GATRANEWS

Akademisi Nilai Wacana Pembubaran Bulog Berbahaya
Saturday, 30 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Hermanto Siregar, menilai wacana...
DPRD Ragukan Kebijakan Ahok Soal KJP
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan pelajar perokok tidak...
Oleh-oleh Reses, DPRD Temukan KJP Disalahgunakan
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta kembali menyoroti buruknya akses warga Ibu Kota untuk...
Jokowi Resmikan Pabrik Smelter Nikel di Sulawesi Tengah
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik pengolahan dan pemurnian atau smelter...
Nilai Investasi Pabrik Semen Indonesia di Rembang Membengkak
Friday, 29 May 2015

Semarang, GATRAnews - PT Semen Indonesia Tbk menyatakan, perusahaan terkena dampak dari melemahnya...
Pembangunan Pabrik Rembang Semen Indonesia 45,6%
Friday, 29 May 2015

Semarang, GATRAnews - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mengabarkan, proyek pembangunan pabrik baru...
Apartemen Gallery West Terjual 36 Unit
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kondisi pasar properti di Indonesia saat ini sedang tidak bergairah. Namun...
Hotel Sahid Bangun ''Sahid Food Street''
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Hotel Sahid Jaya International Tbk membangun pusat makanan dan minuman...
Puradelta Lestari Resmi ''Melantai'' di BEI
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Puradelta Lestari Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode...
Ini 6 Calon Dirjen Bea Cukai yang Lolos Seleksi
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRANews - Panitia Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan...
Ahok Diminta Akomodatif Hadapi PKL Monas
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama, akrab disapa Ahok...
Rapat Paripurna DPRD, 59 Anggota Bolos
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Tingkat kehadiran anggota DPRD DKI Jakarta semakin memprihatinkan. Rapat...
Bertahap, Ahok Janjikan Ciduk Preman Monas
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berjanji akan menindak preman yang...
Tomcat Serang Rusun Daan Mogot, 19 Penghuni Gatal-gatal
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Serangga Tomcat menyerang penghuni Rumah Susun (Rusun) Daan Mogot, Kelurahan...
Rusun Daan Mogot Diserang Tomcat
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Serangga Tomcat menyerang penghuni rumah susun (Rusun) Daan Mogot, Kelurahan...
Terima Surat Lia Eden, Ahok: Udah Pusing
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak ambil pusing atas...
Ketua MPR: Negara Lain Harus Belajar Toleransi ke Indonesia
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Indonesia adalah negara dengan...
Mahyudin: Ada UU Dibuat Sesuai Selera Politik
Friday, 29 May 2015

GATRAnews - Wakil Ketua MPR Mahyudin mengungkapkan proses pembuatan undang-undang sering mengikuti...
Wakil Ketua MPR RI: Demokrasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Friday, 29 May 2015

GATRAnews - Seminar Nasional yang diadakan pada hari Kamis 28 Mei 2015 di Hotel Bidakara Jakarta,...
Ahok: PKL Monas Sudah Main Politik
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebut pedagang kaki lima (PKL)...

Industri Sepatu Indonesia Dikenal Hingga Mancanegara

Jakarta - Industri sepatu di tanah air tumbuh, ekspor sepatu pun menunjukkan perkembangan positif. Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Dadan Soedono, di tengah gelaran Indo Leather & Footwear (ILF) 2012, di Kemayoran, Sabtu (13/5/2012).

 

Menurut Dadan, Indonesia telah dikenal negara luar sebagai negara penghasil sepatu yang berkualitas. “Jumlah ekspor sepatu selama beberapa waktu terakhir menunjukkan hasil yang positif. Kalau pada 2010, ekspor sepatu berjumlah 2,5 milyar dolar AS, lalu pada 2022 naik menjadi 3,3 milyar dolar.  Pada tahun ini, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menargetkan angka sebesar 4 milyar dolar,” ujarnya.

Dadan menambahkan, angka tersebut merupakan angka maksimal yang mungkin bisa diperoleh, sedangkan estimasi angka minimalnya sebesar 3 milyar dolar AS pada 2012. Hal ini mempertimbangkan sedang surutnya pasar di  Eropa dan Amerika setelah krisis global.

Ia menjelaskan, tujuan ekspor sepatu Indonesia adalah beberapa negara di Eropa dan Amerika, seperti  German, Portugal, Inggrs, dan Italy. Kebanyakan berupa sportshoes, kulit, dan fashion.

“Kalau untuk ekspor, sebenarmya barang kita terjual lebih mahal, karena ada biaya ongkos kirim, promosi, sewa tempat, pajak dan sebagainya. Misalnya, salah satu merek ternama Indonesia dijual degan 2 juta rupiah di Indonesia, tetapi di Amerika bisa terjual seharga 4-6 juta,” ujar Dadan.

Dadan menilai, sebenarnya lebih menguntungkan kalau hasil industri diserap di Indonesia. Oleh karena itu Aprisindo kembali mendorong konsumen Indonesia untuk merealisasikan program 'cintailah produk Indonesia' melalui program '100 persen Indonesia'.

Industri persepatuan tanah air kembali bergairah setelah investor luar negeri kembali menanamkan modalnya di Indonesia. Padahal sebelumnya beberapa investor tersebut lari ke beberapa negara tetangga seperti Bangladesh, Vietnam,  dan Cina. Kini investor asing menyerbu Indonesia dan mulai membangun pabrik yang besar, sehingga perekonomian Indonesia kembali bergerak, dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Beberapa merk sepatu olahraga ternama, kembali merambah ke Indonesia. Mereka bahkan membuat pilot project di Indonesia, seperti Inggris, dimana 60 persen dari sepatu yang dipakai olahragawan disana, berasal dan dibuat di Indonesia,” ujar Dadan.  

Menurut Dadan, hal tersebut sangat wajar mengingat Indonesia merupakan negara dengan pengalaman industri sepatu yang telah lama. Meskipun beberapa negara memiliki upah tenaga yang lebih murah, namun investor tetap percaya kepada Indonesia. Selain itu, dari segi mesin dan teknologi, Indonesia juga lebih up to date.

Pada tahun 1998, Indonesia membuat catatan mengesankan dengan menjadi negara pembuat bola sepak untuk Piala Dunia 1998 di Perancis. Tidak berhenti sampai disitu, Dadan juga terus berupaya untuk membawa sepatu Indonesia lebih dikenal di dunia luar.

“Kemrin kita juga sudah bekerja sama dengan media online di Amerika, untuk mulai mempromosikan produk kita secara online di sana” ujar Dadan.(WS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?