GATRANEWS

Mogok Kerja, Siapa Yang Dirugikan?

Hari ini, Kamis (3/10/2012), menjadi hari istimewa bagi Siyamto. Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Aneka Industri - Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPAI-FSPMI) PT Unilever itu memilih tidak masuk kerja. Ia bergabung dengan para buruh yang menggelar aksi mogok kerja nasional di Jakarta.

Siyamto mengajak sekitar 1.400 pekerja outsourcing di PT Unilever untuk ikut mogok. Mereka menuntut manajemen perusahaan agar segera mengangkat status mereka menjadi karyawan tetap (PKWTT) sesuai dengan UU No. 13 tahun 2003 pasal 66 tentang Ketenagakerjaan.

"Kami memastikan, produksi akan berhenti saat kami (buruh outsourcing) mogok. Sebab, kami bekerja di bagian-bagian utama perusahaan," ungkapnya. Saat ini PT Unilever mempekerjakan 4.000 buruh di enam bidang perusahaan yang berproduksi di tiga pabrik berbeda. Semuanya terletak di kawasan industri Jababeka, Cikarang.

Bidang-bidang PT Unilever memproduksi barang-barang dengan merek yang sudah dikenal luas oleh masyarakat, antara lain Rinso, Surf, Sunsilk, Clear, Dove, Lifebuoy, Sunlight, Molto, Walls, Blue Band; Sariwangi Royco, beberapa produk kosmetik, dan lain-lain.

Pekerja outsourcing di Unilever didatangkan dari enam Yayasan yang berbeda, yang di antaranya PT Mamat Anugerah, PT Tobirus Jaya, PT Teguh Jaya, dan PT Sapta Buana. Menurut Siyamto, buruh outsourcing mendapatkan perlakuan diskriminatif dari pihak perusahaan. Pekerja outsourcing hanya memperoleh uang makan sebesar Rp9.000 per orang, sementara pekerja tetap mendapatkan uang makan Rp16.000. Dia memaparkan perusahaan memberikan tunjangan cuti, tunjangan perumahan Rp 6,4 juta/tahun dan distribusi produk-produk PT Unilever per bulan kepada pekerja atau karyawan berstatus tetap.

Di sisi lain, pekerja outsourcing hanya memperoleh paket distribusi setahun sekali, tidak ada tunjangan cuti, apalagi tunjangan perumahan. Ruang makan pun dipisahkan. Pekerja outsourcing makan di tempat yang terpisah dari pekerja berstatus tetap, bahkan seragam kerja juga dibedakan.  

"Kami, pekerja outsourcing, memang mendapatkan Jamsostek yang diberikan oleh yayasan kami. Misalnya saya, pekerja outsourcing dari PT Mamat Anugerah, dapat tunjangan kesehatan Jamsostek dengan limit hanya Rp 100 ribu untuk ke dokter. Kalau sakitnya sampai menginap di rumah sakit, hanya dapat Rp 1 juta. Kalau biaya berobat lebih dari itu, terpaksa ditanggung sendiri. Dulu, anggota keluarga yang sakit tidak masuk hitungan, baru belakangan ini, setelah Februari, baru dapat setelah diperjuangkan," kata Siyamto.

Selain itu, Siyamto tidak yakin jika kebijakan manajemen perusahaan PT Unilever di Jababeka yang mempekerjakan buruh outsourcing atas sepengetahuan pemilik PT Unilever. "Pernah ada auditor yang datang, kami buruh outsourcing malah disuruh ganti seragam, bahkan ada yang disembunyikan," tuturnya. B

erbagai persoalan itu juga dirasakan oleh sekitar 23.000 buruh akan ikut berdemo di ibukota negara hari ini. Aksi pemogokan ini akan berlangsung dari pukul 08.00 hingga pukul 12.00 WIB di beberapa titik utama di Jakarta. Seluruh buruh yang mogok itu terbagi menjadi empat kelompok. "Dari wilayah DKI Jakarta ada 5.000 massa, Tangerang 5.000 massa, Bekasi 10.000 massa dan Depok 3.000 massa. Semua memiliki titik kumpul masing-masing," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto.

