Revitalisasi Keramba Jaring Apung, KKP Gandeng Perindo

Jakarta, GATRAnews – Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementerian Kelautan dan Perikanan akan memfokuskan program revitalisasi Keramba Jaring Apung (KJA) di 2017, terutama KJA yang dikelola masyarakat.


KKP menargetkan revitalisasi KJA sebanyak 250 unit (1.000 lubang), nantinya diharapkan akan mampu menghasilkan produksi lebih dari 342 ton/tahun dengan nilai produksi sebesar kurang lebih Rp 34 milyar.

“Intinya, program ini akan secara langsung memberikan dampak positif bagi masyarakat, dengan kata lain tetap mengedepankan pengembangan yang family based-aquaculture.,” jelas Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto. Di Jakarta, Senin (20/3).

Diketahui, KJA yang terdistribusi saat ini banyak yang berasal dari lintas kementerian. Total bantuan KJA tahun ini sebanyak 15.583 lubang, dari jumlah itu bantuan KJA dari DJPB sebanyak 7.316 lubang (47,7%).

Artinya, ini menjadi hal yang perlu disikapi bahwa penting kementerian terkait berkoordinasi dengan KKP sebagai kementerian teknis yang membidangi masalah perikanan budidaya, sehingga masalah inefisiensi dapat diatasi dengan baik.

Slamet menambahkan, di samping itu program ini juga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja hingga 500 orang per tahun, dengan kisaran pendapatan kotor yang mampu diraup kelompok pembudidaya mencapai 80-182 juta/tahun.

Selain revitalisasi, KKP juga menggandeng BUMN Perikanan, yakni Perindo. General Manager Marikultur Perindo, Muhibuddin Koto, menyatakan, ke depan Perindo akan mulai fokus menggarap potensi budidaya laut melalui kerja sama efektif yang difasilitasi KKP.

Langkah awal, kata Muhibuddin, Perindo direncanakann akan membantu pelaksanaan revitalisasi sebanyak 1.000 lubang di enam klaster dengan target produksi minimal 200 ton/bulan.

Klaster itu antara lain di Bali, Natuna, Konawe Selatan, Ambon, Lampung, dan Padang. Harapannya produksi budidaya kerapu akan meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya. selain itu diharapkan akan mampu meningkatkan daya serap benih 3,6 juta yang diproduksi dari pembenih.


Editor: Arief Prasetyo

Share this article