GATRANEWS

Asian Para Games 2014 - Dua Emas dari Tenis Meja
Thursday, 23 October 2014

Incheon, GATRAnews - Hari Rabu (22/10) pagi waktu setempat, dua atlet tenis meja Indonesia Agus...
Kadin, ALFI, dan ALI Akan Gelar Pameran Logistik
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kadin Indonesia Bidang Logistik, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia...
BRI Salurkan Kredit Rp 464,19 Trilyun di Kuartal III 2014
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berhasil mengembangkan...
IHSG 2015 Bisa Tembus 5.900
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kepala Riset PT Bahana Securities Harry Su memprediksi, laju Indeks Harga...
Ekonom: Indonesia Mengalami Daya Saing Tenaga Kerja Rendah
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Menghadapi persaingan tenaga kerja dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015,...
Jokowi Diminta Bentuk Kementerian Ekonomi Kreatif
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia meminta kepada pemerintahan Joko...
BRI Catat Laba Rp 18,12 Trilyun di Kuartal III 2014
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) pada kuartal-III 2014 ini...
MEA 2015, Indonesia Siap Digempur Produk Asing
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Mulai tahun depan, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 akan diberlakukan....
Semen Indonesia Bangun Pembangkit Listrik di Tuban
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk memulai pembangunan pembangkit listrik dengan...
MEA 2015 Disambut Baik Pengembang Properti
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengembang properti PT Intiland Development Tbk mengungkapkan, acara besar...
Intiland Luncurkan "Intiland Teduh"
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengembang properti PT Intiland Development Tbk meluncurkan program Intiland...
Duta Anggada Realty Rambah Bisnis Kawasan Industri
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Duta Anggada Realty Tbk terus memperbesar portofolio bisnisnya di bidang...
Bank ICB Bumiputera Berganti Nama Jadi Bank MNC
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Bank ICB Bumiputera Tbk kini berganti nama menjadi  PT Bank MNC...
Budi Karya Dijagokan Jadi Menpera oleh Intiland
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Nama Direktur Jakarta Property, Budi Karya Sumadi digadang untuk menjadi orang...
KESDM: Banyak Investor Kabur Akibat Pasokan Listrik Kurang
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketersediaan listrik merupakan faktor penting bagi pelaku industri untuk...
Indonesia Optimis Masuk 10 besar APG 2014
Wednesday, 22 October 2014

Incheon, GATRAnews – Memasuki hari ke-3 pelaksanaan Asian Paragames 2014 Incheon, Korea Selatan,...
Hasil Seleksi Tingkat Nasional Pemuda Pelopor 2014
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Deputi II Bidang Pengembangan Pemuda Sakhyan Asmara didampingi Asisten...
Penyusunan Buku Pedoman Aplikasi di Lingkungan Kemenpora
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Bagian Sistem Informasi dan Perpustakaan, Biro Humas, Hukum dan Kepegawaian...
Seminar of Sport and Exercise Science
Wednesday, 22 October 2014

Surabaya, GATRAnews – Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Djoko Pekik Irianto hari Selasa...
Pertumbuhan Ekonomi 7%, Jokowi Harus Tingkatkan Pasokan Listrik‏
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo dalam kampanyenya menargetkan pertumbuhan ekonomi...

Industri Sepatu Indonesia Dikenal Hingga Mancanegara

Jakarta - Industri sepatu di tanah air tumbuh, ekspor sepatu pun menunjukkan perkembangan positif. Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Dadan Soedono, di tengah gelaran Indo Leather & Footwear (ILF) 2012, di Kemayoran, Sabtu (13/5/2012).

 

Menurut Dadan, Indonesia telah dikenal negara luar sebagai negara penghasil sepatu yang berkualitas. “Jumlah ekspor sepatu selama beberapa waktu terakhir menunjukkan hasil yang positif. Kalau pada 2010, ekspor sepatu berjumlah 2,5 milyar dolar AS, lalu pada 2022 naik menjadi 3,3 milyar dolar.  Pada tahun ini, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menargetkan angka sebesar 4 milyar dolar,” ujarnya.

Dadan menambahkan, angka tersebut merupakan angka maksimal yang mungkin bisa diperoleh, sedangkan estimasi angka minimalnya sebesar 3 milyar dolar AS pada 2012. Hal ini mempertimbangkan sedang surutnya pasar di  Eropa dan Amerika setelah krisis global.

Ia menjelaskan, tujuan ekspor sepatu Indonesia adalah beberapa negara di Eropa dan Amerika, seperti  German, Portugal, Inggrs, dan Italy. Kebanyakan berupa sportshoes, kulit, dan fashion.

“Kalau untuk ekspor, sebenarmya barang kita terjual lebih mahal, karena ada biaya ongkos kirim, promosi, sewa tempat, pajak dan sebagainya. Misalnya, salah satu merek ternama Indonesia dijual degan 2 juta rupiah di Indonesia, tetapi di Amerika bisa terjual seharga 4-6 juta,” ujar Dadan.

Dadan menilai, sebenarnya lebih menguntungkan kalau hasil industri diserap di Indonesia. Oleh karena itu Aprisindo kembali mendorong konsumen Indonesia untuk merealisasikan program 'cintailah produk Indonesia' melalui program '100 persen Indonesia'.

Industri persepatuan tanah air kembali bergairah setelah investor luar negeri kembali menanamkan modalnya di Indonesia. Padahal sebelumnya beberapa investor tersebut lari ke beberapa negara tetangga seperti Bangladesh, Vietnam,  dan Cina. Kini investor asing menyerbu Indonesia dan mulai membangun pabrik yang besar, sehingga perekonomian Indonesia kembali bergerak, dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Beberapa merk sepatu olahraga ternama, kembali merambah ke Indonesia. Mereka bahkan membuat pilot project di Indonesia, seperti Inggris, dimana 60 persen dari sepatu yang dipakai olahragawan disana, berasal dan dibuat di Indonesia,” ujar Dadan.  

Menurut Dadan, hal tersebut sangat wajar mengingat Indonesia merupakan negara dengan pengalaman industri sepatu yang telah lama. Meskipun beberapa negara memiliki upah tenaga yang lebih murah, namun investor tetap percaya kepada Indonesia. Selain itu, dari segi mesin dan teknologi, Indonesia juga lebih up to date.

Pada tahun 1998, Indonesia membuat catatan mengesankan dengan menjadi negara pembuat bola sepak untuk Piala Dunia 1998 di Perancis. Tidak berhenti sampai disitu, Dadan juga terus berupaya untuk membawa sepatu Indonesia lebih dikenal di dunia luar.

“Kemrin kita juga sudah bekerja sama dengan media online di Amerika, untuk mulai mempromosikan produk kita secara online di sana” ujar Dadan.(WS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?