GATRANEWS

KPK Gunakan Kekuatan Lain Jemput Paksa Anggota Polri
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan meminta izin kepada Presiden Joko...
Ombudsman Butuh 14 Hari Proses Laporan BW
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Ombudsman membutuhkan waktu sekitar 14 hari untuk memproses laporan tersangka...
Bonaran: BW Harus Ajukan Mundurnya Ke Jokowi
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Bupati Tapanuli Tengah nonaktif, Raja Bonaran Situmeang yang menjadi tersangka...
Sangkaan Polri Harus Beri Kepastian Bagi BW
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Bareskrim Mabes Polri harus memberikan kepastian hukum bagi tersangka...
Penetapan Tersangka BW Ancam Profesi Advokat
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Sejumlah advokat yang tergabung dalam Forum Pengacara Konstitusi (FPK)...
Anggota Polri Kembali Mangkir dari Panggilan KPK
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Meski Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti memerintahkan anggota Polri untuk...
Tim Independen Rekomendasikan Jokowi Agar Tak Melantik BG
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim Konsultatif Independen menyampaikan rekomendasi kepada Presiden Joko...
Sebagai Advokat, BW Punya Hak Imunitas
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Kuasa hukum Bambang Widjojanto (BW), Uli Parulian Sihombing, mengatakan bahwa...
Kuasa Hukum BW Nilai Polri Diskriminatif
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim kuasa hukum Bambang Widjojanto (BW) melaporkan Bareskrim Mabes Polri ke...
Kuasa Hukum BW Laporkan Kejanggalan Penangkapan ke Ombudsman
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim kuasa hukum Bambang Widjojanto (BW) melaporkan dugaan kejanggalan...
IPW Sayangkan Sikap Polisi dalam Kasus Christopher
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRANews- Indonesia Police Watch (IPW) menyayangkan dualisme Polri dalam menyikapi kasus...
Pimpinan Disoal, Sistem di KPK Tetap Berjalan
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Proses penyidikan semua perkara korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...
Kuasa Hukum BG Nilai KPK Salahgunakan Wewenang
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Kuasa hukum Komjen Pol Budi Gunawan (BG) menyatakan bahwa salah satu dasar...
Kenapa Polisi Tangani Kasus Tanah Tak Secepat Tangani BW?
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Sabir Saad, warga Makassar, Sulawesi Selatan, mempertanyakan kinerja Polri...
Forum Dekan Desak Diakhirinya Polemik KPK-Polri
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Akademisi yang tergabung dalam Forum Dekan Bersama Kemitraan Partnership...
Komnas HAM Juga Selidiki Dugaan Kriminalisasi 3 Pimpinan KPK
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah membentuk tim penyelidikan...
Komnas HAM Akan Panggil Wakapolri dan Kabareskrim
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah membentuk tim yang akan...
Gara-gara Tangkap Bambang Widjojanto, Polri Diduga Lakukan Pelanggaran HAM
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto mendatangi...
Kuasa Hukum BG Bantah Kliennya Tentukan Cawapres
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Fredrich Yunadi, kuasa hukum Komjen Pol Budi Gunawan (BG), membantah kliennya...
Johan: Jangan Minta KPK Menyerang Balik
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menegakkan hukum atas dasar serangan...
Error
  • There was a problem loading image Johan2-KPK%20(2)-Adi.jpg

Polri: Yasin Minta Badri Ajarkan Rakit Bom

Jakarta, GATRAnews - Polri menyatakan, Sutomo bin Sudarto alias Yasin, 47 tahun, salah seorang terduga teroris yang disergap di Poso, diduga berperan aktif dalam aksi teror. Ia juga pernah meminta Badri Hartono untuk mengajarinya cara merakit bom.

"Keterlibatan-keterlibatan yang terdeksi dari hasil penyidikan, antara lain, pernah mengajak Kelompok Solo pimpinan Badri, yang beberapa waktu lalu sudah ditangkap untuk mengajarkan perakitan bom di Poso," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Jakarta, Senin (5/11).

Boy mengatakan, kesimpulan tersebut berdasarkan hasil penyedikan yang telah dilakukan oleh kepolisian terhadap rekam jejak Yasin dan salah satu terduga teroris lainnya yang tewas saat penangkapan Sabtu lalu.

Terungkap pula, Yasin pernah berkomunikasi dengan orang yang paling dicari kepolisian terkait tindakan aksi teror yakni Santoso.

"(Yasin) memerintahkan DPO Santoso untuk latihan di Poso. Ini berdasarkan keterangan beberapa tersangka yang sudah diperiksa dan murni dari proses pengembangan," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yasin adalah terduga teroris yang ditangkap pada Sabtu di Desa Kayamaya, Poso Kota, Sulawesi Tengah. Pada penangkapan itu, Densus 88 menembak mati Abdul Khalid, 27 tahun, karena melawan dengan lemparan bom pipa.

Boy Rafli mengatakan, dari hasil pemeriksaan, keduanya juga mengetahui tentang rencana penembakan polisi di Bank BCA Poso, pada 2011.

Selain itu, Khalid juga disebut-sebut menampung peserta latihan perakitan bom yang direkrut dari Bima, Nusa Tenggara Barat.

Dalam penangkapan akhir minggu lalu yang sempat berujung ricuh di Poso Kota, kepolisian menyita barang bukti tiga bom rakitan, tiga perangkat komputer dan dokumen perakitan bom.

Sedangkan Badri Hartono yang disebut kepolisian pernah diminta Yasin untuk merakit bom di Poso, merupakan terduga teroris yang sudah ditangkap polisi di Desa Griyan RT 05 RW 10 Kelurahan Pajang, Laweyan, Surakarta, Sabtu (22/9).

Badri dikenal mahir merakit bom dan merupakan pimpinan kelompok Muhammad Thorik, 32 tahun, yang berkaitan dengan Al Qaeda Indonesia. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?