GATRANEWS

Kejagung Segera Panggil Gubernur Sultra Terkait "Rekening Gendut"
Friday, 19 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung (Kejagung) segera memanggil Gubernur Sulawesi Tenggara...
Transaksi Rekening Delapan Kepala Daerah Sangat Menarik
Thursday, 18 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, ke-8 kepala daerah yang terdiri bupati dan...
Kejagung Tak Lihat Asal Partai 8 Kepala Daerah Berrekening Gendut
Thursday, 18 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung memastikan akan mengusut ke-8 kepala daerah yang terdiri dari...
Bupati Pulang Pisau Miliki ''Rekening Gendut''
Wednesday, 17 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Bupati pemilik rekening gendut, selain Bupati Klungkung, Bali, I Wayan Candra,...
Mau Berlibur Dengan Mobil Pribadi? Simak Dulu Tipsnya!
Wednesday, 17 December 2014

Jakarta, GATRAnews – Demi tujuan penghematan, liburan akhir tahun coba disiasati dengan...
Positif, Delapan Kepala Daerah Miliki Rekening Gendut
Tuesday, 16 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung memastikan bahwa sebanyak delapan kepala daerah sebagai...
KPK Dalami Peran Zulkifli Hasan
Tuesday, 16 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami dugaan keterlibatan Zulkifli...
Terdakwa Kasus Lampu Hama Dihukum 2,5 Tahun Penjara
Tuesday, 16 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta mengganjar terdakwa...
KPK Belum Terima Permohonan Penarikan Jaksa
Tuesday, 16 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengaku belum menerima...
KPK: Penarikan Jaksa Ganggu Ritme Pemberantasan Korupsi
Monday, 15 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad meminta Kejaksaan Agung...
Kejagung Ingin Tarik Jaksanya dari KPK Tahun Depan
Monday, 15 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung Prasetyo berkeinginan agar jaksa-jaksa yang bertugas di Komisi...
Sebelum Ibadah Malam Natal, Polisi Sterilisasi Gereja
Monday, 15 December 2014

Jakarta, GATRAnews-Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Unggung Cahyono mengatakan, pihak...
ICW Akan Laporkan Indikasi Korupsi pada Kurikulum 2013
Monday, 15 December 2014

Bandarlampung, GATRAnews - Indonesian Corruption Watch (ICW) menyatakan akan melaporkan indikasi...
KPK Tolak Sebutkan Pelapor Bupati Lombok Barat
Saturday, 13 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak menyebutkan identitas pelapor kasus...
Kasus Lombok Barat: Tak Diberi Uang, Tak Dikeluarkan Izin
Saturday, 13 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Zaini Arony, Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, disebut-sebut tidak...
KPK Cekal Bupati Lombok Barat
Friday, 12 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Selain menyematkan status tersangka terhadap Zaini Arony, Komisi Pemberantasan...
Bupati Lombok Barat Jadi Tersangka Korupsi
Friday, 12 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Lombok Barat Zaini Arony...
KPK Periksa Direktur Perusahaan Alat Kesehatan
Friday, 12 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Rohmad Setyabudi, Direktur PT...
Satpol PP Sita Ratusan Botol Miras
Friday, 12 December 2014

Jakarta, GATRAnews-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat menyita ratusan botol...
Mengenali Pertanda Lampu Di Dashboard Mobil
Friday, 12 December 2014

Jakarta, GATRAnews – Membuka pintu mobil, masukkan kunci kontak, menyalakan AC, pasang sabuk...

Kejagung Tangkap Bupati Aru, Teddy Tengko

Jakarta, GATRAnews - Tim Satuan Tugas Intelijen Kejaksaan Agung berhasil menangkap Bupati Kepulauan Aru, Teddy Tengko, yang menjadi terpidana kasus korupsi dana APBD Kabupaten Kepulauan Aru tahun anggaran 2006-2007 senilai Rp 42,5 miliar. "Dia ditangkap di Hotel Menteng 1, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (12/12)," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi di kantornya bilangan Jakarta Selatan, Rabu, (12/12). 

 

Dijelaskan Untung, Teddy sudah 3 kali mangkir dari panggilan jaksa, sehingga pada tanggal 5 November 2012, telah dinyatakan DPO. "Pada saat eksekusi, telah diupayakan Teddy melalui kuasa hukumnya, melakukan upaya hukum dengan mengajukan permohonan non eksekutorial terhadap putusan MA tersebut ke Pengadilan Negeri Ambon," ujar Untung. 

 

Kemudian, imbuhnya, pada 12 September 2012, Hakim tunggal Pengadilan Negeri Ambon, Syahfruddin mengabulkan permohonan penetapan akta tidak dapat dieksekusi (nonexecutable) tersebut. "Atas penetapan PN Ambon tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Dobo mengirim surat permohonan dengan nomor B-353/s.1.16/FS.1./9 2012 tanggal 25 September 2012 kepada MA RI. Yang pada pokoknya, berisi permohonan pembatalan penetapan PN Ambon," beber Untung. 

 

Atas surat permohonan Kajari Dobo, Kepulauan Aru tersebut di atas, kemudian MA RI mengeluarkan penetapan tanggal 25 Oktober 2012, yang pada pokoknya menyatakan, bahwa penetapan PN Ambon batal dan tidak berkekuatan hukum. "Bahwa penetapan PN Ambon tersebut adalah putusan perdata, sedangkan putusan MA yang dipermasalahkan adalah putusan pidana. Atas dasar putusan tersebut, jaksa selaku eksekutor, bahwa jaksa dapat melakukan eksekusi," pungkasnya. 

 

Dalam putusan MA sendiri selain menghukum Teddy dengan 4 tahun penjara, juga memvonis Teddy untuk membayar denda Rp 500 juta subsidair enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp 5,3 miliar subsidair 2 tahun kurungan. Sementara itu, setelah ditangkap di Hotel Menteng 1, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, terpidana Teddy langsung dibawa ke Puspenkum Kejagung. Tak lama, Teddy yang didampingi istri, kemudian dibawa kembali menggunakan mobil Innova oleh tim jaksa.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?