GATRANEWS

Terganggu MRT, Rute Jakarta 10K Berubah
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Ajang lomba lari Jakarta International 10 kilometer (10K) kembali digelar...
Surat Wasiat Mahasiswa UI Akseyna Dibuat Oleh Dua Orang
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Kasus kematian mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Akseyna Ahad Dori (18) yang...
Harga Premium & Solar Ditentukan Setiap 3-6 Bulan Sekali‏
Thursday, 21 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah berencana memperlonggar evaluasi harga bahan bakar minyak (BBM)...
Kuasa Hukum BW: Polri Harus Pertimbangkan Putusan Peradi
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kuasa hukum Bambang Widjojanto (BW), Ainul Yaqin, mengatakan, meski putusan...
Jimly Apresiasi Polri Jika Hentikan Kasus BW
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Tim Konsultatif Independen (Tim 9) Jimly Asshiddiqie mengapresiasi...
Jimly:  Tak Langgar Etik, BW Tak Langgar Hukum
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie...
Anak Korban Penelantaran Akan Dipertemukan Dengan Orang Tuanya
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Subdirektorat Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Polda Metro Jaya terus...
BW Desak Polri Hentikan Penyidikan Kasusnya
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi non aktif, Bambang Widjojanto (BW),...
Hindari Tugu Proklamasi Besok!!!
Tuesday, 19 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Sejumlah elemen mahasiswa bakal melakukan aksi unjuk rasa, Rabu (20/5) besok...
Polres Jakarta Pusat Evaluasi Pemegang Senpi Anggotanya
Tuesday, 19 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Brigadir Wahyu tewas seketika saat timah panas menembus pelipis sebelah kanannya...
Polda Metro Belum Tetapkan Tersangka Terkait Penelantaran Anak
Tuesday, 19 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Polda Metro Jaya hingga kini masih menunggu hasil visum dan pemeriksaan kejiwaan...
Djarot Bela Kebijakan Pasang Copot Birokrat
Monday, 18 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kurang lebih enam bulan menjabat DKI-1, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama sudah...
Putra Korban Pembunuhan Laporkan Oknum Polisi ke Propam Polri
Saturday, 16 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Robert Simanjuntak, putra mendiang Ny Dusun Mariana br Siagian, 68 tahun,...
Penyidik Interogasi Orang Tua Telantarkan Anak
Friday, 15 May 2015

Jakarta, GATRAnews  - Penyidik Polda Metro Jaya menginterogasi orang tua yang menelantarkan lima...
Polisi: Utomo dan Narindra Positif Narkoba
Friday, 15 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Polda Metro Jaya menggelar Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus...
Sipir Nusakambangan Jadi Kurir Narkoba Akhirnya Diciduk Polisi
Thursday, 14 May 2015

Cilacap, GATRANews - Bayu Anggit Permana yang biasanya menjadi sipir penjara kini terpaksa harus...
Pemerintah Perpanjang Evaluasi Harga BBM jadi 3-6 Bulan
Thursday, 14 May 2015

Jakarta, GATRANews - Pemerintah memperpanjang waktu evaluasi harga bahan bakar minyak dari sebulan...
Polri Kirim Dua Anggota DVI Evakuasi 3 WNI di Nepal
Wednesday, 13 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Mabes Polri akan mengirim dua anggota Disaster Victim Identification (DVI) ke...
Lagi, Polisi Ringkus Pembegal Juragan Beras
Wednesday, 13 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Petugas Polda Metro Jaya kembali membekuk pelaku begal yang menewaskan juragan...
Pelaku Perampasan Taksi Express Diciduk Polisi
Tuesday, 12 May 2015

Jakarta, GATRAnews- Petugas Reserse Mobil (Resmob) Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap...

Eva: Stop Polisi Lecehkan Novi!

Jakarta, GATRAnews - Anggota Komisi III DPR RI, Eva K Sundari meminta aparat Polri menghentikan aksi pelecehan terhadap Novi Amelia, 25 tahun, model cantik yang nyaris bugil dan menabrak beberapa pejalan kaki di Taman Sari, Jakarta Barat. "Aparat Polri supaya stop lecehkan Novi Amelia. Saya menyesalkan beredarnya foto-foto tidak senonoh Novi yang diambil selama dia dalam tahanan kepolisian atau RS Polri," katanya, Selasa (16/10).

 

Menurut Eva, beredarnya foto-foto tersebut mengindikasikan bahwa pengawasan terhadap Novi selama di lingkungan kepolisian sangat lemah, bahkan sangat mungkin foto-foto tersebut diambil oleh aparat kepolisian, mengingat merekalah yang punya akses langsung terhadap tahanan Novi. Sebagai lembaga utama penjaga Hak Asasi Manusia (HAM) rakyat, janggal jika dalam pengamanan tahanan perempuan di lingkungan Polri, justru mengalami pelecehan seksual.

 

Menurutnya, Polisi nyata tak mengintegrasikan perspektif HAM perempuan dalam menjalankan tupoksinya. Seharusnya, Polri paham, bahwa sebagai manusia, perempuan berhak dilindungi dari pelecehan dan dijaga martabatnya oleh para penyidik tersebut. "Yang lebih memperihatinkan, tahanan Novi Amalia belum sepenuhnya sadar dari pengaruh obat-obatan, sehingga berhak perlindungan berlapis, termasuk dijaga kehormatannya, mengingat yang bersangkutan tidak mampu menjaga dirinya sendiri. Adalah ironis, jika yang bersangkutan justru jadi obyek tontonan dan pelecehan seksual. Saya menuntut Polri melakukan penyidikan atas pelaku pengambilan foto dan mengedarannya, karena hal tersebut sudah tergolong cyber-crime. Pelaku dan perilaku pembiaran tersebut harus diproses lembaga etik Polri dan diproses hukum," tandasnya.

 

Selain itu, Eva juga menuntut Unit Narkoba bersama Polsek Tamansari pengawasan Novi dilakukan polwan, demi memastikan tidak ada pelecehan selama dia menjadi tahanan Polri. "Lebih dari itu, kasus pelecehan terhadap Novi ini, harusnya membuka mata Kapolri, betapa isu diskriminasi gender merupakan problem serius di tubuh Polri. Sepatutnya Kapolri segera menandatangani PerKap Kesetaraan gender yang sudah beberapa bulan diabaikan Kapolri atau Wakapolri untuk dilegalisasi," pungkasnya. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?