GATRANEWS

WOM Finance akan Terbitkan Obligasi Rp 3 Trilyun
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) berencana menerbitkan surat...
Pemerintah Lebih Prioritaskan Stabilitas, Bukan Pertumbuhan
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Tahun ini, pemerintah Indonesia diperkirakan tidak akan terlalu berupaya...
Pemerintah Ubah Bentuk Nozzle untuk Mobil Baru
Monday, 14 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Mengatasi polemik penggunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi, Kementerian...
Kemenperin Dorong Pemerataan Pembangunan Industri Nasional
Monday, 14 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Salah satu misi pembangunan industri nasional adalah mendorong penyebaran...
Hatta Bantah Kontrak Freeport Sudah Diperpanjang hingga 2041
Saturday, 12 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa membantah adanya...
Tiga Minggu Lagi Mainan Anak Wajib ber-SNI
Saturday, 12 April 2014

Jakarta, Gatranews - Semua produsen mainan anak-anak diwajibkan menjual produknya berlabel Standar...
Cerita Mendag Lutfi Soal Niat Jepang Ancam Gugat RI ke WTO‏
Saturday, 12 April 2014

Bogor, GATRAnews - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menuturkan, Jepang telah menunjukkan sinyal...
Smartfren Butuh Rp 1 Trilyun untuk Migrasi Frekuensi
Saturday, 12 April 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) harus melakukan investasi lagi sekitar Rp 1...
Bulog Dapat Izin Impor 350.000 Ton Gula Kristal Putih
Friday, 11 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan, pihaknya telah memberikan...
Tak Perlu Gelar Tender Pemindahan Frekuensi Smartfren
Thursday, 10 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Rencana pemerintah untuk memindahkan frekuensi PT Smartfren Telecom Tbk...
ESDM: Renegosiasi Kontrak Karya dengan Freeport Sudah Hampir Deal
Monday, 07 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian ESDM menyatakan, renegosiasi Kontrak Karya (KK) antara pihaknya...
IRESS: Hilirisasi Mineral Datangkan Investasi US$ 25,5 Miliar
Monday, 07 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Indonesian Resources Mineral (IRESS) memproyeksikan, kebijakan hilirisasi...
Cadangan Devisa Maret Turun US$100 Juta
Monday, 07 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Bank Indonesia mengumumkan posisi cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2014...
Jepang akan Gugat UU Minerba ke WTO, Indonesia Siap Hadapi
Monday, 07 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku telah mengetahui rencana...
Dirjen Minerba: Bea Keluar Tinggi akan Diganti Dana Jaminan Smelter
Monday, 07 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Dirjen Minerba Kementerian ESDM, R Sukhyar menyatakan bahwa penetapan Bea...
Warga Petogokan Nikmati Rumah Deret
Monday, 07 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Sejumlah warga yang bermukim di kawasan Petogokan, Kebayoran baru, Jakarta...
Indonesia Desak Pakistan, Jangan Persulit Ekspor Kertas
Friday, 04 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Sejak 2011 sampai saat ini, ekspor kertas dari Indonesia ke Pakistan terganjal...
Likuiditas Uang Beredar di Februari 2014 Masih Melambat
Friday, 04 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pertumbuhan likuiditas perekonomian M2 (uang beredar dalam arti luas) pada...
Indonesia Undang Pebisnis Eropa Investasi di Tujuh Sektor
Friday, 04 April 2014

London, GATRAnews - Indonesia mengundang kalangan pebisnis Inggris dan negara-negara Eropa lainnya...
BRI Sumbang 15,87% untuk Penerimaan Negara Melalui Dividen
Friday, 04 April 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) pada tahun ini membagikan dividen...

Pemerintah Kejar Target Penerimaan Pajak 2013

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, pemerintah berupaya mengejar target penerimaan pajak pada 2013, yang ditetapkan sebesar Rp 1.031,8 triliun, karena penerimaan pajak 2012 tidak sesuai harapan.

"Saat ini walaupun ada wajib pajak, tapi yang betul-betul membayar pajak masih rendah. Kalau kami bisa meningkatkan wajib pajak sesuai potensi yang taat dan patuh terhadap peraturan, potensinya besar," kata Agus, di Jakarta, Selasa (8/1).

Menkeu mengatakan, untuk mencapai target tersebut, upaya ekstensifikasi seperti melakukan sensus pajak untuk mencari wajib pajak baru akan terus dilakukan, melalui peningkatan koordinasi antarkantor wilayah pajak.

"Kerja sama dengan wajib pajak akan ditingkatkan, dan dikombinasikan dengan informasi dasar dari unit-unit terkait seperti direktorat potensi pajak dan kantor wilayah sehingga saat sensus dilakukan, nadanya lebih kuat dan pesannya lebih serius," katanya, seperti dikutip Antara.

Menurut Menkeu, jumlah pembayar pajak dari orang pribadi maupun badan masih berkisar 10 persen-14 persen dari jumlah potensi wajib pajak yang besar. Untuk itu upaya intensifikasi juga menjadi salah satu kebijakan untuk mendorong kepatuhan.

"Melalui intensifikasi, kami lihat kemarin ada perbaikan penerimaan di PPN dan PPh yang ternyata bisa meningkat di atas 30 persen. Jadi sebelumnya kecenderungan pajak turun tak penuhi target, tapi setelah perbaikan sistem dan displin serta integritas tinggi, penerimaan langsung membaik," katanya.

Menkeu optimistis hal tersebut dapat dilakukan karena penerimaan pajak selalu meningkat setiap tahun, walaupun penerimaan tidak mencapai target pada 2012 karena sektor ekspor nasional mengalami pelambatan akibat krisis.

"Saya lihat dari 2005-2010, pertumbuhan pajak itu peningkatan itu ada di kisaran 16 persen, rata-rata setiap tahun. Pada 2011, itu naik 18,5 persen, kemudian pada 2012 meningkat 12,5 persen dibanding tahun sebelumnya," ujarnya.

Ia mengatakan pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 12,5 persen tersebut menunjukkan adanya upaya ekstra dari Direktorat Jenderal Pajak untuk menghimpun target pendapatan pajak, padahal keuntungan perusahaan tambang dan manufaktur tidak besar.

Namun, Menkeu mengakui penerimaan perpajakan keseluruhan pada 2012 tidak mencapai target karena terjadi defisit neraca perdagangan dan banyak barang impor masuk untuk kegiatan investasi yang mendapatkan pembebasan bea masuk.

"Tentu ini mesti kita lihat dan kita mesti perhatikan, karena impor barang modal untuk kegiatan produktif, banyak didukung oleh pembebasan bea masuk dan membuat potensi penerimaan turun," ujarnya.

Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak pada akhir Desember 2012 hanya mencapai Rp831,3 triliun dari target yang ditetapkan dalam APBN-Perubahan sebesar Rp879,4 triliun. Secara keseluruhan penerimaan perpajakan hanya tercatat Rp980,1 triliun atau 96,4 persen dari target Rp1.061,2 triliun. (TMA) 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?