GATRANEWS

Napi Lapas Cipinang Terlibat Sindikat Narkoba Internasional

Jakarta, GATRAnews - Sembilan pelaku pengedar narkoba jenis sabu dan ekstasi kini harus meringkuk di balik jeruji besi. Masuk sebagai kaki tangan pengedar narkoba jaringan internasional, para bandit ini menggunakan apartemen sebagai tempat persembunyian sekaligus tempat penyimpanan barang setan tersebut.

 

Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Sudjarno mengatakan sembilan pelaku masing-masing SGH, LNWT, MRN, MNA, FDLN, NFD, ADS, HRT dan AND mendapatkan pasokan barang dari Malaysia. Melalui jalur laut, pelabuhan-pelabuhan tikus di Medan,barang setan ini didatangkan dari Malaysia untuk kemudian disebrangkan ke Jakarta. "Dari keterangan HRT dan AND barang ini didatangkan dari DNL, warga negara Malaysia yang masih DPO," jelasnya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (2/7).

 

Melalui handphone, transaksi antara pemasok dan bandar dari Malaysia tersebut berlangsung. Ironisnya, HRD yang langsung bertaransaksi dengan DNL dibantu seorang napi kasus narkotika yang telah divonis tujuh tahun penjara kasus sabu-sabu. "Modusnya seseorang yang melalui hubungan telepon yang melibatkan napi memesan barang ke malaysia. Memanfaatkan kapal nelayan melewati pelabuhan Medan kemudian dibawa ke Jakarta menggunakan bus dan ditempatkan di bagasi barang dengan disamarkan dalam baju di koper," ujar Sudjarno.

 

"IWN, oknum napi tersebut. Merupakan Warga Negara Malaysia yang di tahan di Rutan Narkotika Lp Cipinang," tambah Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nugroho Aji. Diberitakan sebelumnya, direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya meringkus sembilan pelaku pengedar narkoba jenis ekstasi dan sabu. Mereka diringkus di beberapa apartemen yang ada di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

 

Total barang bukti yang diamankan dari para pelaku yaitu 5,53 kg sabu, 10084 butir ekstasi, sebuah sepeda motor, dua alat timbangan dan 9 buah handphone. Jika dikonversikan dengan nilai rupiah mencapai Rp 12 miliar lebih dengan jumlah jiwa yang mampu diselamatkan mencapai 78.000 ribu jiwa. Atas perbuatannya, para tersangka diancam pasal 114 ayat (2) subsidaei pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda maksimal Rp. 10 miliar. (WFz) 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?