GATRANEWS

PT Timah Catat Produksi Biji Timah Melonjak 40,89%
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Timah Tbk mencatat produksi bijih timah sebesar 14.352 ton pada semester...
Semester Pertama, Eximbank Raih Laba Bersih Rp 509 Milyar
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) membukukan laba...
Jamkrindo Kerjasama Dengan Propernas Griya Utama
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Perum Jamkrindo menandatangani Memorendum of Understanding (MoU) dengan PT...
Kadin: Pemerintahan Baru Harus Sinergikan BUMN dan BUMD
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap pemerintahan baru bisa...
Pos Indonesia Tetap Beroperasi di Libur Lebaran
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Untuk memudahkan pengiriman barang bawaan para pemudik menjelang lebaran tahun...
BRI Siagakan 776 Unit Kerja Selama Libur Lebaran
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Meski liburan Lebaran berlangsung panjang, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)...
Lelang Obligasi, Negara Dapat Dana Segar Rp 13,5 Triliun
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah menyerap dana sebesar Rp 13,5 triliun dalam lelang lima seri...
Bappenas: Kenaikan BBM Akibatkan Inflasi 0,6%
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Memberatnya Anggaran Pendapatan Belanja Negara akibat subsidi bahan bakar...
Birokrasi Bongkar Muat Barang di Tanjung Priok Berbelit-belit
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Waktu bongkar muat barang (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok dinilai...
Izin Impor Gula Perlu Segera Diberlakukan
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Industri makanan dan minuman terancam terganggu produksinya bila izin impor...
Hasil Pemilu Tak Pasti, Ekonomi Indonesia Dirugikan
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Iklim politik dalam negeri yang sedang tidak stabil sehubungan dengan hasil...
BRI Catat Untung Rp 11,72 Trilyun di Semester Pertama 2014
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat pertumbuhan positif...
Rupiah Menguat, Rp 11.527 Per Dolar AS
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Di hari penetapan hasil Pemilihan Presiden 2014 ini, nilai tukar rupiah dalam...
Pasokan BBM dan LPG Selana Lebaran Aman
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Pertamina (Persero) mempersiapkan beberapa langkah antisipasi untuk...
Elnusa Tunda Masuk Bisnis Biodiesel
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Rencana PT Elnusa Tbk (ELSA) untuk masuk dalam bisnis biodiesel pada tahun ini...
Kadin: Kesenjangan Ekonomi Semakin Melebar‏
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai kesenjangan ekonomi...
Jasa Marga: Lebaran, Kenaikan Volume Kendaraan di Tol 5,17%
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Jasa Marga Tbk memperkirakan jumlah kendaraan yang melintas di jalan tol...
Buruh Ancam Duduki Kemenakertrans
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Gerakan Bersama Buruh Badan Usaha Milik Negra (Geber BUMN) mengancam akan...
Jasindo Kerja Sama dengan MII, Siap Hadapi AEC
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengamat asuransi Hendrisman Rahim menilai, kerja sama Asuransi Jasindo dengan...
44 IKM Asal Jogja Gelar Pameran di Jakarta‏
Monday, 21 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perindustrian menggelar Pameran IKM bertajuk Jogja Extravaganza...

Industri Sepatu Indonesia Dikenal Hingga Mancanegara

Jakarta - Industri sepatu di tanah air tumbuh, ekspor sepatu pun menunjukkan perkembangan positif. Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Dadan Soedono, di tengah gelaran Indo Leather & Footwear (ILF) 2012, di Kemayoran, Sabtu (13/5/2012).

 

Menurut Dadan, Indonesia telah dikenal negara luar sebagai negara penghasil sepatu yang berkualitas. “Jumlah ekspor sepatu selama beberapa waktu terakhir menunjukkan hasil yang positif. Kalau pada 2010, ekspor sepatu berjumlah 2,5 milyar dolar AS, lalu pada 2022 naik menjadi 3,3 milyar dolar.  Pada tahun ini, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menargetkan angka sebesar 4 milyar dolar,” ujarnya.

Dadan menambahkan, angka tersebut merupakan angka maksimal yang mungkin bisa diperoleh, sedangkan estimasi angka minimalnya sebesar 3 milyar dolar AS pada 2012. Hal ini mempertimbangkan sedang surutnya pasar di  Eropa dan Amerika setelah krisis global.

Ia menjelaskan, tujuan ekspor sepatu Indonesia adalah beberapa negara di Eropa dan Amerika, seperti  German, Portugal, Inggrs, dan Italy. Kebanyakan berupa sportshoes, kulit, dan fashion.

“Kalau untuk ekspor, sebenarmya barang kita terjual lebih mahal, karena ada biaya ongkos kirim, promosi, sewa tempat, pajak dan sebagainya. Misalnya, salah satu merek ternama Indonesia dijual degan 2 juta rupiah di Indonesia, tetapi di Amerika bisa terjual seharga 4-6 juta,” ujar Dadan.

Dadan menilai, sebenarnya lebih menguntungkan kalau hasil industri diserap di Indonesia. Oleh karena itu Aprisindo kembali mendorong konsumen Indonesia untuk merealisasikan program 'cintailah produk Indonesia' melalui program '100 persen Indonesia'.

Industri persepatuan tanah air kembali bergairah setelah investor luar negeri kembali menanamkan modalnya di Indonesia. Padahal sebelumnya beberapa investor tersebut lari ke beberapa negara tetangga seperti Bangladesh, Vietnam,  dan Cina. Kini investor asing menyerbu Indonesia dan mulai membangun pabrik yang besar, sehingga perekonomian Indonesia kembali bergerak, dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Beberapa merk sepatu olahraga ternama, kembali merambah ke Indonesia. Mereka bahkan membuat pilot project di Indonesia, seperti Inggris, dimana 60 persen dari sepatu yang dipakai olahragawan disana, berasal dan dibuat di Indonesia,” ujar Dadan.  

Menurut Dadan, hal tersebut sangat wajar mengingat Indonesia merupakan negara dengan pengalaman industri sepatu yang telah lama. Meskipun beberapa negara memiliki upah tenaga yang lebih murah, namun investor tetap percaya kepada Indonesia. Selain itu, dari segi mesin dan teknologi, Indonesia juga lebih up to date.

Pada tahun 1998, Indonesia membuat catatan mengesankan dengan menjadi negara pembuat bola sepak untuk Piala Dunia 1998 di Perancis. Tidak berhenti sampai disitu, Dadan juga terus berupaya untuk membawa sepatu Indonesia lebih dikenal di dunia luar.

“Kemrin kita juga sudah bekerja sama dengan media online di Amerika, untuk mulai mempromosikan produk kita secara online di sana” ujar Dadan.(WS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?