GATRANEWS

Jelang Lebaran, Kementerian PUPR Kejar Target Infrastruktur Jalan
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengejar target...
Peran Industri Tuna Makin Strategis
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (Dirjen P2HP)...
Jokowi Minta Pemerintah Daerah Tekan Inflasi Dengan Operasi Pasar
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo mengakui butuh koordinasi dengan pemerintah daerah dalam...
Sinergi BUMN, Telkom Dukung BTN Hadirkan Produk Tabungan BTN Cermat Laku Pandai
Wednesday, 27 May 2015

Tangkiling, GATRAnews - 25 Mei 2015 – Sebagai satu-satunya BUMN telekomunikasi, PT Telekomunikasi...
Jelang Ramadhan, Mendagri Instruksikan Pemerintah Daerah Kendalikan Harga
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Dalam Negeri mendorong optimalisasi peran Pemerintah Daerah dalam...
Jelang Ramadhan, Mendagri Instruksikan Pemerintah Daerah Kendalikan Harga
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Dalam Negeri mendorong optimalisasi peran Pemerintah Daerah dalam...
Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi 5% Tidak Ada Artinya Jika Inflasi 12%
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo menyatakan Indonesia merupakan negara di Asia Tenggara...
Jokowi Minta Pemerintah Daerah Buat Gerakan Tanam Cabai
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews- Kenaikan harga cabai turut menyubang laju inflasi secara nasional. Untuk itu...
Presiden: Pertumbuhan Ekonomi dan Laju Inflasi Harus Seimbang
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews- Pemerintah melalui Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Bank Indonesia (BI)...
Kementerian PUPR Tingkatkan Layanan Air Minum Melalui Hibah
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan meningkatkan...
Kementerian PUPR Tingkatkan Layanan Air Minum Melalui Hibah
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan meningkatkan...
Masalah Pembiayaan jadi Penghambat Investasi di KTI
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial Rosan P. Roeslani...
Hidayat Nur Wahid: Isu Beras Plastik Jangan Sampai Ganggu Stabilitas Keamanan
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Maraknya isu beras sintetis dari bahan plastik membuat Wakil Ketua MPR,...
Mendes PDTT Dukung Revisi PP 43 Tahun 2014
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT),...
Dana PMN Bulog Sebesar Rp 3 Triliun Belum Cair‏
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Hingga akhir Mei ini, dana Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk Perum Badan...
Kementan Mengaku Swasembada Kedelai Sulit Dicapai dalam 3 Tahun‏
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Hasil Sembiring, mengaku bahwa...
Hidayat Nur Wahid dan Kammi Diskusikan Kedaulatan Bangsa
Tuesday, 26 May 2015

GATRAnews - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menerima Pengurus Wilayah Kammi (Kesatuan Aksi...
Kemenhub Gandeng BRI Kelola Penerimaan Negara Bukan Pajak
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mendukung transformasi birokrasi...
Kemenhub Gandeng BRI Kelola Penerimaan Negara Bukan Pajak
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mendukung transformasi birokrasi...
Ketua MPR : Rakyat Indonesia Harus Banyak Bersyukur
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Masyarakat Indonesia harus pandai mensyukuri nikmat yang dikaruniai Allah SWT....

Pemerintah Kejar Target Penerimaan Pajak 2013

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, pemerintah berupaya mengejar target penerimaan pajak pada 2013, yang ditetapkan sebesar Rp 1.031,8 triliun, karena penerimaan pajak 2012 tidak sesuai harapan.

"Saat ini walaupun ada wajib pajak, tapi yang betul-betul membayar pajak masih rendah. Kalau kami bisa meningkatkan wajib pajak sesuai potensi yang taat dan patuh terhadap peraturan, potensinya besar," kata Agus, di Jakarta, Selasa (8/1).

Menkeu mengatakan, untuk mencapai target tersebut, upaya ekstensifikasi seperti melakukan sensus pajak untuk mencari wajib pajak baru akan terus dilakukan, melalui peningkatan koordinasi antarkantor wilayah pajak.

"Kerja sama dengan wajib pajak akan ditingkatkan, dan dikombinasikan dengan informasi dasar dari unit-unit terkait seperti direktorat potensi pajak dan kantor wilayah sehingga saat sensus dilakukan, nadanya lebih kuat dan pesannya lebih serius," katanya, seperti dikutip Antara.

Menurut Menkeu, jumlah pembayar pajak dari orang pribadi maupun badan masih berkisar 10 persen-14 persen dari jumlah potensi wajib pajak yang besar. Untuk itu upaya intensifikasi juga menjadi salah satu kebijakan untuk mendorong kepatuhan.

"Melalui intensifikasi, kami lihat kemarin ada perbaikan penerimaan di PPN dan PPh yang ternyata bisa meningkat di atas 30 persen. Jadi sebelumnya kecenderungan pajak turun tak penuhi target, tapi setelah perbaikan sistem dan displin serta integritas tinggi, penerimaan langsung membaik," katanya.

Menkeu optimistis hal tersebut dapat dilakukan karena penerimaan pajak selalu meningkat setiap tahun, walaupun penerimaan tidak mencapai target pada 2012 karena sektor ekspor nasional mengalami pelambatan akibat krisis.

"Saya lihat dari 2005-2010, pertumbuhan pajak itu peningkatan itu ada di kisaran 16 persen, rata-rata setiap tahun. Pada 2011, itu naik 18,5 persen, kemudian pada 2012 meningkat 12,5 persen dibanding tahun sebelumnya," ujarnya.

Ia mengatakan pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 12,5 persen tersebut menunjukkan adanya upaya ekstra dari Direktorat Jenderal Pajak untuk menghimpun target pendapatan pajak, padahal keuntungan perusahaan tambang dan manufaktur tidak besar.

Namun, Menkeu mengakui penerimaan perpajakan keseluruhan pada 2012 tidak mencapai target karena terjadi defisit neraca perdagangan dan banyak barang impor masuk untuk kegiatan investasi yang mendapatkan pembebasan bea masuk.

"Tentu ini mesti kita lihat dan kita mesti perhatikan, karena impor barang modal untuk kegiatan produktif, banyak didukung oleh pembebasan bea masuk dan membuat potensi penerimaan turun," ujarnya.

Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak pada akhir Desember 2012 hanya mencapai Rp831,3 triliun dari target yang ditetapkan dalam APBN-Perubahan sebesar Rp879,4 triliun. Secara keseluruhan penerimaan perpajakan hanya tercatat Rp980,1 triliun atau 96,4 persen dari target Rp1.061,2 triliun. (TMA) 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?