GATRANEWS

Anton "Bocor", Densus Gulung Teroris Ciputat

Jakarta, GATRAnews - Penggrebekan sekaligus penembakan enam terduga teroris di Kampung Sawah Ciputat dan di Bogor oleh Densus 88 Antiteror Polri, berkat pengakuan Anton alias Septi, yang ditangkap di Banyumas, Jawa Tengah.

"Iya, memang bagian dari pengembangan hasil pemeriksaan kita. Termasuk kemarin di Rempoa, di Banyumas juga," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Jakarta, Kamis (2/1).

Menurutnya, di tempat Anton, Densus menemukan dan menyita antara lain uang sejumlah Rp 90 juta, beberapa alat komunikasi, dan komputer. Densus juga menemunkan dan menyita sejumlah barang pada penggeledahan di Rempoa. "Itu juga kita temukan beberapa barang dari kontrakan Dayat," ujar Boy.

Lantas siapa sosok Anton alias Septi itu, sehingga dari "kebocoran" mulutnya itu Denusus bisa menembak 6 terduga teroris di Kampung Sawah. "Anton adalah perencana dan pelaksana dari penyerangan terhadap petugas kita, yang kedua, merupakan ahli bom, yang ketiga, termasuk eksekutor langsung peletak bom di Vihara Ekayana (Jakarta Barat-Red.) dan beberapa kegiatan fai lainnya," urai Boy.

Anton merupakan anggota jaringan Abu Roban. Anton satu kelompok dengan 6 orang terduga teroris yang ditembak mati di Kampung Sawah. Dalam kelompok ini, Anton merupakan otak berbagai aksi, meski dalam kelompok ini bersifat kolektif.

"Lebih tepat otaknya, kolektif tidak secara khusus. Tapi meraka adalah bagian dari kelompok Abu Roban. Dan peran diantara mereka tidak ada yang terlalu dominan, tapi bersama-sama atau kolektif," kata Boy.

Namun meski menganut asas kolektivitas, namun Boy memperkirakan ada satu orang yang dijadikan sebagai pimpinan. "Mungkn satu di antara merak ada yang jadi pemimpin. Tapi dalam hal ini. Anton lebih dominan, dia ahli dalam perakita bom, dia juga sebagai pelaksana dan perencana juga. Cukup dominan perannya Anton. Nanti akan kita pastikan kepastianya," bebernya.

Sedangkan saat disoal tentang bom pipa yang ditemukan pada penggerebakan di Kampung Sawah, Boy mengatakan, bom tersebut merupakan bom pipa rakitan. Motif aksi teror yang akan dilakukan kelompok terores ini, yakni  terkait dengan isu Rohingya.

"Jadi ini memang berkaitan dengan isu rohingya, terkait simpatisan mereka terhadap muslim Rohingya yang menerut mereka ada perlakuan terhadap masyarakat muslim Rohongya di sana. Itu menjadi inspriasi mereka untuk melakukan aksi melakukan penyerangan dan mejadikan vihara sebagai target," pungkasnya. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?