GATRANEWS

LPSK Bakal Lindung Korban Pencabulan Raja Solo
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) akan memberikan perlindungan...
LPSK Siap Lindungi Saksi Pilpres di Sampang
Monday, 21 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) siap melindungi saksi Pilpres...
''Mesin Uang'' Akil Dijerat Pasal Korupsi dan Keterangan Palsu
Saturday, 19 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjerat Muhtar Ependi, yang berperan...
Polda Jatim Bongkar Perdagangan Wanita Lewat "BBM"
Friday, 18 July 2014

Surabaya, GATRAnews - Kepolisian Daerah Jawa Timur kembali membongkar praktik "perdagangan"...
KPK Klaim Kaitan Menteri PDT dengan Bupati Biak Numfor
Thursday, 17 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku memeriksa Menteri Pembangunan...
Anas Mengaku Tak Tahu Ada Pembagian BB di Kongres Demokrat
Thursday, 17 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Anas Urbaningrum, terdakwa kasus korupsi dan pencucian uang proyek Hambalang...
Pelaku Pembakaran Tukang Parkir Monas Dituntut Bayar Restitusi
Thursday, 17 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) akan mengajukan gugatan restitusi...
Jero Wacik Bantah Terlibat Proyek di ESDM
Wednesday, 16 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik menampik terlibat...
Menteri PDT Irit Bicara Saat Hendak Diperiksa KPK
Wednesday, 16 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Helmi Faishal Zaini, irit bicara...
Hari Ini Jero Wacik Diperiksa KPK
Wednesday, 16 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Selain memanggil Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmi Faishal...
Anas Diintervensi Agar Mundur dari Pemilihan Ketum Demokrat
Tuesday, 15 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Anas Urbaningrum mengatakan, dirinya pernah diminta Sudi Silalahi dan pihak...
Anas: Nazar Terpilih Bendum, SBY Fotmaturnya
Monday, 14 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Anas Urbaningrum, mendengar bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) heran dan...
Mubarok: Ada Bom Duit di Kongres Demokrat
Monday, 14 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Ahmad Mubarok mengungkapkan bahwa dugaannya bahwa Kongres Partai Demokrat pada...
Penetapan Tersangka Dua Guru JIS Sudah Melalui Prosedur
Monday, 14 July 2014

Jakarta, GATRAnews-Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan bahwa...
Polda Metro Siapkan Rencana Atasi Massa Anarkis Saat Pilpres
Monday, 07 July 2014

Jakarta, GATRAnews-Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya (Kapolda), Inspektur Jenderal Dwi Priyatno...
Bukti Sudah Cukup, Polisi Belum Tetapkan Tersangka JIS
Thursday, 03 July 2014

Jakarta, GATRAnews-Polda Metro Jaya hingga kini belum menetapkan tersangka dalam kasus pelecehan...
Selesaikan Kasus HAM Perlu Komitmen Penegak Hukum
Thursday, 03 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Abdul Haris Semendawai, Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)...
Hakim Nyatakan Anggoro Terbukti Suap MS Kaban
Wednesday, 02 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Majelis hakim menyatakan, terdakwa Anggoro Widjojo memberikan sejumlah uang...
Lima Tersangka Siswa SMAN 3 Setiabudi Dipindahkan ke Rutan
Wednesday, 02 July 2014

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan telah menetapkan lima siswa SMAN 3...
LPSK Lindungi Korban Kekerasan Seksual JIS
Wednesday, 02 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberikan perlindungan terhadap...

Chevron Permasalahkan Saksi Ahli Edison Efendi

Jakarta, GATRAnews - PT Chevron Pacific Indonesia mempersoalkan penetapan Edison Efendi sebagai saksi ahli oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi proyek bioremediasi. "Penting kami sampaikan, setelah menyampaikan kesimpulan, ada satu bukti yang diajukan penyidik, adalah undangan ekspos terhadap seorang ahli, namanya Edison Efendi," ungkap salah seorang tim kuasa hukum tersangka Chevron, Maqdir Ismail di Koimisi Kejaksaan, Jakarta Selatan, Rabu, (5/12). 

 

Menurutnya, keberatan pihaknya kepada Kejaksaan Agung memakai saksi ahli Edison, karena dia merupakan orang dari salah satu perusahaan yang kalah tender proyek bioremediasi yang dilakukan PT Chevron. "Dia ini adalah salah satu tim ahli dari perusahaan yang kalah tender pada tahun 2011. Artinya, ada keterangan ahli yang digunakan untuk menilai pekerjaan. Tetapi, penilaiannya mengandung konflik kepentingan dengan kasus yang dinilai," tudingnya. 

 

Atas dasar itulah pihak Chevron merasa keberatan atas saksi ahli Edison Efendi. Pasalanya, keterangannya digunakan oleh penyidik Kejaksaan sebagai pemberi arah, karena dianggap mempunyai keahlian dan menjadi alat rekayasa dalam penyidikan. "Penyidikan semacam ini tidak sah, karena hanya merupakan rekayasa, dipaksakan, tidak objektif, dan bertentangan dengan asas presumption of innocence," tandasnya. 

 

Diterangkan, pihaknya baru mengetahui Edison dijadikan saksi ahli dalam kasus ini melalui bukti yang diajukan jaksa di praperadilan yang menerangkan, ada undangan untuk ekspos yang dilakukan oleh Edison Efendi. Selain itu, Maqdir justru belum mengetahui isi kesaksian tersebut. Namun, paling tidak, Edison tidak netral dalam melihat bioremediasi tersebut. Menurutnya, ini yang perlu diawasi oleh Komjak dalam proses hukum kasus ini. Pasalnya, ini bukan hanya demi kepentingan tersangka karyawan Chevron, tapi kepentingan bersama, agar tidak terjadi lagi di masa depan.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?