GATRANEWS

Penuhi Syarat, Kejaksaan Langsung Eksekusi Terpidana Mati
Monday, 24 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan, selaku eksekutor, Kejaksaan akan langsung...
Masyarakat Melayu Kecam Pertikaian TNI-Brimob di Batam
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Masyarakat Melayu yang tergabung dalam Laskar Melayu Bersatu Provinsi...
Baku Tembak TNI-Polri Bukti Rendahnya Kewibawaan Pimpinan
Thursday, 20 November 2014

Jakarta, GATRAnews-Politisi Partai Golkar, Tantowi Yahya menilai baku tembak antara anggota Yonif...
TNI-Polri Bentrok Lagi! Komnas HAM: Ada Masalah Yang Harus Diselesaikan
Thursday, 20 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Bentrokan antara oknum TNI-Polri di Batam kembali pecah malam tadi. Komnas...
Antasari Tak Kapok untuk Gugat Kembali Polri
Wednesday, 19 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Antasari Azhar pantang menyerah. Dia tak kapok menggugat Polri, meski hakim...
Timbun BBM 32.000 Liter, S Diciduk Polisi
Tuesday, 18 November 2014

Jakarta, GATRAnews-Mabes Polri kembali mengungkap kasus penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM). Kali...
Penimbunan BBM Paling Banyak Terjadi di Pulau Jawa
Tuesday, 18 November 2014

Jakarta, GATRAnews-Kasubdit V Tindak Pidana Tertentu Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Agus...
Masih Diteliti, Keterlibatan Prof M di Sindikat Narkoba
Tuesday, 18 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Polri akan mendalami apakah Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas...
Polri Koordinasi Kemendagri Selidiki e-KTP Palsu
Monday, 17 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Mabes Polri berkoordinasi dengan pihak Kementerian Dalam Negeri setelah...
Urine dan Darah Prof. Musakkir Positif Narkoba
Sunday, 16 November 2014

Makassar,  GATRAnews - Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Makassar yang memeriksa...
Kejagung Tak Ambil Pusing Udar Polisikan Jaksa
Saturday, 15 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung Muda Pidana Khusus R Widyo Pramono menegaskan, pihaknya tidak...
IPW: Polisi Pukul Wartawan Bentuk “Brutalisme”
Friday, 14 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan tindakan polisi yang memukul wartawan...
Kejagung : Udar Tak Perlu Polisikan Jaksa
Friday, 14 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung menilai tersangka Udar Pristono tak perlu melaporkan jaksa ke...
Kuasa Hukum: Penyidik Serampangan Sita Aset Udar
Wednesday, 12 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kuasa hukum tersangka Udar Pristono, Tonin Tachta Singarimbun, menilai bahwa...
Antasari Minta Hakim Tolak Eksepsi Kapolri dan Kapolda Metro
Wednesday, 12 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Ketua KPK Antasari Azhar menilai, dalil kapolri dan kapolda Metro Jaya...
Antasari Minta Sejumlah Petinggi Polri Jadi Saksi
Wednesday, 12 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Antasari Azhar meminta Hakim Marisi Siregar memerintahkan Mabes Polri dan...
Antasari Minta Kapolri dan Kapolda Metro Klarifikasi Soal HP
Tuesday, 11 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Ketua KPK Antasari Azhar meminta tim kuasa hukum Kapolri dan Kapolda...
Polri Tak Hentikan Laporan Antasari Soal Keterangan Palsu
Tuesday, 11 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Polri dan Polda Metro Jaya mengklaim tidak pernah menghentikan laporan...
Polri Minta Hakim Tolak Gugatan Antasari
Tuesday, 11 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kapolri dan Kapolda Metero Jaya selaku termohon satu dan dua meminta majelis...
Antasari Gugat Polri Soal SMS Gelap
Tuesday, 11 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Antasari Azhar akan menghadiri sidang gugatannya terhadap Kapolri dan Kapolda...

Polri: Yasin Minta Badri Ajarkan Rakit Bom

Jakarta, GATRAnews - Polri menyatakan, Sutomo bin Sudarto alias Yasin, 47 tahun, salah seorang terduga teroris yang disergap di Poso, diduga berperan aktif dalam aksi teror. Ia juga pernah meminta Badri Hartono untuk mengajarinya cara merakit bom.

"Keterlibatan-keterlibatan yang terdeksi dari hasil penyidikan, antara lain, pernah mengajak Kelompok Solo pimpinan Badri, yang beberapa waktu lalu sudah ditangkap untuk mengajarkan perakitan bom di Poso," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Jakarta, Senin (5/11).

Boy mengatakan, kesimpulan tersebut berdasarkan hasil penyedikan yang telah dilakukan oleh kepolisian terhadap rekam jejak Yasin dan salah satu terduga teroris lainnya yang tewas saat penangkapan Sabtu lalu.

Terungkap pula, Yasin pernah berkomunikasi dengan orang yang paling dicari kepolisian terkait tindakan aksi teror yakni Santoso.

"(Yasin) memerintahkan DPO Santoso untuk latihan di Poso. Ini berdasarkan keterangan beberapa tersangka yang sudah diperiksa dan murni dari proses pengembangan," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yasin adalah terduga teroris yang ditangkap pada Sabtu di Desa Kayamaya, Poso Kota, Sulawesi Tengah. Pada penangkapan itu, Densus 88 menembak mati Abdul Khalid, 27 tahun, karena melawan dengan lemparan bom pipa.

Boy Rafli mengatakan, dari hasil pemeriksaan, keduanya juga mengetahui tentang rencana penembakan polisi di Bank BCA Poso, pada 2011.

Selain itu, Khalid juga disebut-sebut menampung peserta latihan perakitan bom yang direkrut dari Bima, Nusa Tenggara Barat.

Dalam penangkapan akhir minggu lalu yang sempat berujung ricuh di Poso Kota, kepolisian menyita barang bukti tiga bom rakitan, tiga perangkat komputer dan dokumen perakitan bom.

Sedangkan Badri Hartono yang disebut kepolisian pernah diminta Yasin untuk merakit bom di Poso, merupakan terduga teroris yang sudah ditangkap polisi di Desa Griyan RT 05 RW 10 Kelurahan Pajang, Laweyan, Surakarta, Sabtu (22/9).

Badri dikenal mahir merakit bom dan merupakan pimpinan kelompok Muhammad Thorik, 32 tahun, yang berkaitan dengan Al Qaeda Indonesia. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?