GATRANEWS

"Iron Man 3"; Kemeriahan Visual Berpadu Kegelisahan Manusia Besi

Cuplikan Adegan Iron Man 3 (Dok. Marvel Studio)Jakarta, GATRAnews - Tak perlu menunggu lama, pecinta lakon pahlawan super ala Marvel kembali dihibur dengan film pembuka parade musim panas 2013, yakni Iron Man 3. Pasca-kesuksesan The Avengers yang meraup pendapatan 1,51 milyar dolar AS di seluruh dunia, kelanjutan adaptasi komik Marvel, Iron Man 3 merupakan film ke-7 dari produksi waralaba Marvel.

Ya, Iron Man 3 memang lebih tepat disebut sebagai lanjutan dari saga film The Avengers ketimbang Iron Man 2 karena alur ceritanya mengangkat sisi lain ilmuwan milyuner jenius dan pahlawan super Tony Stark, pasca-peperangan besar yang dialaminya bersama kawan-kawan Avengers seperti Captain America, Hulk, Thor, Black Widow, Hawkeye, dan lain-lain.

Kontinuitas masih menjadi kekuatan utama dari film-film adaptasi komik garapan Marvel. Dalam Iron Man 3, kursi penyutradaraan diberikan kepada Shane Black, yang juga menulis naskahnya bersama Drew Pearce. Mereka mengadaptasi cerita Iron Man 3 berdasarkan cerita komik Iron Man Vol. 4 berjudul Extremis yang terbit tahun 2005-2006, kemudian memasukkan karakter musuh bebuyutan Iron Man, Mandarin ke dalam ceritanya.

Tony Stark (Robert Downey Jr.) cukup stres dan galau setelah peperangan yang dimenangkannya sementara bersama aliansi pasukan super The Avengers. Kedatangan alien, dewa Loki, dan pasukan bersenjata yang memborbardir New York itu membuat Tony merasa resah, sering bermimpi buruk, dan merasa harus selalu waspada.

Efek dari kegelisahan itu, Tony sering mengurung diri dalam bengkel canggihnya di Stark mansion ditemani sistem kecerdasan buatan bernama JARVIS, berhasil menciptakan beberapa jenis armor (kostum besi) Iron Man yang canggih dan menarik. Sayang kesiagaannya justru merenggangkan hubungan dengan kekasihnya Pepper Potts (Gwyneth Paltrow), yang juga merupakan direktur perusahaan Stark.

Kilas balik ke tahun 1999 di Bern, Swiss, menunjukkan Tony Stark pernah bekerja sama sambil terlibat hubungan asmara dengan Maya Hansen (Rebecca Hall), seorang ahli botani yang mampu mengubah sistem DNA.Tony juga bertemu dengan Aldrich Killian, ilmuwan yang dijanjikannya kerja sama namun tak ditepatinya. Killian kemudian menjadi peretas DNA manusia yang menciptakan pasukan berani mati Extremis dengan kemampuan menyembuhkan organ yang rusak.

Kembali ke tahun 2013, sistem penyiaran televisi di New York saat itu sering diganggu pembajakan siaran oleh sosok bernama Mandarin (Ben Kingsley). Pada saat bersamaan, terjadi beberapa serangan bom termasuk yang melukai kepala keamanan Stark Industries, Happy Hogan.

Tony Stark kemudian menantang Mandarin lewat televisi, berujung pada serangan misil helikopter yang menghancurkan Stark Mansion dan hampir menewaskan Tony dan Pepper. Ketika selamat, Tony terlempar dalam armor terbarunya ke Tennessee dan harus menggantungkan hidupnya pada bantuan dari seorang bocah berusia 10 tahun.

Trailer dari Iron Man 3 telah menggambarkan dengan jelas apa yang harus dihadapi Tony Stark kali ini. Cukup banyak kejutan dan pengembangan yang dihadirkan dalam ceritanya, sebagian besar kejutan itu menyenangkan seperti beberapa orang selain Downey Jr. yang mengenakan armor Iron Man, sebagian kecil mungkin agak membuat kening berkerut.

