GATRANEWS

Polisi Ungkap Sindikat Peredaran Uang Palsu
Tuesday, 22 April 2014

Tasikmalaya, GATRAnews - Polisi Resor Kota Tasikmalaya berhasil mengungkap sindikat peredaran uang...
Bos BCA Siap Diperiksa KPK
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur Bank Centeral Asia (BCA) mengaku siap...
Bamsat Tidak Terkejut Hadi Poernomo Jadi Tersangka Penyimpangan Pajak
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Hadi Poernomo, mantan Dirjen Pajak dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan harus...
KPK Penjarakan Tersangka Korupsi Dermaga Sabang
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menjebloskan Heru...
Siapa Bakal Menyusul Hadi Poernomo di Kasus BCA?
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Hadi Poernomo sebagai...
Jokowi Minta JIS Bertanggung Jawab Terhadap Kekerasan Seksual Anak
Monday, 21 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah DKI Jakarta akan memperketat perizinan penyelenggaran pendidikan di...
Anas Kesal Dituduh Punya Hotel dan Aset di Singapura
Monday, 21 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum Partai Demokrat yang terbelit kasus...
Anggota Panwaslu Hilang Bersama Berkas Tindak Pidana Pemilu
Sunday, 20 April 2014

Tanjungpinang, GATRAnews - Berkas perkara kasus tindak pidana pemilu hilang, bersamaan dengan...
Mayat Itu Ternyata Penjaga Rumah Walkot Pekanbaru
Friday, 18 April 2014

Pekanbaru, GATRAnews - Temuan sesosok mayat di rumah pribadi Wali Kota Pekanbaru, Riau, Firdaus MT...
Dua WN Malaysia Ditangkap Bawa Satu Kilogram Sabu
Thursday, 17 April 2014

Nunukan, GATRAnews - Dua warga negara Malaysia yang diketahui membawa sekitar satu kilogram narkoba...
KPK Cecar Isran Noor Izin Tambang Barubara Anas
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Isran Noor, Bupati Kutai Timur (Kutim) mengaku dicecar oleh penyidik Komisi...
Saksi: Akil Minta Rp 6 M untuk Urus Pilkada Morotai
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Akil Mochtar meminta data Rp 6 milyar kepada Sahrin, kuasa hukum Bupati...
Hendra: Riefan Harus Jadi Tersangka
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Hendra Saputra, "Direktur" PT Imaji Media, usai menjalani sidang dakwaan kasus...
PPTHI: Polri Harus Netral Tangani Kasus Lahan Tambang
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (PPTHI) mendesak Kepolisian...
Polisi Dalami Motif Pembunuhan Mayat di Dalam Karung
Wednesday, 16 April 2014

Bandung, GATRAnews - Tim penyidik Polres Bandung dan Polda Jawa Barat masih mendalami kronologis...
Mayat Dalam Karung Cianjur-Garut Diduga Sama
Wednesday, 16 April 2014

Bandung, GATRAnews - Kepolisian Daerah Jawa Barat menduga penemuan mayat di dalam karung di wilayah...
Polisi-KPK Dikabarkan Tangkap Perwira di Ditlantas Polda Metro Jaya
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews- Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mendesak Kapolri dan...
Keterlibatan WN Malaysia Terkait Peredaran Narkoba
Wednesday, 16 April 2014

Pekanbaru, GATRAnews - Kepolisian Daerah Riau mendalami keterlibatan CKS dan YKC, keduanya Warga...
MAKI Desak Kapolri Selidiki Lelang TNKB
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) meminta Kapolri Jenderal Polisi...
Duh, Remaja 15 Tahun Tabrakan Karena Pengaruh Obat Terlarang
Tuesday, 15 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Pengemudi mobil Toyota Avansa B 1414 UKJ menabrak pengendara motor Yamaha B 3929...

Kejagung Tangkap Bupati Aru, Teddy Tengko

Jakarta, GATRAnews - Tim Satuan Tugas Intelijen Kejaksaan Agung berhasil menangkap Bupati Kepulauan Aru, Teddy Tengko, yang menjadi terpidana kasus korupsi dana APBD Kabupaten Kepulauan Aru tahun anggaran 2006-2007 senilai Rp 42,5 miliar. "Dia ditangkap di Hotel Menteng 1, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (12/12)," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi di kantornya bilangan Jakarta Selatan, Rabu, (12/12). 

 

Dijelaskan Untung, Teddy sudah 3 kali mangkir dari panggilan jaksa, sehingga pada tanggal 5 November 2012, telah dinyatakan DPO. "Pada saat eksekusi, telah diupayakan Teddy melalui kuasa hukumnya, melakukan upaya hukum dengan mengajukan permohonan non eksekutorial terhadap putusan MA tersebut ke Pengadilan Negeri Ambon," ujar Untung. 

 

Kemudian, imbuhnya, pada 12 September 2012, Hakim tunggal Pengadilan Negeri Ambon, Syahfruddin mengabulkan permohonan penetapan akta tidak dapat dieksekusi (nonexecutable) tersebut. "Atas penetapan PN Ambon tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Dobo mengirim surat permohonan dengan nomor B-353/s.1.16/FS.1./9 2012 tanggal 25 September 2012 kepada MA RI. Yang pada pokoknya, berisi permohonan pembatalan penetapan PN Ambon," beber Untung. 

 

Atas surat permohonan Kajari Dobo, Kepulauan Aru tersebut di atas, kemudian MA RI mengeluarkan penetapan tanggal 25 Oktober 2012, yang pada pokoknya menyatakan, bahwa penetapan PN Ambon batal dan tidak berkekuatan hukum. "Bahwa penetapan PN Ambon tersebut adalah putusan perdata, sedangkan putusan MA yang dipermasalahkan adalah putusan pidana. Atas dasar putusan tersebut, jaksa selaku eksekutor, bahwa jaksa dapat melakukan eksekusi," pungkasnya. 

 

Dalam putusan MA sendiri selain menghukum Teddy dengan 4 tahun penjara, juga memvonis Teddy untuk membayar denda Rp 500 juta subsidair enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp 5,3 miliar subsidair 2 tahun kurungan. Sementara itu, setelah ditangkap di Hotel Menteng 1, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, terpidana Teddy langsung dibawa ke Puspenkum Kejagung. Tak lama, Teddy yang didampingi istri, kemudian dibawa kembali menggunakan mobil Innova oleh tim jaksa.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?