GATRANEWS

kPK Periksa Kasubdit Kemenkes Terkait Kasus Siti Fadilah
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus korupsi pengadaan...
KPK Periksa Teddy Rusmawan dalam Kasus Simulator SIM
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berupaya menyelesaikan perkara pengadaan...
KPK Belum Negosiasikan Penghentian Kasus AS, BW, dan Novel
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Plt Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indriyanto Seno Adji...
Novel Minta Hakim Lanjutkan Sidang Jika Polri Kembali Mangkir
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim kuasa hukum penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan...
Tergiur Uang, Wanita Pedagang Kue Jual Sabu
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Seorang pedagang kue kering bernama Johariah, 52 tahun, terpaksa berurusan...
Baku Tembak Dengan Densus 88, Dua Teroris Tewas
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews- Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri (Densus 88), Polda Sulawesi Tengah...
Mabes Polri Bantah Mengulur Waktu Praperadilan Sidang Novel
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepala Biro Penmas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Agus Rianto membantah pihaknya...
Ini Jawaban Polri Tidak Hadir Dalam Praperadilan Novel
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Pihak Polri tidak hadir dalam sidang perdana gugatan praperadilan Novel Baswedan...
Bareskrim Polri Tindak Lanjuti Laporan 3 Aktivis Antikorupsi
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews- Ahli hukum pidana Universitas Padjadjaran, Romli Atmasasmita melaporkan tiga...
Kuasa Hukum Novel Nilai Polri Berikan Contoh Buruk
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim kuasa hukum Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan...
Hakim Tunda Sidang Novel Hingga Jumat Lusa
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Zuhairi, mengetukkan palu tanda...
Polri Mangkir Praperadilan Novel Baswedan
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kuasa hukum atau wakil dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tidak...
PN Jaksel Gelar Sidang Perdana Praperadilan Novel Baswedan
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan menggelar sidang perdana praperadilan...
Dapat Teror, Karyawan 'Wawai Bridal' Delapan Bulan Tak Digaji
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Wedding Organizer (WO) 'Wawai Bridal' milik pasangan suami istri (Pasutri), Ali...
Bareskrim Periksa Dirut BCA Terkait Korupsi Paspor Elektronik
Thursday, 21 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Bareskrim Polri memeriksa Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk,...
Bagaimana Jika Hakim Putus BW Bersalah? Ini Pendapat Jimly
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pengawas Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) memutuskan Bambang...
Kuasa Hukum BW: Polri Harus Pertimbangkan Putusan Peradi
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kuasa hukum Bambang Widjojanto (BW), Ainul Yaqin, mengatakan, meski putusan...
Jimly Apresiasi Polri Jika Hentikan Kasus BW
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Tim Konsultatif Independen (Tim 9) Jimly Asshiddiqie mengapresiasi...
Jimly Apresiasi BW Yang Cabut Praperadilan Terhadap Polri
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie...
Jimly:  Tak Langgar Etik, BW Tak Langgar Hukum
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie...

Polri: Yasin Minta Badri Ajarkan Rakit Bom

Jakarta, GATRAnews - Polri menyatakan, Sutomo bin Sudarto alias Yasin, 47 tahun, salah seorang terduga teroris yang disergap di Poso, diduga berperan aktif dalam aksi teror. Ia juga pernah meminta Badri Hartono untuk mengajarinya cara merakit bom.

"Keterlibatan-keterlibatan yang terdeksi dari hasil penyidikan, antara lain, pernah mengajak Kelompok Solo pimpinan Badri, yang beberapa waktu lalu sudah ditangkap untuk mengajarkan perakitan bom di Poso," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Jakarta, Senin (5/11).

Boy mengatakan, kesimpulan tersebut berdasarkan hasil penyedikan yang telah dilakukan oleh kepolisian terhadap rekam jejak Yasin dan salah satu terduga teroris lainnya yang tewas saat penangkapan Sabtu lalu.

Terungkap pula, Yasin pernah berkomunikasi dengan orang yang paling dicari kepolisian terkait tindakan aksi teror yakni Santoso.

"(Yasin) memerintahkan DPO Santoso untuk latihan di Poso. Ini berdasarkan keterangan beberapa tersangka yang sudah diperiksa dan murni dari proses pengembangan," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yasin adalah terduga teroris yang ditangkap pada Sabtu di Desa Kayamaya, Poso Kota, Sulawesi Tengah. Pada penangkapan itu, Densus 88 menembak mati Abdul Khalid, 27 tahun, karena melawan dengan lemparan bom pipa.

Boy Rafli mengatakan, dari hasil pemeriksaan, keduanya juga mengetahui tentang rencana penembakan polisi di Bank BCA Poso, pada 2011.

Selain itu, Khalid juga disebut-sebut menampung peserta latihan perakitan bom yang direkrut dari Bima, Nusa Tenggara Barat.

Dalam penangkapan akhir minggu lalu yang sempat berujung ricuh di Poso Kota, kepolisian menyita barang bukti tiga bom rakitan, tiga perangkat komputer dan dokumen perakitan bom.

Sedangkan Badri Hartono yang disebut kepolisian pernah diminta Yasin untuk merakit bom di Poso, merupakan terduga teroris yang sudah ditangkap polisi di Desa Griyan RT 05 RW 10 Kelurahan Pajang, Laweyan, Surakarta, Sabtu (22/9).

Badri dikenal mahir merakit bom dan merupakan pimpinan kelompok Muhammad Thorik, 32 tahun, yang berkaitan dengan Al Qaeda Indonesia. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?