GATRANEWS

Mabes TNI Segera Periksa Oknum TNI yang Ditangkap KPK di Bandara Soekarno-Hatta
Saturday, 26 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Seorang oknum TNI ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat sidak di...
KPK dan Polri Tangkap 18 Pemeras TKI, Satu Anggota TNI
Saturday, 26 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Aparat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri menangkap 18 orang yang...
Polisi Imbau Masyarakat Tidak Berpawai Malam Takbiran
Friday, 25 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengimbau masyarakat untuk tidak...
Jokowi-JK Desak Polri Tangkap Big Boss Obor Rakyat
Friday, 25 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Calon presiden dan wapres terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK)...
Jokowi Siap Penuhi Panggilan Polri Usai Lebaran
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak memenuhi panggilan penyidik Polri, yang...
Kebangkitan Indonesia Baru Laporkan Prabowo ke Bareskirm
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Tim Hukum Kebangkitan Indonesia Baru (KIB) melaporkan pasangan capres nomor...
Usai KPU, Polri Segera Jaga Ketat MK
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Aparat Polri akan disiagakan di sekitar gedung Mahkamah Konstitusi (MK),...
Polri Selidiki Keterlibatan Jurnalis AS di Kasus Pilpres
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Bareskrim Mabes Polri sedang mencari alat bukti permulaan untuk...
Polisi Tangkap 56 Warga Asing Pelaku Penipuan
Monday, 21 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse dan Kriminal Polri...
Kubu Prabowo Serahkan Foto Pertemuan Allan Nairn-Boni ke Polisi
Monday, 21 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Andre Rosiade, Anggota Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta, melengkapi bukti...
Dituduh Gelapkan BBM, Buruh Lepas Mengadu ke Komnas HAM dan Mabes Polri‏
Sunday, 20 July 2014

Jakarta, GATRAnews- Seorang buruh lepas dituduh menggelapkan bahan operasional berupa solar oleh...
Polri Tangkap 56 WNA Pelaku Telephone Fraud
Saturday, 19 July 2014

Jakarta, GARTRAnews - Bareskrim Polri menjaring 56 Warga Negara Asing dari berbagai tempat di...
Bupati Karawang Ditangkap Usai Safari Ramadan
Saturday, 19 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencokok Bupati Karawang Ade Swara...
Dua Tersangka JIS Akan Menjalani Pemeriksaan Lie Detector
Wednesday, 16 July 2014

Jakarta, GATRAnews-Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, dua...
Polri Siap Usut Anggotanya yang Berpihak di Pilpres
Wednesday, 16 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Polri siap mengusut adanya dugaan oknum anggota Korps Bhayangkara itu yang...
Mubarok: Ada Bom Duit di Kongres Demokrat
Monday, 14 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Ahmad Mubarok mengungkapkan bahwa dugaannya bahwa Kongres Partai Demokrat pada...
Kedua Kubu Capres Diimbau Tunggu Hasil Resmi
Wednesday, 09 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kapolri Jenderal Polisi Sutarman mengimbau masing-masing kubu capres-cawapres...
Cabut Laporan Bupati Inhu, Pengacara Novita Lapor Peradi‏
Tuesday, 08 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pencabutan laporan Novita Putri, korban tindakan asusila Bupati Indragiri Hulu...
AJI Jakarta: Polri Tak Serius Tangani Obor Rakyat
Tuesday, 08 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menilai Polri tidak serius mengusut...
AJI: Keliru, Polri Jerat Pelaku Obor Rakyat dengan UU Pers
Tuesday, 08 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menilai keliru langkah Polri...

Polri: Yasin Minta Badri Ajarkan Rakit Bom

Jakarta, GATRAnews - Polri menyatakan, Sutomo bin Sudarto alias Yasin, 47 tahun, salah seorang terduga teroris yang disergap di Poso, diduga berperan aktif dalam aksi teror. Ia juga pernah meminta Badri Hartono untuk mengajarinya cara merakit bom.

"Keterlibatan-keterlibatan yang terdeksi dari hasil penyidikan, antara lain, pernah mengajak Kelompok Solo pimpinan Badri, yang beberapa waktu lalu sudah ditangkap untuk mengajarkan perakitan bom di Poso," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Jakarta, Senin (5/11).

Boy mengatakan, kesimpulan tersebut berdasarkan hasil penyedikan yang telah dilakukan oleh kepolisian terhadap rekam jejak Yasin dan salah satu terduga teroris lainnya yang tewas saat penangkapan Sabtu lalu.

Terungkap pula, Yasin pernah berkomunikasi dengan orang yang paling dicari kepolisian terkait tindakan aksi teror yakni Santoso.

"(Yasin) memerintahkan DPO Santoso untuk latihan di Poso. Ini berdasarkan keterangan beberapa tersangka yang sudah diperiksa dan murni dari proses pengembangan," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yasin adalah terduga teroris yang ditangkap pada Sabtu di Desa Kayamaya, Poso Kota, Sulawesi Tengah. Pada penangkapan itu, Densus 88 menembak mati Abdul Khalid, 27 tahun, karena melawan dengan lemparan bom pipa.

Boy Rafli mengatakan, dari hasil pemeriksaan, keduanya juga mengetahui tentang rencana penembakan polisi di Bank BCA Poso, pada 2011.

Selain itu, Khalid juga disebut-sebut menampung peserta latihan perakitan bom yang direkrut dari Bima, Nusa Tenggara Barat.

Dalam penangkapan akhir minggu lalu yang sempat berujung ricuh di Poso Kota, kepolisian menyita barang bukti tiga bom rakitan, tiga perangkat komputer dan dokumen perakitan bom.

Sedangkan Badri Hartono yang disebut kepolisian pernah diminta Yasin untuk merakit bom di Poso, merupakan terduga teroris yang sudah ditangkap polisi di Desa Griyan RT 05 RW 10 Kelurahan Pajang, Laweyan, Surakarta, Sabtu (22/9).

Badri dikenal mahir merakit bom dan merupakan pimpinan kelompok Muhammad Thorik, 32 tahun, yang berkaitan dengan Al Qaeda Indonesia. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?