Gatranews - Lupus Legenda Remaja Indonesia

Lupus Legenda Remaja Indonesia

Acha Septriasa (GATRAnews/Edward Luhukay)Jakarta, GATRAnews - Cerita Lupus telah menghiasi perjalanan hidup sejumlah pemain film Bangun Lagi Dong Lupus, seperti Acha Septriasa, Migdad Addausy, hingga Ira Maya Sopha. Sebagian dari mereka menilai, Lupus merupakan sosok legenda yang mewarnai kehidupan remaja Indonesia dari masa ke masa.

Acha --berperan sebagai Poppie-- mengklaim sebagai pemain film terakhir yang di-casting untuk Lupus versi teranyar ini. Syuting dilakukan sebelum ia memenangkan Piala Citra 2012. "Pertimbangan saya memilih peran ini, saya melihat E-Komando sangat total dalam mengerjakan film dan memperhatikan pemain yang terlibat," tuturnya, ditemui di sela-sela peluncuran film yang diproduksi rumah produksi milik Eko Patrio tersebut, di Jakarta, Senin (1/4) petang.

"Selain itu saya dulu suka membaca Lupus. Maka hari ini saya pun khusus mengundang keluarga saya untuk menonton, karena mereka adalah pembaca Lupus juga," Acha, menambahkan.

Ketika ditanya bagaimana kesannya memerankan siswa SMU, Acha menjawab , "Saya sebenarnya minder, tapi ini kesempatan untuk menunjukkan bahwa akting itu tak mengenal batasan umur."

"Saya bisa berinovasi karena harus membangun koordinasi akting dengan pemain yang lebih muda dan lebih senior. Mudah-mudahan nggak mengecewakan setelah Love," kata Acha, yang mengenakan seragam rok abu-abu seperti karakternya di film.

Sementara aktris senior Ira Maya Sopha tak lupa juga membagikan cerita kalau sebenarnya ia dulu pernah jatuh cinta kepada Hilman saat duduk di bangku SMP. "Saya suka cerita Lupus dan Hilman, dan saya dukung Eko Patrio yang tak tergantikan buat saya ini," kata mantan penyanyi cilik era 70-an itu.

Sementara pemeran Lupus "baru", Migdad Addausy, mengakui bahwa bisa berperan sebagai Lupus yang adalah kebanggaan tersendiri. "Lupus sosok legenda pada jamannya. Untuk keperluan peran ini saya melakukan observasi dengan membaca buku-bukunya, lalu menonton juga Lupus versi Ryan Hidayat dan Irgi, lalu mengimplementasikannya ke peran yang sekarang," jelas Migdad.

Pemeran Boim, Alfie Alfandy mengemukakan bahwa ada perbedaan antara Boim versi dirinya dengan versi para pendahulunya. " Saya pernah nonton dan kenal Boim seperti apa, maka saya gabungkan. Kalau dulu Boim cenderung kasar bercandaannya, sekarang saya buat gesture dan kata-kata lebih halus bahasanya serta lebih enak," jelasnya.

Karakter sahabat Lupus lain yaitu Gusur diperankan oleh Jeremiah Christiant mengakui arah acuan perannya kepada Gusur yang diperankan Fahmi Bo. "Untuk Gusur yang baru, adalah Gusur yang lebih percaya diri dan ceria, lebih cheerful tanpa menghilangklan karakterisasi puitisnya," tuturnya.

Dari novel ke film, ternyata sosok Lupus kali ini mengalami cukup banyak perubahan. Misalnya saja perubahan karakternya menjadi sosok yang tidak terlalu jahil, tidak berjambul, namun lebih tenang dan lebih bijak. "Awalnya karakter Lupus gokil. Lalu karena kita menginginkan film ini lebih ada isinya dan nggak terlalu slapstick, maka dalam kerja tim Mas Benny sebagai penulis juga dan sutradara menambahkan pesan-pesan ke dalamnya. Kita membayangkan bagaimana seorang Lupus hidup di mana sekarang," tutur Hilman Hariwijaya, sang penulis skenario.

Lebih lanjut lagi Hilman menjelaskan, perubahan karakter Lupus juga sudah dipertimbangkan karena tetap mempertahankan filosofi dari permen karet yang identik dengan Lupus.

Film berdurasi 110 menit ini akan diputar di bioskop seluruh Indonesia pada 4 April 2013. (*/Ven) {jcomments on}

Share this article

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.