GATRANEWS

Dirut Sucofindo Tersangka Korupsi Rp 55 M

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menetapkan Direktur  PT Sucofindo, Fahmi Sadiq (FS) sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) senilai Rp 55 miliar.

 

Keterangan tersebut disampaikan Asisten Pidana Khusus Kejati DKI Jakarta, Ida Bagus Wismantono, di Jakarta, Sabtu (24/8). Menurutnya, penetapan tersebut setelah pihaknya menggelar ekspos. "Ya, hasil ekspos berkesimpulan adanya tersangka baru, FS," ucap Ida Bagus.

Lebih jauh Bagus mengatakan, penetapan tersangka Fahmi merupakan hasil ekspos yang diduga juga melibatkan Kepala Kejati, Asisten Intelijen, Asisten Pidana Khusus dan penyidik kasus tersebut, pada Kamis (22/8).

Bagus menuturkan, penyidik kejaksaan akan meneliti dan mengevaluasi hasil pemeriksaan Fahmi, guna mengincar tersangka lainnya. Sebelum menetapakan Fahmi sebagai tersangka, penyidik juga telah memeriksanya sebagai saksi dugaan kasus korupsi di Kemendiknas ini, pada Selasa (20/8).

Penetapan tersangka Fahmi berdasarkan hasil pengembangan empat tersangka lainnya, yakni S dan EH selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemendiknas, serta dua orang tersangka lainnya dari PT Surveyor Indonesia, YPS dan MFM.

Kejati DKI Jakarta terus menyidik dugaan kasus tindak pidana korupsi proyek pemetaan dan pendataan sekolah senilai Rp 55 miliar tahun 2010-2011 di Kementerian Pendikan yang dilakukan pimpinan PT Surveyor Indonesia.

Penyidik Kejati DKI Jakarta juga telah menggeledah Kantor PT Surveyor Indonesia di Jalan Gatot Subroto, Kavling 56 Lantai 9, Jakarta Pusat, Jumat malam (23/8).

Penyidik belum menetapkan jumlah kerugian negara atas  kasus ini, namun menemukan volume pekerjaan tak wajar dan diduga fiktif sehingga berdasarkan estimasi sementara merugikan negara sekitar Rp 84 miliar. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?