GATRANEWS

Bupati Kerinci Diduga KKN, Tempatkan Keluarga di Jabatan Strategis

Jakarta, GATRAnews - Bupati Bupaten Kerinci, Jambi, Murasman disinyalir terlibat kasus dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) karena dinilai menyalahgunakan jabatannya alias abuse of power. Dugaan tersebut disampaikan tokoh pemuda Kerinci, Oktafiandi di Jakarta, Selasa, (25/6). Menurutnya, Mursam diduga melakukan nepotisme karena menempatkan sejumlah keluarga di sejumlah posisi strategis.

 

"Murasman menempatkan anak, menantu, serta kemenakannya pada posisi strategis. Anak kedua Murasman, Monadi menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar). Menantunya, Rafik Orba adalah Kepala Inspektorat. Anaknya, Montesna, menjabat Sekretaris Dinas Kesehatan. Terakhir, Bendahara BKD adalah keponakannya, Leni," beber Oktafiandi.

 

Kemudian, lanjut Oktafiandi, Murasman juga berhasil mengakali pemerintah pusat hingga lahirlah Keputusan Bupati Kerinci No. 135.5/Kep.230/2010 tentang Penetapan Lokasi Ibukota Kabupaten Kerinci di Bukit Tengah, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, tanggal 8 Juni 2010. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2011 tertanggal 18 April 2011 tentang Pemindahan Lokasi Ibukota Kabupaten Kerinci menjadi Kecamatan Siulak yang diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

 

"Alasan Murasman, masyarakat menghibahkan tanah 300 hektare untuk Bukit Tengah dan pada kenyataanya masyarakat merasa tertipu, karena tak satupun janjinya direalisasikan. Kebun masyarakat sudah dibabat habis, namun hak masyarakat tak diberikan," ungkapnya.

 

Oktaviandi menambahkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelontorkan dana untuk rehabilitasi rekonstruksi senilai Rp 104 miliar pada 2010. Menurut Wakil Ketua DPRD Kerinci, Irmanto, sebagian besar dana bencana alam itu atau sekitar Rp 75 miliar, justru dialihkan pada pengadaan jalan aspal hotmik untuk proyek jalan dan irigasi-irigasi yang berada di tengah rimba yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan bencana alam. Jumlah yang disalurkan untuk perbaikan rumah masyarakat juga tidak sesuai.

 

Menurutnya, beberapa LSM setempat sejak dua tahun terakhir sudah berkali-kali melaporkan dugaan korupsi dana bencana alam ini ke Kejati Jambi, termasuk yang dilakukan LSM Geger yang telah melaporkanna ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan nomor registrasi laporan 201109000256, tapi belum ada tindak lanjut. "Selain itu, istri Murasman dan dua anaknya, Edmon  dan Yulmon mengatur proyek tender hingga ke proyek penunjukan langsung (PL). Edmon adalah Ketua Gapensi sekaligus Ketua Partai NasDem Kabupaten Kerinci," ujarnya.

 

Setiap kontraktor imbuhnya, mesti setor di muka terlebih dulu 10%-15%. Setoran harus langsung ke tangan Daruli. Termasuk siapa yang ingin menjabat kepala dinas atau PPTK, sampai kepala sekolah.  Anak-anaknya Murasman diduga sering bermain proyek menggunakan perusahaannya dan memakai perusahaan lain.

"Pokoknya, mereka bisa punya 15 perusahaan. Terlihat betul kalau dia mau jadi bupati itu untuk mencari kekayaan," tambah Wakil Ketua DPRD  Irmanto. "Kalau begini untuk apa ada DPRD. Lebih baik, kelola sendiri saja sama Bupati," tandasnya.

 

Dalam rapat evaluasi Pendapatan Asli Daerah yang dipimpin Wakil Bupati Kerinci, M. Rahman terkuak, bahwa sisa anggaran tahun 2012 sebesar Rp 160 miliar. “Bunganya Rp 5 miliar, namun baru dibayarkan pihak bank sekitar Rp 750 juta,” kata Kepala Dinas Pengelolaan keuangan dan Anggaran Daerah (DPPKAD).

 

Harta Murasman patut dicurigai. SPBU miliknya yang berada di Siulak tak lama lagi akan segera beroperasi dalam tahun ini. Alat berat excavator 4 unit, satu unit vibroting roller BOMAG dan sejumlah tanah miliknya yang bertebaran di sekitar Bukit Tengah. SPBU ditaksir berkisar Rp 7 miliar. 5 alat berat itu sekitar Rp 6 miliar. Belum termasuk uang kontan dan emas yang disimpan di rumah dinas bupati.

 

"KPK harus segera mengusut tuntas dan menangkap Bupati Kerinci Murasman atas  KKN dan penyalahgunaan jabatan  memperkaya diri dengan merampas tanah warga dan melakukan praktek korupsi APBD sebesar 160 miliar," pungkasnya. (IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?