GATRANEWS

PPP: Pernyataan Pangdam IV Tutupi Kasus Cebongan

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ahmad Yani mengaku tidak simpati dengan pernyataan tegas Pangdam IV Diponegoro, Majen TNI Hardiono Saroso. Pangdam  langsung menegaskan tidak ada anggota TNI yang terlibat dalam kasus pembantaian 4 tahanan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan. Hal itu bisa dikategorikan menghambat penyelidikan.

 

"Kami sesalkan pernyataan Pangdam yang terlalu cepat menyimpulkan, padahal sebuah proses penyidian belum dimulai, pada hari pertama langsung menyatakan dan memberikan keyakinan, serta menyakinkan, bahwa tidak ada keterlibatan oknum TNI," jar Yani ditemui pada sela-sela diskusi publik "Membedah RUU KUHP dan KUHAP : Perlukah Pasal Santet, Kumpul Kebo, dan Pembatasan Penyadapan?" di ruang Fraksi PPP, Gedung DPR, Jakarta, Kamis, (4/4)?

"Ini bisa masuk kategori mendahului penyelidikan dan ini sangat berbahaya sekali. Karena itu, biarkan proses penyelidikan berjalan terlebih dahulu, nanti kalau ada dugaaan terhadap instansi tertentu, tinggal dikoordinasikan," tegasnya.

Yani mengaku simpatik dengan sikap dan langkah maju dari Kasad Pramono Edhi Wibowo yang membentuk tim investigasi untuk membuktikan ada tidaknya anggota TNI yang terlibat.

"Saya hargai Kasad yang jauh lebih maju, Kasad menyatakan, diduga ada indisasi keterlibatan oknum TNI," ungkapnya

Yani berharap, kasus Cebongan merupakan kasus terakhir pembantaian di lembaga hukum yang seharusnya memberikan perlindungan hukum kepada seluruh rakyat Indonesia.

"Kasus ini tidak boleh terjadi lagi, karena menyerang institusi-institusi negara yang seharusnya melindungi warganya. Itu yang saya tidak setuju, tidak boleh mengesahkan cara-cara penegakkan hukum rimba. Tapi selesaikan masalah hukum saesuai koridornya," papar dan harapnya.(IS)

 

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?