GATRANEWS

Polisi Ciduk Empat TV Kabel Ilegal Penyiar Liga Inggris

Wayne Rooney & Robin van Persie (REUTERS/Eddie Keogh)Jakarta, GATRAnews - Empat perusahaan televisi kabel yang menyiarkan siaran Liga Inggris tanpa ijin dicokok kepolisian. Keempat perusahaan televisi kabel itu berada di Batam dan Serui, Papua. Sidak dilakukan aparat kepolisian setempat bersama dengan Asosiasi Penyelenggara Multimedia Indonesia (APMI).

"APMI tidak pernah berhenti melakukan langkah penertiban hukum bagi perusahaan TV kabel yang melakukan redistribusi siaran tanpa izin resmi pemegang hak siar," kata Handiomono selaku Legal Coordinator APMI kepada wartawan, Jum`at (19/4), di Jakarta.

Belum lama ini Kepulauan Riau dan Papua menjadi target wilayah aksi law enforcement APMI. "Ada empat TV kabel, satu di Batam dan tiga di Serui. Keempatnya secara jelas dan terbukti melakukan pelanggaran pembajakan pada saat APMI dan kepolisian melakukan sweeping," kata Handiomono.

Di Batam, APMI berkordinasi dengan Polres Barelang, pada awal April lalu, berhasil melakukan sweeping terhadap PT Mackianos Network di dua lokasi berbeda: yaitu kawasan Apartemen Nagoya Mansion dan sekitar Komplek Mall Jodoh Marina, Batam.

Hasil penulusuran, dua kantor operasional Mackianos Network tersebut telah melakukan redistribusi channel sepakbola Barclays Premier League (BPL) atau Liga Premiership Inggris ke 5.000 pelanggannya.

Aksi sweeping tim APMI dengan Kepolisian Sektor Kepulauan Yapen, Papua, malah berhasil menjaring tiga operator televisi kabel yang menyiarkan sejumlah konten siaran tanpa memiliki izin atau pun kontrak kerjasama dengan pemilik hak siar yang sah.

Melalui bukti-bukti tersebut diketahui bahwa operator-operator tersebut secara jelas telah melakukan redistribusi siaran pertandingan BPL tanpa izin pemilik hak siar yang sah dalam hal ini PT MNC Sky Vision Tbk selaku pemegang merek televisi berlangganan Indovision.

Atas perbuatannya meredistribusikan siaran tanpa izin tersebut, pelaku dapat dijerat dengan perbuatan tindak pidana di bidang Hak Cipta dan atau Hak Siar sebagaimana diatur dalam Pasal 49 dan 72 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta dan atau Pasal 25 dan 33 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Hak Siar junto Pasal 55 dan 56 KUHP.

"Semua sudah diperiksa dan dibuatkan BAP. Bahkan beberapa sudah di pengadilan," kata Hadiomono.

Sweeping tersebut, menurutnya, membawa dampak positif terhadap penegakan hukum dan penghargaan terhadap hak cipta dan hak kekayaan intelektual. "Sekaligus memberikan efek jera bagi mereka yang coba-coba bertindak ilegal," tandasnya. (*/WN)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?