GATRANEWS

PPP Janjikan Nasib Ahok Seperti Soeharto
Monday, 30 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Fraksi PPP DPRD DKI Jakarta sesumbar nasib Gubernur Basuki Tjahaja Purnama...
Hasil Angket: Ahok Langgar Undang-Undang dan Etika
Monday, 30 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Hasil investigasi Panitia Hak Angket DPRD DKI Jakarta, Gubernur Basuki Tjahaja...
Menteri Susi: Sektor Perikanan Tumbuh Signifikan
Saturday, 28 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menngungkapkan, dalam lima...
Tjipta Lesmana Patahkan Argumen DPRD untuk Gulingkan Ahok
Friday, 27 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Panitia Hak Angket DPRD DKI Jakarta memanggil pakar komunikasi politik Tjipta...
Berkata Kotor, Jokowi Harus Tegur Ahok
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pakar komunikasi politik Emrus Sihombing meminta Presiden Jokowi memberikan...
Gerindra Tolak Keluarkan Rekomendasi Pemakzulan Ahok
Wednesday, 25 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Fraksi Gerindra DKI Jakarta tidak merekomendasikan pemakzulan Gubernur DKI...
Hanura Tidak Jamin Ahok Lolos Hak Angket
Tuesday, 24 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Hak Angket DPRD DKI Jakarta Muhammad Ongen Sangaji tidak menjamin hak...
Sejumlah Pakar Tata Negra Dipanggil Hak Angket APBD
Tuesday, 24 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Panitia Hak Angket DPRD DKI Jakarta akan memanggil sejumlah pakar tata negara...
Satu Tahun Tayang, ''Ini Talkshow'' Pertahankan Spontanitas
Thursday, 19 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Tayangan televisi "Ini Talkshow" sudah memasuki satu tahun berjalan. Di...
Petani Tebu Minta Importir Nakal Dihukum Mati Saja
Wednesday, 18 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah kerap luput dalam mengawasi impor gula rafinasi sehingga berakibat...
Ini Dia Tayangan-tayangan Terbaru Trans TV
Thursday, 12 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Stasiun televisi Trans TV merilis empat tayangan terbaru mereka, serta sebuah...
Transvision Rilis Mobile Apps Transvision
Wednesday, 11 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Transvision merilis aplikasi mobile yang diberi titel Mobile Apps Transvision,...
Prabowo Akui Memaki Ahok, Tapi Tidak Rasis
Tuesday, 10 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Politisi Gerindra DKI Jakarta Prabowo Soenirman membenarkan dirinya berteriak...
Kemenhub Peringatkan Maskapai Serahkan Laporan Keuangan Paling Lambat April‏
Tuesday, 10 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pehubungan (Kemenhub) menerbitkan Peraturan Menteri (PM)...
Lunasi Tunggakan Pajak Sebelum 1 Januari 2016, Pemerintah Hapus Denda!
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) baru saja menerbitkan peraturan tentang...
Basuki Ungkap di Balik Ancaman Impeachment Dewan
Monday, 16 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Bendera 'perang' dikibarkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kepada...
Ancaman Balik Ahok untuk Wakil Rakyat
Monday, 16 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali berseteru dengan DPRD DKI...
DPRD Ancam Gulingkan Ahok
Friday, 13 February 2015

‎Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta dan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama kembali terlibat...
''Bolly Starvaganza'' Padukan Dangdut Melayu dan Bollywood
Wednesday, 11 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Memasuki pertengahan Februari 2015, antv siap menghadirkan sebuah variety show...
Ini Dia Tayangan-tayangan Teranyar Trans TV
Friday, 06 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Mengisi tahun 2015, Trans TV kembali menghadirkan program-program terbaru....

"Super Trap" Trans TV Pasang Kamera di WC Umum

Super Trap (Dok. Trans TV)Jakarta, GATRAnews - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan sanksi teguran tertulis pada Trans TV atas tayangan "Super Trap Minggu" edisi "WC Umum" yang ditayangkan pada Minggu (25/11), karena telah melanggar ruang privat. "Kami mengingatkan lembaga penyiaran, bahwa dalam menggunakan ranah publik yang bernama penyiaran masyarakat berhak mendapat nilai-nilai yang mendidik dan mencerdaskan, bukan hal-hal sensasional semata," kata Ketua KPI Pusat Mochamad Riyanto, dalam siaran pers yang diterima GATRAnews, Rabu (28/11), di Jakarta.

Dijelaskan, pengaduan resmi yang masuk ke KPI Pusat berkaitan dengan Super Trap edisi WC Umum itu mencapai 1398 aduan, yang disampaikan melalui e-mail, SMS, telepon, dan Twitter.

Saat penyampaian sanksi kepada Trans TV, Riyanto juga menyatakan bahwa ada ruang privasi yang telah ditabrak oleh Trans TV dengan menampilkan aktivitas di dalam toilet ke televisi.

Ia mengkhawatirkan adanya permakluman di masyarakat, bahwa memungkinkan untuk memasang kamera tersembunyi di dalam toilet. “Ini sama saja mengajarkan untuk memajang ruang privat ke hadapan publik, lewat televisi,” ujarnya. Lebih jauh Riyanto menilai, adanya desensitisasi atau kehilangan sensitivitas pada kru "Super Trap" yang terbiasa menyiarkan candaan di layar televisi.

Hal senada disampaikan Nina Muthmainnah, Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Pusat. “Candaan yang keterlaluan ini telah menyebabkan desensitisasi,” ujar Nina.

Ia mengkhawatirkan desensitisasi ini dapat ditularkan kepada publik yang menonton Super Trap. Dalam analisa KPI, acara Super Trap ini diklasifikasikan sebagai tayangan remaja. Padahal, dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3&SPS), khususnya dalam pasal 37 ayat 4 SPS, ada larangan menampilkan muatan yang mendorong remaja berperilaku yang tidak pantas dan membenarkannya sebagai hal yang lumrah.

Untuk itu, Nina menyarankan, selain menyampaikan permintaan pada publik atas tayangan tersebut, Trans TV ikut mengedukasi masyarakat bahwa toilet adalah ruang privat yang sama sekali tidak boleh ada kamera tersembunyi di dalamnya.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh wakil dari Trans TV dan kru "Super Trap", Koordinator Bidang Kelembagaan KPI Pusat, Azimah Subagijo, mengingatkan bahwa yang mengawasi media bukan hanya KPI tapi juga masyarakat.

“Monitoring KPI memang sudah 24 jam, tapi pengawasan dari masyarakat jauh lebih detil dan tajam,” ujar Azimah. Untuk itu, Azimah mengimbau agar seluruh insan media menggunakan nilai-nilai kesantunan dan kepatutan yang ada di masyarakat. “Bukan sekedar memenuhi sensasi kreativitas namun menabrak norma-norma yang berlaku”, tegas Azimah.

Sementara itu, Koordinator Bidang Perizinan KPI Pusat, Iswandi Syahputra mengingatkan soal mekanisme perpanjangan izin siaran bagi lembaga penyiaran. Salah satu bahan evaluasi untuk yang digunakan adalah laporan dari bidang pengawan isi siaran KPI. Dikatakan Iswandi, pelanggaran isi siaran yang mendapat perhatian publik sangat besar akan menjadi kredit poin negatif bagi lembaga penyiaran.

“Saya tidak berharap, izin Trans TV tidak diperpanjang lantaran banyaknya aduan publik atas kualitas tayangan mereka”, ujarnya. Secara tegas Iswandi berpesan, “silakan saja lembaga  penyiaran mengeksplorasi seluruh ide kreatif, tapi jangan sampai melukai perasaan publik!” (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?