GATRANEWS

Dirut PT HNW Diperiksa Terkait Korupsi BLBU

Jakarta, GATRAnews - S, Direktur Utama PT Hidayah Nur Wahana (HNW), diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) paket 1 tahun 2012, di Ditjen Tanaman Pangan Departemen Pertanian, yang diduga merugikan negara senilai Rp 209 miliar.

"Dugaan tindak pidana korupsi BLBU Paket I, diperiksa satu tersangka, yakni Dirut PT HNW dengan inisial S sebagai saksi," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi, di Jakarta, Rabu petang (24/7).

Selain memeriksa Dirut PT HNW, imbuh untung, penyidik juga memeriksa karyawan PT HNW sebagai saksi, yakni Hijrah Shafira B, Nurul Hasanah, dan Ade Irwansyah.

Dirut PT HNW telah ditetapkan sebagai tersangka dan penyidik telah melakukan penggeledahan di sejumlah tempat, yakni rumah milik saksi Mahfud Husodo di bilangan Jalan Kopu Berlian, Kelurahan Tegal, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur.

Kemudian, penyidik juga menggeledah kantor PT HNW di Griya Mutiara, Blok A/2 Baturejo, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah dikumen dan surat yang dianggap mempunyai hubungan dengan kasus ini, serta menyita benda bergerak dan tidak bergerak.

Untung menerangkan, berdasarkan hasil penyelidikan dan pengembangan, penyidik telah menemukan bukti permulaan yang cukup, sehingga penyidik menetapkan tersangka lainnya, yakni Pimpinan Produksi PT HNW dengan inisial MH.

Karena sejak awal MH tidak koperatif, penyidik menggelandang MH ke Kejaksaan Agung untuk melakukan penahanan selama 20 hari di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, sejak 19 Juni hingga 7 Agustus 2013.

"MH ditahan sesuai surat perintah penahanan no: print-14/F.2/Fd.07/2013, tanggal 19 Juni 2013," pungkas Untung. (IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?