GATRANEWS

Stok Daging Melimpah, Wamentan Berterima Kasih
Monday, 28 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Rusman Heriawan, mengapresiasi Badan Usaha...
KADIN Desak Pemerintah Baru Perhatikan Pembangunan Indonesia Timur
Monday, 28 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong penuntasan Undang-Undang...
Semester Satu, Semen Indonesia Cetak Laba Rp 2,78 Trilyun
Sunday, 27 July 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Semen Indonesia Tbk mencetak laba bersih Rp2,78 trilyun pada semester...
IHCS: Wajar Jokowi Terperangah Soal MoU Freeport
Sunday, 27 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Eksekutif Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHCS)...
BI: Pertumbuhan Kredit Perbankan Juli Capai 17%‏
Saturday, 26 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengetatan likuiditas dan tingginya suku bunga membuat Bank Indonesia (BI)...
Industri Makanan dan Minuman Indonesia Sasar Pasar AS
Saturday, 26 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Industri makanan dan minuman produksi dalam negeri menyasar pasar Amerika...
Dermaga Pelabuhan Merak Bakal Ditambah
Saturday, 26 July 2014

Merak, GATRAnews - Kementerian Perhubungan mempertimbangkan penambahan dermaga Pelabuhan Merak,...
Investasi 6 Ruas Tol Capai Rp 42 Trilyun
Saturday, 26 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengungkapkan, jumlah investasi untuk...
Pemerintah Tetapkan Bea Keluar Produk Pertanian dan Kehutanan‏
Saturday, 26 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah menerbitkan Peraturan Menteri...
Renegosiasi Kontrak Karya Tambah Pendapatan Negara 6 Milyar Dolar AS
Friday, 25 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung memastikan...
Indonesia Ekspor 12 Ekor Kuda Tahun Ini
Friday, 25 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Indonesia mengekspor 12 ekor kuda tahun ini. Hewan tersebut akan dikirim ke...
Garuda Indonesia Buka Rute Jakarta-London Mulai 8 September
Friday, 25 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia akan mengarungi rute penerbangan...
Wamendag: Bulog Impor Beras Untuk Berjaga-Jaga
Friday, 25 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menyatakan, impor 50.000 ton beras...
BI Prediksi Inflasi Juli 0,79-0,85%
Friday, 25 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada Juli sekitar 0,79-0,85% pada...
Toyota Ekspor 65.757 Mobil Semester I
Friday, 25 July 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengumumkan capaian ekspor...
Tugaskan Bulog Impor Beras, Ini Alasan Kemendag
Friday, 25 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan 3 alasan di balik pemberian...
Wamendag Optimis Inflasi Juni Di Bawah 1 Persen
Friday, 25 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Menteri Perdagangan menyatakan optimistis angka inflasi pada bulan...
Sebentar Lagi, Freeport Bisa Ekspor Konsentrat
Friday, 25 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perdagangan menuturkan, PT Freeport Indonesia dan pemerintah telah...
Adu Konep Pusat Belanja di Bekasi
Friday, 25 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk. Johannes Marzuki pernah mengatakan...
Jaga Ketersediaan Bahan Pokok, Kemendag Buka Posko Lebaran
Friday, 25 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Dalam rangka menjaga ketersediaaan bahan pokok selama libur Lebaran,...

Industri Sepatu Indonesia Dikenal Hingga Mancanegara

Jakarta - Industri sepatu di tanah air tumbuh, ekspor sepatu pun menunjukkan perkembangan positif. Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Dadan Soedono, di tengah gelaran Indo Leather & Footwear (ILF) 2012, di Kemayoran, Sabtu (13/5/2012).

 

Menurut Dadan, Indonesia telah dikenal negara luar sebagai negara penghasil sepatu yang berkualitas. “Jumlah ekspor sepatu selama beberapa waktu terakhir menunjukkan hasil yang positif. Kalau pada 2010, ekspor sepatu berjumlah 2,5 milyar dolar AS, lalu pada 2022 naik menjadi 3,3 milyar dolar.  Pada tahun ini, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menargetkan angka sebesar 4 milyar dolar,” ujarnya.

Dadan menambahkan, angka tersebut merupakan angka maksimal yang mungkin bisa diperoleh, sedangkan estimasi angka minimalnya sebesar 3 milyar dolar AS pada 2012. Hal ini mempertimbangkan sedang surutnya pasar di  Eropa dan Amerika setelah krisis global.

Ia menjelaskan, tujuan ekspor sepatu Indonesia adalah beberapa negara di Eropa dan Amerika, seperti  German, Portugal, Inggrs, dan Italy. Kebanyakan berupa sportshoes, kulit, dan fashion.

“Kalau untuk ekspor, sebenarmya barang kita terjual lebih mahal, karena ada biaya ongkos kirim, promosi, sewa tempat, pajak dan sebagainya. Misalnya, salah satu merek ternama Indonesia dijual degan 2 juta rupiah di Indonesia, tetapi di Amerika bisa terjual seharga 4-6 juta,” ujar Dadan.

Dadan menilai, sebenarnya lebih menguntungkan kalau hasil industri diserap di Indonesia. Oleh karena itu Aprisindo kembali mendorong konsumen Indonesia untuk merealisasikan program 'cintailah produk Indonesia' melalui program '100 persen Indonesia'.

Industri persepatuan tanah air kembali bergairah setelah investor luar negeri kembali menanamkan modalnya di Indonesia. Padahal sebelumnya beberapa investor tersebut lari ke beberapa negara tetangga seperti Bangladesh, Vietnam,  dan Cina. Kini investor asing menyerbu Indonesia dan mulai membangun pabrik yang besar, sehingga perekonomian Indonesia kembali bergerak, dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Beberapa merk sepatu olahraga ternama, kembali merambah ke Indonesia. Mereka bahkan membuat pilot project di Indonesia, seperti Inggris, dimana 60 persen dari sepatu yang dipakai olahragawan disana, berasal dan dibuat di Indonesia,” ujar Dadan.  

Menurut Dadan, hal tersebut sangat wajar mengingat Indonesia merupakan negara dengan pengalaman industri sepatu yang telah lama. Meskipun beberapa negara memiliki upah tenaga yang lebih murah, namun investor tetap percaya kepada Indonesia. Selain itu, dari segi mesin dan teknologi, Indonesia juga lebih up to date.

Pada tahun 1998, Indonesia membuat catatan mengesankan dengan menjadi negara pembuat bola sepak untuk Piala Dunia 1998 di Perancis. Tidak berhenti sampai disitu, Dadan juga terus berupaya untuk membawa sepatu Indonesia lebih dikenal di dunia luar.

“Kemrin kita juga sudah bekerja sama dengan media online di Amerika, untuk mulai mempromosikan produk kita secara online di sana” ujar Dadan.(WS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?