GATRANEWS

PUSHEP: Kenaikan BBM Kian Bebani Rakyat
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Keputusan pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) menaikan harga Bahan...
Pertamina: Harga Gas Elpiji 12 Kilogram Naik Rp 5.000
Sunday, 01 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pertamina (Persero) mulai 1 Maret 2015 menaikkan harga elpiji nonsubsidi 12...
IPW: Pembangunan Infrastruktur Harus Dibarengi Perumahan
Sunday, 01 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, mengatakan bahwa...
Paramount Land Awali Bangun Virginia Village
Sunday, 01 March 2015

Tangerang, GATRAnews - PT Paramount Land, setelah meluncurkan Virginia Village di Gading Serpong,...
Indonesia Dukung Papua Nugini Ketua APEC 2018
Sunday, 01 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Indonesia mendukung Papua Nugini sebagai Ketua Asia-Pacific...
Bulog: Kenaikan Harga Beras Karena Kekosongan Stok
Sunday, 01 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Perum Bulog mengungkapkan, kenaikan harga beras disebabkan kekosongan stok...
''Begal APBD'', Masyarakat: Masa Cuma Begal Motor yang Dibakar
Sunday, 01 March 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta banjir kecaman soal kisruh APBD tahun 2015. Terlebih usai...
DPRD DKI Disamakan dengan Begal
Sunday, 01 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengunjung car free day (CFD) di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, ramai-ramai...
Pendukung Ahok Samakan DPRD dengan Begal
Sunday, 01 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Banjir dukungan di sosmed melalui #SaveAhok, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)...
10.000 Topeng Dukung Ahok di Car Free Day
Sunday, 01 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Sebanyak 10.000 topeng wajah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama...
Perikanan Budidaya Kunci Kemandirian Bangsa
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, perikanan budidaya...
Kemenperin Dorong Pindad Penuhi Kebutuhan Kementerian
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin mendukung upaya PT Pindad dalam memenuhi...
HIPMI Dorong Pembuatan Cetak Biru Ekonomi Kreatif
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jakarta (Hipmi Jaya) mendorong pembuatan...
Pemerintah Tenderkan Tiga Jalan Tol Senilai Rp 19,38 T
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melakukan proses...
Ditjen Migas dan Pertamina Antisipasi Kelangkaan Elpiji 3 Kg
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Untuk mengatasi terjadinya kelangkaan LPG maupun BBM, Ditjen Migas dan PT...
BTN Akan Luncurkan Program KPR Uang Muka 1%
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendukung Program Sejuta Rumah...
BTN Terbitkan Obligasi Rp 3 Trilyun
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 3...
Mendag Targetkan Ekspor Sepeda Motor 1 Juta Unit Lima Tahun ke Depan
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menargetkan ekspor sepeda motor, yang saat...
Indonesia Jadi Ketua IORA, Kadin Fokuskan Pada Peluang Ekonomi
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Indonesia akan menjadi Ketua Indian Ocean Rim Association (IORA) untuk periode...
Lawatan ke Malaysia, Mendag Bahas Cetak Biru MEA
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menghadiri pertemuan informal...

Industri Sepatu Indonesia Dikenal Hingga Mancanegara

Jakarta - Industri sepatu di tanah air tumbuh, ekspor sepatu pun menunjukkan perkembangan positif. Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Dadan Soedono, di tengah gelaran Indo Leather & Footwear (ILF) 2012, di Kemayoran, Sabtu (13/5/2012).

 

Menurut Dadan, Indonesia telah dikenal negara luar sebagai negara penghasil sepatu yang berkualitas. “Jumlah ekspor sepatu selama beberapa waktu terakhir menunjukkan hasil yang positif. Kalau pada 2010, ekspor sepatu berjumlah 2,5 milyar dolar AS, lalu pada 2022 naik menjadi 3,3 milyar dolar.  Pada tahun ini, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menargetkan angka sebesar 4 milyar dolar,” ujarnya.

Dadan menambahkan, angka tersebut merupakan angka maksimal yang mungkin bisa diperoleh, sedangkan estimasi angka minimalnya sebesar 3 milyar dolar AS pada 2012. Hal ini mempertimbangkan sedang surutnya pasar di  Eropa dan Amerika setelah krisis global.

Ia menjelaskan, tujuan ekspor sepatu Indonesia adalah beberapa negara di Eropa dan Amerika, seperti  German, Portugal, Inggrs, dan Italy. Kebanyakan berupa sportshoes, kulit, dan fashion.

“Kalau untuk ekspor, sebenarmya barang kita terjual lebih mahal, karena ada biaya ongkos kirim, promosi, sewa tempat, pajak dan sebagainya. Misalnya, salah satu merek ternama Indonesia dijual degan 2 juta rupiah di Indonesia, tetapi di Amerika bisa terjual seharga 4-6 juta,” ujar Dadan.

Dadan menilai, sebenarnya lebih menguntungkan kalau hasil industri diserap di Indonesia. Oleh karena itu Aprisindo kembali mendorong konsumen Indonesia untuk merealisasikan program 'cintailah produk Indonesia' melalui program '100 persen Indonesia'.

Industri persepatuan tanah air kembali bergairah setelah investor luar negeri kembali menanamkan modalnya di Indonesia. Padahal sebelumnya beberapa investor tersebut lari ke beberapa negara tetangga seperti Bangladesh, Vietnam,  dan Cina. Kini investor asing menyerbu Indonesia dan mulai membangun pabrik yang besar, sehingga perekonomian Indonesia kembali bergerak, dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Beberapa merk sepatu olahraga ternama, kembali merambah ke Indonesia. Mereka bahkan membuat pilot project di Indonesia, seperti Inggris, dimana 60 persen dari sepatu yang dipakai olahragawan disana, berasal dan dibuat di Indonesia,” ujar Dadan.  

Menurut Dadan, hal tersebut sangat wajar mengingat Indonesia merupakan negara dengan pengalaman industri sepatu yang telah lama. Meskipun beberapa negara memiliki upah tenaga yang lebih murah, namun investor tetap percaya kepada Indonesia. Selain itu, dari segi mesin dan teknologi, Indonesia juga lebih up to date.

Pada tahun 1998, Indonesia membuat catatan mengesankan dengan menjadi negara pembuat bola sepak untuk Piala Dunia 1998 di Perancis. Tidak berhenti sampai disitu, Dadan juga terus berupaya untuk membawa sepatu Indonesia lebih dikenal di dunia luar.

“Kemrin kita juga sudah bekerja sama dengan media online di Amerika, untuk mulai mempromosikan produk kita secara online di sana” ujar Dadan.(WS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?