GATRANEWS

Dua WN Malaysia Ditangkap Bawa Satu Kilogram Sabu
Thursday, 17 April 2014

Nunukan, GATRAnews - Dua warga negara Malaysia yang diketahui membawa sekitar satu kilogram narkoba...
Polisi Dalami Motif Pembunuhan Mayat di Dalam Karung
Wednesday, 16 April 2014

Bandung, GATRAnews - Tim penyidik Polres Bandung dan Polda Jawa Barat masih mendalami kronologis...
Polisi-KPK Dikabarkan Tangkap Perwira di Ditlantas Polda Metro Jaya
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews- Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mendesak Kapolri dan...
MAKI Desak Kapolri Selidiki Lelang TNKB
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) meminta Kapolri Jenderal Polisi...
Polri Tetapkan 127 Tersangka Pelanggaran Pemilu
Tuesday, 15 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemilihan umum legislatif (pileg) 9 April pantas dibilang sarat akan...
Nelayan Asing Ditangkap di Aceh Barat
Monday, 14 April 2014

Banda Aceh, GATRAnews - Kepolisian dibantu aparat TNI-AD menangkap empat unit kapal bersama puluhan...
Sembilan Wanita Pengedar Narkoba Diamankan di Asrama
Saturday, 12 April 2014

Medan, GATRAnews - Sebanyak 19 pengedar dan pemakai narkoba berupa sabu-sabu yang diamankan...
Polri Bidik Pejabat PT Coca Cola sebagai Tersangka
Saturday, 12 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Setelah menetapkan PT PT Coca Cola Bolting Indonesia (CCBI) sebagai tersangka...
PT Coca Cola Ambil Air Tanah dari 13 Sumur Secara Ilegal
Friday, 11 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menetapkan PT Coca Cola Bolting...
Polisi Tidak Bawa Senpi Saat Jaga TPS
Monday, 07 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Kepolisian Daerah Metro Jaya akan bekerja maksimal dalam pengamanan di hari...
Tidak Ada 'Bekas' Tabrakan di Mobil Jazz Pelaku Tabrak Lari
Saturday, 05 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Satlantas Polda Metro Jaya masih memeriksa RA, 18 tahun, seorang...
Jelang Pilpres Penjualan Senpi Ilegal Marak
Thursday, 03 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Mabes Polri untuk segera menertibkan aksi...
Penangkapan Kapal Tongkang Bermuatan Timah Oleh TNI-AL Dinilai Janggal
Wednesday, 02 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat RI Mahfudz Siddiq menilai ada kejanggalan...
IPW Kritik Penambahan Pengaman Polri Untuk Jokowi
Wednesday, 02 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Indonesia Police Watch (IPW) mengkritik penambahan pengamanan untuk bakal...
Kapolda Metro Jaya: Tidak Ada Pungutan Biaya Masuk Anggota Polri
Tuesday, 01 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berencana merekrut 20 ribu anggota Polri...
Polri Terima Laporan Kasus Politik Uang
Friday, 28 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Mabes Polri menerima dua dugaan pelanggaran Pemilu dari Badan Pengawas Pemilu...
Polri Tangani 44 Pelanggaran Jelang Masa Kampanye
Friday, 28 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Polri tengah menangani 44 kasus pelanggaran terkait penyelenggaran Pemilu,...
Terjadi Lagi! Polisi Ditembak Orang Tak Dikenal di Bima
Friday, 28 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Lagi-lagi polisi menjadi korban tembakan misterius. Kepala Urusan Satuan...
Polda Riau Tahan 91 Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan
Friday, 28 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik kepolisian di wilayah hukum Polda Riau telah menahan 91 dari 102...
Istri Brigadir Susanto Bantah Suaminya Depresi
Thursday, 27 March 2014

Jakarta, GATRAnews-Istri dari Brigadir Susanto, pelaku penembakan terhadap Kepala Detasemen...

Polri: Yasin Minta Badri Ajarkan Rakit Bom

Jakarta, GATRAnews - Polri menyatakan, Sutomo bin Sudarto alias Yasin, 47 tahun, salah seorang terduga teroris yang disergap di Poso, diduga berperan aktif dalam aksi teror. Ia juga pernah meminta Badri Hartono untuk mengajarinya cara merakit bom.

"Keterlibatan-keterlibatan yang terdeksi dari hasil penyidikan, antara lain, pernah mengajak Kelompok Solo pimpinan Badri, yang beberapa waktu lalu sudah ditangkap untuk mengajarkan perakitan bom di Poso," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Jakarta, Senin (5/11).

Boy mengatakan, kesimpulan tersebut berdasarkan hasil penyedikan yang telah dilakukan oleh kepolisian terhadap rekam jejak Yasin dan salah satu terduga teroris lainnya yang tewas saat penangkapan Sabtu lalu.

Terungkap pula, Yasin pernah berkomunikasi dengan orang yang paling dicari kepolisian terkait tindakan aksi teror yakni Santoso.

"(Yasin) memerintahkan DPO Santoso untuk latihan di Poso. Ini berdasarkan keterangan beberapa tersangka yang sudah diperiksa dan murni dari proses pengembangan," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yasin adalah terduga teroris yang ditangkap pada Sabtu di Desa Kayamaya, Poso Kota, Sulawesi Tengah. Pada penangkapan itu, Densus 88 menembak mati Abdul Khalid, 27 tahun, karena melawan dengan lemparan bom pipa.

Boy Rafli mengatakan, dari hasil pemeriksaan, keduanya juga mengetahui tentang rencana penembakan polisi di Bank BCA Poso, pada 2011.

Selain itu, Khalid juga disebut-sebut menampung peserta latihan perakitan bom yang direkrut dari Bima, Nusa Tenggara Barat.

Dalam penangkapan akhir minggu lalu yang sempat berujung ricuh di Poso Kota, kepolisian menyita barang bukti tiga bom rakitan, tiga perangkat komputer dan dokumen perakitan bom.

Sedangkan Badri Hartono yang disebut kepolisian pernah diminta Yasin untuk merakit bom di Poso, merupakan terduga teroris yang sudah ditangkap polisi di Desa Griyan RT 05 RW 10 Kelurahan Pajang, Laweyan, Surakarta, Sabtu (22/9).

Badri dikenal mahir merakit bom dan merupakan pimpinan kelompok Muhammad Thorik, 32 tahun, yang berkaitan dengan Al Qaeda Indonesia. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?