Lima ribu massa di DKI Jakarta akan bergerak menuju Bundaran HI dan Istana Presiden, sementara tiga ribu massa Depok akan bergerak menuju DPRD Kota Depok untuk mengadakan unjuk rasa menuntut penghapusan outsourcing dan upah murah. Menurut Rikwanto, pihak Polri terus menjalin koordinasi antara pihak kepolisian dengan tiap-tiap koordinator lapangan di tiap wilayah. "Para peserta mogok kerja sudah menyiapkan korlap yang berpakaian beda, nanti mereka yang akan mengatur agar peserta tetap bisa tertib di kawasan masing-masing. Nanti polisi akan berkoordinasi dengan para korlap ini," ungkapnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofyan Wanandi menegaskan bahwa unjuk rasa besar-besaran oleh buruh dari berbagai wilayah di Indonesia itu sangat merugikan pengusaha dan buruh sendiri. "Bagi pengusaha, pasti bermiliar-miliar hilang karena proses produksi mandeg dalam sehari,” ujarnya.

Sofyan belum bisa membuat estimasi kerugian sebab masih harus melihat besarnya unjuk rasa. Hanya saja, ia memberi gambaran, unjuk rasa selama sepekan yang puncaknya berupa pemblokiran tol Cikampek pada Januari lalu menimbulkan kerugian di atas Rp 100 miliar. Selain kerugian materiil, unjuk rasa yang sampai menghentikan produksi akan berdampak pada menurunnya kepercayaan konsumen. Sebab, pengiriman barang terhambat. "Kalau kita tidak bisa mengirim barang tepat waktu, bisa jadi mereka tidak mau order lagi kan?” katanya.

Kemungkinan terburuk, unjuk rasa menimbulkan huru-hara. Iklim investasi yang selama ini cukup kondusif akan terganggu. Bila sampai terjadi, penyerapan tenaga kerja akan otomatis menurun. "Di titik ini, para buruh itu akan rugi sendiri,” ujar Sofyan.

Sofyan menyesalkan tak tegasnya sikap pemerintah untuk mencegah unjuk rasa. "Di luar negeri, unjuk rasa itu cuma kalau ada yang tidak beres, di sini orang kapan saja bisa demo. Sering sekali,” ujarnya.

Apalagi, saat ada seruan untuk unjuk rasa, para buruh tak punya pilihan untuk tetap bekerja. Sebab, para koordinator lapangannya biasa melakukan sweeping di pabrik-pabrik.

Seperti diketahui, hari ini ribuan buruh tidak hanya berunjuk rasa di Jakarta. Tapi aksi para buruh itu merebak ke seluruh Nusantara. Mogok nasional itu pun digelar di puluhan kabupaten dan kota. Mereka menuntut penghapusan sistem outsourcing, kenaikan upah minimum, dan diberlakukannya cakupan universal sistem jaminan sosial nasional serentak pada 2014.

Adapun titik-titik kumpul peserta mogok kerja di DKI Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Depok adalah:

- Kawasan Industri Kebun Cilincing.

- Kawasan Industri Pulogadung.

- Pos IX Pel. Tanjung Priok.

- PT Frisian Flag Tangerang.

- Kawasan Industri Jatake.

- Kawasan Industri Kalisade.

- Kawasan Industri Manis.

- Kawasan Industri Jatiuwung.

- Kawasan Industri Batuceper Bekasi.

- PT Daelim Jababeka.

- PT AHM MM 2100.

- PT Kalbe Farma Lippo.

- PT Sanyo Cibitung Depok.

- Perusahaan/pabrik Wilayah Sukmajaya, Jl Raya Bogor

- Perusahaan/pabrik Wilayah Cimanggis Jl Raya Bogor. (HP, Ant)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?