GATRANEWS

Pansel KPK Mengaku Belum Tahu Satu Capim KPK Jadi Tersangka
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews-Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK)...
Delapan Capim KPK yang Diajukan, Sosok Bersih
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK)...
Pansel: Beberapa Nama Capim KPK Dapat Catatan Polri
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri memberikan catatan terhadap...
Tetapkan Satu Capim KPK Tersangka Polri Bantah Cari Bargaining
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews-Salah satu calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK) ditetapkan...
Duh.. Satu Capim KPK Jadi Tersangka
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Bareskrim Polri menetapkan salah satu calon pimpinan Komisi...
Bareskrim Polri Tetapkan Tersangka pada Seorang Capim KPK
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Bareskrim Mabes Polri menetapkan seorang dari 19 calon pimpinan Komisi...
Mabes Polri Koordinasi Dengan Kepolisian Taiwan Ungkap 28 WN Taiwan
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews-Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri masih menelusuri tindak pidana penipuan...
Penangkapan 28 WN Taiwan, Mabes Polri: Belum Ada Keterlibatan Negara Lain
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso...
Melemahnya Rupiah, Kabareskrim Ingatkan Tidak Ada Provokator
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri Komisaris Jenderal...
Melemahnya Rupiah, Kabareskrim Ingatkan Tidak Ada Provokator
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri Komisaris Jenderal...
Bareskrim Polri Temukan Indikasi Masalah Hukum Capim KPK
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri Komisaris Jenderal...
Kapolri: Kelompok Radikal Jadi Ancaman Pancasila
Thursday, 27 August 2015

Bandung, GATRAnews - Kelompok radikal menurut Kapolri, Jenderal Polisi Badrodin Haiti sebagai...
Mabes Polri: Kita Masih Lemah dalam Cyber Security
Thursday, 27 August 2015

Jakarta, GATRAnews-Mabes Polri kembali membekuk 28 Warga Negara (WN) Taiwan karena terlibat kasus...
28 WN Taiwan Terlibat Penipuan Perbankan Antar Negara
Thursday, 27 August 2015

Jakarta, GATRAnews- Petugas Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri menciduk sebanyak 28 Warga...
Bareskrim Ciduk 28 WN Taiwan Sindikat Narkoba dan Penipuan
Wednesday, 26 August 2015

Jakarta, GATRAnews-Petugas Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri menciduk sebanyak 28 Warga Negara...
Berkas Alex Usman Besok Dilimpahkan ke Kejaksaan
Wednesday, 26 August 2015

Jakarta, GATRAnews-Mabes Polri akan melimpahkan berkas perkara tersangka dalam pengadaan...
HMI Minta Polri Ungkap Capim KPK Bermasalah
Wednesday, 26 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Puluhan anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi unjuk rasa di...
Dolar Melambung, Mabes Polri Antisipasi Pemalsuan Uang
Tuesday, 25 August 2015

Jakarta, GATRAnews-Meroketnya nilai tukar dolar Amerika terhadap rupiah bisa saja dimanfaatkan para...
Bareskrim Tangani Kasus Penggelapan Tanah Milik PT VSIC
Tuesday, 25 August 2015

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Bareskrim Polri tengah menangani kasus dugaan penggelapan tanah SHGB...
Tiga Jenazah Korban Trigana Air Berhasil Teridentifikasi
Monday, 24 August 2015

Jakarta, GATRAnews-Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri berhasil mengidentikiasi...

Polri: Yasin Minta Badri Ajarkan Rakit Bom

Jakarta, GATRAnews - Polri menyatakan, Sutomo bin Sudarto alias Yasin, 47 tahun, salah seorang terduga teroris yang disergap di Poso, diduga berperan aktif dalam aksi teror. Ia juga pernah meminta Badri Hartono untuk mengajarinya cara merakit bom.

"Keterlibatan-keterlibatan yang terdeksi dari hasil penyidikan, antara lain, pernah mengajak Kelompok Solo pimpinan Badri, yang beberapa waktu lalu sudah ditangkap untuk mengajarkan perakitan bom di Poso," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Jakarta, Senin (5/11).

Boy mengatakan, kesimpulan tersebut berdasarkan hasil penyedikan yang telah dilakukan oleh kepolisian terhadap rekam jejak Yasin dan salah satu terduga teroris lainnya yang tewas saat penangkapan Sabtu lalu.

Terungkap pula, Yasin pernah berkomunikasi dengan orang yang paling dicari kepolisian terkait tindakan aksi teror yakni Santoso.

"(Yasin) memerintahkan DPO Santoso untuk latihan di Poso. Ini berdasarkan keterangan beberapa tersangka yang sudah diperiksa dan murni dari proses pengembangan," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yasin adalah terduga teroris yang ditangkap pada Sabtu di Desa Kayamaya, Poso Kota, Sulawesi Tengah. Pada penangkapan itu, Densus 88 menembak mati Abdul Khalid, 27 tahun, karena melawan dengan lemparan bom pipa.

Boy Rafli mengatakan, dari hasil pemeriksaan, keduanya juga mengetahui tentang rencana penembakan polisi di Bank BCA Poso, pada 2011.

Selain itu, Khalid juga disebut-sebut menampung peserta latihan perakitan bom yang direkrut dari Bima, Nusa Tenggara Barat.

Dalam penangkapan akhir minggu lalu yang sempat berujung ricuh di Poso Kota, kepolisian menyita barang bukti tiga bom rakitan, tiga perangkat komputer dan dokumen perakitan bom.

Sedangkan Badri Hartono yang disebut kepolisian pernah diminta Yasin untuk merakit bom di Poso, merupakan terduga teroris yang sudah ditangkap polisi di Desa Griyan RT 05 RW 10 Kelurahan Pajang, Laweyan, Surakarta, Sabtu (22/9).

Badri dikenal mahir merakit bom dan merupakan pimpinan kelompok Muhammad Thorik, 32 tahun, yang berkaitan dengan Al Qaeda Indonesia. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?