GATRANEWS

Revisi PP No 99/2012 Picu Kerusuhan Napi di Lapas Jambi

Jakarta, GATRAnews - Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Agus Rianto menduga, kaburnya 62 narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Jabung, Jambi, Sabtu (19/1), dipicu revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 tahun 2012 tentang Remisi bagi Tahanan Terorisme, Narkotika, dan Korupsi.

Agus mengatakan, ke-62 napi tersebut kabur saat terjadi kerusuhan antarnapi di Lapas tersebut. "Dalam kerusuhan tersebut, sebanyak 62 tahanan melarikan diri," ujarnya, kepada wartawan, Selasa (22/1), di Jakarta.

Menurutnya, mereka keberatan revisi PP tersebut karena para narapidana yang divonis 5 tahun atau lebih, tidak dapat remisi. "Ini yang mengakibatkan tahanan itu merasa keberatan, protes, lalu terjadilah kerusuhan yang mengakibatkan kaca-kaca dari LP pecah."

Namun demikian, pihaknya telah berhasil menangkap 21 narapidana yang kabur tersebut dan sisanya masih diburu.

"Kita lakukan pengejaran, koordinasi dengan LP. Kita sudah mengerahkan Polda, Polres di sekitar peristiwa itu terjadi," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkum HAM) di Lapas Kelas II Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, mengatakan, PP tersebut diteken 12 Desember 2012 oleh Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsudin yang menetapkan, bahwa narapidana kasus korupsi, narkoba, terorisme, dan pencucian uang, akan diberi remisi jika mau bekerja sama dengan penegak hukum untuk membongkar perkara pidana yang dilakukannya. Napi tersebut juga mesti melunasi denda dan uang pengganti sesuai dengan putusan pengadilan.

Salah satu Napi yang diberikan remisi dan pembebasan bersyarat karena dinilai bekerja sama dengan dengan pihak penegak hukum (justice collabolator) yakni Vincentus Amin Sutanto dalam kasus kejahatan pajak PT Asian Agri. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?