GATRANEWS

Telkom Kembali Raih Peringkat “idAAA” untuk Perusahaan dan Obligasi
Monday, 21 April 2014

  Jakarta, GATRAnews – 16 April 2014 – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) kembali...
''Sepatu Dahlan'' Teratas
Monday, 14 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Sepatu Dahlan, sebuah film layar lebar yang mengisahkan perjalanan hidup...
Telkom Resmi Luncurkan Brazil 11 Winners
Monday, 14 April 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) memberikan kesempatan kepada 11...
TelkomMetra Perkuat Posisi Telkom
Thursday, 03 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Upaya PTTelekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) perkuat portofolio bisnis TIMES...
Mega Proyek TELIN Menghubungkan Asia Tenggara – Eropa
Thursday, 03 April 2014

Jakarta, GATRAnews – 11 Maret 2014 – Selaku anak usaha Telkom, PT Telekomunikasi Indonesia...
''What They Don't Talk About When They Talk About Love'' Sabet Tiga Penghargaan Jati Emas
Monday, 31 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Film What They Don`t Talk About When They Talk About Love membawa pulang tiga...
Gareth Evans: ''The Raid 2 Berandal'' Lebih Rumit
Saturday, 22 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Setelah sukses dengan Merantau (2009), Gareth Evans menggarap film The Raid...
''The Raid 2 Berandal'' Akan Tayang Serentak di Enam Negara
Saturday, 22 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Film The Raid 2 Berandal akan rilis serentak di Indonesia, Malaysia,...
SBY Bakal Nobar ''99 Cahaya di Langit Eropa Part 2''
Friday, 21 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Penulis novel 99 Cahaya di Langit Eropa Rangga akan mengundang Presiden...
Inilah Para Pemenang XXI Short Film 2014
Monday, 17 March 2014

Jakarta, GATRAnews - XXI Short Film Festival 2014 ditutup pada Minggu (16/3) malam. Festival...
''99 Cahaya di Langit Eropa Part 2'' Panen Pujian
Thursday, 13 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Suasana tangis haru menyelimuti para penonton di studio saat menyaksikan film...
Glenn Fredly Produseri ''Beta Maluku'', Kisah Pelatih Bola Sani Tawainela
Tuesday, 11 March 2014

Jakarta, GATRAnews – Glenn Fredly bersama sutradara Angga Dwimas Sasongko (Hari Untuk Amanda)...
''99 Cahaya di Langit Eropa Part 2'' Sukses Raup Jumlah Penonton
Monday, 10 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Setelah sukses dengan 99 Cahaya di Langit Eropa yang meraup hingga jutaan...
Raline Shah Ingin Tuntaskan Rasa Penasaran Penonton
Friday, 28 February 2014

Jakarta, GATRAnews - Raline Shah sebagai Fatma, salah seorang pemeran di film 99 Cahaya di Langit...
Gandhi Fernando Ungkap Korupsi Pembuatan Film Indonesia
Saturday, 22 February 2014

Jakarta, GATRAnews – Gandhi Fernando dikenal sebagai pemain beberapa sinteron di Indonesia. Namun...
''99 Cahaya di Langit Eropa Part 2'' Rilis 6 Maret
Thursday, 20 February 2014

Jakarta, GATRAnews - Film 99 Cahaya di Langit Eropa Part 2 akan segera rilis pada 6 Maret 2014....
Oka Antara Nobar ''Killers'' dengan Apoteker
Tuesday, 18 February 2014

Jakarta, GATRAnews - Oka Antara, salah seorang pemain film Killers, nonton bareng alias nobar...
Erros Djarot Inspirasi Lagu Film ''AADC'' dan Sinema Indonesia
Sunday, 16 February 2014

Jakarta, GATRAnews – Di antara sekian banyak karya musik yang diciptakan Erros Djarot selama 40...
''Sang Patriot'' Ungkap Dalang Kerusuhan `98?
Thursday, 13 February 2014

Jakarta, GATRAnews - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) meluncurkan film dokumenter berjudul...
Kisah Prabowo Subianto Difilmkan
Thursday, 13 February 2014

Jakarta, GATRAnews - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) membuat film dokumenter yang berjudul...

