GATRANEWS

Kejagung Periksa Panitia Lelang 18 Pesawat Latih Curug

 

Jakarta, GATRAnews - Penyidik terus memeriksa sejumlah saksi untuk mengusut dugaan tindak korupsi  pengadaan pesawat latih jenis Fix Wing di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI), Curug, Tangerang, Banten, sebesar Rp 138,8 miliar.

 

  

"Telah diperiksa 3 saksi  terkait dengan tugas dan kewenangan mereka selaku panitia pengadaan barang jasa, seperti pembuatan jadwal lelang hingga mengusulkan pemenang lelang," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi di kantornya bilangan Jakarta Selatan, Selasa, (4/6).

 

Ketiga saksi yang diperiksa hari ini, ucap Untung, yakni Anggota Panitia Lelang, Eko Budi Utamo; Sekretaris Panitia Lelang, Benny Suherman; dan Ketua Panitia Lelang, Ahmad Kosasih.

 

Sebenarnya hari ini penyidik telah menjadwalkan memeriksa seorang Anggota Panitia Lelang lainnya, Sihono.  "Saksi Sihono, tidak dapat hadir karena ada kegiatan resmi dan meminta dijadwalkan kembali pemeriksaannya," ujar Untung.

 

Pada kasus yang baru masuk ke tingkat penyidikan di Jaksa Agung Muda Pidana Khusus ini, telah menyita 12 pesawat latih jenis Fix Wing dari STPI, Curug, pada Kamis, 30 Mei lalu.

 

Penyitaan Ke-12 pesawat latih yang pengadaannya dilakukan tahun 2010-2012 tersebut dilakukan karena pengadaanya mengandung unsur merugikan negara miliaran rupiah. Pesawat tersebut sudah dibayar pada Desember 2012, namun hingga tanggal yang telah ditentukan, pesawat tersebut belum juga diterima.

 

"Kalaupun ada barang belum bisa dipakai, masih belum dirakit. Uangnya sudah diserahkan, pesawatnya sampai tanggal yang ditentukan belum ada, berarti negara rugi karena sudah menyerahkan uang," kata Direktur Penyidikan (Dirdik) M Adi Toegarisman.

 

Lebih jauh Adi menjelaskan, proyek pengadaan pesawat latih itu sebesar Rp 138,8 miliar untuk 18 pesawat. Dari 18 pesawat tersebut, hanya 6 unit yang diserahkan tepat waktu, sedangkan 12 unit lainnya diserahkan terlambat.

 

Selaian menyita ke-12 pesawat, penyidik juga menyita 2 simulator latih penerbangan. Namun, meski 12 pesawat dan 2 simulator tersebut telah disita penyidik, pesawat dan simulator tersebut dititipkan kepada STPI Curug, karena masih dipergunakan sebagai fasilitas latihan bagi siswa.

 

Atas kasus tersebut, penyidik telah menetapkan 3 orang tersangka dari pihak STPI dan swasta. Ketiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut, yakni Direktur Utama PT Pasific Putra Metropolitan dengan inisial BW, sedangkan 2 orang tersangka lainnya dari pihak STPI Curug, masing-masing Ketua Panitia Penerimaan Barang, IRD; dan PPK, AAR.

 

Adi menegaskan, meski penyerahan 6 pesawat sesuai tanggal yang ditentukan dalam perjanjian, namun belum tentu pesawat tersebut sesuai dengan spesifikasi perjanjian. "Kita masih akan dalami lagi," pungkasnya. (IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?