GATRANEWS

Mabes Polri Koordinasi Dengan Kepolisian Taiwan Ungkap 28 WN Taiwan
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews-Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri masih menelusuri tindak pidana penipuan...
BI: Devaluasi Bukan Solusi Buat Indonesia
Monday, 24 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, cara pelemahan mata uang...
Kasatpol PP DKI Bantah Anak Buahnya Diperiksa Polisi
Monday, 24 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Satuan Polisi PP DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso membantah tiga anak...
SP JICT Adukan Dirut Pelindo II ke Bareskrim
Monday, 24 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) melaporkan...
Kasatpol PP: Serahkan Kasus Salah Tangkap ke Polisi
Friday, 21 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Satpol PP DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso mengaku belum menerima laporan...
Polisi Ringkus Pemerkosa Siswi SMA
Saturday, 15 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Aparat Polda Metro Jaya meringkus dua pria berinisial BU dan MI yang diduga...
Rupiah Jumat pagi Melemah ke Rp 13.765
Friday, 14 August 2015

Jakarta, GATRANews - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi...
Pengungsi Korban Tolikara Butuh 'Dana Segar' Topang Perekonomian
Wednesday, 12 August 2015

Jakarta, GATRAnews-Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah diminta turun tangan untuk membantu para...
Pembunuh Mantan TKI Mengaku Panik Saat Tenggelamkan Korban
Wednesday, 12 August 2015

Jakarta,GATRAnews- Bahrul Ulum mengaku panik saat menenggelamkan Musyarafah Nova mantan Tenaga...
Rupiah Melemah ke Rp 13.747 Rabu pagi ini
Wednesday, 12 August 2015

Jakarta, GATRANews - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi...
Harga Minyak Jatuh, Karena Devaluasi Yuan
Wednesday, 12 August 2015

New York, GATRANews - Harga minyak dunia jatuh pada penutupan Selasa (Rabu pagi WIB) di bursa New...
Tawuran Ormas, Ahok: Tanya ke Polisi itu
Saturday, 08 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menolak mengomentari tawuran yang...
Spanduk Provokasi 'Ojek Pangkalan' Bakal Dicopot
Friday, 07 August 2015

Jakarta,GATRAnews-Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya (Kapolda) Inspektur Jenderal Tito Karnavian...
Keluarga Histeris Saat Rekonstruksi Pembunuh Asisten Presiden Direktur XL
Thursday, 06 August 2015

Jakarta,GATRAnews-Polda Metro Jaya akhirnya meringkus pelaku yang membunuh asisten cantik Presiden...
Polisi Ciduk WN Australia Tanpa Tunjukkan Surat Penangkapan
Thursday, 06 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Beberapa orang yang mengaku sebagai anggota kepolisian dari Polda Bali...
Menghilang Sejak November 2014, Asisten Presiden Direktur XL Dibunuh?
Wednesday, 05 August 2015

Jakarta, GATRAnews-Menghilang sejak November 2014 lalu pihak kepolisian menduga Asisten Presiden...
Mabes Polri Berharap Polisi Singapura Bantu Pulangkan Honggo Wedratmo
Wednesday, 05 August 2015

Jakarta, GATRAnews-Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri berharap kepolisian Singapura...
45 WN Myanmar Diduga Korban Human Trafficking Dievakuasi
Wednesday, 05 August 2015

Jakarta,GATRAnews-Satuan Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Mabes Polri mengevakuasi...
Penyelewengan Dana KJP Harus Dipublikasikan
Wednesday, 05 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat meminta oknum yang menyelewengkan dana...
DKI Minta Kapal Pembuang Limbah di Kepulauan Seribu Ditangkap
Monday, 03 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI meminta kepolisian menangkap dua kapal...

Eva: Stop Polisi Lecehkan Novi!

Jakarta, GATRAnews - Anggota Komisi III DPR RI, Eva K Sundari meminta aparat Polri menghentikan aksi pelecehan terhadap Novi Amelia, 25 tahun, model cantik yang nyaris bugil dan menabrak beberapa pejalan kaki di Taman Sari, Jakarta Barat. "Aparat Polri supaya stop lecehkan Novi Amelia. Saya menyesalkan beredarnya foto-foto tidak senonoh Novi yang diambil selama dia dalam tahanan kepolisian atau RS Polri," katanya, Selasa (16/10).

 

Menurut Eva, beredarnya foto-foto tersebut mengindikasikan bahwa pengawasan terhadap Novi selama di lingkungan kepolisian sangat lemah, bahkan sangat mungkin foto-foto tersebut diambil oleh aparat kepolisian, mengingat merekalah yang punya akses langsung terhadap tahanan Novi. Sebagai lembaga utama penjaga Hak Asasi Manusia (HAM) rakyat, janggal jika dalam pengamanan tahanan perempuan di lingkungan Polri, justru mengalami pelecehan seksual.

 

Menurutnya, Polisi nyata tak mengintegrasikan perspektif HAM perempuan dalam menjalankan tupoksinya. Seharusnya, Polri paham, bahwa sebagai manusia, perempuan berhak dilindungi dari pelecehan dan dijaga martabatnya oleh para penyidik tersebut. "Yang lebih memperihatinkan, tahanan Novi Amalia belum sepenuhnya sadar dari pengaruh obat-obatan, sehingga berhak perlindungan berlapis, termasuk dijaga kehormatannya, mengingat yang bersangkutan tidak mampu menjaga dirinya sendiri. Adalah ironis, jika yang bersangkutan justru jadi obyek tontonan dan pelecehan seksual. Saya menuntut Polri melakukan penyidikan atas pelaku pengambilan foto dan mengedarannya, karena hal tersebut sudah tergolong cyber-crime. Pelaku dan perilaku pembiaran tersebut harus diproses lembaga etik Polri dan diproses hukum," tandasnya.

 

Selain itu, Eva juga menuntut Unit Narkoba bersama Polsek Tamansari pengawasan Novi dilakukan polwan, demi memastikan tidak ada pelecehan selama dia menjadi tahanan Polri. "Lebih dari itu, kasus pelecehan terhadap Novi ini, harusnya membuka mata Kapolri, betapa isu diskriminasi gender merupakan problem serius di tubuh Polri. Sepatutnya Kapolri segera menandatangani PerKap Kesetaraan gender yang sudah beberapa bulan diabaikan Kapolri atau Wakapolri untuk dilegalisasi," pungkasnya. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?