GATRANEWS

Ini Alasan Kabareskrim Belum Isi LHKPN
Tuesday, 30 June 2015

Jakarta,GATRAnews-Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri Komisaris Jenderal...
Korban Kudatuli Minta Kejelasan Status Sutiyoso‎
Monday, 29 June 2015

Jakarta,GATRAnews-Perwakilan korban Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli 1996 (Kudatuli) menyambangi...
Korupsi Kondensat, Polri Belum Periksa Honggo Wendratmo
Monday, 29 June 2015

Jakarta,GATRAnews-Penyidik Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri (Bareskrim) hingga kini belum...
PPATK: PN Jakpus Tetapkan 375 Aset Individu Terkait Terorisme
Saturday, 27 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) berhasil membekukan...
Anto Dukung Agar Polri Bisa Menyadap Seperti KPK
Friday, 26 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Plt Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indriyanto Seno Adji (Anto)...
Jari 98: Polri Telah Jalankan Revolusi Mental
Friday, 26 June 2015

Jakarta,GATRAnews-Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (JARI 98) menilai institusi Polri telah...
Indonesia Lakukan Terobosan Hingga Keluar dari Daftar Hitam
Friday, 26 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemeritah Indonesia melakukan berbagai terobosan, berupa kerja sama antara...
Indonesia Keluar dari Daftar Hitam Negara Pencucian Uang
Friday, 26 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Indonesia berhasil kelur dari keseluruhan review International Cooperation...
Pemerintah Libatkan Polri Bantu Amankan Proyek 35.000 MW
Thursday, 25 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah melibatkan Polri dalam Program Pembangunan Pembangkit Listrik...
Hadapi Pilkada Serentak, Mabes Polri Deteksi Wilayah Rawan Konflik
Thursday, 25 June 2015

Jakarta,GATRAnews-Mabes Polri mengaku sudah siap dalam mengamankan jalannya Pemilihan Kepala Daerah...
Jaringan ISIS di Tangerang dan Bekasi, Kapolda: Kita Sudah Tahu
Thursday, 25 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BPNT) melansir jaringan gerakan teroris...
Mabes Polri Diminta Segera Usut Penipuan Bos PT AC
Wednesday, 24 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Seorang pengusaha asal Sumatera Utara memita Mabes Polri segera...
Polri: 30 Kecelakaan Terjadi Sejak Tol Cipali Diresmikan, 3 Orang Tewas
Wednesday, 24 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Polri mencatat sejak diresmikan pada awal Juni lalu, Tol Cikampek-Palimanan...
Samad Tuding Bareskrim Rekayasa Kasusnya
Wednesday, 24 June 2015

Jakarta,GATRAnews-Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Abraham Samad, memenuhi...
Polri 'Utus' Enam Pati Terbaiknya Ikuti Seleksi Capim KPK
Tuesday, 23 June 2015

Jakarta,GATRAnews-Korps Bhayangkara berencana mengirimkan enam perwira tinggi (Pati) terbaiknya...
Ahok: Kapolda Top Bisa Tangkap Teroris, Masa PKL Tidak Bisa
Monday, 22 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berharap Kapolda Irjen Tito...
Bareskrim Polri Periksa Dahlan Terkait Kasus BBM
Monday, 22 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Bareskrim Mabes Polri memeriksa mantan Direktur Utama PT PLN...
LPSK Persilakan Saksi Angeline Ajukan Permohonan Perlindungan
Friday, 19 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mempersilakan Siti Sapura,...
LPSK Siap Lindungi Saksi Kasus Angeline
Friday, 19 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) siap memberikan perlindungan...
30 Kapal DKI Terdampar di Perairan Sumatera Barat
Wednesday, 17 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Sebanyak 30 kapal milik nelayan DKI Jakarta terdampar di Pelabuhan Bungus,...

Polri: Yasin Minta Badri Ajarkan Rakit Bom

Jakarta, GATRAnews - Polri menyatakan, Sutomo bin Sudarto alias Yasin, 47 tahun, salah seorang terduga teroris yang disergap di Poso, diduga berperan aktif dalam aksi teror. Ia juga pernah meminta Badri Hartono untuk mengajarinya cara merakit bom.

"Keterlibatan-keterlibatan yang terdeksi dari hasil penyidikan, antara lain, pernah mengajak Kelompok Solo pimpinan Badri, yang beberapa waktu lalu sudah ditangkap untuk mengajarkan perakitan bom di Poso," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Jakarta, Senin (5/11).

Boy mengatakan, kesimpulan tersebut berdasarkan hasil penyedikan yang telah dilakukan oleh kepolisian terhadap rekam jejak Yasin dan salah satu terduga teroris lainnya yang tewas saat penangkapan Sabtu lalu.

Terungkap pula, Yasin pernah berkomunikasi dengan orang yang paling dicari kepolisian terkait tindakan aksi teror yakni Santoso.

"(Yasin) memerintahkan DPO Santoso untuk latihan di Poso. Ini berdasarkan keterangan beberapa tersangka yang sudah diperiksa dan murni dari proses pengembangan," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yasin adalah terduga teroris yang ditangkap pada Sabtu di Desa Kayamaya, Poso Kota, Sulawesi Tengah. Pada penangkapan itu, Densus 88 menembak mati Abdul Khalid, 27 tahun, karena melawan dengan lemparan bom pipa.

Boy Rafli mengatakan, dari hasil pemeriksaan, keduanya juga mengetahui tentang rencana penembakan polisi di Bank BCA Poso, pada 2011.

Selain itu, Khalid juga disebut-sebut menampung peserta latihan perakitan bom yang direkrut dari Bima, Nusa Tenggara Barat.

Dalam penangkapan akhir minggu lalu yang sempat berujung ricuh di Poso Kota, kepolisian menyita barang bukti tiga bom rakitan, tiga perangkat komputer dan dokumen perakitan bom.

Sedangkan Badri Hartono yang disebut kepolisian pernah diminta Yasin untuk merakit bom di Poso, merupakan terduga teroris yang sudah ditangkap polisi di Desa Griyan RT 05 RW 10 Kelurahan Pajang, Laweyan, Surakarta, Sabtu (22/9).

Badri dikenal mahir merakit bom dan merupakan pimpinan kelompok Muhammad Thorik, 32 tahun, yang berkaitan dengan Al Qaeda Indonesia. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?