GATRANEWS

Festival Kethoprak Pemuda di Yogya
Friday, 31 October 2014

Yogyakarta, GATRAnews – Kemenpora hari Selasa (28/10) malam menggelar Festival Kethoprak Pemuda...
Dolar Menguat Tajam, Fed Bakal Naikan Suku bunga?
Friday, 31 October 2014

New York, GATRANews - Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada...
Harga Emas Ambruk di bawah 1.200 dolar AS
Friday, 31 October 2014

Chicago, GATRANews - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun tajam pada...
Kementrian PU-Pera Targetkan Bangun 5 Waduk Per Tahun
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono...
Triwulan III 2014, Laba Intiland Rp 300 Milyar
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk sampai triwulan III...
MNC Sky Vision Ingin Pertahankan Market Share 75%
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Direktur Keuangan MNC Sky Vision Effendi Budiman mengatakan bahwa PT MNC Sky...
Pemerintahan Baru Beri Harapan Baru bagi Industri Pay TV
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - PT MNC Sky Vision Tbk yakin bahwa Pemerintahan baru yang dipimpin Presiden...
Mandiri Tunas Finance Targetkan Pembiayaan Rp 15 Trilyun di 2015
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan pembiayaan PT Mandiri Tunas Finance (MTF) mematok target tinggi...
Mandiri Tunas Finance Bukukan Laba Rp 175,29 Milyar
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Mandiri Tunas Finance (MTF) membukukan laba Rp175,29 milyar di kuartal...
Pronto Sajikan Modul e-Commerce Online Store
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Vendor piranti lunak asal Australia, Pronto Software, menawarkan solusi...
XL Catat Pendapatan Rp 17,6 Trilyun di Triwulan III 2014
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - PT XL Axiata Tbk. (XL) mencatat peningkatan sebesar 11% dari tahun lalu...
Gubernur BI Peringatkan Para CEO Akibat Lonjakan Utang Luar Negeri
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Dermawan Winarto Martowardojo memperingatkan...
Komite Anti Dumping Lakukan ''Sunset Review'' Barang Impor dari Tiongkok‏
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) memulai penyidikan sunset review atas...
Indra Utoyo Menjadi Pelaksana Tugas Dirut Telkom
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Terpilihnya Arief Yahya sebagai Menteri Pariwisata  (2014- 2019) meninggalkan...
Kadin-Kemendag Gejot Ekspor Sulawesi Tenggara‏
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengetahuan prosedur ekspor bagi usaha kecil menengah (UKM) dan para pelaku...
Panglima TNI Jamin Keamanan Investor Luar Negeri
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko secara resmi membuka acara ceramah...
Persatuan Insinyur: 70% Proyek Konstruksi di Indonesia Dikuasai Asing‏
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Berdasarkan data Persatuan Insinyur Indonesia (PII), proyek konstruksi di...
Pemerintah Harus Alokasikan 20% Anggaran untuk Perbaikan Infrastruktur‏
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Perhimpunan Infrastruktur Indonesia (PII), Bobby Gafur Umar mengatakan...
Ingin Jadi Ekonomi Maritim, Jokowi Diminta Susun Cetak Biru‏
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Joko Widodo dalam kampanyenya menjanjikan Indonesia sebagai negara...
88% Korporasi Indonesia Tidak Lindung Nilai‏
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Bank Indonesia (BI) saat ini tengah memperhatikan Utang Luar Negeri Indonesia...

Industri Sepatu Indonesia Dikenal Hingga Mancanegara

Jakarta - Industri sepatu di tanah air tumbuh, ekspor sepatu pun menunjukkan perkembangan positif. Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Dadan Soedono, di tengah gelaran Indo Leather & Footwear (ILF) 2012, di Kemayoran, Sabtu (13/5/2012).

 

Menurut Dadan, Indonesia telah dikenal negara luar sebagai negara penghasil sepatu yang berkualitas. “Jumlah ekspor sepatu selama beberapa waktu terakhir menunjukkan hasil yang positif. Kalau pada 2010, ekspor sepatu berjumlah 2,5 milyar dolar AS, lalu pada 2022 naik menjadi 3,3 milyar dolar.  Pada tahun ini, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menargetkan angka sebesar 4 milyar dolar,” ujarnya.

Dadan menambahkan, angka tersebut merupakan angka maksimal yang mungkin bisa diperoleh, sedangkan estimasi angka minimalnya sebesar 3 milyar dolar AS pada 2012. Hal ini mempertimbangkan sedang surutnya pasar di  Eropa dan Amerika setelah krisis global.

Ia menjelaskan, tujuan ekspor sepatu Indonesia adalah beberapa negara di Eropa dan Amerika, seperti  German, Portugal, Inggrs, dan Italy. Kebanyakan berupa sportshoes, kulit, dan fashion.

“Kalau untuk ekspor, sebenarmya barang kita terjual lebih mahal, karena ada biaya ongkos kirim, promosi, sewa tempat, pajak dan sebagainya. Misalnya, salah satu merek ternama Indonesia dijual degan 2 juta rupiah di Indonesia, tetapi di Amerika bisa terjual seharga 4-6 juta,” ujar Dadan.

Dadan menilai, sebenarnya lebih menguntungkan kalau hasil industri diserap di Indonesia. Oleh karena itu Aprisindo kembali mendorong konsumen Indonesia untuk merealisasikan program 'cintailah produk Indonesia' melalui program '100 persen Indonesia'.

Industri persepatuan tanah air kembali bergairah setelah investor luar negeri kembali menanamkan modalnya di Indonesia. Padahal sebelumnya beberapa investor tersebut lari ke beberapa negara tetangga seperti Bangladesh, Vietnam,  dan Cina. Kini investor asing menyerbu Indonesia dan mulai membangun pabrik yang besar, sehingga perekonomian Indonesia kembali bergerak, dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Beberapa merk sepatu olahraga ternama, kembali merambah ke Indonesia. Mereka bahkan membuat pilot project di Indonesia, seperti Inggris, dimana 60 persen dari sepatu yang dipakai olahragawan disana, berasal dan dibuat di Indonesia,” ujar Dadan.  

Menurut Dadan, hal tersebut sangat wajar mengingat Indonesia merupakan negara dengan pengalaman industri sepatu yang telah lama. Meskipun beberapa negara memiliki upah tenaga yang lebih murah, namun investor tetap percaya kepada Indonesia. Selain itu, dari segi mesin dan teknologi, Indonesia juga lebih up to date.

Pada tahun 1998, Indonesia membuat catatan mengesankan dengan menjadi negara pembuat bola sepak untuk Piala Dunia 1998 di Perancis. Tidak berhenti sampai disitu, Dadan juga terus berupaya untuk membawa sepatu Indonesia lebih dikenal di dunia luar.

“Kemrin kita juga sudah bekerja sama dengan media online di Amerika, untuk mulai mempromosikan produk kita secara online di sana” ujar Dadan.(WS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?