GATRANEWS

Todung Mulia Lubis: Ketidakpastian Hukum Hambat Pertumbuhan Ekonomi‏
Saturday, 25 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengacara Todung Mulia Lubis yang mendirikan Divisi Hak-hak Asasi Manusi di...
Bank Mandiri Usaha Patungan di Bidang Pembiayaan
Saturday, 25 October 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berencana membentuk perusahaan patungan yang...
Right Issue, Bank Sinarmas Incar Dana Rp 354,35 Milyar
Saturday, 25 October 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Sinarmas Tbk berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan...
Kerja Sama Indosat-Advan, Internet Gratis 90 Hari
Saturday, 25 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Provider telekomunikasi seluler, Indosat, bekerja sama dengan Advan...
Dampak Buruk Kenaikan BBM Hanya Jangka Pendek
Saturday, 25 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Rencana penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di awal masa...
Pengusaha Dukung Pemerintahan Jokowi-JK
Saturday, 25 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kalangan pengusaha menyambut positif terbentuknya pemerintahan Presiden Joko...
BI Dukung Kenaikan Harga BBM Bersubsidi
Saturday, 25 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Bank Indonesia mendukung pemerintahan baru yang dipimpin oleh Presiden Joko...
Hadapi AEC, PKL Buka Gerai Palapa Nusantara di Kaltim
Saturday, 25 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) terus melakukan berbagai persiapan dan...
Inflasi Oktober Diperkirakan Lebih Tinggi Dibanding Lima Tahun Terakhir‏
Friday, 24 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Akibat kekeringan dan bencana alam di beberapa wilayah Indonesia, Bank...
Ekspor Tambang Kembali Berjalan, BI Prediksi Defisit Transaksi Berjalan 3,1%‏
Friday, 24 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Bank Indonesia (BI) melihat transaksi berjalan Indonesia hingga akhir tahun...
Waspada! Kementan: Daging Ayam Brasil Belum Penuhi Syarat Halal‏
Friday, 24 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Akhir pekan lalu, Brasil mengajukan gugatan ke WTO terkait ketentuan impor...
Brasil Gugat Ketentuan Impor Ayam, Ini Tanggapan Indonesia‏
Friday, 24 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Akhir pekan lalu, Brasil mengajukan gugatan ke WTO (World Trade Organization)...
Laba Agung Podomoro Turun 15,2%
Friday, 24 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengembang properti, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) membukukan laba yang...
Indomobil Bersama Sumitomo Bikin Perusahaan Logistik
Friday, 24 October 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Indomobil Multi Jasa Tbk melalui anak usahanya PT CSM Corporatama (CSM)...
Kemenperin Wajibkan Kopi Instan Wajib Ber-SNI
Friday, 24 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menerbitkan Peraturan Menteri...
JK Soal Kenaikan Harga BBM: Kita Lihat Nanti
Friday, 24 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan belum bisa memastikan kapan...
Deputi IV Bertemu Presiden Internasional Paralympic Committe
Friday, 24 October 2014

Incheon, GATRAnews – Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Djoko Pekik Irianto bersama Staf...
Kemenperind Terbitkan Permen 80 Dorong Pertumbuhan Industri Kendaraan Bermotor‏
Friday, 24 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perindustrian mengeluarkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor:...
Presdir Mazda Optimis Jokowi Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi
Friday, 24 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Presiden Direktur PT Mazda Motor Indonesia Keizo Okue optimistis ekonomi...
3M dan Canterpilar Angkat Bursa Wall Street
Friday, 24 October 2014

New York, GATRAnews - Index bursa di Wall Street melonjak tajam pada penutupan Kamis (Jumat...

Industri Sepatu Indonesia Dikenal Hingga Mancanegara

Jakarta - Industri sepatu di tanah air tumbuh, ekspor sepatu pun menunjukkan perkembangan positif. Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Dadan Soedono, di tengah gelaran Indo Leather & Footwear (ILF) 2012, di Kemayoran, Sabtu (13/5/2012).

 

Menurut Dadan, Indonesia telah dikenal negara luar sebagai negara penghasil sepatu yang berkualitas. “Jumlah ekspor sepatu selama beberapa waktu terakhir menunjukkan hasil yang positif. Kalau pada 2010, ekspor sepatu berjumlah 2,5 milyar dolar AS, lalu pada 2022 naik menjadi 3,3 milyar dolar.  Pada tahun ini, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menargetkan angka sebesar 4 milyar dolar,” ujarnya.

Dadan menambahkan, angka tersebut merupakan angka maksimal yang mungkin bisa diperoleh, sedangkan estimasi angka minimalnya sebesar 3 milyar dolar AS pada 2012. Hal ini mempertimbangkan sedang surutnya pasar di  Eropa dan Amerika setelah krisis global.

Ia menjelaskan, tujuan ekspor sepatu Indonesia adalah beberapa negara di Eropa dan Amerika, seperti  German, Portugal, Inggrs, dan Italy. Kebanyakan berupa sportshoes, kulit, dan fashion.

“Kalau untuk ekspor, sebenarmya barang kita terjual lebih mahal, karena ada biaya ongkos kirim, promosi, sewa tempat, pajak dan sebagainya. Misalnya, salah satu merek ternama Indonesia dijual degan 2 juta rupiah di Indonesia, tetapi di Amerika bisa terjual seharga 4-6 juta,” ujar Dadan.

Dadan menilai, sebenarnya lebih menguntungkan kalau hasil industri diserap di Indonesia. Oleh karena itu Aprisindo kembali mendorong konsumen Indonesia untuk merealisasikan program 'cintailah produk Indonesia' melalui program '100 persen Indonesia'.

Industri persepatuan tanah air kembali bergairah setelah investor luar negeri kembali menanamkan modalnya di Indonesia. Padahal sebelumnya beberapa investor tersebut lari ke beberapa negara tetangga seperti Bangladesh, Vietnam,  dan Cina. Kini investor asing menyerbu Indonesia dan mulai membangun pabrik yang besar, sehingga perekonomian Indonesia kembali bergerak, dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Beberapa merk sepatu olahraga ternama, kembali merambah ke Indonesia. Mereka bahkan membuat pilot project di Indonesia, seperti Inggris, dimana 60 persen dari sepatu yang dipakai olahragawan disana, berasal dan dibuat di Indonesia,” ujar Dadan.  

Menurut Dadan, hal tersebut sangat wajar mengingat Indonesia merupakan negara dengan pengalaman industri sepatu yang telah lama. Meskipun beberapa negara memiliki upah tenaga yang lebih murah, namun investor tetap percaya kepada Indonesia. Selain itu, dari segi mesin dan teknologi, Indonesia juga lebih up to date.

Pada tahun 1998, Indonesia membuat catatan mengesankan dengan menjadi negara pembuat bola sepak untuk Piala Dunia 1998 di Perancis. Tidak berhenti sampai disitu, Dadan juga terus berupaya untuk membawa sepatu Indonesia lebih dikenal di dunia luar.

“Kemrin kita juga sudah bekerja sama dengan media online di Amerika, untuk mulai mempromosikan produk kita secara online di sana” ujar Dadan.(WS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?