GATRANEWS

Pembantaian Cebongan Dipicu Kesetiakawanan Korps Kopassus 

Jakarta, GATRAnews - Aksi pembantaian terhadap 4 tahanan titipan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan merupakan bentuk kesetiakawanan oknum anggota Kopassus karena atasannya dibunuh keempat preman tersebut. 

 

"Penyerangan tersebut merupakan tindakan seketika, dilatarbelakangi jiwa korsa dan membela kehormatan kesatuan setelah mendapat kabar tentang pengeroyokan dan pembunuhan secara tragis dan brutal oleh kelopmpok preman di wilayah DIY, terhadap anggota Kopassus atas nama Serka Heru Santoso," kata Ketua Tim Investigasi TNI AD, Brigjen Unggul K Yudoyono saat mengumumkan hasil investigasi TNI AD atas pembantaian di LP Cebongan di Jakarta Pusat, (4/4).

 

Unggul menjelaskan, Serka Heru Santoso merupakan bintara peleton dan merupakan atasan langsung dari para pelaku. Terlebih Heru juga pernah menolong dan menyelamatkan pelaku dalam tugas operasi. "Heru menjabat bintara peleton, yang notabene adalah atasan langsung si pelaku yang juga pernah berjasa menyelamatkan pelaku saat melaksanakan tugas operasi," ungkapnya. 

 

Selain itu, insiden penyerbuan dan pembantaian 4 tahanan tersebut juga dipicu aksi pembacokan terhadap mantan anggota Kopassus, Sertu Suryono. Suryono adalah rekan pelaku saat mengikuti latihan komando."Peristiwa ini juga dilatarbelakangi oleh peristiwa pembacokan terhadap Sertu Suryono, mantan anggota Kopassus yang notabene merupakan rekan seangkatan pelaku saat latihan komando," bebernya.

 

Aksi tersebut juga merupakan bentuk jiwa korsa dan menjaga kehormatan kesatuan. Jiwa korsa tersebut merupakan roh setiap kesatuan militer. "Namun diakui, bahwa penerapan jiwa korsa dalam penyerangan Lapas Cebongan, adalah penerapan jiwa korsa yang tidak tepat," pungkasnya.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?