GATRANEWS

LPSK: Jerat Yuki dengan UU Perdagangan Orang

Jakarta, GATRAnews - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) tengah mengkaji untuk menjerat Yuki Irawan pemilik pabrik kuali CV Cahaya Logam dan kaki tangannya, yang diduga melakukan perbudakan, dengan Undang-undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Pidana Perdagangan Orang.

Keterangan tersebut disampaikan Anggota LPSK, Lili Piantuli, di Jakarta, Selasa (7/5), usai menerima laporan 38 buruh yang diperbudak, yang diwakili kuasa hukum dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), untuk memohon perlindungan penuh.

Menurutnya, hal tersebut tengah dikaji karena penyidik kepolisian hingga saat ini hanya menjerat para tersangka dengan pasal tindak pidana kekerasan dan penganiayaan terhadap buruh yang rata-rata berusia belia itu.

"Karena saat ini, masih pada pasal penganiayaan. Padahal dari 38 buruh, ada anak-anak di dalamnya. Dan kalau melihat rangkaiannya, merupakan kejahatan terorganisir, bagaimana merekrut dan sebagainya," papar Lili.

Indikasi tersebut, imbuhnya, menjadi dorongan bagi LPSK untuk menjerat para pelaku dengan pasal UU Pidana Perdagangan Orang. "Ada dorongan kita untuk menerapkan UU 21 tahun 2007 tentang Pidana Perdagangan Orang," tandasnya.

Namun, kata Lili, jika LPSK diminta langsung menerapkan pasal UU Perdagangan Orang itu, pihaknya terlebih dulu akan mengkajinya, untuk mempersiapkan terpenuhinya syarat formil dan materil.

"LPSK akan melakukan telah lebih dahulu, apakah anak-anak ini secara fisik dibutuhkan bantuan seketika dan syarat formil dan materil sudah dipenuhi para pemohon tersebut," ujarnya.

Untuk itu, LPSK akan segera berkoordinasi dengan Mabes Polri, Polda, dan Polres Tangerang, karena kasus ini terus disuarakan oleh media dan bebrbagai kalangan, sehingga LPSK menilai, ini harus segera dilakukan dengan mengacu pada UU 13 tahun 2006.

Dalam kasus ini, Polesta Tangerang sendiri telah menetapkan pemilik industri rumahan yang berlokasi di RT 3/4, Kampung Bayur Ropak, Desa Lebak Wangin, Kecamatan Septan, Kabupaten Tangerang, yakni Yuki Irawan atas dugaan kekerasan fisik terhadap 16 buruh, yakni memukul dan menampar dengan tangan, serta mendorong kepala buruh. 

Selain itu, polisi juga menetapkan tersangka lainnya, yakni Tedi Sukarno (35) karena disangka melakukan kekerasan fisik terhadap 16 buruh, seperti menendang, memukul, menampar, menyundutkan rokok, dan menyiramkan air panas.

Selanjutnya, polisi juga menetapkan Sudirman alias Dirman (34) yang diduga melakukan kekerasan fisik terhadap 4 buruh, yakni menampar dan memukul kepala dari belakang. Polisi juga menetapkan Nurdin alias Udin (25) yang disangka menganiaya 5 buruh dengan cara memukul dan menampar. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?