GATRANEWS

Agen Penyalur Benih Diperiksa Kejagung

Jakarta, GATRAnews - Guna memastikan jumlah dan pendistribusian bibit dari PT Sang Hyang Sri (SHS), penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung kembali memeriksa sejumlah agen penyalur benih di Provinsi Lampung.

Keterangan tersebut disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi, di Jakarta, Rabu (17/4). Menurutnya, pemeriksaan tersebut terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan benih PT SHS tahun 2008-20012 di Kementerian Pertanian (Kementan).

Pemeriksaan tersebut dilakukan di Kejaksaan Tinggi Lampung, mulai Rabu (17/4) hingga Jumat (19/4), sesuai Surat Perintah Tugas nomor print-44/F.2/Fd.1/04/2013.

"Hari ini diperiksa enam saksi untuk mengetahui dan memastikan kebenaran realisasi penyaluran benih yang telah disalurkan, apakah sesuai dengan jumlah yang diterima atau tidak," ujarnya.

Saksi diperiksa mengingat kedudukannya sebagi penyalur yang sudah terdaftar di Kementerian Pertanian (Kementan), yakni sebagai agen penyalur benih bersubsidi.

Keenam saksi tersebut, masing-masing Putu Hendrayana, pemilik agen Agung Tani, H Salamun (pemilik Guna Tani, Sri Hartini (pemilik Nambah Dadi), Sumilah (pemilik Saprodi Sragi Makmur, H Suraji (pemilik Wahyu Jaya), dan H Lamiyadi (CV Perdana Tani Mandiri).

Dalam kasus ini, Kejagung telah menetapkan tiga tersangka, yakni Direktur Utama PT SHS, Kaharuddin berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-16/F.2/Fd.1/02/2013, tanggal 8 Februari 2013.

Kedua, S yakni Karyawan PT SHS (Persero) berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-17/F.2/Fd.1/02/2013, tanggal 8 Februari 2013, serta H, Manajer Kantor Cabang PT. SHS (Persero) Tegal berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-18/F.2/Fd.1/02/2013, tanggal 8 Februari 2013. (IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?