GATRANEWS

Anak Buah Syarief Hasan Dihadiahi Kawasaki Ninja?
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Sidang kasus korupsi pengadaan proyek videotron di Kementerian Koperasi dan...
Hasil Laboratorium Terduga Pelaku Asusila Negatif
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pihak penyidik Polda Metro Jaya menyatakan hasil laboratorium dua orang HC dan...
Jaksa Soal Century Agunkan Aset Nasabahnya ke BI
Monday, 21 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa penuntut umum dari Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar Hermanus...
Kades Aniaya Warga Ternyata Terlibat Narkoba
Sunday, 20 April 2014

Pekanbaru, GATRAnews - Seorang Kepala Desa di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, yang...
Mayat Itu Ternyata Penjaga Rumah Walkot Pekanbaru
Friday, 18 April 2014

Pekanbaru, GATRAnews - Temuan sesosok mayat di rumah pribadi Wali Kota Pekanbaru, Riau, Firdaus MT...
PT ISS Masih Pekerjakan Terduga Pelaku Pelecehan
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pihak polisi mengatakan PT ISS Indonesia masih mempekerjakan dua orang terduga...
Polisi Periksa Psikologis Tersangka Kekerasan Seksual
Tuesday, 15 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Polda Metro Jaya akan memeriksa kejiwaan atau psikologis dan...
Bamsat: Segera Hadirkan Boediono di Sidang Budi Mulya
Tuesday, 15 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Bambang Soestyo mengatakan bahwa fakta persidangan kasus korupsi pemberian...
Bibi dari Andi ''Titip'' PT PP untuk Proyek Hambalang
Monday, 14 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Bibi (saudara orangtua) dari terdakwa Andi Alfian Mallarangeng disebut-sebut...
Andi Mallarangeng Cecar Paul Nelwan
Monday, 14 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Persidangan kasus korupsi Hambalang, yang menyeret Andi Alfian Mallarangeng,...
Zaenuddin Amali Bantah Serahkan Rp 10 M ke Akil untuk Urus Jatim
Monday, 14 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Zaenuddin Amali, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, dalam kesaksiannya,...
Emir Moeis Sesalkan Tak Dihadirkannya Saksi Perusahaan Asing
Monday, 14 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Izedrik Emir Moeis, yang divonis 3 tahun penjara untuk kasus suap, menyoal...
Setya Novanto dan Idrus Marham Batal Bersaksi di Perkara Akil
Monday, 14 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Setya Novanto, Bendahara Umum Partai Golkar, dan Idrus Marham, Sekretaris...
PT Coca Cola Ambil Air Tanah dari 13 Sumur Secara Ilegal
Friday, 11 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menetapkan PT Coca Cola Bolting...
Boediono Marah Saat Disoal FPJP Century
Friday, 11 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Boediono, mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang kini menjabat Wakil...
Pengadilan Malaysia Nyatakan Wilfrida di Bawah Umur
Monday, 07 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Majelis Pengadilan Kota Bharu, Kelantan Malaysia, menerima keberatan dari tim...
Menlu Marty Laporkan Putusan Wilfrida ke Presiden
Monday, 07 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa sudah melaporkan putusan Mahkamah Tinggi...
Wilfrida Soik Bebas dari Tiang Gantungan Malaysia!
Monday, 07 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Wilfrida Soik akhirnya terbebas dari tuntutan hukuman mati di Malasysia...
Mantan Kadishub DKI Diperiksa Sebagai Saksi Korupsi TransJakarta
Monday, 07 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung akan memeriksa mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta,...
PT Solid Black Gold Sebut Penggeledahan Polisi Salah Alamat‏
Saturday, 05 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyelidik dari Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di kantor PT Solid...

Chevron Permasalahkan Saksi Ahli Edison Efendi

Jakarta, GATRAnews - PT Chevron Pacific Indonesia mempersoalkan penetapan Edison Efendi sebagai saksi ahli oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi proyek bioremediasi. "Penting kami sampaikan, setelah menyampaikan kesimpulan, ada satu bukti yang diajukan penyidik, adalah undangan ekspos terhadap seorang ahli, namanya Edison Efendi," ungkap salah seorang tim kuasa hukum tersangka Chevron, Maqdir Ismail di Koimisi Kejaksaan, Jakarta Selatan, Rabu, (5/12). 

 

Menurutnya, keberatan pihaknya kepada Kejaksaan Agung memakai saksi ahli Edison, karena dia merupakan orang dari salah satu perusahaan yang kalah tender proyek bioremediasi yang dilakukan PT Chevron. "Dia ini adalah salah satu tim ahli dari perusahaan yang kalah tender pada tahun 2011. Artinya, ada keterangan ahli yang digunakan untuk menilai pekerjaan. Tetapi, penilaiannya mengandung konflik kepentingan dengan kasus yang dinilai," tudingnya. 

 

Atas dasar itulah pihak Chevron merasa keberatan atas saksi ahli Edison Efendi. Pasalanya, keterangannya digunakan oleh penyidik Kejaksaan sebagai pemberi arah, karena dianggap mempunyai keahlian dan menjadi alat rekayasa dalam penyidikan. "Penyidikan semacam ini tidak sah, karena hanya merupakan rekayasa, dipaksakan, tidak objektif, dan bertentangan dengan asas presumption of innocence," tandasnya. 

 

Diterangkan, pihaknya baru mengetahui Edison dijadikan saksi ahli dalam kasus ini melalui bukti yang diajukan jaksa di praperadilan yang menerangkan, ada undangan untuk ekspos yang dilakukan oleh Edison Efendi. Selain itu, Maqdir justru belum mengetahui isi kesaksian tersebut. Namun, paling tidak, Edison tidak netral dalam melihat bioremediasi tersebut. Menurutnya, ini yang perlu diawasi oleh Komjak dalam proses hukum kasus ini. Pasalnya, ini bukan hanya demi kepentingan tersangka karyawan Chevron, tapi kepentingan bersama, agar tidak terjadi lagi di masa depan.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?