GATRANEWS

Rini Larang Pejabat BUMN Rapat dan Nginap di Hotel
Monday, 24 November 2014

Jakarta, GATRANews - Menteri BUMN Rini M Soemarno menginstruksikan seluruh pejabat Kementerian BUMN...
Ketua Kadin: Sekarang Investor Antri Mau Masuk Indonesia
Monday, 24 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Suryo Bambang Sulisto...
Tertarik dengan Pemerintahan Jokowi, Mendag Singapura Boyong Investor ke Jakarta
Monday, 24 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Singapura diwakili oleh Menteri Perdagangan dengan membawa delegasi...
Dirut Pertamina Baru Juga Harus Mampu Tingkatkan Stok Kebutuhan BBM Dalam Negeri
Monday, 24 November 2014

Jakarta, GATRAnews- Kementrian BUMN hingga saat ini belum menunjuk siapa yang akan menjadi Direktur...
MenPAN: Mulai 30 November, Stop Rapat di Luar Kantor
Monday, 24 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Setelah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 10 Tahun 2014 tentang Peningkatan...
Mau Menekan Premi Asuransi Mobil Anda? Coba 6 Cara Berikut!
Monday, 24 November 2014

Jakarta, GATRAnews – Masyarakat Indonesia masih minim perhatian akan adanya asuransi. Walau...
Kepri Kekurangan Pelabuhan Laut
Sunday, 23 November 2014

Batam, GATRAnews - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) mengatakan, wilayah perbatasan Negara Kesatuan...
Aston Imperial Bekasi Siap Beroperasi
Sunday, 23 November 2014

Jakarta, GATRAnews – Bekasi kini menambah hunian hotel baru bintang empat, yakni Aston Imperial...
Target Ekspor Kopi Indonesia Terdongkrak 9,5%‏
Saturday, 22 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan...
Setoran Dividen BUMN Dipangkas Rp 1,5 Triliun‏
Saturday, 22 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Setoran dividen perusahaan milik negara atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN)...
Pemerintah Telah Putuskan Nasib Empat Blok Minyak‏
Saturday, 22 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah telah memutuskan status empat blok minyak dan gas bumi yakni Pase,...
Reformasi Struktural Sektor Riil Kurangi Ketergantungan Ekspor Nasional‏
Saturday, 22 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Soemantri Brodjonegoro mengatakan, reformasi...
Pedalaman Pasar Keuangan dan Kerja Sama Internasional Dorong Pertumbuhan Ekonomi‏
Saturday, 22 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Rencana Indonesia menjadi negara dengan perekonomian terbesar dunia perlu...
KADIN: Tak Perlu Skeptis dengan Target Pertumbuhan 7%
Saturday, 22 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Meski di tengah tekanan eksternal dan permasalahan internal yang terus...
Kini, Biaya Akta Usaha Mikro Kecil Menengah, Gratis‏!
Saturday, 22 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga segera membebaskan biaya atau...
BI: Keberhasilan Bidang Ekonomi Tak Dibandingi Kewirausahaan
Saturday, 22 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Halim Alamsyah mengatakan, pertumbuhan...
Tuna Sumbang Devisa Rp 40 Trilyun
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kondisi geografis yang diapit oleh dua samudera, yakni Pasifik dan Hindia...
Kawasan Pesisir Kunci Restorasi Ekonomi Maritim
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menaruh perhatian besar terhadap...
OJK Kaji Sisa Saham Bank Mutiara Pasca-Penjualan Sahamnya ke J Trust
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa, sampai saat ini pihaknya masih...
OJK dan Ditjen Pajak Akan Bahas Insentif Pajak Obigasi dan Produk Pasar Modal
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan melakukan pembahasan dengan Direktorat...

Industri Sepatu Indonesia Dikenal Hingga Mancanegara

Jakarta - Industri sepatu di tanah air tumbuh, ekspor sepatu pun menunjukkan perkembangan positif. Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Dadan Soedono, di tengah gelaran Indo Leather & Footwear (ILF) 2012, di Kemayoran, Sabtu (13/5/2012).

 

Menurut Dadan, Indonesia telah dikenal negara luar sebagai negara penghasil sepatu yang berkualitas. “Jumlah ekspor sepatu selama beberapa waktu terakhir menunjukkan hasil yang positif. Kalau pada 2010, ekspor sepatu berjumlah 2,5 milyar dolar AS, lalu pada 2022 naik menjadi 3,3 milyar dolar.  Pada tahun ini, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menargetkan angka sebesar 4 milyar dolar,” ujarnya.

Dadan menambahkan, angka tersebut merupakan angka maksimal yang mungkin bisa diperoleh, sedangkan estimasi angka minimalnya sebesar 3 milyar dolar AS pada 2012. Hal ini mempertimbangkan sedang surutnya pasar di  Eropa dan Amerika setelah krisis global.

Ia menjelaskan, tujuan ekspor sepatu Indonesia adalah beberapa negara di Eropa dan Amerika, seperti  German, Portugal, Inggrs, dan Italy. Kebanyakan berupa sportshoes, kulit, dan fashion.

“Kalau untuk ekspor, sebenarmya barang kita terjual lebih mahal, karena ada biaya ongkos kirim, promosi, sewa tempat, pajak dan sebagainya. Misalnya, salah satu merek ternama Indonesia dijual degan 2 juta rupiah di Indonesia, tetapi di Amerika bisa terjual seharga 4-6 juta,” ujar Dadan.

Dadan menilai, sebenarnya lebih menguntungkan kalau hasil industri diserap di Indonesia. Oleh karena itu Aprisindo kembali mendorong konsumen Indonesia untuk merealisasikan program 'cintailah produk Indonesia' melalui program '100 persen Indonesia'.

Industri persepatuan tanah air kembali bergairah setelah investor luar negeri kembali menanamkan modalnya di Indonesia. Padahal sebelumnya beberapa investor tersebut lari ke beberapa negara tetangga seperti Bangladesh, Vietnam,  dan Cina. Kini investor asing menyerbu Indonesia dan mulai membangun pabrik yang besar, sehingga perekonomian Indonesia kembali bergerak, dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Beberapa merk sepatu olahraga ternama, kembali merambah ke Indonesia. Mereka bahkan membuat pilot project di Indonesia, seperti Inggris, dimana 60 persen dari sepatu yang dipakai olahragawan disana, berasal dan dibuat di Indonesia,” ujar Dadan.  

Menurut Dadan, hal tersebut sangat wajar mengingat Indonesia merupakan negara dengan pengalaman industri sepatu yang telah lama. Meskipun beberapa negara memiliki upah tenaga yang lebih murah, namun investor tetap percaya kepada Indonesia. Selain itu, dari segi mesin dan teknologi, Indonesia juga lebih up to date.

Pada tahun 1998, Indonesia membuat catatan mengesankan dengan menjadi negara pembuat bola sepak untuk Piala Dunia 1998 di Perancis. Tidak berhenti sampai disitu, Dadan juga terus berupaya untuk membawa sepatu Indonesia lebih dikenal di dunia luar.

“Kemrin kita juga sudah bekerja sama dengan media online di Amerika, untuk mulai mempromosikan produk kita secara online di sana” ujar Dadan.(WS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?