GATRANEWS

BNI Catat Transaksi Rp 250 Milyar dari Kartu Co-branding BNI dan WWF
Monday, 30 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI turut memberikan kontribusi...
BNI Catat Transaksi Rp 250 Milyar dari Kartu Co-branding BNI dan WWF
Monday, 30 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI turut memberikan kontribusi...
Hakim Sarpin Jalani Pemeriksaan di Mabes Polri
Monday, 30 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan terhadap hakim Pengadilan Negeri...
Airin Tolak Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Wawan
Saturday, 28 March 2015

Jakarta GATRAnews - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany menolak memberikan...
KPK Periksa Dua Karyawan BCA, Saksi Kasus Nazaruddin
Friday, 27 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua karyawan Bank Central Asia...
Abdul Rauf Segera Disidang
Friday, 27 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Abdul Rauf, Direktur PT Windika Cahaya Persada, segera menjalani persidangan,...
Wabup Cirebon Tak Penuhi Panggilan Kejagung
Friday, 27 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Bupati (Wabup) Cirebon Tasya Soemadi (TS) tidak memenuhi panggilan...
Ini Persyaratan agar Warung Anda Bisa Jadi Agen ''Laku Pandai''
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja menggulirkan program “Laku Pandai”...
Likuidnya Saham Perbankan di BEI
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kapitalisasi pasar saham di lantai...
KPK Panggil Chairun Nisa Terkait Kasus SDA
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Anggota DPR RI...
Swie Teng dan Hakim Agung Timur Beberapa Kali Gelar Pertemuan
Wednesday, 25 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kwee Cahyadi Kumala (KCK) alias Swie Teng beberapa kali melakukan pertemuan...
Saksi Akui Pertemuan untuk Tutupi Peran Swie Teng
Wednesday, 25 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Robin Zulkarnaen, anak buah Bos PT Sentul City Kwee Cahyadi Kumala (KCK) alias...
LPSK Siap Lindungi Saksi Penembakan 2 TNI di Aceh
Wednesday, 25 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengimbau seluh pihak yang...
Kejagung Periksa 3 Saksi Korupsi RSUD Raden Mattaher
Tuesday, 24 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung kembali memeriksa saksi-saksi untuk...
Yulianis: Nazar Punya 20 Perusahaan dan Pinjam 20 Perusahaan
Tuesday, 24 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Yulianis mengatakan, Muhammad Nazaruddin mempunyai sekitar 20 perusahaan yang...
Yulianis: Nazar Keluarkan Uang Alihkan Kasus dari KPK ke Bareskim
Monday, 23 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Saksi mengatakan, Muhammad Nazaruddin mengeluarkan sejumlah uang agar bisa...
Nenek Asyani Bersikukuh Tidak Mencuri
Monday, 23 March 2015

Situbondo, GATRAnews - Asyani, 63 tahun, yang dihadapkan sebagai terdakwa kasus pencurian kayu...
Kejagung Belum Putuskan Periksa Saksi Tambahan Perkara BG
Monday, 23 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung belum bisa memutuskan apakah akan memeriksa saksi-saksi...
Kejagung Periksa 14 Saksi Korupsi Bansos Kabupaten Cirebon
Thursday, 19 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa 14 dari 20 orang...
KPK Geledah Rumah Pengusaha Besi Tua
Thursday, 19 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Selain menyita dua rumah dan sembilan bidang tanah milik tersangka Fuad Amin...

Chevron Permasalahkan Saksi Ahli Edison Efendi

Jakarta, GATRAnews - PT Chevron Pacific Indonesia mempersoalkan penetapan Edison Efendi sebagai saksi ahli oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi proyek bioremediasi. "Penting kami sampaikan, setelah menyampaikan kesimpulan, ada satu bukti yang diajukan penyidik, adalah undangan ekspos terhadap seorang ahli, namanya Edison Efendi," ungkap salah seorang tim kuasa hukum tersangka Chevron, Maqdir Ismail di Koimisi Kejaksaan, Jakarta Selatan, Rabu, (5/12). 

 

Menurutnya, keberatan pihaknya kepada Kejaksaan Agung memakai saksi ahli Edison, karena dia merupakan orang dari salah satu perusahaan yang kalah tender proyek bioremediasi yang dilakukan PT Chevron. "Dia ini adalah salah satu tim ahli dari perusahaan yang kalah tender pada tahun 2011. Artinya, ada keterangan ahli yang digunakan untuk menilai pekerjaan. Tetapi, penilaiannya mengandung konflik kepentingan dengan kasus yang dinilai," tudingnya. 

 

Atas dasar itulah pihak Chevron merasa keberatan atas saksi ahli Edison Efendi. Pasalanya, keterangannya digunakan oleh penyidik Kejaksaan sebagai pemberi arah, karena dianggap mempunyai keahlian dan menjadi alat rekayasa dalam penyidikan. "Penyidikan semacam ini tidak sah, karena hanya merupakan rekayasa, dipaksakan, tidak objektif, dan bertentangan dengan asas presumption of innocence," tandasnya. 

 

Diterangkan, pihaknya baru mengetahui Edison dijadikan saksi ahli dalam kasus ini melalui bukti yang diajukan jaksa di praperadilan yang menerangkan, ada undangan untuk ekspos yang dilakukan oleh Edison Efendi. Selain itu, Maqdir justru belum mengetahui isi kesaksian tersebut. Namun, paling tidak, Edison tidak netral dalam melihat bioremediasi tersebut. Menurutnya, ini yang perlu diawasi oleh Komjak dalam proses hukum kasus ini. Pasalnya, ini bukan hanya demi kepentingan tersangka karyawan Chevron, tapi kepentingan bersama, agar tidak terjadi lagi di masa depan.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?