GATRANEWS

Tiga Tahun Lagi Tak Ada Impor Beras dan Kedelai
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo, di depan para petani di Desa Keras Wetan, Kabupaten...
Jakarta Hari Ini Bakal Diguyur Hujan
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Di akhir pekan ini, Jakarta dan sekitarnya bakal diguyur hujan. Badan...
Indonesia Butuh Dukungan Sumber Daya Konstruksi
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Indonesia memerlukan sumber daya konstruksi untuk mendukung pembangunan...
Kesiapan Alat Berat, Dukung Pembangunan Infrastruktur 2015
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Beberapa tahun terakhir, pertumbuhan sektor konstruksi lebih tinggi daripada...
WIKA Realty Bidik Dana Rp 1 Trilyun Lewat IPO
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) akan memboyong anak usahanya yang...
Wijaya Karya Ekspansi ke Tiga Negara
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan konstruksi "pelat merah" PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA),...
Wijaya Karya Berharap Dapat PMN Rp 7,2 Trilyun dari Pemerintah
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan konstruksi, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berharap masih ada...
Tahun Ini, Jababeka Targetkan Pendapatan Rp 3 Trilyun
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengembang properti PT Kawasan Industri Jababeka Tbk lebih konservatif dalam...
Indonesia Harus Cari Solusi dari Kebijakan yang Tumpang Tindih
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Presisi Indonesia, perusahaan konsultan ekonomi dan bisnis, menyatakan bahwa...
BI Prediksi Neraca Perdagangan Surplus Lebih US$ 100 Juta
Friday, 30 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Bank Indonesia (BI) memperkirakan neraca perdagangan ekspor-impor Indonesia...
Gubernur BI: Pertumbuhan Ekonomi Dapat Terlihat dari APBN
Friday, 30 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Dermawan Winarto Martowardojo mengatakan...
Marimo Property Jepang Kelola Apartemen M Gold Bekasi
Friday, 30 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Sebentar lagi Apartemen M Gold akan beroperasi. PT Metropolitan Land (Metland)...
Wika Incar Kontrak Rp 54,52 Triliun Selama 2015‏
Friday, 30 January 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menargetkan meraih total kontrak (order...
BNI Raup Untung Rp 10,8 Triliun Sepanjang 2014‏
Friday, 30 January 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba Rp 10,8 triliun pada...
BNI Salurkan Kredit Rp 277,6 Triliun Sepanjang 2014‏
Friday, 30 January 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) mencatat penyaluran kredit selama...
Laba Bersih Bank Danamon 2014 Rp 2,604 trilyun
Friday, 30 January 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. (“Danamon”) mengumumkan laba bersih...
Asumsi Rupiah Rp 12.500 per Dolar, Dinilai Dapat Kurangi Impor‏
Friday, 30 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Dalam rapat Badan Anggara Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) RI bersama...
Akibat Harga BBM Turun, Inflasi Januari Diperkirakan 0,08%
Friday, 30 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada Januari sebesar 0,08%. Posisi...
Target Penerimaan Pajak Jadi Rp 1,4 Trilyun Selama 2015‏
Friday, 30 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyepakati untuk meningkatkan target...
BPKD: PKL Monas Nunggak Listrik Ratusan Juta
Friday, 30 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Heru Budi Hartono membantah...

Industri Sepatu Indonesia Dikenal Hingga Mancanegara

Jakarta - Industri sepatu di tanah air tumbuh, ekspor sepatu pun menunjukkan perkembangan positif. Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Dadan Soedono, di tengah gelaran Indo Leather & Footwear (ILF) 2012, di Kemayoran, Sabtu (13/5/2012).

 

Menurut Dadan, Indonesia telah dikenal negara luar sebagai negara penghasil sepatu yang berkualitas. “Jumlah ekspor sepatu selama beberapa waktu terakhir menunjukkan hasil yang positif. Kalau pada 2010, ekspor sepatu berjumlah 2,5 milyar dolar AS, lalu pada 2022 naik menjadi 3,3 milyar dolar.  Pada tahun ini, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menargetkan angka sebesar 4 milyar dolar,” ujarnya.

Dadan menambahkan, angka tersebut merupakan angka maksimal yang mungkin bisa diperoleh, sedangkan estimasi angka minimalnya sebesar 3 milyar dolar AS pada 2012. Hal ini mempertimbangkan sedang surutnya pasar di  Eropa dan Amerika setelah krisis global.

Ia menjelaskan, tujuan ekspor sepatu Indonesia adalah beberapa negara di Eropa dan Amerika, seperti  German, Portugal, Inggrs, dan Italy. Kebanyakan berupa sportshoes, kulit, dan fashion.

“Kalau untuk ekspor, sebenarmya barang kita terjual lebih mahal, karena ada biaya ongkos kirim, promosi, sewa tempat, pajak dan sebagainya. Misalnya, salah satu merek ternama Indonesia dijual degan 2 juta rupiah di Indonesia, tetapi di Amerika bisa terjual seharga 4-6 juta,” ujar Dadan.

Dadan menilai, sebenarnya lebih menguntungkan kalau hasil industri diserap di Indonesia. Oleh karena itu Aprisindo kembali mendorong konsumen Indonesia untuk merealisasikan program 'cintailah produk Indonesia' melalui program '100 persen Indonesia'.

Industri persepatuan tanah air kembali bergairah setelah investor luar negeri kembali menanamkan modalnya di Indonesia. Padahal sebelumnya beberapa investor tersebut lari ke beberapa negara tetangga seperti Bangladesh, Vietnam,  dan Cina. Kini investor asing menyerbu Indonesia dan mulai membangun pabrik yang besar, sehingga perekonomian Indonesia kembali bergerak, dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Beberapa merk sepatu olahraga ternama, kembali merambah ke Indonesia. Mereka bahkan membuat pilot project di Indonesia, seperti Inggris, dimana 60 persen dari sepatu yang dipakai olahragawan disana, berasal dan dibuat di Indonesia,” ujar Dadan.  

Menurut Dadan, hal tersebut sangat wajar mengingat Indonesia merupakan negara dengan pengalaman industri sepatu yang telah lama. Meskipun beberapa negara memiliki upah tenaga yang lebih murah, namun investor tetap percaya kepada Indonesia. Selain itu, dari segi mesin dan teknologi, Indonesia juga lebih up to date.

Pada tahun 1998, Indonesia membuat catatan mengesankan dengan menjadi negara pembuat bola sepak untuk Piala Dunia 1998 di Perancis. Tidak berhenti sampai disitu, Dadan juga terus berupaya untuk membawa sepatu Indonesia lebih dikenal di dunia luar.

“Kemrin kita juga sudah bekerja sama dengan media online di Amerika, untuk mulai mempromosikan produk kita secara online di sana” ujar Dadan.(WS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?