GATRANEWS

IPW: Bareskrim Belum 'Sentuh' Aktor intelektual Vaksin Flu Burung
Monday, 03 August 2015

Jakarta,GATRAnews-Ketua Presideum Indonesian Police Watch, Neta S. Pane menyebutkan pihak...
543 Personel Disiapkan Untuk Pengamanan Pilkada
Monday, 03 August 2015

Jakarta, GATRAnews-Polda Metro Jaya melakukan simulasi pelaksanaan Pilkada serentak, Senin (3/8)...
Pimpinan DPRD Terpecah Menyikapi Manuver Haji Lulung
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta terpecah menyikapi rencana pemanggilan Gubernur Basuki...
Lulung Panggil Ahok, Ketua DPRD: No Comment
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menolak berkomentar atas manuver...
Ahok: Oknum DPRD Itu Gobloknya Minta Ampun
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta berencana memanggil Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait...
Lulung Panggil Ahok Minta Penjelasan Korupsi UPS
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lulung Lunggana berencana memanggil...
Kuasa Hukum Lulung Bantah Kliennya Jadi Tersangka UPS
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kuasa hukum Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Haji Lulung,...
Ahok Bantah Uang Saku TNI-Polri Tanpa Persetujuan DPRD
Thursday, 30 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Basuki Tjahaja Purnama membantah kebijakan pemberian uang saku bagi...
PN Jaksel Gelar Sidang Praperadilan OC Kaligis, 10 Agustus
Thursday, 30 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan menggelar sidang perdana praperadilan...
Usai Diperiksa Bareskrim, Ahok Diserbu Warga di Balai Kota
Wednesday, 29 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Usai Bareskrim Polri memeriksa kurang lebih enam jam, Basuki Tjahaja Purnama...
Uang Saku TNI dan Polri Hanya Bagi Anggota yang Diperbantukan
Wednesday, 29 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menuturkan pemberian uang...
DPRD DKI Tuntut Penjelasan Kebijakan Uang Saku TNI-Polri
Wednesday, 29 July 2015

Jakarta, GATRAnews - ‎DPRD DKI Jakarta mengaku tidak mengetahui rencana Pemerintah DKI Jakarta...
Pemberian Uang Saku TNI-Polri Picu Kecemburuan Sosial
Wednesday, 29 July 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI mempertanyakan rencana pemberian uang saku bagi personel TNI dan...
Usut Kasus Pemerasan, Kantor Bupati Barru Digeledah
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta,GATRAnews-Penyidik Badan Reserse dan Kriminal Polri menggeledah kantor Bupati Barru, Andi...
'Nasib' Bambang Widjojanto Menunggu Vonis Sepupu Ujang Iskandar
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta,GATRAnews-Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal...
Masih Libur Lebaran, Tersangka Kasus Kondensat Batal Diperiksa
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta,GATRAnews-Penyidik Badan Reserse dan Kriminal Polri batal memeriksa mantan Kepala BP Migas...
DKI Beri Uang Saku Bagi Personel TNI/Polri
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berencana memberi honor atau uang...
OC Kaligis Praperadilankan KPK di PN Jaksel
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Otto Cornelis (OC) Kaligis, tersangka kasus suap kepada tiga hakim dan seorang...
Kabareskrim: Masalah Dua Hakim KY Jangan Dibesar-besarkan
Monday, 27 July 2015

Jakarta,GATRAnews-Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri (Kabareskrim) Komisaris Jenderal...
OC Kaligis Praperadilankan KPK, Lapor Polisi, dan Komnas HAM
Thursday, 23 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Otto Cornelis (OC) Kaligis akan mempraperadilankan penetapan tersangkanya oleh...

Polri: Yasin Minta Badri Ajarkan Rakit Bom

Jakarta, GATRAnews - Polri menyatakan, Sutomo bin Sudarto alias Yasin, 47 tahun, salah seorang terduga teroris yang disergap di Poso, diduga berperan aktif dalam aksi teror. Ia juga pernah meminta Badri Hartono untuk mengajarinya cara merakit bom.

"Keterlibatan-keterlibatan yang terdeksi dari hasil penyidikan, antara lain, pernah mengajak Kelompok Solo pimpinan Badri, yang beberapa waktu lalu sudah ditangkap untuk mengajarkan perakitan bom di Poso," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Jakarta, Senin (5/11).

Boy mengatakan, kesimpulan tersebut berdasarkan hasil penyedikan yang telah dilakukan oleh kepolisian terhadap rekam jejak Yasin dan salah satu terduga teroris lainnya yang tewas saat penangkapan Sabtu lalu.

Terungkap pula, Yasin pernah berkomunikasi dengan orang yang paling dicari kepolisian terkait tindakan aksi teror yakni Santoso.

"(Yasin) memerintahkan DPO Santoso untuk latihan di Poso. Ini berdasarkan keterangan beberapa tersangka yang sudah diperiksa dan murni dari proses pengembangan," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yasin adalah terduga teroris yang ditangkap pada Sabtu di Desa Kayamaya, Poso Kota, Sulawesi Tengah. Pada penangkapan itu, Densus 88 menembak mati Abdul Khalid, 27 tahun, karena melawan dengan lemparan bom pipa.

Boy Rafli mengatakan, dari hasil pemeriksaan, keduanya juga mengetahui tentang rencana penembakan polisi di Bank BCA Poso, pada 2011.

Selain itu, Khalid juga disebut-sebut menampung peserta latihan perakitan bom yang direkrut dari Bima, Nusa Tenggara Barat.

Dalam penangkapan akhir minggu lalu yang sempat berujung ricuh di Poso Kota, kepolisian menyita barang bukti tiga bom rakitan, tiga perangkat komputer dan dokumen perakitan bom.

Sedangkan Badri Hartono yang disebut kepolisian pernah diminta Yasin untuk merakit bom di Poso, merupakan terduga teroris yang sudah ditangkap polisi di Desa Griyan RT 05 RW 10 Kelurahan Pajang, Laweyan, Surakarta, Sabtu (22/9).

Badri dikenal mahir merakit bom dan merupakan pimpinan kelompok Muhammad Thorik, 32 tahun, yang berkaitan dengan Al Qaeda Indonesia. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?