GATRANEWS

Rampok Indomaret, Pelaku Gasak Susu Bayi
Tuesday, 25 November 2014

Jakarta, GATRAnews-Gudang penyimpanan rokok serta makanan ringan di Indomaret, Jalan Raya Pondok...
Anak di Bawah Umur Dituntut 17 Bulan
Monday, 24 November 2014

Denpasar, GATRAnews - Anak di bawah umur yang kedapatan memiliki ganja seberat 750 gram dituntut 17...
Jero Bantah Diperas Sutan ''Ngeri-ngeri Sedap'' Bhatoegana
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengelak...
Debt Colector Keroyok Anggota TNI-AL Hingga Tewas
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews-Petugas Polres Metro Jakarta Timur menangkap 9 orang yang bekerja sebagai debt...
KPK Gagal Periksa Ketua Umum PPP
Wednesday, 19 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gagal memeriksa Romahurmuziy (Romy), yang...
Antasari Tak Kapok untuk Gugat Kembali Polri
Wednesday, 19 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Antasari Azhar pantang menyerah. Dia tak kapok menggugat Polri, meski hakim...
KPK Usut Tujuan Server e-KTP di Luar Negeri
Tuesday, 18 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengungkap alasan dan tujuan kenapa...
Kuasa Hukum: Tak Ada SMS Ancaman dari Antasari
Thursday, 13 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Budiyana, pengacara Antasari Azhar, mengatakan bahwa pihaknya menghadirkan...
Kejagung Periksa Syntha Putri Jak TV karena Terima Dana Udar
Thursday, 13 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa karyawan Jak TV bernama...
Kejaksaan Agung Gagal Periksa Airin
Wednesday, 12 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung terpaksa menunda pemeriksaan Wali Kota...
Antasari Minta Sejumlah Petinggi Polri Jadi Saksi
Wednesday, 12 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Antasari Azhar meminta Hakim Marisi Siregar memerintahkan Mabes Polri dan...
Zulkifli Hasan: Bantu KPK Ungkap Korupsi Hutan Tugas Mulia
Wednesday, 12 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyatakan bahwa menjalani pemeriksaan di Komisi...
Dua Mantan Menhut Diperiksa KPK
Tuesday, 11 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua mantan menteri kehutanan...
KPK Perlukan Keterangan Zulkifli Hasan
Tuesday, 11 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memerlukan keterangan Zulkifli...
Terpidana Korupsi Chevron Dijebloskan ke Sukamiskin
Tuesday, 11 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa eksekutor menjebloskan Bahctiar Abdul Fatah ke sel Lembaga...
Kejagung Bakal Periksa Airin Pekan Depan
Saturday, 08 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung akan memanggil Airin Rachmy Diani, Wali...
PPP Sesalkan Penembakan Mobil Amien Rais
Thursday, 06 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyesalkan insiden penembakan oleh pihak...
Irwansyah Enggan Beberkan Aliran Dana dari Wawan
Thursday, 06 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Aktor/penyanyi Irwansyah tampak kaget saat media menyoal transaski milyaran...
Sespri Atut Jalani Pemeriksaan KPK
Wednesday, 05 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Alinda Agustine Quintansari,...
Usut Pilkada Lebak, KPK Periksa Ketua Fraksi Golkar
Wednesday, 05 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah saksi kasus korupsi...

Chevron Permasalahkan Saksi Ahli Edison Efendi

Jakarta, GATRAnews - PT Chevron Pacific Indonesia mempersoalkan penetapan Edison Efendi sebagai saksi ahli oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi proyek bioremediasi. "Penting kami sampaikan, setelah menyampaikan kesimpulan, ada satu bukti yang diajukan penyidik, adalah undangan ekspos terhadap seorang ahli, namanya Edison Efendi," ungkap salah seorang tim kuasa hukum tersangka Chevron, Maqdir Ismail di Koimisi Kejaksaan, Jakarta Selatan, Rabu, (5/12). 

 

Menurutnya, keberatan pihaknya kepada Kejaksaan Agung memakai saksi ahli Edison, karena dia merupakan orang dari salah satu perusahaan yang kalah tender proyek bioremediasi yang dilakukan PT Chevron. "Dia ini adalah salah satu tim ahli dari perusahaan yang kalah tender pada tahun 2011. Artinya, ada keterangan ahli yang digunakan untuk menilai pekerjaan. Tetapi, penilaiannya mengandung konflik kepentingan dengan kasus yang dinilai," tudingnya. 

 

Atas dasar itulah pihak Chevron merasa keberatan atas saksi ahli Edison Efendi. Pasalanya, keterangannya digunakan oleh penyidik Kejaksaan sebagai pemberi arah, karena dianggap mempunyai keahlian dan menjadi alat rekayasa dalam penyidikan. "Penyidikan semacam ini tidak sah, karena hanya merupakan rekayasa, dipaksakan, tidak objektif, dan bertentangan dengan asas presumption of innocence," tandasnya. 

 

Diterangkan, pihaknya baru mengetahui Edison dijadikan saksi ahli dalam kasus ini melalui bukti yang diajukan jaksa di praperadilan yang menerangkan, ada undangan untuk ekspos yang dilakukan oleh Edison Efendi. Selain itu, Maqdir justru belum mengetahui isi kesaksian tersebut. Namun, paling tidak, Edison tidak netral dalam melihat bioremediasi tersebut. Menurutnya, ini yang perlu diawasi oleh Komjak dalam proses hukum kasus ini. Pasalnya, ini bukan hanya demi kepentingan tersangka karyawan Chevron, tapi kepentingan bersama, agar tidak terjadi lagi di masa depan.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?