GATRANEWS

Rini Soemarno Pangkas Jabatan Direktur Pertamina‏ dari 8 Menjadi 3 Kursi
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang...
Bank Mandiri Luncurkan MobilMU Targetkan Pembiayaan Rp 37 Triliun‏
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Bank Mandiri meluncurkan Mobil Mitra Usaha (MobilMU) untuk memperkuat bisnis...
Hati-Hati Membeli Mobil Bekas
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews – Mobilisasi yang tinggi, kebutuhan pekerjaan dan kurang memadainya...
Perusahaan Minyak ASEAN Komit Perkuat Konektivitas Energi di Kawasan
Friday, 28 November 2014

Denpasar, GATRAnews - Perusahaan migas nasional (National Oil Company/NOC) di negara-negara ASEAN...
Pertamina Siap Kelola Blok Mahakam
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Pertamina (Persero) menegaskan kesiapannya untuk mengelola wilayah kerja...
Genjot Perikanan Budidaya dengan Mendorong Kemandirian Usaha
Friday, 28 November 2014

Semarang, GATRAnews - Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan...
OSN Pertamina Dorong Daya Saing Indonesia di MEA
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Hasil karya inovatif yang lahir dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina...
Akhir 2014, IHSG Diprediksi di Level 5.300
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Adanya efek window dressing di penghujung tahun diprediksi akan menjadi...
IHSG Bisa Melambung Tinggi 6.300 pada 2015
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Haryajid Ramelan mengatakan,...
Astronacci Perkuat Respon Perkembangan Investor di Pasar Modal
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Market research dan trading company PT Astronacci International menyatakan...
AKR Bangun Pembangkit Listrik Senilai US$1,5 Milyar
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - PT AKR Corporindo Tbk menyatakan siap membangun dua pembangkit listrik di...
Singapura Pangsa Pasar Menjanjikan bagi Sayur dan Buah Indonesia
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Singapura merupakan pangsa pasar ekspor sayur mayur dan buah bagi Indonesia....
Hadapi MEA, Daya Saing Industri Konstruksi Harus Ditingkatkan
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Steering Comittee Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Sri...
Di Jateng-DIY Konsumsi Pertamax naik hingga 70%
Friday, 28 November 2014

Semarang, GATRA News - Konsumsi bahan bakar minyak jenis pertamax oleh masyarakat mulai meningkat...
Harga Minyak Jatuh Paska Keputusan OPEC
Friday, 28 November 2014

Wina, GATRANews - Keputusan OPEC untuk mempertahankan tingkat produksi 30 juta barel per hari...
OPEC Tak Peduli Harga Minyak Jatuh
Friday, 28 November 2014

Wina, GATRANews - Para menteri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Kamis,...
Ini Cara Perbankan Tertarik Membiayai Pembudidaya Ikan
Friday, 28 November 2014

Semarang, GATRAnews-Pembudidaya ikan di Tanah Air mesti menyimak pernyataan Menteri Kelautan dan...
Singapura Tertarik Investasi Infrastruktur Laut Indonesia‏
Thursday, 27 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Singapura menyatakan minat untuk berinvestasi dalam pembangunan...
Indef: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,6% Tahun 2015‏
Thursday, 27 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef)...
Perkuat Bisnis, Bank Mandiri Tambah Jaringan Prioritas‏
Thursday, 27 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Bank Mandiri memperluas jaringan layanan prioritas untuk memperkuat bisnis...

Industri Sepatu Indonesia Dikenal Hingga Mancanegara

Jakarta - Industri sepatu di tanah air tumbuh, ekspor sepatu pun menunjukkan perkembangan positif. Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Dadan Soedono, di tengah gelaran Indo Leather & Footwear (ILF) 2012, di Kemayoran, Sabtu (13/5/2012).

 

Menurut Dadan, Indonesia telah dikenal negara luar sebagai negara penghasil sepatu yang berkualitas. “Jumlah ekspor sepatu selama beberapa waktu terakhir menunjukkan hasil yang positif. Kalau pada 2010, ekspor sepatu berjumlah 2,5 milyar dolar AS, lalu pada 2022 naik menjadi 3,3 milyar dolar.  Pada tahun ini, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menargetkan angka sebesar 4 milyar dolar,” ujarnya.

Dadan menambahkan, angka tersebut merupakan angka maksimal yang mungkin bisa diperoleh, sedangkan estimasi angka minimalnya sebesar 3 milyar dolar AS pada 2012. Hal ini mempertimbangkan sedang surutnya pasar di  Eropa dan Amerika setelah krisis global.

Ia menjelaskan, tujuan ekspor sepatu Indonesia adalah beberapa negara di Eropa dan Amerika, seperti  German, Portugal, Inggrs, dan Italy. Kebanyakan berupa sportshoes, kulit, dan fashion.

“Kalau untuk ekspor, sebenarmya barang kita terjual lebih mahal, karena ada biaya ongkos kirim, promosi, sewa tempat, pajak dan sebagainya. Misalnya, salah satu merek ternama Indonesia dijual degan 2 juta rupiah di Indonesia, tetapi di Amerika bisa terjual seharga 4-6 juta,” ujar Dadan.

Dadan menilai, sebenarnya lebih menguntungkan kalau hasil industri diserap di Indonesia. Oleh karena itu Aprisindo kembali mendorong konsumen Indonesia untuk merealisasikan program 'cintailah produk Indonesia' melalui program '100 persen Indonesia'.

Industri persepatuan tanah air kembali bergairah setelah investor luar negeri kembali menanamkan modalnya di Indonesia. Padahal sebelumnya beberapa investor tersebut lari ke beberapa negara tetangga seperti Bangladesh, Vietnam,  dan Cina. Kini investor asing menyerbu Indonesia dan mulai membangun pabrik yang besar, sehingga perekonomian Indonesia kembali bergerak, dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Beberapa merk sepatu olahraga ternama, kembali merambah ke Indonesia. Mereka bahkan membuat pilot project di Indonesia, seperti Inggris, dimana 60 persen dari sepatu yang dipakai olahragawan disana, berasal dan dibuat di Indonesia,” ujar Dadan.  

Menurut Dadan, hal tersebut sangat wajar mengingat Indonesia merupakan negara dengan pengalaman industri sepatu yang telah lama. Meskipun beberapa negara memiliki upah tenaga yang lebih murah, namun investor tetap percaya kepada Indonesia. Selain itu, dari segi mesin dan teknologi, Indonesia juga lebih up to date.

Pada tahun 1998, Indonesia membuat catatan mengesankan dengan menjadi negara pembuat bola sepak untuk Piala Dunia 1998 di Perancis. Tidak berhenti sampai disitu, Dadan juga terus berupaya untuk membawa sepatu Indonesia lebih dikenal di dunia luar.

“Kemrin kita juga sudah bekerja sama dengan media online di Amerika, untuk mulai mempromosikan produk kita secara online di sana” ujar Dadan.(WS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?