GATRANEWS

Pemerintah Subsidi 217 Rute Penerbangan Perintis
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberlakukan penambahan rute perintis yang...
Kemenhub: Pertamina Sudah Setuju Lanjutkan Pembangunan Pelabuhan Cilamaya
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan terus membuka...
Menaker Hanif: Pelaksanaan Green Jobs di Indonesia Sudah Mendesak
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Untuk memenuhi target penurunan emisi gas karbon sebanyak 26 persen pada tahun...
Target Produksi Bandeng 2015 Capai 1,2 Juta Ton
Tuesday, 31 March 2015

Denpasar, GATRAnews - Bandeng merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan budidaya. Selain...
Wah, Ada 23 Perusahaan Berminat Bangun Pabrik Gula Baru
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pertanian mengungkapkan bahwa sudah ada 23 perusahaan yang...
Ahok Petakan Dukungan DPRD Lewat Musrenbang
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengirimkan undangan kepada 106...
Hasil Kajian Gas Selesai Minggu Ini
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Hasil kajian mengenai gas untuk industri di dalam negeri oleh Kemenko...
Investor Kini Bisa Tarik Dana RDN Lewat ATM
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Perluasan kerja sama Co-Branding Fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan...
Pemerintah Minta Pengusaha Angkutan Umum Tidak Naikkan Tarif
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Harga bahan bakar minyak (BBM) kembali naik sebesar Rp 500 per liter untuk...
HUT DKI, Malam Muda Mudi Dihilangkan
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Peringatan HUT DKI Jakarta ke-488 akan digelar tanpa acara 'Malam Muda Mudi'...
Ahok Kembali Pangkas 2.000 Jabatan Struktural di Jakarta
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bakal kembali memangkas 1.000 -...
DKI Tidak Memberikan Bantuan Hukum Tersangka Korupsi UPS
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan memberikan bantuan...
PGN Kembangkan Jaringan Gas di Batam
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) akan terus mengembangkan jaringan distribusi...
Ahok Tinggalkan Konsep Megapolitan Warisan Sutiyoso
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui tidak lagi memakai konsep...
Lippo Cikarang Bukukan Laba Bersih Rp 884 Milyar
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Lippo Cikarang Tbk pada 2014 membukukan laba bersih mencapai Rp844 milyar...
Taksi Express Raih Pendapatan Rp 889,72 Milyar
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengelola jasa transportasi, PT Express Transindo Tbk atau Taksi Express,...
Kurtubi: Penetapan Harga BBM Mestinya Diputuskan Tiap Tahun
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi mengusulkan agar penetapan harga BBM tidak...
Gerindra DKI Anggap Demo Bayaran Hal yang Wajar
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Muhamad Taufik menilai wajar fenomena unjuk...
BKD Tunggu Surat Pengunduran Diri Pejabat Tersangka Korupsi UPS
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta menunggu surat pengunduran diri dua...
Jakarta Dapat Jatah 28 Cabang Olahraga Asian Games
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Sebanyak 28 dari 36 cabang olahraga yang dipertandingkan di Asian Games 2018...
Error
  • There was a problem loading image Elpiji_3KG_ANTARA_Eric%20Ireng.jpg

Industri Sepatu Indonesia Dikenal Hingga Mancanegara

Jakarta - Industri sepatu di tanah air tumbuh, ekspor sepatu pun menunjukkan perkembangan positif. Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Dadan Soedono, di tengah gelaran Indo Leather & Footwear (ILF) 2012, di Kemayoran, Sabtu (13/5/2012).

 

Menurut Dadan, Indonesia telah dikenal negara luar sebagai negara penghasil sepatu yang berkualitas. “Jumlah ekspor sepatu selama beberapa waktu terakhir menunjukkan hasil yang positif. Kalau pada 2010, ekspor sepatu berjumlah 2,5 milyar dolar AS, lalu pada 2022 naik menjadi 3,3 milyar dolar.  Pada tahun ini, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menargetkan angka sebesar 4 milyar dolar,” ujarnya.

Dadan menambahkan, angka tersebut merupakan angka maksimal yang mungkin bisa diperoleh, sedangkan estimasi angka minimalnya sebesar 3 milyar dolar AS pada 2012. Hal ini mempertimbangkan sedang surutnya pasar di  Eropa dan Amerika setelah krisis global.

Ia menjelaskan, tujuan ekspor sepatu Indonesia adalah beberapa negara di Eropa dan Amerika, seperti  German, Portugal, Inggrs, dan Italy. Kebanyakan berupa sportshoes, kulit, dan fashion.

“Kalau untuk ekspor, sebenarmya barang kita terjual lebih mahal, karena ada biaya ongkos kirim, promosi, sewa tempat, pajak dan sebagainya. Misalnya, salah satu merek ternama Indonesia dijual degan 2 juta rupiah di Indonesia, tetapi di Amerika bisa terjual seharga 4-6 juta,” ujar Dadan.

Dadan menilai, sebenarnya lebih menguntungkan kalau hasil industri diserap di Indonesia. Oleh karena itu Aprisindo kembali mendorong konsumen Indonesia untuk merealisasikan program 'cintailah produk Indonesia' melalui program '100 persen Indonesia'.

Industri persepatuan tanah air kembali bergairah setelah investor luar negeri kembali menanamkan modalnya di Indonesia. Padahal sebelumnya beberapa investor tersebut lari ke beberapa negara tetangga seperti Bangladesh, Vietnam,  dan Cina. Kini investor asing menyerbu Indonesia dan mulai membangun pabrik yang besar, sehingga perekonomian Indonesia kembali bergerak, dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Beberapa merk sepatu olahraga ternama, kembali merambah ke Indonesia. Mereka bahkan membuat pilot project di Indonesia, seperti Inggris, dimana 60 persen dari sepatu yang dipakai olahragawan disana, berasal dan dibuat di Indonesia,” ujar Dadan.  

Menurut Dadan, hal tersebut sangat wajar mengingat Indonesia merupakan negara dengan pengalaman industri sepatu yang telah lama. Meskipun beberapa negara memiliki upah tenaga yang lebih murah, namun investor tetap percaya kepada Indonesia. Selain itu, dari segi mesin dan teknologi, Indonesia juga lebih up to date.

Pada tahun 1998, Indonesia membuat catatan mengesankan dengan menjadi negara pembuat bola sepak untuk Piala Dunia 1998 di Perancis. Tidak berhenti sampai disitu, Dadan juga terus berupaya untuk membawa sepatu Indonesia lebih dikenal di dunia luar.

“Kemrin kita juga sudah bekerja sama dengan media online di Amerika, untuk mulai mempromosikan produk kita secara online di sana” ujar Dadan.(WS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?