GATRANEWS

Bunda Putri Ternyata Bernama Asli Nonsyaputri

Jakarta, GATRAnews - Nama Bunda Putri yang disebut-sebut dalam rekaman percakapan telepon antara terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq dengan Ridwan Hakim, anak dari Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtrera (PKS) Hilmi Aminuddin, akhirnya terkuak, di sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis (10/10).

Nama Bunda Putri, yang bernama asli Nonsyaputri itu, diucapkan Luthfi, saat memberi kesaksian untuk rekannya, Ahmad Fathanah, yang juga menjadi terdakwa untuk kasus korupsi dan pencucian uang pengurusan impor daging sapi di Kementerian Pertanian.

"Benar saya berangkat ke rumahnya (Bunda Putri) setelah penangkapan terdakwa (Fathanah) untuk klarifikasi," ucap Luthfi, saat bersaksi untuk terdakwa Ahmad Fathanah, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis.

Mantan Presiden PKS ini mengakui bahwa dirinya sengaja menemui Nonsyaputri alias Bunda Putri, pada malam hari usai Ahmad Fathanah dibekuk KPK, untuk mengklarifikasi soal penangkapan tersebut.

Luthfi mengatakan bahwa dirinya berusaha meyakinkan Bunda Putri, bahwa penangkapan itu tidak melibatkan Menteri Pertanian Suswono, dan penangkapan itu hanya urusan bisnis.

Bahkan, menurut Luthfi, dia harus menyampaikan argumentasinya soal penangkapan Fathanah kepada Bunda Putri, supaya posisi menteri-menteri PKS tidak dicopot (di-reshuffle), akibat perkara kasus suap itu.

Sebelumnya, nama Bunda Putri langsung menjadi perhatian dan membuat publik bertanya-tanya, siapa sosok sebenarnya nama yang disebut dalam rekaman sadapan telepon antara Luthfi, Ridwan, dan Bunda Putri, dalam persidangan Fathanah, Kamis (29/8).

Dalam rekaman perbincangan pada Januari 2013 itu, Luthfi menyebut Bunda Putri sebagai seorang yang mengondisikan para pengambil keputusan. Awalnya, pembicaraan antara Luthfi dan Ridwan melalui telepon.

"Tadi malam menteri di sini (rumah). Sampai pukul 01.00 pagi katanya. Pernyataannya kan hari Jumat. Malam Jumat-nya dia di sini, sambil ngomongin rapat," kata Ridwan kepada Luthfi.

"Kalau gitu gini aja, nanti kita coba dua arah. Siapa yang terbaiknya, Widhi-nya yang kita pegang 100 persen, biar satu komando," jawab Luthfi.

Ridwan kemudian menyerahkan teleponnya kepada Bunda Putri untuk berbicara dengan Luthfi. Tidak jelas persoalan perbincangan antara Luthfi dan Bunda Putri. Di tengah-tengah perbincangan, Luthfi menyebut ada seseorang yang menjadi pengambil keputusan.

"Bukan, maksud saya dia kan decision maker. Bunda kan mengondisikan para decision maker. Kerjaan lebih berat mengondisikan pada decision maker daripada yang pengambil keputusan sendiri, ha-ha-ha," ujar Luthfi, dalam rekaman hasil sadapan KPK itu. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?