Tampilan armor-armor Iron Man yang jumlahnya banyak dalam berbagai warna, bentuk, dan gaya transformasi itu sangat memanjakan mata. Meski tidak mengikuti pakem cerita superhero yang tragis rumit, dan gelap seperti yang ditampilkan di trilogi Batman karya Christopher Nolan, Iron Man 3 adalah film yang cukup padat, berisi, dan lebih kompleks dibandingkan dua film Iron Man sebelumnya, namun tetap dikemas ringan dan mudah dinikmati.

Ada perenungan, ada banyak lelucon dari yang kering hingga yang cukup tajam. Serial televisi terkenal Downtown Abbey, TCL Chinese Theatre, Meryl Streep, sepakbola, hingga Ringo Starr menjadi sasaran gurauan yang diselipkan dalam dialog-dialognya.

Gaya pengembangan cerita dan penyutradaraan dari Shane Black yang pernah membuat film seperti Kiss Kiss Bang Bang juga cukup terasa di sini. Misalnya adanya elemen penculikan, twist, dialog-dialog cepat dipadukan dengan humor, dan permainan adu senjata yang ditampilkan maksimal di film ini. Tempo film berhasil dijaga dengan cukup konsisten, menggabungkan ketegangan, aksi, dan drama yang seimbang diiringi musik latar arahan komposer Brian Tyler.

Adegan-adegan aksinya fantastis cenderung futuristis, menonjolkan hasil modifikasi kecanggihan teknologi CGI. Keunggulan utama dari Iron Man 3 jelas patut diberikan pada parade properti dan desain armor Iron Man seperti prototype Mark 42, si merah-perak Mark 33, si abu-abu Mark 40, Mark 17 atau Heartbreaker, dan si biru Mark 38 yang dikendalikan sebagai robot tanpa harus diisi manusia di dalamnya. Juga desain produksi dari Hall of Armor di bengkel Stark yang mengagumkan, melahirkan detil dari dunia komik menjadi nyata. Mengingatkan pada saga pahlawan super Jepang seperti Ksatria Baja Hitam.

Ke semua kostum dan pengembangan visual dalam Iron Man 3 adalah hasil kolaborasi apik dari desainer kostum Louis Frogley dan Kepala Pengembangan Visual Marvel Ryan Meinerding. Berbagai efek visual film ini dikerjakan oleh Scanline VFX, Digital Domain, Weta Digital, The Third Floor, dan Trixter Film.

Tak dapat dipungkiri beberapa dialog dan arah cerita yang klise Hollywood pun mampir. Namun secara keseluruhan Iron Man 3 adalah paket yang memikat mata dan membangkitkan antusiasme. Akting Downey Jr, Paltrow, Pearce, Don Cheadle, Hall, hingga Kingsley hadir dengan maksimal dan sesuai kebutuhan untuk menghidupkan film blockbuster ini. Karakter Tony Stark yang seolah tak terpisahkan dari Downey Jr. sendiri kali ini tampil lebih manusiawi dan dilemahkan karena kemanusiaannya itu.

Kisah cinta yang nyata dengan pertengkaran dan resiko yang berbahaya antara Tony dan Pepper hadir sebagai benang merah, menjauh dari romansa ala remaja yang hitam putih.

Produksi film mulai dilakukan 25 Mei 2013 dan syuting dilakukan di beberapa lokasi seperti studio Sony Screen Gems, Wilmington, Raleigh, dan Miami. Sebetulnya ada sekian menit adegan yang mengambil lokasi di Cina dengan aktor Wang Xueqi dan Fan Bingbing, namun itu tidak disertakan dalam versi internasionalnya. Iron Man 3 mulai tayang 25 April 2013 di bioskop seluruh Indonesia. (*/Ven) 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?