GATRANEWS

Rachmat Yassin Akui Di-SMS Iyus Djuher

Jakarta, GATRAnews - Bupati Bogor Rachmat Yasin mengakui pernah menerima SMS dari Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Iyus Djuher, yang kini menyandang status terperiksa kasus korupsi. SMS itu isinya meminta agar izin pemakaman elit yang diajukan PT Garindo Perkasa segera ditandatangani.

"Pernah ada SMS, tapi nggak saya baca. Isinya adalah minta tolong untuk segera ditandatangan izin lokasi, kalau namanya 'mangga' (silakan, Red.), menurut saya silahkan asal sesuai prosedur," ucap Yasin, usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (29/4), di Jakarta.

Rachmat menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berkomunikasi langsung dengan Iyus, yang merupakan politisi Partai Demokrat, untuk menandatangani izin pemakaman elit itu, karena pernah dijanjikan sesutu.

"Tidak ada komunikasi langsung. Artinya, proses izin Taman Pemakanan Bukan Umum (TPBU) diperoleh sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Persoalan ada hal-hal lain di luar itu, itu di luar tanggung jawab Pemkab," tegasnya.

Selain itu, Yasin juga menegaskan, dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Bogor, tidak dibahas atau ditetapkan penolakan izin pemakaman elit tersebut. "Tidak pernah ada paripurna DPRD, tidak ada itu!"

Yasin mengaku meneken izin pemakaman elit yang diajukan PT Garindo Perkasa di Desa Antajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor tersebut, karena sudah sesuai prosedur yang berlaku.

"Namanya bupati, ya menyetujui setelah diteliti, telah dikaji, dan ditinjau lokasi. Masalah prosedur formal dipenuhi, saya baru mau tanda tangan," pungkasnya.

Perlu dietahui, izin pemakaman elit yang diajukan PT Garindo menjadi masalah setelah KPK menangkap tujuh orang di Rest Area Sentul Jawa Barat. Penyidik mengamankan uang tunai Rp 800 juta dari PT Gerinda Perkasa. Uang tersebut telah diberikan kepada salah seorang staf Pemkab Bogor untuk pengurusan lahan tanah yang akan dijadikan sebagai makam itu.

Tanah tersebut berada di Desa Antajaya, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor. Tanah seluas sekitar 100 hektar tersebut rencananya akan disulap menjadi area pemakaman elit.

Uang sejumlah itu digunakan untuk memperlicin pengurusan tanah. Kabarnya, jika tidak ada uang pelicin, pengurusan izin tanah menjadi berbelit-belit.

Tujuh orang yang diamankan itu berinisial STT atau Sentot Direktur PT GP, kemudian supir STT. Selain itu ada seorang berinisial W atau Willy dari swasta tapi bukan berkaitan dengan PT GP. Kemudian, seorang berinisial N atau Nana yang ada kaitannya dengan PT GP.

Tak hanya itu, seorang Pegawai Negeri Sipil di Pemerintah Kabupaten Bogor bernama Usep, turut diamankan. Kemudian, supirnya W juga diamankan, dan seorang lainnya dari pihak swasta bernama Imam.

"Mereka ditangkap dan dibawa ke kantor KPK," kata juru bicara KPK Johan Budi, Selasa (16/4), di Jakarta.

Willy dan Sentot melakukan penyerahan uang Rp 800 juta kepada Usep. Begitu uang diterima oleh Usep, tim KPK bergerak dan melakukan penangkapan.

"Sekitar pukul 17.00 terjadi serah terima sejumlah uang dari STT dan N kemudian diberikan kepada U. Nama-nama yang saya sebut yang lainnya tadi juga ada di lokasi," kata Johan.

Ketujuh orang yang diamankan KPK, itu saat ini tengah diperiksa. Statusnya masih terperiksa. "Satu kali 24 jam, baru nanti akan diputuskan status dari pihak yang diamankan penyidik KPK itu," kata Johan.

Setelah dimintai keterangan, KPK menetapkan lima  orang tersangka. Saat menetapkan kelimanya, lembaga superbody ini, Rabu kemarin, sekitar pukul 01.00 WIB langsung menangkap Iyus bersama stafnya, Aris Munandar di Ciomas, Bogor, Jawa Barat.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Partai Demokrat langsung memecat Iyus Djuher sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor dan segera melakukan pergantian antar waktu (PAW) terhadapnya.

"Tadi malam sudah diputuskan di PAW sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor. Penggantinya saya lupa namanya," kata Ketua Dewan Harian DPP Demokrat Syarif Hasan di Jakarta, Kamis (18/4). (IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?