GATRANEWS

Pajak Progresif Kendaraan di Jakarta Naik
Saturday, 20 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Pajak kendaraan bermotor di wilayah DKI Jakarta, mulai Januari 2015 akan...
Pengusaha Tiongkok Ingin Bentuk Desk di BKPM
Saturday, 20 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Mayoritas pengusaha Republik Rakyat Tiongkok menginginkan pembentukan China...
Lelang Jabatan Dirjen Pajak di Ambang Kegagalan
Friday, 19 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengamat ekonomi yang juga Direktur The Jakarta Institute Rahmat Sholeh...
Pembangunan 10 Juta Rumah Diapresiasi, Tapi Harus Realistis
Friday, 19 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Direktur Eksekutif Indonesia Properti Watch (IPW) Ali Tranghanda menyatakan...
Kadin Bentuk Satgas Perlindungan TKI
Friday, 19 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meluncurkan Satuan Tugas (Satgas)...
Waspada, 20% Produk Jamu di Indonesia Ilegal
Friday, 19 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengatakan sekitar 20% dari total...
Pemerintah Wajibkan Setiap Transaksi di Atas Rp 100 Juta Sertakan NPWP
Thursday, 18 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Untuk meningkatkan peningkatan pendapatan melalui pajak, pemerintah merencakan...
IPW Pertanyakan Tambahan Anggaran Perumahan Hanya Rp 2 Trilyun
Thursday, 18 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) mendapat...
Usai Pengumuman The FED, Dolar Menguat
Thursday, 18 December 2014

New York, GATRANews - Kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada Rabu (Kamis pagi...
Indonesia Tingkatkan Ekspor Non-Migas ke Oman
Wednesday, 17 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjadikan...
Pemerintah Akan Pangkas Waktu Perizinan 1.249 Bidang Usaha
Wednesday, 17 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah akan memangkas waktu proses perizinan 1.249 bidang usaha dalam...
PGN Terima Tantangan Gaikindo Soal SPBG
Wednesday, 17 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Vice President Corporate Communication PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Ridha...
Askrindo Targetkan Laba Rp 1 Trilyun pada 2015
Tuesday, 16 December 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Asuransi Kredit Indonesia atau PT Askrindo (Persero) menargetkan perolehan...
Penyerapan Belanja di Bawah 80%, Ganggu Pertumbuhan Ekonomi
Tuesday, 16 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengakui, penyerapan...
IPW: Kementerian PU-Pera Program Kerjanya Belum Jelas
Tuesday, 16 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Para pengembang hingga kini masih menunggu kebijakan baru usai penggabungan...
Pemerintah Bahas Pengalihan Subsidi BBM Rp 200 Trilyun
Tuesday, 16 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah berhasil mendapatkan dana dari pengalihan subsidi bahan bakar...
Pemerintah Minta OJK Periksa KUR Bermasalah
Tuesday, 16 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemeritah baru saja memutuskan untuk menghentikan fasilitas pembiayaan Kredit...
Mantan Wamendag: Eropa Saja Ingin Tiru Raskin
Monday, 15 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi menyatakan...
Akademisi: e-Money Sulit Gantikan Raskin
Monday, 15 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Penelisi dari berbagai perguruan tinggi menyebutkan bahwa program beras untuk...
Perencanaan KUR Terbaik, BRI Calon Pemain Tunggal
Monday, 15 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga...

Pemerintah Kejar Target Penerimaan Pajak 2013

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, pemerintah berupaya mengejar target penerimaan pajak pada 2013, yang ditetapkan sebesar Rp 1.031,8 triliun, karena penerimaan pajak 2012 tidak sesuai harapan.

"Saat ini walaupun ada wajib pajak, tapi yang betul-betul membayar pajak masih rendah. Kalau kami bisa meningkatkan wajib pajak sesuai potensi yang taat dan patuh terhadap peraturan, potensinya besar," kata Agus, di Jakarta, Selasa (8/1).

Menkeu mengatakan, untuk mencapai target tersebut, upaya ekstensifikasi seperti melakukan sensus pajak untuk mencari wajib pajak baru akan terus dilakukan, melalui peningkatan koordinasi antarkantor wilayah pajak.

"Kerja sama dengan wajib pajak akan ditingkatkan, dan dikombinasikan dengan informasi dasar dari unit-unit terkait seperti direktorat potensi pajak dan kantor wilayah sehingga saat sensus dilakukan, nadanya lebih kuat dan pesannya lebih serius," katanya, seperti dikutip Antara.

Menurut Menkeu, jumlah pembayar pajak dari orang pribadi maupun badan masih berkisar 10 persen-14 persen dari jumlah potensi wajib pajak yang besar. Untuk itu upaya intensifikasi juga menjadi salah satu kebijakan untuk mendorong kepatuhan.

"Melalui intensifikasi, kami lihat kemarin ada perbaikan penerimaan di PPN dan PPh yang ternyata bisa meningkat di atas 30 persen. Jadi sebelumnya kecenderungan pajak turun tak penuhi target, tapi setelah perbaikan sistem dan displin serta integritas tinggi, penerimaan langsung membaik," katanya.

Menkeu optimistis hal tersebut dapat dilakukan karena penerimaan pajak selalu meningkat setiap tahun, walaupun penerimaan tidak mencapai target pada 2012 karena sektor ekspor nasional mengalami pelambatan akibat krisis.

"Saya lihat dari 2005-2010, pertumbuhan pajak itu peningkatan itu ada di kisaran 16 persen, rata-rata setiap tahun. Pada 2011, itu naik 18,5 persen, kemudian pada 2012 meningkat 12,5 persen dibanding tahun sebelumnya," ujarnya.

Ia mengatakan pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 12,5 persen tersebut menunjukkan adanya upaya ekstra dari Direktorat Jenderal Pajak untuk menghimpun target pendapatan pajak, padahal keuntungan perusahaan tambang dan manufaktur tidak besar.

Namun, Menkeu mengakui penerimaan perpajakan keseluruhan pada 2012 tidak mencapai target karena terjadi defisit neraca perdagangan dan banyak barang impor masuk untuk kegiatan investasi yang mendapatkan pembebasan bea masuk.

"Tentu ini mesti kita lihat dan kita mesti perhatikan, karena impor barang modal untuk kegiatan produktif, banyak didukung oleh pembebasan bea masuk dan membuat potensi penerimaan turun," ujarnya.

Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak pada akhir Desember 2012 hanya mencapai Rp831,3 triliun dari target yang ditetapkan dalam APBN-Perubahan sebesar Rp879,4 triliun. Secara keseluruhan penerimaan perpajakan hanya tercatat Rp980,1 triliun atau 96,4 persen dari target Rp1.061,2 triliun. (TMA) 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?