GATRANEWS

PKS: Luthfi Belum Terima Suap Daging, Kok Dijerat TPPU?

Jakarta, GATRAnews - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai penerapan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan terhadap mantan Presidennya, Luthfi Hasan Ishaaq sangat sumir. Penilaian tersebut disampaikan oleh Politisi PKS yang juga Anggota Komisi III DPR RI, Indra dalam diskusi bertajuk "Uang Dicuri, Uang Dicuci" di bilangan Jakarta Pusat, Sabtu, (11/9).

 

Indra berpendapat, penerapan pasal TPPU terhadap Luthfi yang terjerat dalam kasus korupsi impor daging sapi tersebut dinilai sumir, dengan dalih Luthfi belum menerima uang suap tersebut.

 

"Ini menarik, kalau kasus Waode jelas predikat crime dapat dan TPPU-nya terbukti, tapi jangan sampai, orang dikenakan TPPU, tapi predikat crime-nya tidak ada atau tidak terbukti. Umpamanya, orang dianggap terima uang, padahal uangnya belum sampai, apa yang mau dicuci? Justru bunga-bunganya saja," beber Indra.

 

Dalam kasus ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menatapkan Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang. Hal itu berdasarkan hasil ekspose penyidik, dan menemukan dua alat bukti pencucian uang Luthfi dari pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian.

 

"Berdasarkan pengembangan kasus dugaan suap pengurusan kuota impor daging sapi, diduga Luthfi telah mengubah, menyamarkan, atau mengubah betuk hartanya yang berasal dari tindak pidana," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi Selasa (26/3).

 

Atas perbuatan mantan anggota DPR Komisi I itu, KPK menjeratnya dengan Pasal 3, atau 4 atau 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Joncto Pasal 55 ayat1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Selain itu, KPK juga telah menetapkan Ahmad Fathanah, orang dekat Luthfi sebagai tersangka pencucian uang. KPK juga telah menyita empat mobil mewah yang diduga milik Fathanah. (IS)

 

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?