GATRANEWS

Djoko Susilo Bantah Kesaksian Sukotjo Bambang

Jakarta, GATRAnews - Terdakwa korupsi pengadaan proyek simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) di Korlantas Porli, Irjen Pol Djoko Susilo membantah memerintahkan jajarannya merampas PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI) dan menerima suap Rp 2 miliar dari pemiliknya Sukotjo S Bambang.

 

Bantahan itu disampaikan terdakwa Irjen Pol Djoko Susilo saat dimintai tanggapan atas kesaksian Sukotjo yang memberikan berbagai keterangan dalam persidangan Penglan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Selatan, Jumat petang, (24/5).

 

"Kami dapat informasi dari Wasdal, bahwa kotak-kotak buat simulator itu kosong dan saya tidak memerintahkan merampas perusahaan. Artinya, itu tidak benar," bantah Djoko kepada majelis hakim yang dipimpin Suhartoyo.

 

Djoko juga membantah menerima uang sebesar Rp 2 miliar seperti yang disebutkan Sukotjo sebelumnya. "Rp 2 miliar tidak pernah sama sekali, saya tidak pernah terima dari Sukotjo dan Budi. Saya juga tidak tahu Budi Susanto ajukan kredit di ke bank," bantanya lagi.

 

Selain itu, Djoko juga membantah ikut campur dalam penentuan harga pokok satuan (HPS) simulator SIM roda dua (R2) dan roda empat (R4). "Kami tidak pernah mencampuri HPS," tandasnya.

 

Sebelum menyampaikan bantahan, kepada majelis hakim Sukotjo mengaku staf jenderal bintang dua itu bersama Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA), Budi Susanto melakukan perampasan terhadap perusahaannya.

 

Perampasan tersebut berawal dari kejadian sekitar Juni 2010, ketika Sukotjo melakukan presentasi simulator SIM di Korlantas Polri setelah diajak oleh Budi Susanto dan bertemu dengan AKBP Teddy Rusmawan. Kala itu, dia mempresentasikan produk 127 sensor dan 11 display untuk menguji kelayakan pemohon pembuatan SIM dan mempresentasikan driving simulator SIM roda 2 dan 4.

 

"Saya tidak tahu alasannya apa perusahaan saya dirampas. Saya sudah laporkan ke polisi tapi tidak pernah ada tindakan serius," jawab Sukotjo saat ditanya apakah kasus ini dilaporkan ke Polisi oleh Hakim Suhartoyo.

 

Selain dirampas perusahaannya, Sukotjo juga mengaku pernah memberikan uang sebesar Rp 2 miliar kepada Irjen Pol Djoko Susilo. "Lalu, saya diminta lagi anter Rp 2 miliar oleh Budi kepada Djoko Susilo. Saya serahkan dan diterima oleh Sekpri terdakwa, Erna," ucapnya. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?