Lupus Legenda Remaja Indonesia

Acha Septriasa (GATRAnews/Edward Luhukay)Jakarta, GATRAnews - Cerita Lupus telah menghiasi perjalanan hidup sejumlah pemain film Bangun Lagi Dong Lupus, seperti Acha Septriasa, Migdad Addausy, hingga Ira Maya Sopha. Sebagian dari mereka menilai, Lupus merupakan sosok legenda yang mewarnai kehidupan remaja Indonesia dari masa ke masa.

Acha --berperan sebagai Poppie-- mengklaim sebagai pemain film terakhir yang di-casting untuk Lupus versi teranyar ini. Syuting dilakukan sebelum ia memenangkan Piala Citra 2012. "Pertimbangan saya memilih peran ini, saya melihat E-Komando sangat total dalam mengerjakan film dan memperhatikan pemain yang terlibat," tuturnya, ditemui di sela-sela peluncuran film yang diproduksi rumah produksi milik Eko Patrio tersebut, di Jakarta, Senin (1/4) petang.

"Selain itu saya dulu suka membaca Lupus. Maka hari ini saya pun khusus mengundang keluarga saya untuk menonton, karena mereka adalah pembaca Lupus juga," Acha, menambahkan.

Ketika ditanya bagaimana kesannya memerankan siswa SMU, Acha menjawab , "Saya sebenarnya minder, tapi ini kesempatan untuk menunjukkan bahwa akting itu tak mengenal batasan umur."

"Saya bisa berinovasi karena harus membangun koordinasi akting dengan pemain yang lebih muda dan lebih senior. Mudah-mudahan nggak mengecewakan setelah Love," kata Acha, yang mengenakan seragam rok abu-abu seperti karakternya di film.

Sementara aktris senior Ira Maya Sopha tak lupa juga membagikan cerita kalau sebenarnya ia dulu pernah jatuh cinta kepada Hilman saat duduk di bangku SMP. "Saya suka cerita Lupus dan Hilman, dan saya dukung Eko Patrio yang tak tergantikan buat saya ini," kata mantan penyanyi cilik era 70-an itu.

Sementara pemeran Lupus "baru", Migdad Addausy, mengakui bahwa bisa berperan sebagai Lupus yang adalah kebanggaan tersendiri. "Lupus sosok legenda pada jamannya. Untuk keperluan peran ini saya melakukan observasi dengan membaca buku-bukunya, lalu menonton juga Lupus versi Ryan Hidayat dan Irgi, lalu mengimplementasikannya ke peran yang sekarang," jelas Migdad.

Pemeran Boim, Alfie Alfandy mengemukakan bahwa ada perbedaan antara Boim versi dirinya dengan versi para pendahulunya. " Saya pernah nonton dan kenal Boim seperti apa, maka saya gabungkan. Kalau dulu Boim cenderung kasar bercandaannya, sekarang saya buat gesture dan kata-kata lebih halus bahasanya serta lebih enak," jelasnya.

Karakter sahabat Lupus lain yaitu Gusur diperankan oleh Jeremiah Christiant mengakui arah acuan perannya kepada Gusur yang diperankan Fahmi Bo. "Untuk Gusur yang baru, adalah Gusur yang lebih percaya diri dan ceria, lebih cheerful tanpa menghilangklan karakterisasi puitisnya," tuturnya.

Dari novel ke film, ternyata sosok Lupus kali ini mengalami cukup banyak perubahan. Misalnya saja perubahan karakternya menjadi sosok yang tidak terlalu jahil, tidak berjambul, namun lebih tenang dan lebih bijak. "Awalnya karakter Lupus gokil. Lalu karena kita menginginkan film ini lebih ada isinya dan nggak terlalu slapstick, maka dalam kerja tim Mas Benny sebagai penulis juga dan sutradara menambahkan pesan-pesan ke dalamnya. Kita membayangkan bagaimana seorang Lupus hidup di mana sekarang," tutur Hilman Hariwijaya, sang penulis skenario.

Lebih lanjut lagi Hilman menjelaskan, perubahan karakter Lupus juga sudah dipertimbangkan karena tetap mempertahankan filosofi dari permen karet yang identik dengan Lupus.

Film berdurasi 110 menit ini akan diputar di bioskop seluruh Indonesia pada 4 April 2013. (*/Ven)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?