GATRANEWS

Yusril: Pilpres Gagal Bahayakan Negara RI
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Jika pilpres 2014 sampai gagal, maka akan membahayakan negara Republik...
KPK Berani Seret Presiden Sebagai Tersangka
Saturday, 19 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menegaskan bahwa KPK,...
Testimoni KPK Atas Penangkapan Bupati Karawang dan Istrinya
Saturday, 19 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempunyai kesan tersendiri dengan...
Bupati Ade Swara Bungkam pada Wartawan
Saturday, 19 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Tak sepatah katapun terucap dari bibir Bupati Karawang Ade Swara, kendati...
Bupati Karawang Ditangkap Usai Safari Ramadan
Saturday, 19 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencokok Bupati Karawang Ade Swara...
Bupati Karawang dan Istrinya Dijebloskan ke Penjara
Friday, 18 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Bupati Karawang Ade Swara dan istrinya, Nurlatifah, harus mendekam di dalam...
KPK Tetapkan Bupati Karawang dan Istrinya Sebagai Tersangka Korupsi
Friday, 18 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Karawang Ade Swara (ASW)...
KPK Juga Tangkap Bupati Karawang?
Friday, 18 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Setelah pada pukul 00.00 WIB petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...
Istri Bupati Karawang Ditangkap KPK?
Friday, 18 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Seseorang yang disebut saudara bupati Karawang dan empat orang lainnya...
KPK Sita Dolar dalam OTT di Karawang
Friday, 18 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah uang pecahan dolar Amerika...
KPK: Penangkapan Kerabat Bupati Karawang Bukan Perkara Pilpres
Friday, 18 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Lima orang yang ditangkap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam...
KPK Tangkap Kerabat Bupati Karawang dan 4 Orang Swasta
Friday, 18 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap lima orang dalam satu...
KPK Klaim Kaitan Menteri PDT dengan Bupati Biak Numfor
Thursday, 17 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku memeriksa Menteri Pembangunan...
Hidup Sebatang Kara, Seorang Ibu Nekat Jajakan Ganja di Angkot
Thursday, 17 July 2014

Jakarta, GATRAnews- Seorang ibu rumah tangga yang hidup sebatang kara bernama Sugiarti, 46 tahun,...
Pembagian BB di Kongres Demokrat Ricuh
Thursday, 17 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Relawan pemenangan calon ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum berebut...
Nazaruddin Pemesan 400 BB untuk Kongres Demokrat
Thursday, 17 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pembagian ratusan ponsel pintar BlackBerry (BB) kepada sejumlah peserta...
Divonis 10 Tahun Penjara, Budi Mulya Sebut Perppu Terbitan SBY
Thursday, 17 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Budi Mulya, terdakwa kasus dugaan korupsi Bank Century yang divonis 10 tahun...
Budi Mulya Sebut Perppu Presiden SBY Sebagai Landasan
Thursday, 17 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Budi Mulya, terdakwa kasus korupsi Bank Century yang divonis 10 tahun bui dan...
Hari Ini KPK Periksa Menteri PDT
Wednesday, 16 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memanggil Helmi Faishal Zaini,...
Diduga Nistakan Islam, The Jakarta Post Dipolisikan
Tuesday, 15 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Korps Mubaligh Jakarta (KMJ) melaporkan media nasional berbahasa Inggris, The...

Kejagung Tangkap Bupati Aru, Teddy Tengko

Jakarta, GATRAnews - Tim Satuan Tugas Intelijen Kejaksaan Agung berhasil menangkap Bupati Kepulauan Aru, Teddy Tengko, yang menjadi terpidana kasus korupsi dana APBD Kabupaten Kepulauan Aru tahun anggaran 2006-2007 senilai Rp 42,5 miliar. "Dia ditangkap di Hotel Menteng 1, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (12/12)," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi di kantornya bilangan Jakarta Selatan, Rabu, (12/12). 

 

Dijelaskan Untung, Teddy sudah 3 kali mangkir dari panggilan jaksa, sehingga pada tanggal 5 November 2012, telah dinyatakan DPO. "Pada saat eksekusi, telah diupayakan Teddy melalui kuasa hukumnya, melakukan upaya hukum dengan mengajukan permohonan non eksekutorial terhadap putusan MA tersebut ke Pengadilan Negeri Ambon," ujar Untung. 

 

Kemudian, imbuhnya, pada 12 September 2012, Hakim tunggal Pengadilan Negeri Ambon, Syahfruddin mengabulkan permohonan penetapan akta tidak dapat dieksekusi (nonexecutable) tersebut. "Atas penetapan PN Ambon tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Dobo mengirim surat permohonan dengan nomor B-353/s.1.16/FS.1./9 2012 tanggal 25 September 2012 kepada MA RI. Yang pada pokoknya, berisi permohonan pembatalan penetapan PN Ambon," beber Untung. 

 

Atas surat permohonan Kajari Dobo, Kepulauan Aru tersebut di atas, kemudian MA RI mengeluarkan penetapan tanggal 25 Oktober 2012, yang pada pokoknya menyatakan, bahwa penetapan PN Ambon batal dan tidak berkekuatan hukum. "Bahwa penetapan PN Ambon tersebut adalah putusan perdata, sedangkan putusan MA yang dipermasalahkan adalah putusan pidana. Atas dasar putusan tersebut, jaksa selaku eksekutor, bahwa jaksa dapat melakukan eksekusi," pungkasnya. 

 

Dalam putusan MA sendiri selain menghukum Teddy dengan 4 tahun penjara, juga memvonis Teddy untuk membayar denda Rp 500 juta subsidair enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp 5,3 miliar subsidair 2 tahun kurungan. Sementara itu, setelah ditangkap di Hotel Menteng 1, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, terpidana Teddy langsung dibawa ke Puspenkum Kejagung. Tak lama, Teddy yang didampingi istri, kemudian dibawa kembali menggunakan mobil Innova oleh tim jaksa.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?