GATRANEWS

Hindari Kebanjiran Produk Thailand dan Vietnam, Kemenperin Ingin LCGC Dilanjutkan
Monday, 22 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan siap melanjutkan produksi...
Perizinan Lewat BKPM, Invetasi Industri Capai Rp 270 Trilyun pada Tahun 2015
Monday, 22 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Sejak pertengahan Desember, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyerahkan...
Libur Natal-Tahun Baru, BRI Siapkan Dana Tunai Rp 23,38 Trilyun
Monday, 22 December 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk siap mengantisipasi kebutuhan...
Kemenperin: Pertumbuhan Industri Non-Migas 6,1% di Tahun Depan
Monday, 22 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memprediksi pertumbuhan industri...
Tower Bersama Tahun Depan Bangun 2.000 Menara
Monday, 22 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan menara telekomunikasi atau Base Tranceiver Station (BTS), PT Tower...
Menperin: Pemilu Akibatkan Perlambatan Pertumbuhan Industri
Monday, 22 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatatkan pertumbuhan industri selama...
Jelang Natal dan Tahun Baru, Stok Pangan Mencukupi
Monday, 22 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan Rahmat Gobel mengatakan, stok pangan menjelang perayaan...
BRI Yakin Raup Laba Rp 24 Trilyun Tahun Ini
Monday, 22 December 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memproyeksikan laba bersih tahun ini...
Indofood Bentuk Perusahaan Patungan dengan Brasil
Monday, 22 December 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Indofood Sukses Makmur Tbk, bekerjasama dengan perusahaan publik asal Santa...
​Nusantara Infrastructure Gandeng Operator Tol Asal Jepang
Monday, 22 December 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Nusantara Infrastructure Tbk, salah satu perusahaaninvestor dan operator...
BEI Harap Perdagangan di Bursa Tetap Semarak
Monday, 22 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan, dengan adanya dua emiten...
Pemerintah Pangkas Pertumbuhan Industri Non-Migas
Monday, 22 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian memperkirakan pertumbuhan...
Pada 2015 Bakal Ada 20 Hypermart Baru
Monday, 22 December 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Matahari Putra Prima Tbk bakal membuka 20 hypermarket pada 2015. Dengan...
Wisata Hemat dengan 4 Maskapai Murah Ini!
Monday, 22 December 2014

Jakarta, GATRAnews 1. Air Asia Bagi para backpacker yang senang jalan-jalan dengan budget rendah,...
Saham Bank Agris Naik, Intan Baruprana Turun
Monday, 22 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Dua perusahaan di Jakarta, pada Senin (22/12) ini resmi melantai di Bursa Efek...
Punya Imej Jelek, Pemerintah Didesak Bubarkan Petral
Monday, 22 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Tim reformasi tata kelola migas yang dipimpin oleh Faisal Basri telah...
Komite Migas: Ganti Impor Premium dengan Pertamax
Sunday, 21 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Komite Reformasi Tata Kelola Migas merekomendasikan penghentian impor RON88...
Impor Premium Buka Peluang Kartel
Sunday, 21 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Kepala Komite Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri, menilai bahwa impor...
Ini Tiga Sektor Usaha Paling Bersinar di Indonesia pada 2015
Sunday, 21 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Tahun 2015 merupakan tahun ekonomi. Saat itu, regional Asia Tenggara akan...
Pajak Progresif Kendaraan di Jakarta Naik
Saturday, 20 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Pajak kendaraan bermotor di wilayah DKI Jakarta, mulai Januari 2015 akan...

Industri Sepatu Indonesia Dikenal Hingga Mancanegara

Jakarta - Industri sepatu di tanah air tumbuh, ekspor sepatu pun menunjukkan perkembangan positif. Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Dadan Soedono, di tengah gelaran Indo Leather & Footwear (ILF) 2012, di Kemayoran, Sabtu (13/5/2012).

 

Menurut Dadan, Indonesia telah dikenal negara luar sebagai negara penghasil sepatu yang berkualitas. “Jumlah ekspor sepatu selama beberapa waktu terakhir menunjukkan hasil yang positif. Kalau pada 2010, ekspor sepatu berjumlah 2,5 milyar dolar AS, lalu pada 2022 naik menjadi 3,3 milyar dolar.  Pada tahun ini, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menargetkan angka sebesar 4 milyar dolar,” ujarnya.

Dadan menambahkan, angka tersebut merupakan angka maksimal yang mungkin bisa diperoleh, sedangkan estimasi angka minimalnya sebesar 3 milyar dolar AS pada 2012. Hal ini mempertimbangkan sedang surutnya pasar di  Eropa dan Amerika setelah krisis global.

Ia menjelaskan, tujuan ekspor sepatu Indonesia adalah beberapa negara di Eropa dan Amerika, seperti  German, Portugal, Inggrs, dan Italy. Kebanyakan berupa sportshoes, kulit, dan fashion.

“Kalau untuk ekspor, sebenarmya barang kita terjual lebih mahal, karena ada biaya ongkos kirim, promosi, sewa tempat, pajak dan sebagainya. Misalnya, salah satu merek ternama Indonesia dijual degan 2 juta rupiah di Indonesia, tetapi di Amerika bisa terjual seharga 4-6 juta,” ujar Dadan.

Dadan menilai, sebenarnya lebih menguntungkan kalau hasil industri diserap di Indonesia. Oleh karena itu Aprisindo kembali mendorong konsumen Indonesia untuk merealisasikan program 'cintailah produk Indonesia' melalui program '100 persen Indonesia'.

Industri persepatuan tanah air kembali bergairah setelah investor luar negeri kembali menanamkan modalnya di Indonesia. Padahal sebelumnya beberapa investor tersebut lari ke beberapa negara tetangga seperti Bangladesh, Vietnam,  dan Cina. Kini investor asing menyerbu Indonesia dan mulai membangun pabrik yang besar, sehingga perekonomian Indonesia kembali bergerak, dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Beberapa merk sepatu olahraga ternama, kembali merambah ke Indonesia. Mereka bahkan membuat pilot project di Indonesia, seperti Inggris, dimana 60 persen dari sepatu yang dipakai olahragawan disana, berasal dan dibuat di Indonesia,” ujar Dadan.  

Menurut Dadan, hal tersebut sangat wajar mengingat Indonesia merupakan negara dengan pengalaman industri sepatu yang telah lama. Meskipun beberapa negara memiliki upah tenaga yang lebih murah, namun investor tetap percaya kepada Indonesia. Selain itu, dari segi mesin dan teknologi, Indonesia juga lebih up to date.

Pada tahun 1998, Indonesia membuat catatan mengesankan dengan menjadi negara pembuat bola sepak untuk Piala Dunia 1998 di Perancis. Tidak berhenti sampai disitu, Dadan juga terus berupaya untuk membawa sepatu Indonesia lebih dikenal di dunia luar.

“Kemrin kita juga sudah bekerja sama dengan media online di Amerika, untuk mulai mempromosikan produk kita secara online di sana” ujar Dadan.(WS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?