GATRANEWS

Kejagung Periksa Staf Denny Indrayana Terkait Pengangkatan Notaris
Wednesday, 01 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa Zamrony, Staf Wakil Menteri...
Kejagung Periksa 16 Saksi Korupsi Bus TransJakarta 2012
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana khusus Kejaksaan Agung memeriksa 16 saksi untuk mengusut kasus...
KPK Telisik Aliran Dana ke Kemhut pada Kasus Annas Maamun
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut indikasi keterlibatan oknum...
KPK Jebloskan Bos PT Bukit Jonggol Asri ke Penjara
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Kwee Cahyadi Kumala (KCK) alias Swie Teng alias Cahyadi Kumala mulai Selasa...
Polda Metro Tetapkan Dokter Metropol Hospital Tersangka
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews-Penyidik kepolisian menetapkan dua orang dokter di Klinik Metropol Hospital...
Bos PT Bukit Jonggol Asri Jadi Tersangka Korupsi
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kwee Cahyadi Kumala (KCK) alias...
KPK Cokok Swie Teng, Bos PT Bukit Jonggol Asri
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencokok Kwee Cahyadi Kumala (KCK)...
KPK Periksa Karyawan Citra Grand Terkait Gubernur Riau
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung memeriksa saksi-saksi untuk...
Kejagung Periksa Denny Terkait Kasus Suap di Kemkum HAM
Monday, 29 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung Muda Pidana Khusus R Widyo Pramono membenarkan bahwa penyidiknya...
Asisten Denny: KPK Apresiasi Kemenkum HAM Ungkap Kasus Suap
Monday, 29 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) mengklaim bahwa Komisi...
Kejagung Periksa Denny Soal Suap di Kemenkum HAM
Monday, 29 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa Wakil Menteri Hukum dan Hak...
Kasus Notaris: Wamen Denny Klarifikasi Gratifikasi yang Membelit 2 Anak Buahnya
Monday, 29 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Denny Indrayana, Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkum HAM)...
Kejagung Bisa Periksa Denny Indrayana
Saturday, 27 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung akan memanggil Wakil Menteri Hukum dan...
Hakim Pertanyakan Novum Mantan Jaksa Urip
Friday, 26 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Majelis hakim mempertanyakan sikap Urip Tri Gunawan, mantan jaksa yang menjadi...
Staf Denny Indrayana Diperiksa Terkait Korupsi Gratifikasi
Thursday, 25 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung akhirnya memeriksa Zamrony, Staf Wakil...
Anas Tantang JPU dan Hakim Lakukan Sumpah Kutukan
Wednesday, 24 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Setelah menantang publik bersedia digantung di Monas kalau terbukti melakukan...
Puluhan Anggota HMI Desak Hakim Bebaskan Anas
Wednesday, 24 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Jabodetabeka-Banten,...
Kejagung Kembali Tetapkan Udar Tersangka Korupsi Bus Way
Wednesday, 24 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung kembali menetapkan Udar Pristono...
Kejagung Batalkan Pemeriksaan Staf Denny Indrayana
Tuesday, 23 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung akan menjadwalkan memeriksa Zamrony,...
Jadi Saksi, Orangtua Ade Sarah: Siapkan Mental
Tuesday, 23 September 2014

Jakarta, GATRAnews- Orangtua dari Ade Sarah Angelina Suroto, Elisabeth dan Suroto tampak tenang...

Chevron Permasalahkan Saksi Ahli Edison Efendi

Jakarta, GATRAnews - PT Chevron Pacific Indonesia mempersoalkan penetapan Edison Efendi sebagai saksi ahli oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi proyek bioremediasi. "Penting kami sampaikan, setelah menyampaikan kesimpulan, ada satu bukti yang diajukan penyidik, adalah undangan ekspos terhadap seorang ahli, namanya Edison Efendi," ungkap salah seorang tim kuasa hukum tersangka Chevron, Maqdir Ismail di Koimisi Kejaksaan, Jakarta Selatan, Rabu, (5/12). 

 

Menurutnya, keberatan pihaknya kepada Kejaksaan Agung memakai saksi ahli Edison, karena dia merupakan orang dari salah satu perusahaan yang kalah tender proyek bioremediasi yang dilakukan PT Chevron. "Dia ini adalah salah satu tim ahli dari perusahaan yang kalah tender pada tahun 2011. Artinya, ada keterangan ahli yang digunakan untuk menilai pekerjaan. Tetapi, penilaiannya mengandung konflik kepentingan dengan kasus yang dinilai," tudingnya. 

 

Atas dasar itulah pihak Chevron merasa keberatan atas saksi ahli Edison Efendi. Pasalanya, keterangannya digunakan oleh penyidik Kejaksaan sebagai pemberi arah, karena dianggap mempunyai keahlian dan menjadi alat rekayasa dalam penyidikan. "Penyidikan semacam ini tidak sah, karena hanya merupakan rekayasa, dipaksakan, tidak objektif, dan bertentangan dengan asas presumption of innocence," tandasnya. 

 

Diterangkan, pihaknya baru mengetahui Edison dijadikan saksi ahli dalam kasus ini melalui bukti yang diajukan jaksa di praperadilan yang menerangkan, ada undangan untuk ekspos yang dilakukan oleh Edison Efendi. Selain itu, Maqdir justru belum mengetahui isi kesaksian tersebut. Namun, paling tidak, Edison tidak netral dalam melihat bioremediasi tersebut. Menurutnya, ini yang perlu diawasi oleh Komjak dalam proses hukum kasus ini. Pasalnya, ini bukan hanya demi kepentingan tersangka karyawan Chevron, tapi kepentingan bersama, agar tidak terjadi lagi di masa depan.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?