GATRANEWS

250 TKI di Jepang Dilatih Jadi Pengusaha‏
Sunday, 24 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Sebanyak 250 tenaga kerja Indonesia di Jepang dilatih untuk membuat...
DKI Tata PKL Setu Babakan Seperti Lenggang Jakarta
Sunday, 24 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Sukses dengan Lenggang Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata...
MRT Tahap Dua Menunggu Pemerintah Pusat
Sunday, 24 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pembangunan mass rapid transit (MRT) tahap dua dengan rute Kampung...
Terkendala Lahan, DKI Masih Yakin MRT Tepat Waktu
Sunday, 24 May 2015

Jakarta, GATRAnews -  Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meninjau pembangunan moda...
Merawat Investor untuk Membangun Negeri
Sunday, 24 May 2015

  Jakarta, GATRAnews - Investor yang bergerak di bidang pertambangan seperti energi dan sumber...
DPRD: Bangun Sirkuit Baru Tanpa APBD
Sunday, 24 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Rencana pembangunan sirkuit bertaraf internasional di Ibu Kota mendapat...
Menperin Dorong RAPP Ekspor Kertas Rp 40 Trilyun
Saturday, 23 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin mendorong perusahaan berbasis agro...
Nico: 9 Pansel KPK Perempuan, ''Out of The Box''
Saturday, 23 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengamat politik dari Populi Center, Nico Harjanto, menilai, penunjukkan...
Menteri Saleh Tantang ''Riau Andalan Pulp'' Ekspor Hingga Rp 40 Triliun‏
Saturday, 23 May 2015

Pelalawan, GATRAnews - Menperin Saleh Husin mendorong perusahaan berbasis agro meningkatkan kinerja...
KPK: Kasus Korupsi BCA Hadi Poernomo Tak Retroaktif
Saturday, 23 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ariawan Agus Iyantono,...
Ini Penyebab KPK Lamban Rampungkan Kasus Hadi
Saturday, 23 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Senin, 21 April 2014, atau setahun lalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...
KPK Kantongi Ledger BCA Bukti Kasus Korupsi Hadi
Saturday, 23 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi menunjukan 3 koper dan 1 boks...
Kapolda Metro Jaya Minta Kabid Humas Baru Turunkan Berat Badan
Saturday, 23 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Komisaris Besar Muhammad Iqbal, 44 tahun, resmi menjabat sebagai Kepala Bidang...
Pemerintah Naikkan HPP Gula
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah akhirnya menaikkan Harga Patokan Petani (HPP) gula. Keputusan...
Warga Tomang Sulap Tanaman Hias Jadi Obat Herbal‏
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Lomba Taman Herbal Bejo yang digelar PT Bintang Toedjoe bekerjasama dengan Tim...
MPR: Jadikan Pancasila Sebagai Pranata Hukum
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Hingga kini Pancasila hanya menjadi simbol. Pancasila belum diaplikasikan...
Triwulan I 2015, Layanan BRIfast Remittance Capai US$9,6 Milyar
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Di triwulan pertama tahun 2015, kinerja Fee Based Income (FBI) PT Bank Rakyat...
Pembangunan Infrastruktur Atasi Hambatan Daerah Tertinggal
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Berbagai potensi sumber daya, seperti bahari, pertanian maupun lainnya di...
Mendes PDTT Pembangunan Daerah Tertinggal Kurangi Ketimpangan
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT)...
Hadi Poernomo Klaim Untungkan Negara Rp 10 T
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan Dirjen Pajak Hadi Poernomo, yang kini menjadi tersangka kasus korupsi...

Facebook & Kaskus Jadi Tempat Jualan Air Soft Gun Ilegal

Jakarta, Gatranews - Sebanyak dua pelaku penjualan senjata jenis Air Soft Gun ilegal dibekuk tim Reserse Mobil Polda Metro Jaya (Resmob-PMJ). Dari tangan mereka, polisi berhasil menyita sebanyak 180 pucuk senjata lengkap dengan peluru jenis gotri. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto menjelaskan dua pelaku itu masing-masing D,  alias J dan AG. “ Keduanya ditangkap di daerah Kelapa Gading,“ jelas Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/10). Para pelaku, lanjut Rikwanto diancam dengan UU Darurat No 12 tahun 1951 dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara. 

 

Dikesempatan yang sama, Kasat Resmob PMJ, AKBP Herry Heryawan menambahkan para pelaku dalam menjual senjata-senjata tersebut menggunakan facebook bahkan Kaskus. “Penjualannya langsung. Ada yang menggunakan Facebook bahkan Twitter. Yang laras pendek dijual Rp. 3 juta sedangkan laras panjang Rp. 6 juta. Semua senjata ini dijual ke pda masyarakat, “ jelas Herry. 

 

Hery menambahkan penangkapan para pelaku merupakan pengembangan dari beberapa peristiwa pencurian dengan kekerasan yang menggunakan senjata api. “Awalnya kita telusuri kepemilikan senjata api dari seseorang berinisial A dan dia bilang dari 2 orang ini,“ tandas Herry. Senjata-senjata tersebut, ungkap herry dari pemeriksaan sementara di impor dari China. “ nanti kita telusuri ini juga,“ tandasnya. (WFz)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?