GATRANEWS

Polri Siap Bantu BNN Melacak 10 Tahanan yang Kabur
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepala Biro Penerangan Div Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Agus Rianto...
Tim Evakuasi WNI di Yaman Berangkat Besok
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Mabes Polri telah membentuk tim khusus yang bertugas mengevakuasi Warga Negara...
Mabes Polri Kirim Tim Bantu WNI Pulang Dari Yaman
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Mabes Polri akan mengirimkan tim untuk membantu memulangkan Warga Negara...
Hakim Sarpin Jalani Pemeriksaan di Mabes Polri
Monday, 30 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan terhadap hakim Pengadilan Negeri...
Kini Giliran Golkar 'Bali' Polisikan Agus Gumiwang
Monday, 30 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Konflik di tubuh Partai Golkar kian memanas. Pada Senin (30/3) hari ini giliran...
Didik: Jadi PPK Kubur Impian Akhiri Karir Secara Paripurna
Monday, 30 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan Wakil Kepala Korps Lalu Lintas (Wakakorlantas) Polri Brigjen Pol Didik...
15 Anak Buah Santoso Diciduk Dalam Operasi Camat
Friday, 27 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Pihak kepolisian menciduk 15 anak buah Santoso selama melakukan operasi Camat di...
12 WNI Terduga ISIS Hendak Ikut Suaminya di Suriah
Friday, 27 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Sebanyak 12 Warga Negara Indonesia (WNI) akhirnya tiba di Bandara...
Dijerat Kasus Payment Gateway, Denny: Semua Itu Demi Publik
Friday, 27 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana menjalani pemeriksaan di...
Denny Tepis Proyek 'Payment Gateaway' Untungkan Vendor
Friday, 27 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana menjalani pemeriksaan di...
Korupsi Payment Gateaway, Denny Bantah Ada Kerugian Negara
Friday, 27 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana membantah ada kerugian...
Jadi Tersangka, Denny Merasa Dikriminalisasi
Wednesday, 25 March 2015

Jakatra, GATRAnews - Defrizal, kuasa hukum mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum...
Nazaruddin Gelontorkan Uang Pelicin US$ 2 Juta untuk DPR!
Wednesday, 25 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Selain menggelontorkan duit pelicin bagi petinggi di Kementerian Kesehatan...
Penyidik Indag Dilaporkan ke Propam Metro Jaya Gunakan Barang Bukti
Tuesday, 24 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Direktur Operasi PT Borneo Star Coal (BSC), Richard mengadukan Penyidik Industri...
Bareskrim Mabes Polri Ambil Ahli Kasus UPS
Friday, 20 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri (Bareskrim) akan mengambil ahli kasus...
Polda Metro Duga DPRD DKI Terlibat Kasus UPS
Thursday, 19 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Polda Metro Jaya menduga kasus tindak pidana korupsi pengadaan...
Kejagung Tak Gentar Dilaporkan Pengacara Lulung ke Polri
Thursday, 19 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kejasaan Agung menyatakan tidak gentar dengan langkah hukum terpidana kasus...
Nazar Sampaikan Asal Dana Pencapresan SBY ke KPK
Wednesday, 18 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin mengaku telah...
Kasus UPS Tetap Ditangani Polda Metro Jaya
Wednesday, 18 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepolisian Daerah Metro Jaya masih menangani kasus dugaan korupsi...
Mabes Polri Susuri Pemalsuan Dokumen Kubu Agung Laksono
Monday, 16 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepala Bagian Penerangan Umum Div Humas Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi...

Polri: Yasin Minta Badri Ajarkan Rakit Bom

Jakarta, GATRAnews - Polri menyatakan, Sutomo bin Sudarto alias Yasin, 47 tahun, salah seorang terduga teroris yang disergap di Poso, diduga berperan aktif dalam aksi teror. Ia juga pernah meminta Badri Hartono untuk mengajarinya cara merakit bom.

"Keterlibatan-keterlibatan yang terdeksi dari hasil penyidikan, antara lain, pernah mengajak Kelompok Solo pimpinan Badri, yang beberapa waktu lalu sudah ditangkap untuk mengajarkan perakitan bom di Poso," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Jakarta, Senin (5/11).

Boy mengatakan, kesimpulan tersebut berdasarkan hasil penyedikan yang telah dilakukan oleh kepolisian terhadap rekam jejak Yasin dan salah satu terduga teroris lainnya yang tewas saat penangkapan Sabtu lalu.

Terungkap pula, Yasin pernah berkomunikasi dengan orang yang paling dicari kepolisian terkait tindakan aksi teror yakni Santoso.

"(Yasin) memerintahkan DPO Santoso untuk latihan di Poso. Ini berdasarkan keterangan beberapa tersangka yang sudah diperiksa dan murni dari proses pengembangan," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yasin adalah terduga teroris yang ditangkap pada Sabtu di Desa Kayamaya, Poso Kota, Sulawesi Tengah. Pada penangkapan itu, Densus 88 menembak mati Abdul Khalid, 27 tahun, karena melawan dengan lemparan bom pipa.

Boy Rafli mengatakan, dari hasil pemeriksaan, keduanya juga mengetahui tentang rencana penembakan polisi di Bank BCA Poso, pada 2011.

Selain itu, Khalid juga disebut-sebut menampung peserta latihan perakitan bom yang direkrut dari Bima, Nusa Tenggara Barat.

Dalam penangkapan akhir minggu lalu yang sempat berujung ricuh di Poso Kota, kepolisian menyita barang bukti tiga bom rakitan, tiga perangkat komputer dan dokumen perakitan bom.

Sedangkan Badri Hartono yang disebut kepolisian pernah diminta Yasin untuk merakit bom di Poso, merupakan terduga teroris yang sudah ditangkap polisi di Desa Griyan RT 05 RW 10 Kelurahan Pajang, Laweyan, Surakarta, Sabtu (22/9).

Badri dikenal mahir merakit bom dan merupakan pimpinan kelompok Muhammad Thorik, 32 tahun, yang berkaitan dengan Al Qaeda Indonesia. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?