GATRANEWS

Papi Mike Sediakan PSK Mahasiswi-Karyawan Lewat Twitter
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Tim Unit Vice Control (VC) Subdit Kejahatan dan Kekerasan Ditreskrimum Polda...
Delapan Saksi Kasus BW Diintimidasi Agar Cabut Laporannya
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Viktor Edi Simanjuntak...
Saksi Kunci Perbudakan di Benjina Tewas Karena Sakit
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Musyafak...
KPK Tak Persoalkan Pelantikan BG
Wednesday, 22 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mau mengomentari pelantikan mantan...
Vonis Yohan Diduga Bocor, Penyidik KPK Sita Draf Putusan
Wednesday, 22 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Putusan terdakwa Franciscus Xaverius Yohan Yap disinyalir sudah bocor sebelum...
Praktek Faktur Pajak Fiktif di Banten, Negara Rugi 750 Milyar
Wednesday, 22 April 2015

Serang, GATRAnews -Ratusan wajib pajak di Provinsi Banten melakuan transaksi dengan menggunakan...
Pemerintah Tempuh Dua Cara Selesaikan Kasus HAM Berat
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah menyatakan ada dua cara untuk menyelesaikan tujuh kasus pelanggaran...
Susi: Oce Saksi Penting Perbudakan Benjina
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Saksi kunci perbudakan anak buah kapal (ABK) asing di Benjina, Kepulauan Aru,...
Dua Kali Mangkir, Akhirnya Alex Penuhi Panggilan KPK
Monday, 20 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubenur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin, akhirnya memenuhi panggilan...
Garuda Siap Lakukan Transaksi dengan Rupiah
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebagai perusahaan publik yang juga...
Alex Noerdin Kembali Tak Hadiri Panggilan KPK
Friday, 17 April 2015

Jakatra, GATRAnews - Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin kembali tidak memenuhi panggilan...
Kejagung Gagal Periksa Pejabat BNI Terkait Korupsi Rp 30 M
Thursday, 16 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim penyidik dari Satuan Tugas Khusus Penangan dan Penyelesaian Perkara Tindak...
Suap untuk Bupati Bogor Disamarkan Seolah Jual Beli Tanah
Wednesday, 15 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kuasa hukum PT Sentul City, Tantawi Jauhari Nasution, membujuk Jo Shen Ni...
Karyawan Sepatu di Tangerang Gantung Diri di Pohon Ambon
Tuesday, 14 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Seorang karyawan pabrik sepatu ditemukan tewas dengan cara gantung diri di pohon...
Jakarta Great Sale 2015 Targetkan 14,3 Trilyun Transaksi
Saturday, 11 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2015 kembali digelar untuk menyambut HUT...
Pemerintah Minta Pertamina, Antam dan Krakatau Steel Lakukan Transaksi Lindung Nilai‏
Friday, 10 April 2015

Jakarta, GATRAnews -Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mempersiapkan...
Tiga Bank BUMN Berikan Fasilitas Transaksi Hedging ke PLN
Friday, 10 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Bank Mandiri bersama BRI dan BNI memberikan fasilitas transaksi lindung nilai...
Polisi: STIP Merunda Kooperatif Usut Penganiayaan Daniel
Friday, 10 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Daniel Roberto Tampubolon hingga kini masih terbaring di rumah sakit karena...
Lima Siswa Diperiksa Dalam Kekerasan di STIP Marunda
Friday, 10 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Pihak kepolisian terus mengusut kasus kekerasan yang terjadi di Sekolah Tinggi...
Tidak Lakukan Hedging, Banyak BUMN Takut Diperiksa KPK, BPK dan Kejaksaan‏
Friday, 10 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno mengungkapkan masih...

Chevron Permasalahkan Saksi Ahli Edison Efendi

Jakarta, GATRAnews - PT Chevron Pacific Indonesia mempersoalkan penetapan Edison Efendi sebagai saksi ahli oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi proyek bioremediasi. "Penting kami sampaikan, setelah menyampaikan kesimpulan, ada satu bukti yang diajukan penyidik, adalah undangan ekspos terhadap seorang ahli, namanya Edison Efendi," ungkap salah seorang tim kuasa hukum tersangka Chevron, Maqdir Ismail di Koimisi Kejaksaan, Jakarta Selatan, Rabu, (5/12). 

 

Menurutnya, keberatan pihaknya kepada Kejaksaan Agung memakai saksi ahli Edison, karena dia merupakan orang dari salah satu perusahaan yang kalah tender proyek bioremediasi yang dilakukan PT Chevron. "Dia ini adalah salah satu tim ahli dari perusahaan yang kalah tender pada tahun 2011. Artinya, ada keterangan ahli yang digunakan untuk menilai pekerjaan. Tetapi, penilaiannya mengandung konflik kepentingan dengan kasus yang dinilai," tudingnya. 

 

Atas dasar itulah pihak Chevron merasa keberatan atas saksi ahli Edison Efendi. Pasalanya, keterangannya digunakan oleh penyidik Kejaksaan sebagai pemberi arah, karena dianggap mempunyai keahlian dan menjadi alat rekayasa dalam penyidikan. "Penyidikan semacam ini tidak sah, karena hanya merupakan rekayasa, dipaksakan, tidak objektif, dan bertentangan dengan asas presumption of innocence," tandasnya. 

 

Diterangkan, pihaknya baru mengetahui Edison dijadikan saksi ahli dalam kasus ini melalui bukti yang diajukan jaksa di praperadilan yang menerangkan, ada undangan untuk ekspos yang dilakukan oleh Edison Efendi. Selain itu, Maqdir justru belum mengetahui isi kesaksian tersebut. Namun, paling tidak, Edison tidak netral dalam melihat bioremediasi tersebut. Menurutnya, ini yang perlu diawasi oleh Komjak dalam proses hukum kasus ini. Pasalnya, ini bukan hanya demi kepentingan tersangka karyawan Chevron, tapi kepentingan bersama, agar tidak terjadi lagi di masa depan.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?