang modal untuk kegiatan produktif, banyak didukung oleh pembebasan bea masuk dan membuat potensi penerimaan turun," ujarnya.

Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak pada akhir Desember 2012 hanya mencapai Rp831,3 triliun dari target yang ditetapkan dalam APBN-Perubahan sebesar Rp879,4 triliun. Secara keseluruhan penerimaan perpajakan hanya tercatat Rp980,1 triliun atau 96,4 persen dari target Rp1.061,2 triliun. (TMA) 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?