GATRANEWS

Pilkada Jabar: Siap Menang Tidak Siap Kalah

Jakarta, GATRAnews - Usai sudah gegap gempita pesta demokrasi di Provinsi Jawa Barat (Jabar). Hasil penghitungan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Jawa Barat yang berakhir Minggu 3 Maret 2013, menempatkan pasangan Ahmad Heryawan (Aher) - Dedy Mizwar sebagai pemenang.

Pasangan Aher - Dedy tercatat memperoleh suara paling banyak dengan 6.515.313 suara (32,6 %). Menyusul di urutan dua adalah pasangan Rieke Diah Pitaloka - Teten Masduki memperoleh 5.714.997 suara, Kemudian disusul pasangan Dede Yusuf - Lex Laksamana dengan 5.077.522 suara, Irianto Mahfudz Sidiq Syafiudin (Yance) - Tatang Farhanul Hakim mendapat 2.448.358 suara, dan pasangan Dikdik Mulyana Arief Mansyur - Cecep Nana Suryana Toyib memperoleh 359.233 suara.

KPUD Jabar mencatat,  ada 20. 115.423 yang dinyatakan sah. Sedangkan, sebanyak 598.356 suara dinyatakan tidak sah. Sehingga, total suara yang dihitung KPUD Provinsi Jabar adalah 20.713.779 suara, dari jumlah DPT 32.560.890.

Pasca penghitungan, ternyata tidak semua kontestan siap menerima kekalahan. Salah satu pasangan yang tidak siap kalah adalah Rieke - Teten yang diusung oleh PDIP. Tim Rieke menyatakan, kemenangan Aher - Dedy dicapai dengan penuh kecurangan. "Akan kami laporkan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dalam waktu tiga hari ke depan, terkait laporan kecurangan Pilgub Jabar ini," kata anggota Tim pemenangan pasangan Rieke - teten, Waras Wasisto, usai rekapitulasi dikantor KPUD Jabar, Minggu (3/3/2013).

Tim Rieke menyatakan, hasil penghitungan KPUD Jabar tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Karena kecewa, Tim Rieke melakukan walkout sebelum penghitungan suara selesai dilakukan oleh KPUD Jabar. "Kami WO karena kami merasa dicurangi dan dipecundangi. Ada beberapa daerah yang dalam hitungan tim kami menang, tapi di KPU kalah dan tidak digubris oleh KPU," ujar Waras.

Sementara itu, Sekretaris Tim Pemenangan Rieke, Abdy Yuhana mengatakan, pasangan nomor urut 4 yang keluar sebagai pemenang telah melakukan kecurangan yang sistematis, terorganisir, dan masif. "Kami akan melaporkan tiga kecurangan yang kami sinyalir dilakukan oleh pasangan nomor 4 yang merupakan incumbent," ungkap Abdy.

Menurut Abdy, salah satu kecurangan yang dilakukan pasangan Aher-Dedy adalah pemberian bantuan sosial dari dana APBD untuk setiap kelurahan. "Bayangkan, dana bagi bantuan desa tersebut nilainya meningkat hingga 1.000 persen dari tahun 2012 yang hanya sebesar Rp249 miliiar, menjadi Rp4,8 trilliun di tahun 2013," ujar Abdy. "Dan, dana ini diberikan kepada kepala desa se-Jabar saat hari tenang tanggal 22-23 Februari 2013 lalu," tambahnya.

Selain itu, tambah Abdy, laporan ke MK juga akan memuat dugaan adanya pengurangan suara pasangan Rieke - teten secara masif di kantong suara PDIP. Pengurangan ini, kata Abdy, membuat suara Aher - Dedy melambung.

"Kami menduga adanya penggelembungan suara bagi pasangan nomor urut empat di beberapa daerah. Seperti tidak berhaknya para buruh di Karawang, Bekasi, dan Depok, untuk memilih ketika Pilgub dengan alasan masuk kerja sesuai shift-nya, sehingga tak bisa mencoblos saat tanggal 24 Februari lalu," terang Abdy.

Catatan-catatan pelanggaran yang telah dikumpulkan oleh pasangan Rieke - Teten itu dituangkan dalam 77 halaman laporan, berasal dari 26 kabupaten dan kota di Jabar. Laporan tersebut sudah disusun dengan rapi dan akan dikirimkan tiga hari setelah penetapan rekapitulasi. "Insya Allah, hari Kamis nanti, laporan ini akan sampai ke MK," kata Abdy.

Menanggapi tudingan ini, Aher meminta pasangan Rieke - Teten tidak membesa-besarkan masalah tersebut. Sebab, jika berlarut-larut, maka yang akan menerima imbasnya adalah rakyat Jabar. "Saya berharap jangan ada masalah besar, kasihan rakyat," kata Aher.

Dia berharap semua pihak bisa menerima hasil rekapitulasi KPUD Jabar. Aher mengatakan, setiap pesta demokrasi selalu ada pemenang dan ada pula yang kalah. Bahkan setiap pasangan calon secara bersama-sama telah menandatangani pernyataan siap kalah dan menang. "Kami berharap kandidiat nomor 5 (Rieke-Teten) tidak memperpanjang pesta demokrasi ini menjadi masala. Mari kita buka lembaran baru di Jawa Barat," katanya.

Pria yang karib disapa Aher ini mengatakan, hasil pemilihan kepala daerah Jabar bukan hanya kemenangan pasangan Aher-Dedy, tapi kemenangan seluruh rakyat Jabar. "Jangan ada pengkotak-kotakaan politik lagi. Mari kita bangun Jabar dengan seluruh potensi yang ada," ujar Aher. "Mari kita tutup pesta demokrasi, selesai sudah. Kita buka lembaran pengabdian, halaman satu, dua, dan berikutnya untuk Jawa Barat," tambahnya.

Sementara itu, Dedy Mizwar mengatakan, hasil pemilihan ini merupakan kemenangan bagi lima pasangan calon yang ikut Pilgub. "Inilah demokrasi di Jabar. Siapa yang dipercaya? Semua adalah orang-orang yang dipercaya. Semuanya dipilih oleh masyarakat Jabar," katanya.

"Hanya saja, mungkin Allah lebih mempercayakan kepada kami, jika memang empat pasangan calon lainnya mau bersinergi kita bangun Jabar bersama-sama," Deddy Mizwar menambahkan.

Deddy juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Jabar yang telah bersama memilih pasangan nomor urut 4. "Tidak ada yang lebih penting selain masyarakat Jabar. Kampanye kemarin menjadi kekuatan kami untuk membangun dan memberikan yang terbaik bagi rakyat Jabar, tidak ada yang menang dan kalah, yang menang adalah rakyat Jabar," katanya.

Aher merupakan calon incumben. Dia terpilih untuk keduakalinya, untuk periode 2013-2018. Soal kemampuan, dia sudah membuktikan di lima tahun pertama masa pemerintahannya. Namun, sejumlah orang masih ragu terhadap kemampuan pasangannya, Dedy Mizwar. Profesi Dedy sebagai artis dinilai belum terbukti mampu memimpin Jabar sebagai Wakil Gubenur.

Aher meminta masyarakat tidak ragu terhadap kemampuan Dedy. Dia menjamin Dedy Mizwar mampu mendampingi dan bekerja sebagai wakil gubernur dengan baik. Keraguan itu, kata dia, juga pernah menghampirinya saat pemilihan gubernur pada 2008 silam. (HP)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?