GATRANEWS

Fredrich Laporkan Eks Jaksa Agung dan Jampidsus ke Bareskrim
Friday, 06 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Fredrich Yunadi akan melaporkan mantan Jaksa Agung Basrief Arief, Wakil Jaksa...
Indonesia Keluar dari Blacklist Negara Pencucian Uang dan Pendanaan Teroris
Thursday, 05 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Indonesia berhasil keluar dari daftar hitam atau blacklist sebagai negara...
Mabes Polri Besok Periksa Mantan Wamankumham Denny
Thursday, 05 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri akan memanggil Denny Indrayana...
Telaah Berkas BG Takkan Libatkan KPK
Wednesday, 04 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung tidak akan lagi melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...
Eksekusi Mati Terpidana, Polri Tak Keluarkan Dana
Wednesday, 04 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Ronny Franky Sompie mengatakan...
Anggota Nasdem DKI Tolak Mundur dari Hak Angket
Wednesday, 04 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Lima anggota Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta belum mencabut dukungan hak angket...
Jaksa Agung: Tak Perlu Curiga pada Penanganan Kasus BG
Wednesday, 04 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pelimpahan perkara Komjen Pol Budi Gunawan (BG) dari Komisi Pemberantasan...
PSHK: Penyerahan Kasus BG, Kompromi Mengecewakan
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) menilai, kesepakatan antara...
Ruki: KPK Kalah dalam Kasus BG
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Plt Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrrachman Ruki mengakui...
Wakapolri: Kasus Komjen Budi Gunawan Bisa Dihentikan
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti mengatakan, tidak menutup kemungkinan...
Jaksa Agung: Jangan Suuzon Jika BG Dilimpahkan ke Polri
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung HM Prasetyo mengimbau semua pihak agar tidak berburuk sangka jika...
Kejagung Akan Serahkan Kasus BG ke Polri
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan, putusan Hakim Sarpin Rizaldi tidak akan...
Jaksa Agung: Kasus AS dan BW Tetap Lanjut
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, kasus Ketua dan Wakil Ketua Komisi...
Kejagung Bakal Kembalikan Kasus BG ke Mabes Polri?
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Meski Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan kasus Komjen Pol Budi...
Pelaku Teror di Hotel Sparks Dibawa ke Jakarta
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Pihak kepolisian saat ini sedang mengawal ketat R, 25 tahun, pria yang diduga...
Kejagung, KPK, dan Polri Bentuk Tim Pelimpahan Kasus BG
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Tiga lembaga hukum, yakni Kejaksaan Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),...
Kabareskrim Bantah Kasus BG Bakal Dibarter dengan AS dan BW
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Budi Waseso membantah diserahkannya kasus...
Bingung, Syahrini dan Hotman Salah Masuk Pintu
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Bareskrim Polri akhirnya memeriksa artis seksi Syahrini sebagai saksi...
IHCS Desak Polri Ungkap Pembunuh Petani di Jambi
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHCS) mendesak Polri...
KPK Beri Bantuan Hukum Bagi Abraham Samad
Saturday, 28 February 2015

Jakatra, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memberikan bantuan hukum kepada Ketua...

Polri: Yasin Minta Badri Ajarkan Rakit Bom

Jakarta, GATRAnews - Polri menyatakan, Sutomo bin Sudarto alias Yasin, 47 tahun, salah seorang terduga teroris yang disergap di Poso, diduga berperan aktif dalam aksi teror. Ia juga pernah meminta Badri Hartono untuk mengajarinya cara merakit bom.

"Keterlibatan-keterlibatan yang terdeksi dari hasil penyidikan, antara lain, pernah mengajak Kelompok Solo pimpinan Badri, yang beberapa waktu lalu sudah ditangkap untuk mengajarkan perakitan bom di Poso," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Jakarta, Senin (5/11).

Boy mengatakan, kesimpulan tersebut berdasarkan hasil penyedikan yang telah dilakukan oleh kepolisian terhadap rekam jejak Yasin dan salah satu terduga teroris lainnya yang tewas saat penangkapan Sabtu lalu.

Terungkap pula, Yasin pernah berkomunikasi dengan orang yang paling dicari kepolisian terkait tindakan aksi teror yakni Santoso.

"(Yasin) memerintahkan DPO Santoso untuk latihan di Poso. Ini berdasarkan keterangan beberapa tersangka yang sudah diperiksa dan murni dari proses pengembangan," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yasin adalah terduga teroris yang ditangkap pada Sabtu di Desa Kayamaya, Poso Kota, Sulawesi Tengah. Pada penangkapan itu, Densus 88 menembak mati Abdul Khalid, 27 tahun, karena melawan dengan lemparan bom pipa.

Boy Rafli mengatakan, dari hasil pemeriksaan, keduanya juga mengetahui tentang rencana penembakan polisi di Bank BCA Poso, pada 2011.

Selain itu, Khalid juga disebut-sebut menampung peserta latihan perakitan bom yang direkrut dari Bima, Nusa Tenggara Barat.

Dalam penangkapan akhir minggu lalu yang sempat berujung ricuh di Poso Kota, kepolisian menyita barang bukti tiga bom rakitan, tiga perangkat komputer dan dokumen perakitan bom.

Sedangkan Badri Hartono yang disebut kepolisian pernah diminta Yasin untuk merakit bom di Poso, merupakan terduga teroris yang sudah ditangkap polisi di Desa Griyan RT 05 RW 10 Kelurahan Pajang, Laweyan, Surakarta, Sabtu (22/9).

Badri dikenal mahir merakit bom dan merupakan pimpinan kelompok Muhammad Thorik, 32 tahun, yang berkaitan dengan Al Qaeda Indonesia. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?