GATRANEWS

Marwan: Usut Dugaan Perubahan RTRW Cilamaya
Sunday, 29 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara...
Said: Antam Tak Pernah Merugi Seperti Sekarang
Saturday, 28 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Aneka Tambang (Antam) belum pernah merugi sebelum Tato Miraza menjabat...
Marwan: Indonesia Harus Jadi Eksportir Jeruk
Friday, 27 March 2015

Malang, GATRAnews - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT)...
KPK Periksa Dua Karyawan BCA, Saksi Kasus Nazaruddin
Friday, 27 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua karyawan Bank Central Asia...
Wabup Cirebon Tak Penuhi Panggilan Kejagung
Friday, 27 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Bupati (Wabup) Cirebon Tasya Soemadi (TS) tidak memenuhi panggilan...
Pemerintah Ingin Percepat Pengesahan RUU JPSK‏
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memastikan pembahasan Rancangan...
Margarito: Aneh, Penerbitan Perintah Audit PPA
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pakar hukum tata negara Margarito Kamis menilai, penerbitan surat perintah...
Jenazah Ibu Kecebur Kali Angke Akhirnya Ditemukan
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Warga akhirnya berhasil menemukan jenazah Muharyati, 40 tahun,  setelah dua...
Ahok Bantah Ada Deal Politik dengan Nasdem
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membantah ada 'deal'...
Swie Teng Menginisiasi Pertemuan dengan Rachmat Yasin
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Bos PT Bukit Jonggol Asri (PT BJA) Kwee Cahyadi Kumala alias Swie Teng...
Yohan Mengaku Dua Kali Serahkan Suap ke Rachmat Yasin
Thursday, 26 March 2015

  Jakarta, GATRAnews - Fransiscus Xaverius Yohan Yap, anak buah bos PT Bukit Jonggol Asri (PT...
Kejagung Tahan 2 Tersangka Penyeleweng Kredit Investasi
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan dua tersangka kasus...
MPH Pertanyakan Tindak Lanjut Laporan tentang Hakim Soeprapto
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Masyarakat Peduli Hukum (MPH) mendatangi Komisi Yudisial (KY) karena setelah...
Yohan Akui Swie Teng Suap Rachmat Yasin
Wednesday, 25 March 2015

Jakarta, GATRAnews - FX Yohan Yap membenarkan putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi Bandung, Jawa...
Pengenaan Pajak Dinilai Akan Hadang Sektor Properti
Wednesday, 25 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Indonesia Property Watch (IPW) menilai, rencana pengenaan pajak baru PPnBM...
SDM Modal Utama Hadapi MEA 2015
Wednesday, 25 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kadin menyatakan bahwa sumber daya manusia (SDM) menjadi modal utama untuk...
Pakar Tata Negara: APBD Tidak Boleh Terpusat di Satu Orang
Wednesday, 25 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pakar hukum dan tata negara, Irman Putra Sidin menuturkan, penyusunan APBD...
Menteri PANRB : Humas Pemda Harus Jadi Juru Penerang yang Efektif
Wednesday, 25 March 2015

Bandung, GATRAnews – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bersama...
Nasdem Setuju Pemberitaan Hak Angket Dibatasi
Wednesday, 25 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD DKI Jakarta setuju dengan ide...
Investor Asing dan Lokal Harus Dapat Insentif Pajak yang Terbaik
Wednesday, 25 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Kresna Graha Securindo Tbk mengungkapkan, pelaku pasar (investor) asing dan...

Kejagung Tangkap Bupati Aru, Teddy Tengko

Jakarta, GATRAnews - Tim Satuan Tugas Intelijen Kejaksaan Agung berhasil menangkap Bupati Kepulauan Aru, Teddy Tengko, yang menjadi terpidana kasus korupsi dana APBD Kabupaten Kepulauan Aru tahun anggaran 2006-2007 senilai Rp 42,5 miliar. "Dia ditangkap di Hotel Menteng 1, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (12/12)," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi di kantornya bilangan Jakarta Selatan, Rabu, (12/12). 

 

Dijelaskan Untung, Teddy sudah 3 kali mangkir dari panggilan jaksa, sehingga pada tanggal 5 November 2012, telah dinyatakan DPO. "Pada saat eksekusi, telah diupayakan Teddy melalui kuasa hukumnya, melakukan upaya hukum dengan mengajukan permohonan non eksekutorial terhadap putusan MA tersebut ke Pengadilan Negeri Ambon," ujar Untung. 

 

Kemudian, imbuhnya, pada 12 September 2012, Hakim tunggal Pengadilan Negeri Ambon, Syahfruddin mengabulkan permohonan penetapan akta tidak dapat dieksekusi (nonexecutable) tersebut. "Atas penetapan PN Ambon tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Dobo mengirim surat permohonan dengan nomor B-353/s.1.16/FS.1./9 2012 tanggal 25 September 2012 kepada MA RI. Yang pada pokoknya, berisi permohonan pembatalan penetapan PN Ambon," beber Untung. 

 

Atas surat permohonan Kajari Dobo, Kepulauan Aru tersebut di atas, kemudian MA RI mengeluarkan penetapan tanggal 25 Oktober 2012, yang pada pokoknya menyatakan, bahwa penetapan PN Ambon batal dan tidak berkekuatan hukum. "Bahwa penetapan PN Ambon tersebut adalah putusan perdata, sedangkan putusan MA yang dipermasalahkan adalah putusan pidana. Atas dasar putusan tersebut, jaksa selaku eksekutor, bahwa jaksa dapat melakukan eksekusi," pungkasnya. 

 

Dalam putusan MA sendiri selain menghukum Teddy dengan 4 tahun penjara, juga memvonis Teddy untuk membayar denda Rp 500 juta subsidair enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp 5,3 miliar subsidair 2 tahun kurungan. Sementara itu, setelah ditangkap di Hotel Menteng 1, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, terpidana Teddy langsung dibawa ke Puspenkum Kejagung. Tak lama, Teddy yang didampingi istri, kemudian dibawa kembali menggunakan mobil Innova oleh tim jaksa.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?