GATRANEWS

Ongkos Pembuatan Film "Jokowi" Membengkak

Teuku Rifnu Wikana & Prisia Nasution (ANTARA/Teresia May)Jakarta, GATRAnews - Kisah mantan wali kota Solo yang kini menjadi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi, segera dapat disaksikan di layar lebar, melalui film berjudul Jokowi. Menurut produser film ini, KK Dheraj, bujet yang digunakan untuk penggarapan film ini setara dengan sembilan kali ongkos pembuatan film horor yang biasa dibuatnya.

Sosok Jokowi diperankan oleh Teuku Rifnu Wikana. Film berdurasi 114 menit ini akan dirilis pada 20 Juni 2013, atau dua hari sebelum ulang tahun Jakarta. Menurut Rifnu, sosok Jokowi inspiratif dan ia berharap bisa diterima masyarakat dengan memainkan karakternya di film.

"Saya mencari dari YouTube dan menemukan beliau blusukan banget. Memainkan tokoh seperti ini dalem. Jadi saya bertemu keluarga dan saudara-saudara beliau," kata Rifnu dalam jumpa pers peluncuran trailer film Jokowi di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (20/5).

Rifnu mengaku berhasil menurunkan berat badan hingga 10 kg dan sempat pusing-pusing sedikit selama dietnya demi peran tersebut. Syuting film dilakukan di kota Solo dan Yogyakarta, dengan arahan sutradara Azhar Kinoi Lubis.

Untuk pemeran Iriana, istri Jokowi, ada Prisia Nasution. Sementara Ayu Diah Pasha memerankan Sujiati, ibu Jokowi, dan seorang saksi hidup perjalanan Jokowi diperankan Ratna Riantiarno. Terinspirasi dari 20 novel yang menuliskan kisah Jokowi dan keluarganya, film ini memerlukan waktu delapan bulan dalam prosesnya.

"Saya diskusi dengan ibunya Jokowi. Iriana sosok yang kuat, tidak menyetir tapi memberi pandangan lain untuk suaminya, tapi humble. Mereka mesra di mana pun berada," kata Prisia.

Aktris film Sang Penari itu mengaku ibunya adalah Wong Solo, sehingga untuk dialek bahasa Jawa tidak terasa asing baginya.

Produser film KK Dheraj mengatakan film ini tidak berusaha mengangkat unsur politik tertentu karena karir Jokowi dinilainya akan masih berusia panjang. "Kalau politik masyarakat udah tahu, tapi masa kecil beliau banyak yang belum tahu. Kita menampilkan cerita itu," ujar produser yang banyak menghasilkan film horor Indonesia ini.

Menurut KK Dheraj, bujet yang digunakan untuk membuat film ini sembilan kali dari film horor yang biasa dibuatnya. "Ada 990 figuran, film ini banyak menggunakan penduduk kampung, suasana perkotaan Solo untuk meng-create suasana Solo lama," tutur bos K2K Production ini.

Sutradara Azhar Kinoi Lubis mengaku tersentuh setelah membaca buku-buku tentang Jokowi. "Pemimpin yang cerdas itu sangat minm, jadi kita sepakat mengangkat masa kecilnya karena masa itu sangat inspiratif, membuat orang semangat walau keadaan sulit," tandas Azhar. (*/Ven)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?