GATRANEWS

Di Klungkung Bali, Satu Polsek Bakal Ada Dua Polwan
Saturday, 19 April 2014

Semarapura, GATRAnews - Kepala Kepolisian Resor (Polres) Klungkung, Ajun Komisaris Besar Polisi Ni...
Mayat Itu Ternyata Penjaga Rumah Walkot Pekanbaru
Friday, 18 April 2014

Pekanbaru, GATRAnews - Temuan sesosok mayat di rumah pribadi Wali Kota Pekanbaru, Riau, Firdaus MT...
Tamu Hotel Tak Bayar Laporkan ke Polisi
Thursday, 17 April 2014

Denpasar, GATRAnews - Petugas satpam Hotel LV8 di Canggu, Kabupaten Badung, Bali, melaporkan empat...
Dua WN Malaysia Ditangkap Bawa Satu Kilogram Sabu
Thursday, 17 April 2014

Nunukan, GATRAnews - Dua warga negara Malaysia yang diketahui membawa sekitar satu kilogram narkoba...
Orangtua Korban Kekerasan Seksual Anak Bakal Gugat JIS
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Orang tua korban kekerasan seksual TPW berencana menggugat pihak pengelola...
Kemungkinan Motif Dendam Pembunuhan di Soreang
Thursday, 17 April 2014

Bandung, GATRAnews - Penyidik kepolisian mencurigai kasus pembunuhan kakak beradik dan pembantunya...
Polisi Selidiki Pemilik 300 Batang Kayu Gelam
Wednesday, 16 April 2014

Muntok, GATRAnews- Polisi Resor Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung masih melakukan...
PT ISS Masih Pekerjakan Terduga Pelaku Pelecehan
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pihak polisi mengatakan PT ISS Indonesia masih mempekerjakan dua orang terduga...
Keterlibatan WN Malaysia Terkait Peredaran Narkoba
Wednesday, 16 April 2014

Pekanbaru, GATRAnews - Kepolisian Daerah Riau mendalami keterlibatan CKS dan YKC, keduanya Warga...
Setelah Pelecehan, JIS Pasang CCTV Dekat Toilet
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengelola Jakarta Internasional School (JIS) Jakarta kini memasang kamera...
Polisi Periksa Psikologis Tersangka Kekerasan Seksual
Tuesday, 15 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Polda Metro Jaya akan memeriksa kejiwaan atau psikologis dan...
Polisi Identifikasi Dua Terduga Pelaku Kekerasan Seksual
Tuesday, 15 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Polda Metro Jaya akan mengidentifikasi dua orang terduga pelaku...
Perampok Tembak Pemilik Sepeda Motor Hingga Tewas
Monday, 14 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pelaku pencurian kendaraan bermotor menembak seorang warga pemilik sepeda...
Nelayan Asing Ditangkap di Aceh Barat
Monday, 14 April 2014

Banda Aceh, GATRAnews - Kepolisian dibantu aparat TNI-AD menangkap empat unit kapal bersama puluhan...
Orang Dalam Diduga Terlibat Perampokan di Rumah Farah Quinn
Saturday, 12 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Kediaman celebrity chef, Farah Quinn menjadi sasaran perampokan pada Kamis...
Kades Arogan Babak Belur Dihajar Massa
Friday, 11 April 2014

Pekanbaru, GATRAnews - Seorang kepala desa babak belur dihajar massa yang marah akibat ulah...
Malaysia Usir 120 TKI
Friday, 11 April 2014

Nunukan, GATRAnews - Pemerintah Kerajaan Malaysia mengusir 120 warga negara Indonesia (WNI) yang...
Caleg Pelaku Penggelapan Mobil Ditangkap
Thursday, 10 April 2014

Madiun, GATRAnews - Petugas Satuan Reskrim Polres Madiun Kota, Jawa Timur, berhasil menangkap...
Polda Metro Jaya Klaim Pileg Berjalan Kondusif
Thursday, 10 April 2014

Jakarta, GARAnews-Kepolisian Daerah Metro Jaya mengklaim bahwa dalam Pemilihan Legislatif (Pileg)...
Rumah Farah Quinn Disatroni Perampok
Thursday, 10 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Rumah milik celebrity “Ala Chef” Farah Quinn yang terletak di Jalan Bangka...

Eva: Stop Polisi Lecehkan Novi!

Jakarta, GATRAnews - Anggota Komisi III DPR RI, Eva K Sundari meminta aparat Polri menghentikan aksi pelecehan terhadap Novi Amelia, 25 tahun, model cantik yang nyaris bugil dan menabrak beberapa pejalan kaki di Taman Sari, Jakarta Barat. "Aparat Polri supaya stop lecehkan Novi Amelia. Saya menyesalkan beredarnya foto-foto tidak senonoh Novi yang diambil selama dia dalam tahanan kepolisian atau RS Polri," katanya, Selasa (16/10).

 

Menurut Eva, beredarnya foto-foto tersebut mengindikasikan bahwa pengawasan terhadap Novi selama di lingkungan kepolisian sangat lemah, bahkan sangat mungkin foto-foto tersebut diambil oleh aparat kepolisian, mengingat merekalah yang punya akses langsung terhadap tahanan Novi. Sebagai lembaga utama penjaga Hak Asasi Manusia (HAM) rakyat, janggal jika dalam pengamanan tahanan perempuan di lingkungan Polri, justru mengalami pelecehan seksual.

 

Menurutnya, Polisi nyata tak mengintegrasikan perspektif HAM perempuan dalam menjalankan tupoksinya. Seharusnya, Polri paham, bahwa sebagai manusia, perempuan berhak dilindungi dari pelecehan dan dijaga martabatnya oleh para penyidik tersebut. "Yang lebih memperihatinkan, tahanan Novi Amalia belum sepenuhnya sadar dari pengaruh obat-obatan, sehingga berhak perlindungan berlapis, termasuk dijaga kehormatannya, mengingat yang bersangkutan tidak mampu menjaga dirinya sendiri. Adalah ironis, jika yang bersangkutan justru jadi obyek tontonan dan pelecehan seksual. Saya menuntut Polri melakukan penyidikan atas pelaku pengambilan foto dan mengedarannya, karena hal tersebut sudah tergolong cyber-crime. Pelaku dan perilaku pembiaran tersebut harus diproses lembaga etik Polri dan diproses hukum," tandasnya.

 

Selain itu, Eva juga menuntut Unit Narkoba bersama Polsek Tamansari pengawasan Novi dilakukan polwan, demi memastikan tidak ada pelecehan selama dia menjadi tahanan Polri. "Lebih dari itu, kasus pelecehan terhadap Novi ini, harusnya membuka mata Kapolri, betapa isu diskriminasi gender merupakan problem serius di tubuh Polri. Sepatutnya Kapolri segera menandatangani PerKap Kesetaraan gender yang sudah beberapa bulan diabaikan Kapolri atau Wakapolri untuk dilegalisasi," pungkasnya. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?