GATRANEWS

OJK: Pengaduan Paling Banyak dari Masalah Perbankan‏
Monday, 14 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengaduan masalah pada industri jasa keuangan kepada Otoritas Jasa Keuangan...
OJK Targetkan Seluruh Sekolah Belajar Industri Jasa Keuangan pada 2015‏
Monday, 14 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Menggeliatkan industri jasa keuangan dalam negeri, Otoritas Jasa Keuangan...
Kementan Antisipasi Peredaran Daging Celeng
Sunday, 13 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pertanian melakukan upaya mengantisipasi peredaran daging celeng...
PT KCJ Impor 32 Gerbong KRL dari Jepang
Sunday, 13 July 2014

Jakarta, GATRAnews - PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) mengimpor gerbong KRL bekas dari Jepang....
Cipaganti Tetap Perjuangkan Nasib 4.800 Karyawannya
Saturday, 12 July 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT) menyatakan tetap profesional dalam...
Analisa Keuangan Penting Sebelum Berinvestasi di Pasar Modal
Saturday, 12 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Sebelum melakukan investasi dalam hal pembelian saham perusahaan yang sudah...
BEI: Koreksi IHSG Akibat Ambil Untung‏
Friday, 11 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa terkoreksinya indeks harga saham...
BKPM: Investasi Tidak Terpengaruh Suasana Politik‏
Friday, 11 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Mahendra Siregar mengatakan...
Digugat Petani Tebu ke PTUN, Ini Pembelaan Kemendag‏
Friday, 11 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kebijakan Kementerian Perdagangan dalam penetapan Harga Patokan Petani (HPP)...
Presiden Terpilih Diminta Benahi Impor Subsidi BBM‏
Friday, 11 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pasca-pemilihan umum (pemilu) Presiden terjadi penguatan ekonomi Indonesia di...
Kemendag Stop Impor Gula Kristal Putih Sampai Akhir Tahun
Friday, 11 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perdagangan menyatakan, impor gula kristal putih (GKP) telah...
BI: Pemilu Aman Dorong Penguatan Rupiah
Friday, 11 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Menjelang pengumuman hasil Pemilu Presiden pada 22 Juli, Bank Indonesia (BI)...
SKK Migas: 23 Proyek Mulai Produksi pada 2015
Friday, 11 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan...
KKP Siap Hadapi MEA 2015
Friday, 11 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Indonesia dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar...
MoU Diteken, Pemerintah Dorong Perkembangan Lembaga Keuangan Mikro
Friday, 11 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Koperasi, Usaha Kecil...
KKP siapkan cetak biru sektor perikanan hadapai MEA‏
Friday, 11 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membentuk Tim Kelompok Kerja...
BI Rate Tetap 7,5% Sejak November 2013‏
Friday, 11 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku...
Adira Insurance Tidak Berharap Banyak pada LCGC‏
Friday, 11 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan asuransi yang mayoritas preminya sebesar 60% berasal dari...
Kontrak East Natuna Belum Diteken, Ini Alasan SKK Migas‏
Friday, 11 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK...
Lapangan Banyu Urip Bakal Produksi Minyak 165 ribu bph di 2015‏
Friday, 11 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK...

Industri Sepatu Indonesia Dikenal Hingga Mancanegara

Jakarta - Industri sepatu di tanah air tumbuh, ekspor sepatu pun menunjukkan perkembangan positif. Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Dadan Soedono, di tengah gelaran Indo Leather & Footwear (ILF) 2012, di Kemayoran, Sabtu (13/5/2012).

 

Menurut Dadan, Indonesia telah dikenal negara luar sebagai negara penghasil sepatu yang berkualitas. “Jumlah ekspor sepatu selama beberapa waktu terakhir menunjukkan hasil yang positif. Kalau pada 2010, ekspor sepatu berjumlah 2,5 milyar dolar AS, lalu pada 2022 naik menjadi 3,3 milyar dolar.  Pada tahun ini, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menargetkan angka sebesar 4 milyar dolar,” ujarnya.

Dadan menambahkan, angka tersebut merupakan angka maksimal yang mungkin bisa diperoleh, sedangkan estimasi angka minimalnya sebesar 3 milyar dolar AS pada 2012. Hal ini mempertimbangkan sedang surutnya pasar di  Eropa dan Amerika setelah krisis global.

Ia menjelaskan, tujuan ekspor sepatu Indonesia adalah beberapa negara di Eropa dan Amerika, seperti  German, Portugal, Inggrs, dan Italy. Kebanyakan berupa sportshoes, kulit, dan fashion.

“Kalau untuk ekspor, sebenarmya barang kita terjual lebih mahal, karena ada biaya ongkos kirim, promosi, sewa tempat, pajak dan sebagainya. Misalnya, salah satu merek ternama Indonesia dijual degan 2 juta rupiah di Indonesia, tetapi di Amerika bisa terjual seharga 4-6 juta,” ujar Dadan.

Dadan menilai, sebenarnya lebih menguntungkan kalau hasil industri diserap di Indonesia. Oleh karena itu Aprisindo kembali mendorong konsumen Indonesia untuk merealisasikan program 'cintailah produk Indonesia' melalui program '100 persen Indonesia'.

Industri persepatuan tanah air kembali bergairah setelah investor luar negeri kembali menanamkan modalnya di Indonesia. Padahal sebelumnya beberapa investor tersebut lari ke beberapa negara tetangga seperti Bangladesh, Vietnam,  dan Cina. Kini investor asing menyerbu Indonesia dan mulai membangun pabrik yang besar, sehingga perekonomian Indonesia kembali bergerak, dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Beberapa merk sepatu olahraga ternama, kembali merambah ke Indonesia. Mereka bahkan membuat pilot project di Indonesia, seperti Inggris, dimana 60 persen dari sepatu yang dipakai olahragawan disana, berasal dan dibuat di Indonesia,” ujar Dadan.  

Menurut Dadan, hal tersebut sangat wajar mengingat Indonesia merupakan negara dengan pengalaman industri sepatu yang telah lama. Meskipun beberapa negara memiliki upah tenaga yang lebih murah, namun investor tetap percaya kepada Indonesia. Selain itu, dari segi mesin dan teknologi, Indonesia juga lebih up to date.

Pada tahun 1998, Indonesia membuat catatan mengesankan dengan menjadi negara pembuat bola sepak untuk Piala Dunia 1998 di Perancis. Tidak berhenti sampai disitu, Dadan juga terus berupaya untuk membawa sepatu Indonesia lebih dikenal di dunia luar.

“Kemrin kita juga sudah bekerja sama dengan media online di Amerika, untuk mulai mempromosikan produk kita secara online di sana” ujar Dadan.(WS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?