GATRANEWS

Chevron Indonesia Dukung Upaya Peninjauan Kembali Kasus Bachtiar‏
Friday, 24 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan produksi minyak terbesar di Indonesia, PT Chevron Pasific Indonesia...
Pekan Depan Jaksa Hadirkan Saksi Korupsi Putra Syarief Hasan
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Tim Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan akan mulai...
Polda Metro 'Kebut' Berkas Sitok Srengenge
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Polda Metro Jaya 'kebut' merampungkan berkas perkara Sitok Srengenge....
Annas: Zulkifli Hasan Rekomendasikan Perubahan Fungsi Hutan
Friday, 17 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Annas Maamun, Gunernur Riau yang menjadi tersangka kasus korupsi alih fungsi...
Airin Hormati Proses Hukum Kasus Keluarganya
Friday, 17 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmy Dyani mengaku menghormati proses...
Saksi Ditanya Soal Surat Mutu Bibit Kopi Seindonesia
Friday, 17 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa Suryo Wardani, mantan Kepala...
LPSK dan Penegak Hukum Sinergikan Ketentuan Saksi Pelapor
Thursday, 16 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) melakukan koordinasi dengan...
KPK Periksa Anak Bos Sentul City Terkait Suap Alih Fungsi Hutan
Thursday, 16 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Daniel Otto Kumala, anak Direktur...
Kejagung: Penahanan Udar Sesuai Hukum
Wednesday, 15 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung menyatakan bahwa saksi-saksi yang dihadirkan di persidangan...
KPK Panggil Mantan Bupati Lebak dan Hakim MK Terkait Korupsi Amir Hamzah
Wednesday, 15 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil beberapa orang penting untuk...
Polisi dan Pimpinan Koran di Riau Diperiksa KPK
Wednesday, 15 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap...
Kejagung : Belum Ada Keterlibatan Michael Bimo di TransJakarta
Tuesday, 14 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kepala Sub Bidang Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Agung Sarjono Turin...
Eggy Sudjana Yakin Udar Tak Cuci Uang
Monday, 13 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Eggy Sudjana, kuasa hukum tersangka Udar Pristono menegaskan, bahwa kliennya...
KPK Periksa Mantan Dirut Bank Mandiri
Friday, 10 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memeriksa sejumlah saksi kasus...
Kejagung Telisik Keterlibatan Michael Bimo di TransJakarta
Friday, 10 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa Michael Bimo Putranto untuk...
ILRINS Minta Prioritaskan Pemeriksaan Setnov dan Zulkifli Hasan
Thursday, 09 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Indonesia Law Reform Institute (ILRINS) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi...
Nazaruddin Sebut Ibas Terima Lebih dari US$ 650
Thursday, 09 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Muhammad Nazaruddin kembali menyebut Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie...
Nazar: Alex Noerdin Terima Komisi 2,5% dalam Proyek Wisma Atlet
Wednesday, 08 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Muhammad Nazaruddin, terpidana kasus korupsi wisma atlet SEA Games Palembang,...
Kesaksian Kernet Berbeda Dengan Saksi Lamborghini
Wednesday, 08 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Hasil penyidikan yang dilakukan Polda Metro Jaya terhadap Mulyono, kernet...
Sastrawan Sitok Srengenge Ditetapkan Sebagai Tersangka
Monday, 06 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Setelah berproses kurang lebih setahun, sastrawan Sitok Srengenge akhirnya...

Chevron Permasalahkan Saksi Ahli Edison Efendi

Jakarta, GATRAnews - PT Chevron Pacific Indonesia mempersoalkan penetapan Edison Efendi sebagai saksi ahli oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi proyek bioremediasi. "Penting kami sampaikan, setelah menyampaikan kesimpulan, ada satu bukti yang diajukan penyidik, adalah undangan ekspos terhadap seorang ahli, namanya Edison Efendi," ungkap salah seorang tim kuasa hukum tersangka Chevron, Maqdir Ismail di Koimisi Kejaksaan, Jakarta Selatan, Rabu, (5/12). 

 

Menurutnya, keberatan pihaknya kepada Kejaksaan Agung memakai saksi ahli Edison, karena dia merupakan orang dari salah satu perusahaan yang kalah tender proyek bioremediasi yang dilakukan PT Chevron. "Dia ini adalah salah satu tim ahli dari perusahaan yang kalah tender pada tahun 2011. Artinya, ada keterangan ahli yang digunakan untuk menilai pekerjaan. Tetapi, penilaiannya mengandung konflik kepentingan dengan kasus yang dinilai," tudingnya. 

 

Atas dasar itulah pihak Chevron merasa keberatan atas saksi ahli Edison Efendi. Pasalanya, keterangannya digunakan oleh penyidik Kejaksaan sebagai pemberi arah, karena dianggap mempunyai keahlian dan menjadi alat rekayasa dalam penyidikan. "Penyidikan semacam ini tidak sah, karena hanya merupakan rekayasa, dipaksakan, tidak objektif, dan bertentangan dengan asas presumption of innocence," tandasnya. 

 

Diterangkan, pihaknya baru mengetahui Edison dijadikan saksi ahli dalam kasus ini melalui bukti yang diajukan jaksa di praperadilan yang menerangkan, ada undangan untuk ekspos yang dilakukan oleh Edison Efendi. Selain itu, Maqdir justru belum mengetahui isi kesaksian tersebut. Namun, paling tidak, Edison tidak netral dalam melihat bioremediasi tersebut. Menurutnya, ini yang perlu diawasi oleh Komjak dalam proses hukum kasus ini. Pasalnya, ini bukan hanya demi kepentingan tersangka karyawan Chevron, tapi kepentingan bersama, agar tidak terjadi lagi di masa depan.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?