GATRANEWS

"Cinta Brontosaurus"; Komedi Cinta Kadaluarsa

Raditya Dika (GATRAnews/Edward Luhukay)Jakarta, GATRAnews - Buku Cinta Brontosaurus karya penulis Raditya Dika diadaptasi ke layar lebar dengan film berjudul sama. Dika juga terlibat sebagai penulis skenario sekaligus pemeran utamanya. Cinta Brontosaurus diarahkan oleh sutradara Fajar Nugros, dengan deretan pemain pendukung seperti Eriska Rein, Soleh Solihun, Dewi Irawan, Meriam Bellina, Tyas Mirasih, Pamela Bowie, serta Ronny P Tjandra.

Mirip seperti karya Dika sebelumnya yang mencerminkan pengalaman pribadi Dika sendiri sebagai penulis, kali ini dalam mencari makna cinta dan apakah benar cinta itu kadaluarsa. Meski judulnya sama, ternyata film Cinta Brontosaurus justru lebih memfokuskan pada cerita bagaimana novelnya ditulis alias menjadi adaptasi yang nyeleneh.

"Saya selalu bikin sesuatu yang saya pengen lihat. Saya liat film horor Indonesia kebanyakan menunjukkan dada paha, maka saya bikin film komedi romantis dengan skenario apik, yang bakal bikin saya pengen nonton. Saya bangga dan percaya ada orang yang seleranya sama, satu aja, akan nonton film ini," kata Dika, saat jumpa pers film Cinta Brontosaurus, di Planet Hollywood, Jakarta, Senin (6/5).

Dika mengaku memilih nama Brontosaurus karena lucu dan asik di telinga orang. Kemudian ia mengolah gaya komedi seperti yang dilakukannya pada serial komedi "Malam Minggu Mikko" dengan tempo yang cepat, memasukkan sidekick, dalam kemasan dan naskah yang lebih rapi untuk Cinta Brontosaurus.

Untuk pembuatan film keduanya ini, Dika harus melakukan riset langsung selama tiga hingga empat bulan dan menulis naskahnya selama 1,5 tahun. Semua ditekuninya karena ia percaya film yang bagus berasal dari skenario yang bagus. "Karena gue pengen ngasi lihat bahwa cinta orang dewasa itu lebih primitif dan lebih rumit dari pada cinta monyet. Itu Cinta Brontosaurus. Dika di sini kan percaya cinta bisa kadaluarsa, ketemu orang aja ribet. Putusnya ditebak gini gitu," jelas penulis karya-karya jenaka ini.

Warna karakter Dika sangat kental dalam Cinta Brontosaurus, karena memang ceritanya diambil berdasarkan kisah nyata yang dialami Dika sendiri. "Dalam kehidupan nyata memang ada keresahan pribadi soal cinta. Kenapa cinta, karena itu yang bisa kita bagi dengan banyak orang semua usia, universal. Karena sampai sekarang masih terbiasa menulis jurnal jadi kalau baca-baca lagi tragedi akan jadi komedi. Itu rumus saya. Cinta Brontosaurus adalah kumpulan tragedi cinta yang diberi waktu," papar komedian yang sebelumnya juga menulis dan bermain dalam film Kambing Jantan.

Sebagai sidekick atau pendamping karakter Dika, ada seorang stand-up comedian lainnya, Soleh Solihun, yang berperan sebagai agen dari Dika bernama Kosasih. Sebagai agen sekaligus sahabat, Kosasih tidak ragu dan percaya Dika akan menemukan seseorang pada waktunya. "Di sini pertama kali buka-bukaan alias ada adegan handuk melorot yang beneran terjadi di luar skenario, jadi ekspresinya beneran bukan akting itu," seloroh Soleh, yang mengakui sutradara Fajar Nugros memberinya kebebasan menjadi dirinya sendiri dalam debut filmnya itu.

Cinta Brontosaurus akan diputar di bioskop-bioskop Indonesia pada 8 Mei 2013. (*/Ven)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?