GATRANEWS

Gubernur Riau Belum Ditahan

Jakarta, GATRAnews- Gubernur Riau Rusli Zainal, selama diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ditanya soal data terkait kasus korupsi PON Riau dan Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) di Kabupaten Siak dan Pelalawan tahun 2005-2006.

 

"Tidak ada yang baru, beberapa pertanyaan awal saja. Baru mengenai data-data saya," ucap Rusli, usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jakarta, Jumat petang (31/5).

 

Orang nomor satu di Provinsi Riau yang mengenakan batik warna krem bercorak merah itu, diperiksa kali pertama oleh penyidik untuk dua kasus korupsi yang menjeratnya. Politisi Partai Golkar ini mengaku, pemeriksaan perdana yang dijalaninya sekitar 8 jam itu belum masuk subtansi kasus.

 

Keluarnya Rusli dari gedung KPK menandakan bahwa penyidik lembaga pimpinan Abraham Samad ini belum menahannya. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, belum ada kepentingan penyidik untuk menahan Rusli Zainal. "Soal kapan penahanan, penyidik yang tahu," ucapnya.

 

Dijelaskan Johan, Rusli hari ini diperiksa sebagai tersangka untuk dua kasus, yakni kasus korupsi PON Riau dan Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) di Kabupaten Siak dan Pelalawan tahun 2005-2006. Meski terbelit di dua kasus korupsi, namun Rusli mempunyai tiga surat perintah penyidikan (sprindik). "RZ ini tiga sprindik. Dalam kasus PON dua (sprindik) dan Pelalawan satu (sprindik)."

 

Sedangkan saat disinggung soal penahanan, Johan mengutip pendapat Abraham Samad beberapa waktu lalu, bahwa karena berkas belum mencapai 50 persen, sehingga dianggap belum perlu dilakukan penahanan. "Ini bukan berarti KPK kekurangan bukti. Tapi untuk melengkapi berkas," pungkasnya. (IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?