GATRANEWS

LPSK Akan Lindungi Saksi Kasus ''Dana Siluman'' APBD DKI
Wednesday, 04 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menjanjikan akan memberikan...
Kejagung Periksa Anak Buah Mandra
Wednesday, 04 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejasaan Agung memeriksa Andi Diansyah, Staf PT Viandra...
Rampas Tas Wanita, Penjambret Tewas Dihakimi Warga
Sunday, 01 March 2015

Jakarta, GATRAnews- Sejumlah warga menghakimi salah seorang komplotan penjambret bernama Cecep...
Tiga Saksi Korupsi Wabup Cirebon Kompak Mangkir
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Tiga orang saksi kasus korupsi dana bantuan sosial dari Anggaran Pendapatan...
Para Petinggi TVRI Jalani Pemeriksaan Kasus Korupsi
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Tiga petinggi dan seorang mantan petinggi Lembaga Penyiaran Publik Televisi...
Mandra Diperiksa Kejagung Sebagai Saksi Kasus Korupsi
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Komedian Mandra Naih menjalani pemeriksaan sebagai saksi di gedung bundar...
Mandra 'Si Doel' Yakin Akan Peroleh Keadilan
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa Mandra Naih terkait...
Gandeng Pegadaian, Bank Mandiri Targetkan Bisnis Remitansi Tumbuh 20%
Tuesday, 24 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Mandiri Persero Tbk menggandeng PT Pegadaian Persero untuk melayani...
BI Sosialisasikan Penggunaan Transaksi Non-Tunai bagi TKI
Tuesday, 24 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Bank Indonesia menggelar sosialisasi penggunaan transaksi non-tunai dalam...
BI Sosialisasikan Penggunaan Transaksi Non-Tunai bagi TKI
Tuesday, 24 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Bank Indonesia menggelar sosialisasi penggunaan transaksi non-tunai dalam...
Berkas Perkara Wakil Ketua KPK Nyaris Rampung
Tuesday, 24 February 2015

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Bareskrim Polri memastikan berkas perkara mantan Wakil Ketua Komisi...
Gencar Tambah Mesin EDC, BRI Targetkan Transaksi Non Tunai Rp 13 Trilyun
Monday, 23 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk gencar menambah mesin penambangan mesin...
Pemeriksaan Akil Muchtar Molor, Ini Alasan Penyidik
Monday, 23 February 2015

Jakarta, GATRAnews- Penyidik Bareskrim Polri berencana memeriksa mantan Ketua Mahkamah Konstitusi...
SDA Tuntut KPK Ganti Rugi Rp 1 T
Monday, 23 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Suryadharma Ali (SDA) memohon Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memerintahkan...
BRI Targetkan Tambahan 35 Ribu Unit EDC
Monday, 23 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menargetkan penambahan sebanyak 35 ribu...
BRI Targetkan Tambahan 35 Ribu Unit EDC
Monday, 23 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menargetkan penambahan sebanyak 35 ribu...
Bareskrim Periksa Saksi Terkait Korupsi Denny Indrayana
Friday, 20 February 2015

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Mabes Polri masih memproses laporan yang dilayangkan oleh Andi Syamsul...
Jurnalis Akan Hadirkan Nazaruddin di Persidangan
Thursday, 19 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Jurnalis Kamaru, kuasa hukum terdakwa kasus korupsi proyek pembangunan...
Defisit Transaksi Berjalan 2015 Diprediksi 2,5-2,8%
Wednesday, 18 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Ryan Kiryanto...
Sopir Taksi Tewas Dengan Luka Sabetan di Leher
Wednesday, 18 February 2015

Jakarta, GATRAnews-Kematian Tony Zahar masih misterius. Pria yang berprofesi sebagai sopir Taksi...

Chevron Permasalahkan Saksi Ahli Edison Efendi

Jakarta, GATRAnews - PT Chevron Pacific Indonesia mempersoalkan penetapan Edison Efendi sebagai saksi ahli oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi proyek bioremediasi. "Penting kami sampaikan, setelah menyampaikan kesimpulan, ada satu bukti yang diajukan penyidik, adalah undangan ekspos terhadap seorang ahli, namanya Edison Efendi," ungkap salah seorang tim kuasa hukum tersangka Chevron, Maqdir Ismail di Koimisi Kejaksaan, Jakarta Selatan, Rabu, (5/12). 

 

Menurutnya, keberatan pihaknya kepada Kejaksaan Agung memakai saksi ahli Edison, karena dia merupakan orang dari salah satu perusahaan yang kalah tender proyek bioremediasi yang dilakukan PT Chevron. "Dia ini adalah salah satu tim ahli dari perusahaan yang kalah tender pada tahun 2011. Artinya, ada keterangan ahli yang digunakan untuk menilai pekerjaan. Tetapi, penilaiannya mengandung konflik kepentingan dengan kasus yang dinilai," tudingnya. 

 

Atas dasar itulah pihak Chevron merasa keberatan atas saksi ahli Edison Efendi. Pasalanya, keterangannya digunakan oleh penyidik Kejaksaan sebagai pemberi arah, karena dianggap mempunyai keahlian dan menjadi alat rekayasa dalam penyidikan. "Penyidikan semacam ini tidak sah, karena hanya merupakan rekayasa, dipaksakan, tidak objektif, dan bertentangan dengan asas presumption of innocence," tandasnya. 

 

Diterangkan, pihaknya baru mengetahui Edison dijadikan saksi ahli dalam kasus ini melalui bukti yang diajukan jaksa di praperadilan yang menerangkan, ada undangan untuk ekspos yang dilakukan oleh Edison Efendi. Selain itu, Maqdir justru belum mengetahui isi kesaksian tersebut. Namun, paling tidak, Edison tidak netral dalam melihat bioremediasi tersebut. Menurutnya, ini yang perlu diawasi oleh Komjak dalam proses hukum kasus ini. Pasalnya, ini bukan hanya demi kepentingan tersangka karyawan Chevron, tapi kepentingan bersama, agar tidak terjadi lagi di masa depan.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?