GATRANEWS

Ada Indikasi Keterlibatan Asing di Rawa Tripa
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Tri Moelja D Soerjadi menduga ada indikasi keterlibatan pihak asing di balik...
Jaksa: Mentan Suswono Terima Suap Rp 50 Juta dari Anggoro
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Menteri...
DPR Terima Rp 105 Juta dan SGD 85 Ribu Lebih dari Anggoro
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Anggoro Widjojo, pemilik PT Masaro Radiokom, memerintahkan anaknya, David...
Anggoro Habiskan Rp 1,1 M, SGD 92 Ribu, dan US$ 20 Ribu Sebagai Suap SKRT
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Anggoro Widjojo, bos PT Masaro Radiokom mengeluarkan uang suap sejumlah Rp...
Tidak Perlu Tim Independen Kasus Seksual di JIS
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews- Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto angkat bicara...
Polisi Ungkap Sindikat Peredaran Uang Palsu
Tuesday, 22 April 2014

Tasikmalaya, GATRAnews - Polisi Resor Kota Tasikmalaya berhasil mengungkap sindikat peredaran uang...
Kejagung Ringkus Petinggi Menara Ady Karya
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pelarian Najamudin Umar, Direktur Utama PT Menara Ady Karya berakhir setelah...
Bos BCA Enggan Komentari Status Tersangka Hadi Poernomo
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews -  Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA) enggan...
BCA Sangkal Terlibat Kongkalikong Pajak dengan Hadi Poernomo
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Terkait penetapan mantan Direktur Jenderal Pajak, Hadi Poernomo, sebagai...
KPK Jadikan Ketua BPK Tersangka di Hari Purna Bakti
Monday, 21 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Hadi Poernomo, Ketua Badan...
Pihak JIS Coba Hilangkan Barang Bukti Lokasi Pelecehan Seksual
Monday, 21 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Pekerja outsourcing yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak Taman...
GMBI Desak Kejagung Segera Selesaikan Kasus Retaining Wall
Monday, 21 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Ratusan anggota Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) melakukan aksi unjuk...
Kades Aniaya Warga Ternyata Terlibat Narkoba
Sunday, 20 April 2014

Pekanbaru, GATRAnews - Seorang Kepala Desa di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, yang...
Anggota Panwaslu Hilang Bersama Berkas Tindak Pidana Pemilu
Sunday, 20 April 2014

Tanjungpinang, GATRAnews - Berkas perkara kasus tindak pidana pemilu hilang, bersamaan dengan...
Terdakwa Korupsi PLN Dijamin Uang Negara
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Ermawan Arif Budiman (EAB), mantan Kepala Sektor PT PLN Belawan sedikit bisa...
Pasek: SBY Tingkatkan Perolehan Suara Demokrat
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Politisi Partai Demokrat Gede Pasek Suardika mengatakan, ketua umum partai...
Pesuruh Yang Jadi Direktur Didakwa Perkaya Orang Lain
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan mendakwa Hendra...
Putra Syarief Hasan ''di Ujung Tanduk''
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, di Jakarta, Kamis (17/4), menggelar sidang...
Putra Syarief Hasan Bakal Jadi Tersangka?
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Riefan Avran, putra Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarief...
PPTHI: Polri Harus Netral Tangani Kasus Lahan Tambang
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (PPTHI) mendesak Kepolisian...

Kejagung: Penetapan dan Penahanan Karyawan Chevron Sesuai Prosedur

Jakarta, GATRAnews -  Kejaksaan Agung berpendapat, penetapan tersangka, penahanan, dan pencekalan terhadap empat karyawan PT Chevron Pacific Indonesia oleh penyidik pidana khusus dalam kasus dugaan korupsi proyek bioremediasi telah sesuai dengan hukum acara pidana. "Telah melakukan tahap proses penyidikan dan penahanan sesuai peraturan yang berlaku," ujar jaksa Kejaksaan Agung, Syarief Sulaeman Nahdi saat membacakan kesimpulannya atas praperadilan yang dilayangkan empat tersangka kasus dugaan korupsi proyek bioremediasi di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, (26/11). 

 

Di hadapan hakim tunggal Sukoharsono, Syarief menilai, alasan objektif penetapan tersangka bukanlah materi permohonan pemeriksaan praperadilan karena sudah masuk materi pokok perkara, sesuai Pasal 1 butir 10 jo Pasal 77-82 KUHAP dan putusan MA No: 18 PK/PID/2009, 23 Juli 2009. Selain itu, pihaknya juga telah menunjukan prosedur yang ditempuh penyidik dalam melakukan penyidikan tindak pidana korupsi tersangka Bachtiar Abdul Fatah sesuai hukum acara pidana. 

 

Syarief juga beralasan, pendapat saksi ahli yang diajukan pihak Chevron tidak dapat membuktikan sah tidaknya penahanan terhadap tersangka oleh penyidik. Bahkan, kedua saksi menerangkan, pemanggilan tersangka telah penuhi Pasal 112 dan 227 KUHAP, yakni pemanggilan ditandatangani oleh pejabat yang berwenang. Dijelsakan, menurut pihak Chevron, tersangka tidak perlu ditahan karena tidak akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Namum menurut JPU, hal itu tidak bisa dibuktikan Chevron.

 

Atas dasar itu, Kejaksaan Agung memohon hakim menerima semua jawaban termohon dan menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan empat karyawan Chevron. "Menyatakan penahanan penahanan dari tanggal 26 September 2012 sampai dengan 15 Oktober 2012, dan perpanjangan penahanan dari 16 Oktober 2012, sampai dengan 24 November 2012 adalah menurut ketentuan perundang-undangan," tandasnya.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?