GATRANEWS

Abdullah Minta Polri Segera Tangani Kasus BG
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua meminta...
Mantan Penasehat KPK: Pelantikan BG Turunkan Wibawa Polri
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua...
Kuasa Hukum BW Sesalkan Statement Liar Bareskrim Polri
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Kuasa hukum Bambang Widjajanto (BW), Saor Siagian menyesalkan penyidik Bareskrim...
Delapan Saksi Kasus BW Diintimidasi Agar Cabut Laporannya
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Viktor Edi Simanjuntak...
Alasan Kooperatif, BW Tidak Ditahan di Mako Brimob
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Bareskrim Polri membatalkan penahanan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan...
Berkas BW Sore Ini Dilimpahkan ke Kejaksaan
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Berkas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Bambang...
Dugaan Korupsi RSU Bengkulu, Gubernur Bengkulu Terlibat?
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Bareskrim Mabes Polri terus mengintensifkan penyidikan kasus dugaan korupsi...
BW Tertawa Saat Ditanya Soal Pelantikan BG
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Bambang Widjojanto...
KPK Tak Persoalkan Pelantikan BG
Wednesday, 22 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mau mengomentari pelantikan mantan...
Bakal Cabup Pandeglang Gugat UU Pilkada
Wednesday, 22 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Bakal calon Bupati Pandeglang, Ali Nurdin, mengajukan permohonan uji materi...
Anggota Watimpres Tak Tahu Sikap Istana Soal Pelantikan BG
Wednesday, 22 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Suharso Monoarfa mengaku...
Hakim Tolak Cabut Hak Politik Brigjen Didik
Wednesday, 22 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menolak mengabulkan tuntutan...
Brigjen Didik Wajib Bayar Uang Pengganti Rp 50 Juta
Wednesday, 22 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Selain vonis 5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsidair 3 bulan kurungan,...
Kompolnas Akan 'Pelototi' Kinerja Kapolri-Wakapolri
Wednesday, 22 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Nama Komisaris Jenderal Budi Gunawan disebut-sebut sebagai calon kuat Wakapolri...
Hakim Vonis Mantan Wakorlantas Polri 5 Tahun Penjara
Wednesday, 22 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonis mantan Wakil...
Wanjakti Tanya Bareskrim Soal Status Hukum BG
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) Polri akan meminta konfirmasi...
Kapolri: Status Hukum BG Jadi Masukan Wanjakti
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Badrodin Haiti...
Badrodin Bantah Komjen Pol BG Jadi Wakapolri
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Badrodin Haiti...
Polri Belum Pastikan Kematian Yosef Terkait Perbudakan di Benjina
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Kematian Kepala Satuan Kerja Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan...
Hari Ini Wanjakti Bahas Kandidat Wakapolri
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Siapa sosok Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) yang akan...

Polri: Yasin Minta Badri Ajarkan Rakit Bom

Jakarta, GATRAnews - Polri menyatakan, Sutomo bin Sudarto alias Yasin, 47 tahun, salah seorang terduga teroris yang disergap di Poso, diduga berperan aktif dalam aksi teror. Ia juga pernah meminta Badri Hartono untuk mengajarinya cara merakit bom.

"Keterlibatan-keterlibatan yang terdeksi dari hasil penyidikan, antara lain, pernah mengajak Kelompok Solo pimpinan Badri, yang beberapa waktu lalu sudah ditangkap untuk mengajarkan perakitan bom di Poso," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Jakarta, Senin (5/11).

Boy mengatakan, kesimpulan tersebut berdasarkan hasil penyedikan yang telah dilakukan oleh kepolisian terhadap rekam jejak Yasin dan salah satu terduga teroris lainnya yang tewas saat penangkapan Sabtu lalu.

Terungkap pula, Yasin pernah berkomunikasi dengan orang yang paling dicari kepolisian terkait tindakan aksi teror yakni Santoso.

"(Yasin) memerintahkan DPO Santoso untuk latihan di Poso. Ini berdasarkan keterangan beberapa tersangka yang sudah diperiksa dan murni dari proses pengembangan," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yasin adalah terduga teroris yang ditangkap pada Sabtu di Desa Kayamaya, Poso Kota, Sulawesi Tengah. Pada penangkapan itu, Densus 88 menembak mati Abdul Khalid, 27 tahun, karena melawan dengan lemparan bom pipa.

Boy Rafli mengatakan, dari hasil pemeriksaan, keduanya juga mengetahui tentang rencana penembakan polisi di Bank BCA Poso, pada 2011.

Selain itu, Khalid juga disebut-sebut menampung peserta latihan perakitan bom yang direkrut dari Bima, Nusa Tenggara Barat.

Dalam penangkapan akhir minggu lalu yang sempat berujung ricuh di Poso Kota, kepolisian menyita barang bukti tiga bom rakitan, tiga perangkat komputer dan dokumen perakitan bom.

Sedangkan Badri Hartono yang disebut kepolisian pernah diminta Yasin untuk merakit bom di Poso, merupakan terduga teroris yang sudah ditangkap polisi di Desa Griyan RT 05 RW 10 Kelurahan Pajang, Laweyan, Surakarta, Sabtu (22/9).

Badri dikenal mahir merakit bom dan merupakan pimpinan kelompok Muhammad Thorik, 32 tahun, yang berkaitan dengan Al Qaeda Indonesia. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?