GATRANEWS

Saksi Kasus Korupsi Pesawat STPI Curug Mangkir dari Panggilan Kejagung

Jakarta, GATRAnews - Tiga anggota panitia lelang pengadaan pesawat latih jenis Fixed Wing di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Tangerang, Banten, tak memenuhi panggilan Tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung, yang akan memeriksanya sebagai saksi kasus korupsi pengadaan pesawat tersebut senilai Rp 138,8 miliar. Keterangan tersebut disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi, di Jakarta, Rabu petang (5/6).

Untung menjelaskan, ketiga saksi yang telah dijadwalkan diperiksa penyidik tersebut, berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di STPI Curug, masing-masing sebagai anggota panitia lelang, yakni Andung Luwihono, Bardi, dan Yudi Inmdriyanto.

"Namun hingga pukul 15.00 WIB, ketiga saksi belum hadir memenuhi tim penyidik pidana khusus Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung," ucap Untung.

Atas kasus yang tergolong baru masuk ke tingkat penyidikan di Jaksa Agung Muda Pidana Khusus ini, Kamis (30/5), penyidik telah menyita 12 pesawat latih jenis Fix Wing dari STPI, Curug.

Ke-12 pesawat latih yang pengadaannya dilakukan pada 2010-2012 tersebut, disita karena pengadaanya mengandung unsur merugikan negara miliaran rupiah. Pasalnya, pesawat tersebut sudah dibayar pada Desember 2012, namun hingga tanggal yang telah ditentukan, pesawat tersebut belum juga diterima.

"Kalaupun ada barang, barang itu belum bisa dipakai, masih belum dirakit. Uangnya sudah diserahkan, pesawatnya sampai tanggal yang ditentukan belum ada, berarti negara rugi karena sudah menyerahkan uang," kata Direktur Penyidikan (Dirdik) M Adi Toegarisman.

Lebih jauh Adi menjelaskan, proyek pengadaan pesawat latih itu sebesar Rp 138,8 miliar untuk 18 pesawat. Dari 18 pesawat tersebut, hanya 6 unit yang diserahkan tepat waktu, sedangkan 12 unit lainnya diserahkan terlambat.

Selain menyita ke-12 pesawat, penyidik juga meyita dua simulator latih penerbangan. Namun, meski 12 pesawat dan dua simulator tersebut telah disita penyidik, pesawat dan simulator tersebut dititipkan kepada STPI Curug, karena masih dipergunakan sebagai fasilitas latihan bagi para siswa.

Atas kasus tersebut, penyidik telah menetapkan tiga tersangka dari STPI dan pihak swasta. Ketiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut, masing-masing Direktur Utama PT Pasific Putra Metropolitan dengan inisial BW, sedangkan dua tersangka lainnya dari pihak STPI Curug, masing-masing Ketua Panitia Penerimaan Barang, IRD; dan PPK, AAR.

Adi menegaskan, meski penyerahan enam pesawat sesuai tanggal yang ditentukan dalam perjanjian, namun belum tentu pesawat tersebut sesuai dengan spesifikasi perjanjian. "Kita masih akan dalami lagi," pungkasnya. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?