GATRANEWS

Kejagung Periksa Ditjen Tanaman Pangan Kementan

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Pidsus Kejagung) memeriksa Direktorat Jenderal Tanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Undoro Kasih Anggoro, Senin, (15/4), untuk mengungkap kasus dugaan korupsi pengadaan benih PT Sang Hyang Seri (SHS) tahun 2008-20012.

 

Usai diperiksa, Undoro mengaku disodori sekitar 20 pertanyaan oleh penyidik Pidsus, seputar program pengadaan benih bersubsidi, Cadangan Benih Nasional (CBN), dan Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU). "Sampai saat ini, dimintai penjelasan mengenai CBN, cadangan benih nasional dan subsidi," ujarnya.

 

Namun Undoro enggan menjelaskan soal mekanisme bagaimana penyaluran CBN dan BLBU tersebut. Selain itu ia juga mengaku tak mengetahui adanya rekayasa penentuan harga komoditi, sehingga terjadi kemahalan harga. "Kalau itu ditanyakan kejaksaan bukan ke saya," cetusnya. Undoro hanya menegaskan, Kementan telah melakukan evaluasi atas proyek yang telah berlangsung sejak 2008 hingga 2012 itu. "Tiap tim itu sudah bekerja, sekarng sedang dimintakan penjelasan. Hari ini saya diminta penjelasan sebagai Dirjen," pungkasnya

 

Seperti diketahui, dalam kasus ini Kejagung telah menetapkan tiga tersangka, yakni Direktur Utama PT SHS, Kaharuddin berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-16/F.2/Fd.1/02/2013, tanggal 08 Februari 2013. Kedua, S sebagai Karyawan PT SHS (Persero) berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-17/F.2/Fd.1/02/2013, tanggal 08 Februari 2013, serta H, Manajer Kantor Cabang PT. SHS (Persero) Tegal berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-18/F.2/Fd.1/02/2013, tanggal 08 Februari 2013.

 

Pengadaan benih yang dimaksud dalam kasus ini, yakni untuk keperluan program benih bersubsidi, CBN, dan BLBU. Bukti tindak pidana korupsi itu, berupa rekayasa proses pelelangan atau tender memenangkan PT SHS (Persero), Biaya Pengelolaan Cadangan Benih Nasional sebesar 5 persen dari nilai kontrak tidak pernah disalurkan kepada Kantor Regional di daerah dan rekayasa penentuan harga komoditi, sehingga terjadi kemahalan harga.(IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?