GATRANEWS

Dirut Industri Sandang Jadi Tersangka Gara-gara Jual Tanah Negara

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung tengah menyidik kasus penjualan tanah di perusahaan plat merah PT Industri Sandang Nusantara (ISN) yang diduga merugikan negara sekitar Rp 60 miliar. "Kami sedang tangani penjualan aset berupa tanah yang ada di Bekasi, Jawa Barat, milik PT ISN," kata Direktur Peyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, M Adi Toegarisman di kantornya bilangan Jakarta Selatan, Jumat, (31/5).

 

Atas penjualan tanah seluas 160 hektar tersebut, penyidik telah menetapkan 3 orang tersangka dari pihak PT ISN dan perusahaan swasta yang membeli tanah bekas pabrik tersebut. Ketiga tersangka itu masing-masing Direktur Utama PT ISN berinisial LP, Direktur Keuangan PT ISN dengan inisial WK dan Direktur Utama PT ABP inisial E.

 

"Dia (PT ISN) menjual aset berupa tanah bekas pabrik Patal Bekasi. Ini ada yang penyimpangan dan tentu negara rugi. Yang beli di antara 3 orang itu juga," ujarnya.

 

Penyimpangan tersebut, lanjut Adi, diantaranya prosedur penjualan dan harga jual sebesar Rp 1 juta per meter untuk tanah dan bangunan yang disinyalir tidak sesuai dengan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) tanah tersebut.

 

"Selain pembelian, prosedur pelepasan, harga jual, dan NJOP  gak benar, itu kita akan telusuri. Sesuai aturan, yang mengeluarkan NJOP itu dinas terkait," tandas Adi.

 

Tanah tersebut dibeli PT ABP pada tahun 2012 yang akan membangunnya menjadi perumahan Green Peles. Saat ini telah berdiri kantor pemasaran perumahan tersebut. (IS)

 

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?