GATRANEWS

Kejagung Tahan Tersangka TransJakarta Cheng Chong Kyeon
Friday, 27 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung menjebloskan tersangka Cheng Chong...
Wabup Cirebon Tak Penuhi Panggilan Kejagung
Friday, 27 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Bupati (Wabup) Cirebon Tasya Soemadi (TS) tidak memenuhi panggilan...
KPK Panggil Chairun Nisa Terkait Kasus SDA
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Anggota DPR RI,...
Kejagung Tahan 2 Tersangka Penyeleweng Kredit Investasi
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan dua tersangka kasus...
LPSK Siap Lindungi Saksi Penembakan 2 TNI di Aceh
Wednesday, 25 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengimbau seluh pihak yang...
Jadi Tersangka, Denny Merasa Dikriminalisasi
Wednesday, 25 March 2015

Jakatra, GATRAnews - Defrizal, kuasa hukum mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum...
Nazaruddin Gelontorkan Uang Pelicin US$ 2 Juta untuk DPR!
Wednesday, 25 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Selain menggelontorkan duit pelicin bagi petinggi di Kementerian Kesehatan...
Ade Praperadilankan Kapolres Bogor Soal Status Tersangka
Tuesday, 24 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Ade Sutisna mempraperadilankan Kapolres Bogor ke Pengadilan Negeri Bogor, Jawa...
Penyidik Indag Dilaporkan ke Propam Metro Jaya Gunakan Barang Bukti
Tuesday, 24 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Direktur Operasi PT Borneo Star Coal (BSC), Richard mengadukan Penyidik Industri...
Kejagung Tahan Tersangka Korupsi Buku Agama Buddha
Tuesday, 24 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung menjebloskan A Joko Wuryanto (AJW),...
KPK Panggil Bos PT Alfindo Terkait Korupsi Unud
Tuesday, 24 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur Utama (Dirut) PT Alfindo...
Penanganan Illegal Fishing Dilakukan Secara Online
Saturday, 21 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Illegal Unreported and Unregulated (IUU) Fishing,...
KPK Jemput Paksa Sutan dari Rutan Salemba
Friday, 20 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput paksa tersangka Sutan...
Demokrat Jamin Ibas Tak Terlibat Korupsi
Friday, 20 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Partai Demokrat yakin Ketua Fraksi Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) tidak...
Bareskrim Mabes Polri Ambil Ahli Kasus UPS
Friday, 20 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri (Bareskrim) akan mengambil ahli kasus...
Alphard Sutan Pemulus Anggaran Perubahan ESDM?
Friday, 20 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpaksa menderek mobil mewah...
Polda Metro Duga DPRD DKI Terlibat Kasus UPS
Thursday, 19 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Polda Metro Jaya menduga kasus tindak pidana korupsi pengadaan...
KPK Geledah Rumah Pengusaha Besi Tua
Thursday, 19 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Selain menyita dua rumah dan sembilan bidang tanah milik tersangka Fuad Amin...
Kejari Bengkulu Pertimbangkan Penahanan Adik Zulkifli Hasan
Thursday, 19 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu sedang mempertimbangkan perlu...
Ibas Sebut Nazar ''Si Burung Hitam''
Wednesday, 18 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas...

Burhanudin: DPR Juga Terlibat Kasus Hambalang

Jakarta, GATRAnews - Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Burhanudin Muhtadi menegaskan, DPR juga diduga terlibat mega skandal dugaan korupsi Hambalang, meski dalam laporan tahap I Pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak menyebutkan adanya dugaan keterlibatan itu. 

 

"Kasus Hambalang, ini tidak bisa lepas dari berbagai pihak, dan tidak lepas juga dari DPR karena tentunya ada berbagai pembahasan dengan DPR," kata Burhanudin dalam diskusi bertajuk "Hambalang Masih Mengambang" di Jakarta Pusat, Sabtu, (3/11).

 

Kepala Biro Humas dan Luar Negeri BPK, Bahtiar Arif mengaku, pihaknya kesulitan mendapatkan sejumlah risalah rapat pembahasan P3SON Hambalang antara DPR dengan mitranya, Kementeria Pemuda dan Olah Raga. "Ada proses multi years yang jadi temuan BPK, tapi ada risalah yang belum disampaikan DPR, sehingga belum bisa dianalisa," ungkap Bahtiar.

 

Meski demikian, Bahtiar menegaskan, untuk menghasilkan risalah berbagai rapat pembahasan Hambalang di DPR, BPK akan terus memintanya karena itu merupakan hak BPK. "BPK berhak memperoleh bukti risalah itu," tegasnya. Memang, berdasarkan hasil laporan tahap I BPK yang menemukan 11 indikasi pelanggaaran sejumlah perundang-undangan dan penyalah gunaan wewenang, tidak memuat adanya dugaan keterlibatan anggota dewan.

 

Adapun 11 indikasi penyimpangan tersebut, yakni surat keputusan (SK) hak pakai, izin lokasi dan site plan, izin mendirikan bangunan (IMB), pendapat teknis, revisi RKA-KL tahun anggaran 2010, permohonan kontrak tahun jamak, izin kontrak tahun jamak, persetujuan RKA-KL tahun anggaran 2011, pelelangan, pencairan anggaran tahun 2010, dan pelaksanaan konstruksi. 

 

Berdasarkan laporan tersebut, ada 24 pejabat yang diduga terlibat dalam mega dugaan skandal korupsi tersebut, di antaranya, 2 menteri (menpora dan menkeu), mantan kepala BPN, Kabag persuratan dan kearsipan BPN, sesmenpora, sekjen kementerian, kabag keuangan Kemenpora, dirjen anggaran, direktur penatan bangunan dan lingkungan kementerian pekerjaan umum, kepala perizinan terpadu Kabupaten Bogor, dan Bupati Bogor.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?