GATRANEWS

Sutrisno, Dirut PT HNW, Gak Bisa Mudik Ditahan Kejagung

Jakarta, GATRAnews - Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung menahan Direktur Utama PT Hidayah Nur Wahana (HNW), tersangka Sutrisno atas kasus dugaan korupsi Pengadaan Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) Paket I dengan proyek senilai Rp 209,8 miliar.

 

Keterangan tersebut disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspekum) Kejaksaan Agung (Kejagung), Setia Untung Arimuladi di kantornya bilangan Jakarta Selatan, Jumat, (2/8/2013). Menurutnya, tersangka Sutrisno ditahan selama 20 hari kedepan, terhitung sejak 31 Juli hingga 19 Agustus 2013

 

"Terhadap tersangka berinisial S Dirut PT HNW ditahan selama 20 hari, terhitung mulai 31 Juli-19 Agustus 2013 di Rutan Salemba, cabang Kejari Jaksel," kata Untung.

 

Menurutnya, penahanan tersangka Sutrisno berdasarkan surat perintah nomor 15/F.2/Fd.1/07/2013, tanggal 31 Juli 2013. Dalam kasus ini penyidik telah menahan dua tersangka. Seorang lainnya, yakni Pimpinan Produksi PT HNW, Mahfud Husodo. Mahfud lebih dulu ditangkap di Jember, Jawa Timur, dia ditahan sejak 19 Juni-7 Agustus 2013.

 

Dalam kasus ini, Kejaksaan Agung baru menetapkan dua orang tersangka atas proyek yang menelan biaya Rp 209,8 milyar, yakni Sutrisno dan Mahfudi Husodo. Dugaan korupsi itu menurut jaksa, ada penyimpangan dalam penyaluran BLBU berupa padi lahan kering, padi hibrida, padi non hibrida, dan kedelai diduga tidak sesuai varietasnya, kurang volume dalam realisasinya serta beberapa pelaksanaan yang fiktif.

 

Proyek pengadaan benih ini akan ditebar untuk Paket I, yakni wilayah Aceh, Sumatra Barat, Bengkulu, Medan. Dari hasil penyelidikan ditemukan bukti permulaan yang cukup dan akan dikroscek ke lapangan pengadaan barang yang fiktif dan yang tidak sesuai dengan tender. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?