GATRANEWS

Kecelakaan Maut AQZ Tak Harus Dibawa ke Ranah Hukum

Jakarta, GATRAnews - Putra bungsu musisi Ahmad Dhani, AQJ, 13 tahun, yang telah ditetapkan sebagai tersangka karena mengakibatkan kecelakaan maut yang menewaskan 6 orang dan menyebakan 9 orang luka berat, seharusnya tidak serta merta dibawa ke ranah hukum. Penilaian tersebut disampaikan Nanang Jamaludin dari Lingkar Studi Nakan Nusantara (Lisan) di Jakarta, Senin, (9/9), menanggapi penetapan tersangka yang dilakukan pihak kepolisian terhadap pernosel band The Lacky Laki itu. "Memang tak serta-merta ia diproses hukum, mengingat spirit Undang-Undang nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak mengutamakan keadilan restoratif dan diversi," ujar Nanang.

 

Ia mengungkapkan, kecelakaan tragis di ruas Tol Jagorawi, Minggu, (8/9) yang menewaskan 6 orang dan 9 orang luka berat itu, memang menjadi tabrakan maut pertama melibatkan anak berusia 13 tahun sebagai pengemudi mobil berkecepatan tinggi, sehingga AJQ sendiri mengalami luka parah dan masih dirawat intensif. Menurutnya, mengacu pada UU Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistim Peradilan Anak, AJQ berkatagori anak yang berkonflik dengan hukum, yakni, anak yang telah 12 tahun, tetapi belum 18 tahun yang diduga melakukan tindak pidana. "AJQ mengemudikan mobil yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. Ia pun tak cukup umur menyetir mobil dan tentu tak ber-SIM," ujarnya.

 

Namun demikian, AJQ tidak serta merta dituntut hukum karena masih di bawah umur. Justru, hukuman berat harus dijatuhkan kepada ayahnya, karena diduga telah melakukan perbuatan "menelantarkan" anaknya, dengan melepas tanggung jawab pengawasan atas anaknya yang bau kencur mengendarai mobil sendiri hadiah darinya, hingga hilangnya nyawa orang lain. Seperti diberitakan sebelumnya, AJQ yang mengendarai mobil Lancer bernomor polisi B 80 SAL terlibat kecelakaan dengan mobil Daihatsu plat nomor B 1349 TEN dan Avanza nomor polisi B 1882 UZJ. Insiden tersebut menyebabkan 6 orang tewas sedangkan 9 diantaranya luka berat. Pelaku mengendarai mobil dari arah selatan menuju utara, kemudian kehilangan kendali akibat diduga tidak konsentrasi. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?