GATRANEWS

Mahasiswa IPB Ditemukan Tewas Tergantung
Sunday, 02 August 2015

Bogor, GATRAnews - Arkadius Bayu, seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian...
Lulung Panggil Ahok, Ketua DPRD: No Comment
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menolak berkomentar atas manuver...
Polda Metro Kirim Surat Cekal Kepada Direktur Impor Ditjen Daglu
Friday, 31 July 2015

Jakarta,GATRAnews-Tim Satuan Tugas Khusus Polda Metro Jaya telah menetapkan empat nama sebagai...
Lulung Panggil Ahok Minta Penjelasan Korupsi UPS
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lulung Lunggana berencana memanggil...
Tanpa Dua Alat Bukti, Penetapan Tersangka Dahlan Tidak Sah
Thursday, 30 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Penetapan mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan sebagai...
Penyidik Langgar HAM Jika Lebih Dahulu Tersangkakan Dahlan
Thursday, 30 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Mudzakir...
Pendapatan Tol Jasa Marga Meningkat 7,4%
Thursday, 30 July 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Jasa Marga Tbk membukukan pendapatan usaha di luar pendapatan konstruksi...
Akhir 2015, Seluruh Warga DKI Memiliki e-KTP
Thursday, 30 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menargetkan warga Ibu Kota...
Dahlan Hadirkan 3 Ahli Pidana di Sidang Praperadilan
Thursday, 30 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan mengajukan tiga ahli...
Diperiksa Bareskrim, Ahok Berharap Kasus UPS Cepat Selesai
Wednesday, 29 July 2015

Jakarta,GATRAnews-Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memenuhi panggilan penyidik Bareskrim...
Ahok Santai Hadapi Pemeriksaan di Bareskrim Polri
Wednesday, 29 July 2015

Jakarta,GATRAnews-Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mendatangi Direktorat Tinda Pidana...
KPK: OC Kaligis Rugi Sendiri Jika Tak Mau Jalani Pemeriksaan
Wednesday, 29 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mempermasalahkan sikap Otto Cornelis...
Kejati DKI: Dahlan Boleh Klaim Penetapan Tersangkanya Tak Berdasar Bukti
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kuasa hukum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Bonaparte Marbun mengatakan, mantan...
Gatot Pujo dan Istri Mudanya Tersangka Suap PTUN
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sumatera Utara (Sumut)...
Rupiah Terus Melemah, Pemerintah Diminta Perbaiki Defisit Transaksi Berjalan
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus terjadi....
Yusrul: Dalil Kejati DKI Minta Gugurkan Praperadilan Tak Berdasar Hukum
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan, lewat pengacaranya,...
OCK Akan Kerahkan 150 Pengacara di Sidang Praperadilan
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kuasa hukum tersangka Otto Cornelis Kaligis (OCK), Johnson Panjaitan,...
Yusril: Kejati DKI Tetapkan Tersangka Tanpa Bukti Sah
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengacara Dahlan Iskan, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan, Kejaksaan Tinggi DKI...
Dahlan Takkan Ajukan Saksi di Sidang Praperadilan
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan Direktur Utama PT PLN (Persero), Dahlan Iskan, tidak akan mengajukan...
Prinsip-Prinsip Peradilan Kode Etik Penyelenggara Pemilu
Friday, 24 July 2015

Palangkaraya, GATRAnews – “Kehadiran DKPP sebagaimana diatur dalam Undang-undang 15 Tahun 2011...

Chevron Permasalahkan Saksi Ahli Edison Efendi

Jakarta, GATRAnews - PT Chevron Pacific Indonesia mempersoalkan penetapan Edison Efendi sebagai saksi ahli oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi proyek bioremediasi. "Penting kami sampaikan, setelah menyampaikan kesimpulan, ada satu bukti yang diajukan penyidik, adalah undangan ekspos terhadap seorang ahli, namanya Edison Efendi," ungkap salah seorang tim kuasa hukum tersangka Chevron, Maqdir Ismail di Koimisi Kejaksaan, Jakarta Selatan, Rabu, (5/12). 

 

Menurutnya, keberatan pihaknya kepada Kejaksaan Agung memakai saksi ahli Edison, karena dia merupakan orang dari salah satu perusahaan yang kalah tender proyek bioremediasi yang dilakukan PT Chevron. "Dia ini adalah salah satu tim ahli dari perusahaan yang kalah tender pada tahun 2011. Artinya, ada keterangan ahli yang digunakan untuk menilai pekerjaan. Tetapi, penilaiannya mengandung konflik kepentingan dengan kasus yang dinilai," tudingnya. 

 

Atas dasar itulah pihak Chevron merasa keberatan atas saksi ahli Edison Efendi. Pasalanya, keterangannya digunakan oleh penyidik Kejaksaan sebagai pemberi arah, karena dianggap mempunyai keahlian dan menjadi alat rekayasa dalam penyidikan. "Penyidikan semacam ini tidak sah, karena hanya merupakan rekayasa, dipaksakan, tidak objektif, dan bertentangan dengan asas presumption of innocence," tandasnya. 

 

Diterangkan, pihaknya baru mengetahui Edison dijadikan saksi ahli dalam kasus ini melalui bukti yang diajukan jaksa di praperadilan yang menerangkan, ada undangan untuk ekspos yang dilakukan oleh Edison Efendi. Selain itu, Maqdir justru belum mengetahui isi kesaksian tersebut. Namun, paling tidak, Edison tidak netral dalam melihat bioremediasi tersebut. Menurutnya, ini yang perlu diawasi oleh Komjak dalam proses hukum kasus ini. Pasalnya, ini bukan hanya demi kepentingan tersangka karyawan Chevron, tapi kepentingan bersama, agar tidak terjadi lagi di masa depan.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?