GATRANEWS

Pemerintah Tenderkan Tiga Jalan Tol Senilai Rp 19,38 T
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melakukan proses...
BTN Akan Luncurkan Program KPR Uang Muka 1%
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendukung Program Sejuta Rumah...
Lunasi Tunggakan Pajak Sebelum 1 Januari 2016, Pemerintah Hapus Denda!
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) baru saja menerbitkan peraturan tentang...
Pemerintah Targetkan Rp10 Triliun dari Lelang SUN Pekan Depan
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah kembali berencana melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) pekan...
CEO Unilever Temui Presiden Jokowi
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Pimpinan raksasa perusahaan multinasional Unilever Paul Polman, Jumat (27/2)...
Pemerintah: Harga Elpiji 3 Kg Naik, Cuma Hoax
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah melalui Menteri ESDM Sudirman Said menyatakan bahwa harga elpiji...
Sinergi dengan Kementerian, BRI Terbitkan Kartu IUMK
Friday, 27 February 2015

Denpasar, GATRAnews - Bank BRI dan Kementerian UMKM, di Denpasar Bali, Kamis (26/2), meluncurkan...
Sinergi dengan Kementerian, BRI Terbitkan Kartu IUMK
Friday, 27 February 2015

Denpasar, GATRAnews - Bank BRI dan Kementerian UMKM, di Denpasar Bali, Kamis (26/2), meluncurkan...
Filipina Hentikan Penyelidikan Safeguard Produk Baja Indonesia
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnewsPemerintah Filipina secara resmi telah mengeluarkan notifikasi penghentian...
Pemerintah Turunkan Suku Bunga KPR FLPP
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU dan PR)...
Swasta Dilarang Kelola Sumber Air, Payung Hukum Ditargetkan Rampung April
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Mahkamah Konstitusi telah memutuskan untuk mencabut Undang Undang Nomor 7...
Kebijakan Sektor Industri Dinilai Tak Memihak UKM
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Kebijakan sektor industri di Indonesia dinilai tidak berpihak pada usaha kecil...
OPSI: Kenaikah Harga Beras Perberat Beban Buruh
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Kenaikan harga beras yang mencapai kisaran 30% memperberat beban hidup buruh...
Gila, Gaji Pejabat DKI Melebihi Pejabat di Kementerian Keuangan
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB)...
Pemerintah Mau Jadikan Esemka Mobil Angkutan Pedesaan
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRANews - Lama tak terdengar kabarnya Mobil Esemka tiba tiba menyeruak lagi dari Istana...
Pemerintah Terus Dorong Peningkatan Barang dan Jasa di Sektor Hulu Migas
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Pelaksana Tugas Dirjen Migas IGN Wiratmaja Pura, di Jakarta, Rabu (25/2),...
Gubernur BI: Perkembangan Ekonomi Indonesia Cukup Baik
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyatakan, di tengah...
Gubernur BI: Perkembangan Ekonomi Indonesia Cukup Baik
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyatakan, di tengah...
Darurat Beras, Pedagang Pasar Tuntut Pemerintah Bertindak
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Ikatan Pedagang Pasar Tradisional Indonesia (Ikappi) mendesak pemerintah...
Kemendag Gandeng JICA Tingkatkan Ekspor 300%
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemeritah melalui Kementerian Perdagangan menargetkan peningkatan ekspor...

Pemerintah Kejar Target Penerimaan Pajak 2013

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, pemerintah berupaya mengejar target penerimaan pajak pada 2013, yang ditetapkan sebesar Rp 1.031,8 triliun, karena penerimaan pajak 2012 tidak sesuai harapan.

"Saat ini walaupun ada wajib pajak, tapi yang betul-betul membayar pajak masih rendah. Kalau kami bisa meningkatkan wajib pajak sesuai potensi yang taat dan patuh terhadap peraturan, potensinya besar," kata Agus, di Jakarta, Selasa (8/1).

Menkeu mengatakan, untuk mencapai target tersebut, upaya ekstensifikasi seperti melakukan sensus pajak untuk mencari wajib pajak baru akan terus dilakukan, melalui peningkatan koordinasi antarkantor wilayah pajak.

"Kerja sama dengan wajib pajak akan ditingkatkan, dan dikombinasikan dengan informasi dasar dari unit-unit terkait seperti direktorat potensi pajak dan kantor wilayah sehingga saat sensus dilakukan, nadanya lebih kuat dan pesannya lebih serius," katanya, seperti dikutip Antara.

Menurut Menkeu, jumlah pembayar pajak dari orang pribadi maupun badan masih berkisar 10 persen-14 persen dari jumlah potensi wajib pajak yang besar. Untuk itu upaya intensifikasi juga menjadi salah satu kebijakan untuk mendorong kepatuhan.

"Melalui intensifikasi, kami lihat kemarin ada perbaikan penerimaan di PPN dan PPh yang ternyata bisa meningkat di atas 30 persen. Jadi sebelumnya kecenderungan pajak turun tak penuhi target, tapi setelah perbaikan sistem dan displin serta integritas tinggi, penerimaan langsung membaik," katanya.

Menkeu optimistis hal tersebut dapat dilakukan karena penerimaan pajak selalu meningkat setiap tahun, walaupun penerimaan tidak mencapai target pada 2012 karena sektor ekspor nasional mengalami pelambatan akibat krisis.

"Saya lihat dari 2005-2010, pertumbuhan pajak itu peningkatan itu ada di kisaran 16 persen, rata-rata setiap tahun. Pada 2011, itu naik 18,5 persen, kemudian pada 2012 meningkat 12,5 persen dibanding tahun sebelumnya," ujarnya.

Ia mengatakan pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 12,5 persen tersebut menunjukkan adanya upaya ekstra dari Direktorat Jenderal Pajak untuk menghimpun target pendapatan pajak, padahal keuntungan perusahaan tambang dan manufaktur tidak besar.

Namun, Menkeu mengakui penerimaan perpajakan keseluruhan pada 2012 tidak mencapai target karena terjadi defisit neraca perdagangan dan banyak barang impor masuk untuk kegiatan investasi yang mendapatkan pembebasan bea masuk.

"Tentu ini mesti kita lihat dan kita mesti perhatikan, karena impor barang modal untuk kegiatan produktif, banyak didukung oleh pembebasan bea masuk dan membuat potensi penerimaan turun," ujarnya.

Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak pada akhir Desember 2012 hanya mencapai Rp831,3 triliun dari target yang ditetapkan dalam APBN-Perubahan sebesar Rp879,4 triliun. Secara keseluruhan penerimaan perpajakan hanya tercatat Rp980,1 triliun atau 96,4 persen dari target Rp1.061,2 triliun. (TMA) 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?