GATRANEWS

Saksi dan Uji Lab Tentukan Penyebab Kebakaran Kantor Komnas PA
Thursday, 02 July 2015

Jakarta,GATRAnews-Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Muhammad...
Operasi Pasar di Jakarta Gunakan Non Cash Transaction
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama meminta operasi pasar oleh PD Pasar Jaya...
Project Manager KSO Adhi-Wika Jalani Pemeriksaan Kasus Hambalang
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung menanyakan kronologi pelaksanaan...
KPK Telah Periksa Bupati Muba Terkait Suap APBD
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk...
Iqbal Simpan Tas Kertas Berisi Dolar AS ke Dalam Mobil Sutan
Wednesday, 01 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Casmadi alias Ade, sopir mantan Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana,...
Mantan Staf Ahli Sutan Beri Keterangan Berbeda Karena ''Galau''
Wednesday, 01 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Iryanto Muchy, mantan Staf Ahli Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana,...
MRA Syariah Dorong Penerbitan SBSN
Wednesday, 01 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Penerapan Mini Master Repo Agreement (MRA) Syariah yang ditandatangani 18 Bank...
Sutan Tuding KPK "Cuci Otak" Iryanto dan Iqbal
Wednesday, 01 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana menuding Komisi Pemberantasan...
Polda Bali Bantah Penetapan Tersangka Margriet Karena Tekanan Publik
Monday, 29 June 2015

Denpasar, GATRAnews - Polda Bali membantah tudingan pengacara dari Margriet Megawe, Hotma...
Penyelesaian Transaksi Pasar Modal Gunakan Bank Sentral
Monday, 29 June 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah menyelesaikan pengembangan...
PPATK Serahkan LHA Transaksi Mencurigakan Ratusan Milyar ke KPK
Saturday, 27 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah menyampaikan...
BEI Targetkan Transaksi Harian Rp 15 Trilyun Per Hari
Friday, 26 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menargetkan...
Saksi Korupsi Hibah BKSP Mangkir Pemeriksaan
Thursday, 25 June 2015

Jakararta, GATRAnews - Sales Executive Asana Kawanua Aerotel tahun 2013, Rina Maharani, tidak...
Kejagung Periksa 3 Pejabat Kemenpora Terkait Korupsi Hambalang
Thursday, 25 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung terus mengembangkan kasus korupsi...
Kejagung Periksa Dewas Perhutani dan Direksi Jasa Marga
Thursday, 25 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa Dewan Pengawas (Dewas) Perum...
Kejagung Periksa Pejabat Kemenpora Terakait Korupsi Hambalang
Thursday, 25 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa tiga mantan dan pejabat...
Korupsi UPS, Wanda Hamidah dan Wiryatmoko Diperiksa Sebagai Saksi
Wednesday, 24 June 2015

Jakarta,GATRAnews- Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri memeriksa...
Kejagung Meralat, Dahlan Ternyata Tak Periksa
Wednesday, 24 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung tidak jadi melakukan pemeriksaan terhadap mantan Menteri Badan...
KPK Akan Periksa Bupati Muba Terkait Suap APBD
Wednesday, 24 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil Bupati Musi Banyuasin (Muba)...
KPK Periksa Dugaan Suap APBD Muba dari PT Petro Muba
Tuesday, 23 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berupaya mengungkap asal dana suap sejumlah...

Chevron Permasalahkan Saksi Ahli Edison Efendi

Jakarta, GATRAnews - PT Chevron Pacific Indonesia mempersoalkan penetapan Edison Efendi sebagai saksi ahli oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi proyek bioremediasi. "Penting kami sampaikan, setelah menyampaikan kesimpulan, ada satu bukti yang diajukan penyidik, adalah undangan ekspos terhadap seorang ahli, namanya Edison Efendi," ungkap salah seorang tim kuasa hukum tersangka Chevron, Maqdir Ismail di Koimisi Kejaksaan, Jakarta Selatan, Rabu, (5/12). 

 

Menurutnya, keberatan pihaknya kepada Kejaksaan Agung memakai saksi ahli Edison, karena dia merupakan orang dari salah satu perusahaan yang kalah tender proyek bioremediasi yang dilakukan PT Chevron. "Dia ini adalah salah satu tim ahli dari perusahaan yang kalah tender pada tahun 2011. Artinya, ada keterangan ahli yang digunakan untuk menilai pekerjaan. Tetapi, penilaiannya mengandung konflik kepentingan dengan kasus yang dinilai," tudingnya. 

 

Atas dasar itulah pihak Chevron merasa keberatan atas saksi ahli Edison Efendi. Pasalanya, keterangannya digunakan oleh penyidik Kejaksaan sebagai pemberi arah, karena dianggap mempunyai keahlian dan menjadi alat rekayasa dalam penyidikan. "Penyidikan semacam ini tidak sah, karena hanya merupakan rekayasa, dipaksakan, tidak objektif, dan bertentangan dengan asas presumption of innocence," tandasnya. 

 

Diterangkan, pihaknya baru mengetahui Edison dijadikan saksi ahli dalam kasus ini melalui bukti yang diajukan jaksa di praperadilan yang menerangkan, ada undangan untuk ekspos yang dilakukan oleh Edison Efendi. Selain itu, Maqdir justru belum mengetahui isi kesaksian tersebut. Namun, paling tidak, Edison tidak netral dalam melihat bioremediasi tersebut. Menurutnya, ini yang perlu diawasi oleh Komjak dalam proses hukum kasus ini. Pasalnya, ini bukan hanya demi kepentingan tersangka karyawan Chevron, tapi kepentingan bersama, agar tidak terjadi lagi di masa depan.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?