GATRANEWS

Ekonomi Hijau Sangat Bergantung pada Peran Generasi Muda‏
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah berkomitmen mendorong peningkatan kapabilitas pemuda menghadapi...
Kredit BTN di Kuartal I-2015 Capai Rp 106,93 Trilyun
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kredit pemilikan rumah (KPR) yang disalurkan BTN di kuartal I 2015 mencapai Rp...
Persiapan Indonesia Hadapi MEA Sudah 90,5%
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menyatakan, persiapan menuju implementasi...
Kopi Spesial Indonesia Meriahkan Musim Semi di AS
Tuesday, 28 April 2015

Washington, GATRAnews - Sejak meningkatnya permintaan ekspor kopi Indonesia dari pengusaha Amerika,...
Bank Mandiri Targetkan 200 Ribu Pelanggan Program Rekening Hape
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menargetkan pelanggan dari program...
Bank Mandiri Gandeng Beberapa Operator Telekomunikasi
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menggandeng beberapa operator telekomunikasi,...
OJK Bakal Terbitkan Aturan Baru Terkait Modal Ventura
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Penerapan bisnis sebagian besar perusahaan modal ventura sejauh ini dinilai...
Triwulan I-2015, BTN Raup Laba Rp 402 Milyar
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan laba bersih sebesar...
Kadin: Jumlah Wirausahawan di Indonesia Masih Minim
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan, jumlah wirausahawan di...
Kemenperin Targetkan Pertumbuhan Industri 6,8%
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kondisi perekonomian nasional dan global yang kurang kondusif saat ini tidak...
DPRD Belum Beri Bantuan Hukum Bagi Haji Lulung
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta belum memutuskan memberikan bantuan hukum bagi Wakil Ketua...
Ketua DPRD Benarkan Penggeledahan Terkait Korupsi UPS
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI membenarkan penggeledahan Gedung DPRD oleh Badan Reserse dan Kriminal...
Pemerintah Buka Peluang Investasi ''Hijau''
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggelar acara Tropical Investment...
Kementerian PUPR Gandeng TNI AD Bangun Kawasan Perbatasan
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono bersama Kepala...
Chitose dan Okamura Buat Perusahaan Patungan
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan furnitur PT Chitose Internasional Tbk membentuk perusahaan patungan...
Ketua DPRD Saksikan Penggeledahan Korupsi UPS
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Bareskrim Mabes Polri menggeledah sejumlah ruangan di DPRD DKI Jakarta terkait...
Tiga Unit Komputer DPRD Disita Penyidik Bareskrim
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri menyita sejumlah...
Tingkatkan Daya Saing Produk UKM Perikanan Lewat “Branding”
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Jelang pasar bebas ASEAN (MEA) 2015 yang berlaku efektif Desember 2015 ini...
Menperin Resmikan Pabrik Sepatu Nike di Garut‏
Monday, 27 April 2015

Garut, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin meresmikan pabrik sepatu PT Changshin Reksa...
Pemerintah Diminta Revitalisasi Industri Modal Ventura‏
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia...

Industri Sepatu Indonesia Dikenal Hingga Mancanegara

Jakarta - Industri sepatu di tanah air tumbuh, ekspor sepatu pun menunjukkan perkembangan positif. Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Dadan Soedono, di tengah gelaran Indo Leather & Footwear (ILF) 2012, di Kemayoran, Sabtu (13/5/2012).

 

Menurut Dadan, Indonesia telah dikenal negara luar sebagai negara penghasil sepatu yang berkualitas. “Jumlah ekspor sepatu selama beberapa waktu terakhir menunjukkan hasil yang positif. Kalau pada 2010, ekspor sepatu berjumlah 2,5 milyar dolar AS, lalu pada 2022 naik menjadi 3,3 milyar dolar.  Pada tahun ini, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menargetkan angka sebesar 4 milyar dolar,” ujarnya.

Dadan menambahkan, angka tersebut merupakan angka maksimal yang mungkin bisa diperoleh, sedangkan estimasi angka minimalnya sebesar 3 milyar dolar AS pada 2012. Hal ini mempertimbangkan sedang surutnya pasar di  Eropa dan Amerika setelah krisis global.

Ia menjelaskan, tujuan ekspor sepatu Indonesia adalah beberapa negara di Eropa dan Amerika, seperti  German, Portugal, Inggrs, dan Italy. Kebanyakan berupa sportshoes, kulit, dan fashion.

“Kalau untuk ekspor, sebenarmya barang kita terjual lebih mahal, karena ada biaya ongkos kirim, promosi, sewa tempat, pajak dan sebagainya. Misalnya, salah satu merek ternama Indonesia dijual degan 2 juta rupiah di Indonesia, tetapi di Amerika bisa terjual seharga 4-6 juta,” ujar Dadan.

Dadan menilai, sebenarnya lebih menguntungkan kalau hasil industri diserap di Indonesia. Oleh karena itu Aprisindo kembali mendorong konsumen Indonesia untuk merealisasikan program 'cintailah produk Indonesia' melalui program '100 persen Indonesia'.

Industri persepatuan tanah air kembali bergairah setelah investor luar negeri kembali menanamkan modalnya di Indonesia. Padahal sebelumnya beberapa investor tersebut lari ke beberapa negara tetangga seperti Bangladesh, Vietnam,  dan Cina. Kini investor asing menyerbu Indonesia dan mulai membangun pabrik yang besar, sehingga perekonomian Indonesia kembali bergerak, dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Beberapa merk sepatu olahraga ternama, kembali merambah ke Indonesia. Mereka bahkan membuat pilot project di Indonesia, seperti Inggris, dimana 60 persen dari sepatu yang dipakai olahragawan disana, berasal dan dibuat di Indonesia,” ujar Dadan.  

Menurut Dadan, hal tersebut sangat wajar mengingat Indonesia merupakan negara dengan pengalaman industri sepatu yang telah lama. Meskipun beberapa negara memiliki upah tenaga yang lebih murah, namun investor tetap percaya kepada Indonesia. Selain itu, dari segi mesin dan teknologi, Indonesia juga lebih up to date.

Pada tahun 1998, Indonesia membuat catatan mengesankan dengan menjadi negara pembuat bola sepak untuk Piala Dunia 1998 di Perancis. Tidak berhenti sampai disitu, Dadan juga terus berupaya untuk membawa sepatu Indonesia lebih dikenal di dunia luar.

“Kemrin kita juga sudah bekerja sama dengan media online di Amerika, untuk mulai mempromosikan produk kita secara online di sana” ujar Dadan.(WS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?