GATRANEWS

Alasan Finansial, Soleh Solihun Tinggalkan Profesi Wartawan

Soleh Solihun (GATRAnews/Edward Luhukay)Jakarta, GATRAnews - Memulai debutnya di layar lebar lewat film Cinta Brontosaurus bersama Raditya Dika, komedian stand-up dan penyiar radio Soleh Solihun ternyata sangat menikmati beragam profesi yang diselaminya di dunia hiburan. Ia mengaku bersyukur dan menjalani semua dengan maksimal, meski ternyata ada satu profesi yang sebenarnya paling disukainya, namun terpaksa ditinggalkan karena urusan finansial.

"Dari dulu nggak pernah mikir terlalu jauh. Waktu stand-up juga karena ada tawaran, kalau bagus jalanin. Sejak jadi wartawan, penyiar, MC, stand-up comedian sampe maen film itu, karena kesempatannya datang dan tidak saya tolak. Pengennya di dunia hiburan," ungkap Soleh saat ditemui usai jumpa pers film perdananya itu di Planet Hollywood, Jakarta, Senin (6/5).

Pria kelahiran Bandung, 2 Juni 1979 itu mengaku berada di depan maupun di balik layar, selama berada di dunia hiburan, akan sangat dinikmati dan dijalaninya semaksimal mungkin.

Ditanya lebih jauh mana yang paling dinikmatinya, ternyata Soleh memilih jurnalis sebagai favoritnya. "Paling nikmat itu jadi wartawan. Karena saya senang nulis. Sebagai pecinta musik jadi wartawan musik itu enak. Misal kita pengen tahu proses kreatif dan karya musisi atau band, memungkinkan buat tanya-tanya. Saya merasa kalo nulis orang bakal menikmati lah, kalo maen film kan saya belum tau reaksi orang menikmati apa nggak," jelas mantan jurnalis majalah Rolling Stone Indonesia ini ini.

Saking menikmatinya, komedian berkacamata ini bahkan telah merilis buku kedua berjudul Kastana Taklukan Jakarta, sebuah novel berisi fiksionalisasi pengalamannya sebagai jurnalis musik.

"Pengalaman seperti apa sih jadi wartawan itu, problem dengan manajemen, dengan narasumber, pengalaman liputan dan wawancara. Sejak 2004 di Jakarta sampe jadi stand-up comedian dan nulis. Tapi ditulis jadi fiksi, karena nama diganti semua," pungkas Soleh, yang mengaku meninggalkan passion-nya itu karena urusan finansial. "Memang di luar wartawan finansialnya lebih nikmat. Itu alasan paling logis," demikian Soleh.  (*/Ven) 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?