GATRANEWS

Saksi Kasus Korupsi Pesawat STPI Curug Diperiksa

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Senin (17/6), memeriksa dua saksi kasus korupsi pengadaan pesawat latih jenis fixed wings, di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI), Curug, Tangerang, Banten, yang diduga merugikan negara sekitar Rp 138,8 miliar. Keterangan tersebut disampakan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi, di Jakarta, Senin (17/6).

Menurutnya, kedua saksi yang dijadwalkan diperiksa hari ini, yakni  Anggota Tim Teknis Pengadaan Pesawat Latih Sayap Tetap dan Link Simulator, H Ahmad Hariri; dan  Bendahara Materil Pengadaan Pesawat Latih Sayap Tetap dan Link Simulator, Sugiyanto.

Kedua saksi tersebut akan diperiksa di STPI. "Khusus untuk STPI, pemeriksaan saksi masih dilakukan di STPI, Curug," ujar Untung.

Guna mempercepat penyidikan, tandas Untung, saat ini jaksa penyidik yang diketuai Jaksa Serimita Purba juga tengah melakukan pemeriksaan saksi-saksi di lapangan guna. Adapun surat perintah tugas berdasarkan surat Nomor print-65/F.2/Fd.1/08/2013, dari tanggak 5 Juni 2013.

"Mereka sedang melakukan pemeriksaan dan monitoring pelaksanaan perakitan pesawat latih di STPI dari tanggal 10-28 Juni 2013. Hingga hari ini dari 12 unit rangkain pesawat telah terakit sebanyak 6 unit pesawat," bebernya.

Atas kasus yang tergolong baru masuk ke tingkat penyidikan di Jaksa Agung Muda Pidana Khusus ini, Kamis, (30/5), penyidik telah menyita 12 pesawat latih jenis Fixed Wing dari STPI, Curug.

Ke-12 pesawat latih yang pengadaannya dilakukan tahun 2010-2012 tersebut, disita karena pengadaanya mengandung unsur merugikan negara miliaran rupiah. Pasalnya, pesawat tersebut sudah dibayar pada Desember 2012, namun hingga tanggal yang telah ditentukan, pesawat tersebut belum juga diterima.

"Kalaupun ada barang, barang itu belum bisa dipakai, masih belum dirakit. Uangnya sudah diserahkan, pesawatnya sampai tanggal yang ditentukan belum ada, berarti negara rugi karena sudah menyerahkan uang," kata Direktur Penyidikan (Dirdik) M Adi Toegarisman beberapa waktu lalu.

Lebih jauh Adi menjelaskan, proyek pengadaan pesawat latih itu sebesar Rp 138,8 miliar untuk 18 pesawat. Dari 18 pesawat tersebut, hanya 6 unit yang diserahkan tepat waktu, sedangkan 12 unit lainnya diserahkan terlambat.

Selain menyita ke-12 pesawat, penyidik juga meyita 2 simulator latih penerbangan. Namun, meski 12 pesawat dan 2 simulator tersebut telah disita penyidik, pesawat dan simulator tersebut dititipkan kepada STPI Curug, karena masih dipergunakan sebagai fasilitas latihan bagi siswa.

Atas kasus tersebut, penyidik telah menetapkan 3 orang tersangka dari pihak STPI dan swasta. Ketiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut, yakni Direktur Utama PT Pasific Putra Metropolitan dengan inisial BW, sedangkan 2 orang tersangka lainnya dari pihak STPI Curug, masing-masing Ketua Panitia Penerimaan Barang, IRD; dan PPK, AAR.

Adi menegaskan, meski penyerahan 6 pesawat sesuai tanggal yang ditentukan dalam perjanjian, namun belum tentu pesawat tersebut sesuai dengan spesifikasi perjanjian. "Kita masih akan dalami lagi," pungkasnya. (IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?