GATRANEWS

Sang Algojo LP Cebongan Hanya Satu Orang Oknum Kopassus 

Jakarta, GATRAnews - Pembantaian 4 tahanan hanya dilakukan oleh seorang oknum anggota Kopassus dari 11 orang anggota Grup II Kopasus Kartosuro yang menyerbu Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

 

"Peristiwa penyerbuan dilakukan 11 orang oknum dan satu orang yang melakukan eksekusi dengan inisial U," kata Ketua Tim Investigasi TNI AD, Brigjen Unggul K Yudoyono saat mengumumkan hasil investigasi TNI AD atas pembantaian di LP Cebongan di Jakarta Pusat, (4/4). 

 

Menurutnya, kesebelas oknum anggota Kopassus tersebut sampai di Lapas Cebongan dengan menumpangi dua kendaraan roda empat, yakni Toyota Avansa dan satu jenis APV. Unggul menerangkan, sepuluh anggota Kopassus lainnya bertugas untuk membantu aksi balas dendam tersebut sebagai akibat perkelahian yang menewaskan satu orang anggota Kopassus di Cafe Hugos.

 

Selain itu, aksi tersebut merupakan balasan atas pembacokan terhadap seorang mantan anggota Kopassus lainnya yang dilakukan kelompok preman tersebut. Sebelumnya, sekelompok orang bersenjata, yang akhirnya diketahui kelompok anggota Kopassus itu menyerbu dan menyerang Lapas Kelas IIB Cebongan, Sleman, DIY.

 

Penyerangan ini terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, Sabtu dini hari. Gerombolan bersenjata yang diperkirakan lebih dari 15 orang tersebut, diketahui bersenjata lengkap AK-47, senjata api jenis FN, dan memakai pelindung tubuh. Mereka memaksa menerobos masuk ke LP.

 

Namun, petugas yang berjaga tidak mengizinkannya.Karena dilarang, kelompok ini lantas mengancam akan melemparkan granat. Diduga motif penyerangan tersebut terkait peristiwa penusukan anggota Kopassus di Cafe Hugos, Jl Solo Maguwoharjo. 

 

Belasan Pria bertopeng akhirnya berhasil menemukan 3 tersangka yang diduga terlibat sebagai pelaku penusukan anggota Kopassus. Namun satu orang anggota Polri yang tidak terkait dalam peristiwa penusukan tersebut ikut menjadi sasaran tembakan.

 

Pria naas tersebut bernama Yohanes Yuan Manbait (polisi) yang  satu tahanan yang menjadi korban penembakan tersebut adalah anggota polisi Brimob yang menjadi desersi karena diketahui pernah tersangkut kasus narkoba dan tengah menjalani masa hukuman selama 2/3 masa tahanan.

 

Sementara tiga korban yang diduga terlibat dalam peristiwa penusukan anggota Kopassus ditemukan tewas mengenaskan di dalam sel. Mereka adalah Gamaliel Yemi Tarto Rohi Riwu, Andrianus Sandragalaja, dan Hendrik Angel Sahetapy.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?