Dianggap Berbohong Soal e-KTP, Setnov Diadukan ke MKD

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Setya Novanto, diadukan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Kamis (16/3) petang tadi. Setnov --  panggilan akrab Setya Novanto -- diadukan oleh Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) karena diduga melakukan pelanggaran kode etik.

 
Koordinator MAKI, Boyamin Saimin mengatakan, dugaan pelanggaran ini terjadi kala Setnov memberikan keterangan kepada awak media dalam kasus e-KTP beberapa hari lalu. Dalam keterangan itu, dia menyatakan tidak melakukan pertemuan-pertemuan khusus berkaitan dengan e-KTP serta tidak mengenal dua terdakwa kasus ini, Imam dan Sugiarto.
 
"Perrtemuan-pertemuan khusus itu ada. Sekitar akhir 2010 dan awal 2011 di Hotel Grand Mulia. Pak Setnov pagi-pagi bertemu dengan Andi Agustinus, Irman dan Sugiharto serta Diah Anggraini. Dan saya yakin di Hotel Grand Mulia ada catatannya. Saya yakin KPK juga tahu, saya aja tahu," tegas dia.
 
Kedua, sambung Boyamin, Setnov juga melakukan pertemuan dalam ruangan Fraksi Golkar yang juga dihadiri nama-nama yang disebut di atas.
 
"Nah mengkritisi itu bahwa Setya Novanto dalam hal ini melakukan dugaan pelanggaran etik karena melakukan perbuatan tidak terpuji atau bohong," terang dia.
 
Dengan dasar Pasal 3 ayat 1 Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2015, menurut Boyamin, Setnov diduga melakukan pelanggaran kode etik. Pasal berbunyi;  'Anggota harus menghindari perilaku tidak pantas atau tidak patut yang dapat merendahkan citra dan kehormatan DPR baik di dalam maupun di luar gedung DPR menurut pandangan etika dan norma yang berlaku dalam masyarakat,'

"Seorang pimpinan kan enggak boleh berbohong dan mencla-mencle. Jadi dasar itu saya melaporkan dugaan pelanggaran kode etik ke MKD," ujar Boyamin.
 
Dalam laporan itu, dia turut melampirkan foto-foto bukti pertemuan Setnov dan Andi Agustinus alias Andi Narongong serta beberapa pihak yang pernah bertemu.

"Selain foto saya juga tadi nonton sidang, kesaksian Bu Diah juga menunjukkan ada pertemuan yang diikuti Irman dan Sugiharto ketemu dengan Setnov dan diikuti Andi Agustinus," demikian Boyamin.


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Arief Prasetyo

Last modified on 16/03/2017

Share this article

Tagged under

K2_AUTHOR