GATRANEWS

Hadapi Pasar Bebas MEA, Bank Mandiri Fokus Perkuat Pasar Dalam Negeri‏
Tuesday, 26 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Selain menerapkan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, dunia perbankan ASEAN juga...
Mantan Menteri: BUMN Disuruh Jalan Tetapi Kaki Diikat‏
Tuesday, 26 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Menteri Negara Pemberdayaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang kini...
Wujudkan Kedaulatan Energi Butuh Dana US$48 Milyar
Tuesday, 26 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Sekjen Dewan Energi Nasional Hadi Purnomo, di Jakarta, Selasa (26/8),...
Rakor Pengembangan Kerjasama Lintas Daerah
Tuesday, 26 August 2014

  Palangkaraya, GATRAnews – Kemenpora melalui Asisten Deputi Pengembangan Kemitraan Kepemudaan...
Menpora Tutup Festival Padang International Dragon Boat
Tuesday, 26 August 2014

  Padang, GATRAnews – Menpora Roy Suryo hari Minggu (24/8) malam didampingi Deputi Kemenpora...
Implementasikan PTA, Indonesia-Pakistan Pererat Hubungan Dagang‏
Tuesday, 26 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perdagangan bersama pemerintah Pakistan mengimplementasikan...
Perusahaan Jerman Impor Hasil Laut Indonesia Senilai US$ 1,5 Juta‏
Tuesday, 26 August 2014

Surabaya, GATRAnews - Kerja sama antara Jerman dan Indonesia di bidang perdagangan terus terjalin....
Sinarmas Asset Management Targetkan Dana Kelolaan Rp 1 T dari Dua Produk Reksadananya
Tuesday, 26 August 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Sinarmas Asset Management menargetkan dana kelolaan atau Asset Under...
Pemerintahan Baru Harus Ubah Paradigma Subsidi BBM
Tuesday, 26 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Anggota Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha menilai, pemerintahan baru harus...
Pertamina Atur Kuota APBN-P, Agar Solar dan Premium Cukup Sampai Akhir Tahun
Tuesday, 26 August 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Pertamina (Persero) sebagai salah satu badan usaha penyalur BBM bersubsidi,...
Jateng Siap Gantikan Pelabuhan Cilamaya
Tuesday, 26 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku senang jika pembangunan...
Kemendag Fasilitasi Ekspor Ikan Senilai US$1,5 Juta ke Jerman
Tuesday, 26 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perdagangan mencatatkan misi pembelian hasil laut untuk tujuan...
Hiswana Migas: Pertamina Terlambat Pasok BBM Bersubsidi
Tuesday, 26 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswanamigas) Sukabumi, Jawa Barat...
Database Investor Pasar Modal Indonesia Mengacu pada Data E-KTP
Tuesday, 26 August 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melakukan penandatanganan...
Peringatan Bahaya Di Bungkus Bikin Produksi Rokok Turun 3%‏
Monday, 25 August 2014

Jakarta, GATRAnews- Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) Ismanu Soemiran...
ILO: MEA 2015 Ciptakan 14 Juta Lapangan Pekerjaan Baru‏
Monday, 25 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai diberlakukan 2015 diperkirakan...
Pemerintah Tetap Batasi Penjualan BBM Bersubsidi‏
Monday, 25 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah akan tetap melanjutkan program pengendalian pemakaian bahan bakar...
Target Pajak 1.072,38 T Sulit Dipenuhi‏
Monday, 25 August 2014

Makassar, GATRAnews - Target penerimaan pajak tahun 2014 mencapai Rp 1.072,38 triliun. Direktur...
Ekspor Kain Batik Indonesia Diminati Asing‏
Monday, 25 August 2014

Semarang, GATRAnews - Ekspor batik lebih baik dalam bentuk kain dibandingkan baju jadi karena...
Inflasi Agustus Diprediksi 0,9%‏
Monday, 25 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Ekonom memperkirakan tingkat inflasi pada Agustus 2014 mencapai 0,9%, lebih...
Error
  • There was a problem loading image BBM_ANTARA_Zabur%20Karuru.jpg

Industri Sepatu Indonesia Dikenal Hingga Mancanegara

Jakarta - Industri sepatu di tanah air tumbuh, ekspor sepatu pun menunjukkan perkembangan positif. Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Dadan Soedono, di tengah gelaran Indo Leather & Footwear (ILF) 2012, di Kemayoran, Sabtu (13/5/2012).

 

Menurut Dadan, Indonesia telah dikenal negara luar sebagai negara penghasil sepatu yang berkualitas. “Jumlah ekspor sepatu selama beberapa waktu terakhir menunjukkan hasil yang positif. Kalau pada 2010, ekspor sepatu berjumlah 2,5 milyar dolar AS, lalu pada 2022 naik menjadi 3,3 milyar dolar.  Pada tahun ini, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menargetkan angka sebesar 4 milyar dolar,” ujarnya.

Dadan menambahkan, angka tersebut merupakan angka maksimal yang mungkin bisa diperoleh, sedangkan estimasi angka minimalnya sebesar 3 milyar dolar AS pada 2012. Hal ini mempertimbangkan sedang surutnya pasar di  Eropa dan Amerika setelah krisis global.

Ia menjelaskan, tujuan ekspor sepatu Indonesia adalah beberapa negara di Eropa dan Amerika, seperti  German, Portugal, Inggrs, dan Italy. Kebanyakan berupa sportshoes, kulit, dan fashion.

“Kalau untuk ekspor, sebenarmya barang kita terjual lebih mahal, karena ada biaya ongkos kirim, promosi, sewa tempat, pajak dan sebagainya. Misalnya, salah satu merek ternama Indonesia dijual degan 2 juta rupiah di Indonesia, tetapi di Amerika bisa terjual seharga 4-6 juta,” ujar Dadan.

Dadan menilai, sebenarnya lebih menguntungkan kalau hasil industri diserap di Indonesia. Oleh karena itu Aprisindo kembali mendorong konsumen Indonesia untuk merealisasikan program 'cintailah produk Indonesia' melalui program '100 persen Indonesia'.

Industri persepatuan tanah air kembali bergairah setelah investor luar negeri kembali menanamkan modalnya di Indonesia. Padahal sebelumnya beberapa investor tersebut lari ke beberapa negara tetangga seperti Bangladesh, Vietnam,  dan Cina. Kini investor asing menyerbu Indonesia dan mulai membangun pabrik yang besar, sehingga perekonomian Indonesia kembali bergerak, dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Beberapa merk sepatu olahraga ternama, kembali merambah ke Indonesia. Mereka bahkan membuat pilot project di Indonesia, seperti Inggris, dimana 60 persen dari sepatu yang dipakai olahragawan disana, berasal dan dibuat di Indonesia,” ujar Dadan.  

Menurut Dadan, hal tersebut sangat wajar mengingat Indonesia merupakan negara dengan pengalaman industri sepatu yang telah lama. Meskipun beberapa negara memiliki upah tenaga yang lebih murah, namun investor tetap percaya kepada Indonesia. Selain itu, dari segi mesin dan teknologi, Indonesia juga lebih up to date.

Pada tahun 1998, Indonesia membuat catatan mengesankan dengan menjadi negara pembuat bola sepak untuk Piala Dunia 1998 di Perancis. Tidak berhenti sampai disitu, Dadan juga terus berupaya untuk membawa sepatu Indonesia lebih dikenal di dunia luar.

“Kemrin kita juga sudah bekerja sama dengan media online di Amerika, untuk mulai mempromosikan produk kita secara online di sana” ujar Dadan.(WS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?