GATRANEWS

Perombakan Birokrasi DKI Masih Prematur
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat membantah rencana perombakan...
Kasus Mangkrak, Kompolnas Pantau Kinerja Penyidik PMJ
Wednesday, 22 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyambangi markas Kepolisian Daerah...
Tegakkan Kawasan Dilarang Merokok, Ahok Minta Bantu Kepolisian
Wednesday, 22 April 2015

Jakarta, GATRAnews – Penegakkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2015 tentang Kawasan Dilarang...
Susi: Oce Saksi Penting Perbudakan Benjina
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Saksi kunci perbudakan anak buah kapal (ABK) asing di Benjina, Kepulauan Aru,...
Disebut Lecehkan TNI-Polri, Ahok: Kok Melecehkan?
Monday, 20 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Rencana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memberdayagunakan kekuatan...
Tidak Ada Tanda Kekerasan Penyebab Tewasnya Penjual Batu Akik
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Pihak kepolisian hingga kini belum bisa memastikan penyebab kematian tiga orang...
Ini Kamar Kos Tata Chubby Menerima Pelanggan & Tewas
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews- Polisi menggelar pra rekonstruksi pembunuhan Dedeuh Alfisahrin alias Empie...
Mengadu Nasib Jual Batu Akik Satu Keluarga Tewas Dalam Mobil
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Pihak kepolisian belum bisa memastikan penyebab kematian tiga orang yang...
Berkas Pengemudi Maut Christopher Dinyatakan Lengkap
Wednesday, 15 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Berkas tersangka Christopher Daniel Sjarif, 22 tahun, pengemudi Mitsubishi...
Pemerintah Harus Evaluasi Pengacara Siti Zaenab
Wednesday, 15 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum Organisasi Kesejahteraan Rakyat (ORKESTRA) Poempida Hidayatulloh...
Ahok Kesulitan Pantau Keberadaan PNS DKI
Wednesday, 15 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kesulitan memantau posisi PNS di...
Kejagung Tunggu Putusan Kasasi Fredy Budiman
Tuesday, 14 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Gembong narkoba yang sudah divonis mati, Fredy Budiman, kembali mengendalikan...
Kuras ATM, Dua WN Bulgaria Diciduk Polisi
Tuesday, 14 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Dua pria Warga Negara (WN) Bulgaria bernama Pimalinov (44) dan Kirinov Rosen...
13 Tersangka Kelompok Bersenjata di Aceh Dibekuk Polisi
Monday, 13 April 2015

Lhokseumawe, GATRAnews - Kepolisian Daerah Aceh berhasil menahan 13 tersangka berikut barang bukti...
PSHK: Pelimpahan Kasus BG ke Polri Konflik Kepentingan
Saturday, 11 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Peneliti dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Miko Ginting di...
Polisi: STIP Merunda Kooperatif Usut Penganiayaan Daniel
Friday, 10 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Daniel Roberto Tampubolon hingga kini masih terbaring di rumah sakit karena...
Pejabat Kemendagri Hanya Tertawa Disebut Ahok Bodoh dan Ngaco
Friday, 10 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Basuki Tjahaja Purnama kecewa dengan Direktorat Jenderal Keuangan Daerah,...
Polisi Ringkus Perampok Taksi Express di Kembangan
Friday, 10 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Satuan Reskrim Polsek Kembangan berhasil meringkus dalang dari aksi perampokan...
Bom Meledak, Polisi Duga Pelaku Lakukan Kesalahan Saat Merakit
Wednesday, 08 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyisiran di lokasi meledaknya bom...
Polisi Hadirkan Empat Saksi Baru Ungkap Pelecehan di Highscope
Tuesday, 07 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Polda Metro Jaya terus mengusut kasus pelecehan seksual di sekolah HighScope,...

Eva: Stop Polisi Lecehkan Novi!

Jakarta, GATRAnews - Anggota Komisi III DPR RI, Eva K Sundari meminta aparat Polri menghentikan aksi pelecehan terhadap Novi Amelia, 25 tahun, model cantik yang nyaris bugil dan menabrak beberapa pejalan kaki di Taman Sari, Jakarta Barat. "Aparat Polri supaya stop lecehkan Novi Amelia. Saya menyesalkan beredarnya foto-foto tidak senonoh Novi yang diambil selama dia dalam tahanan kepolisian atau RS Polri," katanya, Selasa (16/10).

 

Menurut Eva, beredarnya foto-foto tersebut mengindikasikan bahwa pengawasan terhadap Novi selama di lingkungan kepolisian sangat lemah, bahkan sangat mungkin foto-foto tersebut diambil oleh aparat kepolisian, mengingat merekalah yang punya akses langsung terhadap tahanan Novi. Sebagai lembaga utama penjaga Hak Asasi Manusia (HAM) rakyat, janggal jika dalam pengamanan tahanan perempuan di lingkungan Polri, justru mengalami pelecehan seksual.

 

Menurutnya, Polisi nyata tak mengintegrasikan perspektif HAM perempuan dalam menjalankan tupoksinya. Seharusnya, Polri paham, bahwa sebagai manusia, perempuan berhak dilindungi dari pelecehan dan dijaga martabatnya oleh para penyidik tersebut. "Yang lebih memperihatinkan, tahanan Novi Amalia belum sepenuhnya sadar dari pengaruh obat-obatan, sehingga berhak perlindungan berlapis, termasuk dijaga kehormatannya, mengingat yang bersangkutan tidak mampu menjaga dirinya sendiri. Adalah ironis, jika yang bersangkutan justru jadi obyek tontonan dan pelecehan seksual. Saya menuntut Polri melakukan penyidikan atas pelaku pengambilan foto dan mengedarannya, karena hal tersebut sudah tergolong cyber-crime. Pelaku dan perilaku pembiaran tersebut harus diproses lembaga etik Polri dan diproses hukum," tandasnya.

 

Selain itu, Eva juga menuntut Unit Narkoba bersama Polsek Tamansari pengawasan Novi dilakukan polwan, demi memastikan tidak ada pelecehan selama dia menjadi tahanan Polri. "Lebih dari itu, kasus pelecehan terhadap Novi ini, harusnya membuka mata Kapolri, betapa isu diskriminasi gender merupakan problem serius di tubuh Polri. Sepatutnya Kapolri segera menandatangani PerKap Kesetaraan gender yang sudah beberapa bulan diabaikan Kapolri atau Wakapolri untuk dilegalisasi," pungkasnya. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?