GATRANEWS

Menperin Resmikan Pabrik Sepatu Nike di Garut‏
Monday, 27 April 2015

Garut, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin meresmikan pabrik sepatu PT Changshin Reksa...
Pesantren Darunnajah Ajarkan Santri Cegah Pengaruh Negatif Media Sosial‏
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Salah satu podok pesantren di kawasan Bogor, Darunnajah mengadakan pelatihan...
Haji Lulung Merasa Dikriminalisasi
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana merasa dikriminalisasi dengan...
Kejagung Tunda Eksekusi Mati Warga Negara Prancis
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung menunda eksekusi Serge Areski Atlaoui, terpidana mati kasus...
Awas! Pertalite Bisa Munculkan Mafia Migas Baru
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Bambang Wuryanto meminta pemerintah mewaspadai...
Jadi Calon Independen, Ahok Klaim Dukungan 1 Juta Warga DKI
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dipastikan kembali maju...
Fokus Reformasi Birokrasi Adalah Perubahan Mental Aparatur
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy...
Kritik Ahok Terhadap Otonomi Daerah
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengritik pemerintah pusat yang...
Jokowi: Indonesia Siap Hadapi MEA
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kesiapan Indonesia dalam menghadapi...
KPK Periksa Bupati Tanah Laut dan Geledah Kantornya
Saturday, 25 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Tanah Laut Bambang...
Prof Mashuri: Pemerintah Harus Dukung Bulog Lebih Besar Lagi
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah harus memberikan dukungan lebih besar kepada Badan Urusan Logistik...
Abdullah Minta Polri Segera Tangani Kasus BG
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua meminta...
Transjakarta Uji Kelayakan 529 Bus Warisan Udar Pristono
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) segera melakukan uji kelayakan 529 bus...
Tewasnya Sang Kapten Komplotan Curas di Tamansari
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Petugas SubDirektorat Reserse Mobile (Resmob) Polda Metro Jaya menembak mati...
Dua Pelaku Komplotan Curas di Tamansari di Bawah Umur
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Petugas SubDirektorat Reserse Mobile (Resmob) Polda Metro Jaya menciduk enam...
Setelah ''Masuk Tuh Barang'', Sutan: ''How Come Gitu Loh?''
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Setelah melontarkan "Ngeri-ngeri sedap" dan "Masuk tuh barang", Sutan...
KPAI Dinilai Lalai Menjadi Mediator Soal Anak
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Seorang ibu berinisial YV sedang bermasalah dengan keuangan. Dengan alasan itu,...
Kejagung Terbitkan Surat Perintah Eksekusi Terpidana Mati
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Setelah sekian lama tidak ada kepastian tentang waktu pelaksanaan eksekusi...
Mesir Jajaki Kerjasama Energi Dengan Indonesia
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said hari ini, Kamis (23/4)...
Ini Kesimpulan DPRD atas Kinerja Buruk Ahok
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta menilai kinerja Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama...

Kejagung Tangkap Bupati Aru, Teddy Tengko

Jakarta, GATRAnews - Tim Satuan Tugas Intelijen Kejaksaan Agung berhasil menangkap Bupati Kepulauan Aru, Teddy Tengko, yang menjadi terpidana kasus korupsi dana APBD Kabupaten Kepulauan Aru tahun anggaran 2006-2007 senilai Rp 42,5 miliar. "Dia ditangkap di Hotel Menteng 1, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (12/12)," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi di kantornya bilangan Jakarta Selatan, Rabu, (12/12). 

 

Dijelaskan Untung, Teddy sudah 3 kali mangkir dari panggilan jaksa, sehingga pada tanggal 5 November 2012, telah dinyatakan DPO. "Pada saat eksekusi, telah diupayakan Teddy melalui kuasa hukumnya, melakukan upaya hukum dengan mengajukan permohonan non eksekutorial terhadap putusan MA tersebut ke Pengadilan Negeri Ambon," ujar Untung. 

 

Kemudian, imbuhnya, pada 12 September 2012, Hakim tunggal Pengadilan Negeri Ambon, Syahfruddin mengabulkan permohonan penetapan akta tidak dapat dieksekusi (nonexecutable) tersebut. "Atas penetapan PN Ambon tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Dobo mengirim surat permohonan dengan nomor B-353/s.1.16/FS.1./9 2012 tanggal 25 September 2012 kepada MA RI. Yang pada pokoknya, berisi permohonan pembatalan penetapan PN Ambon," beber Untung. 

 

Atas surat permohonan Kajari Dobo, Kepulauan Aru tersebut di atas, kemudian MA RI mengeluarkan penetapan tanggal 25 Oktober 2012, yang pada pokoknya menyatakan, bahwa penetapan PN Ambon batal dan tidak berkekuatan hukum. "Bahwa penetapan PN Ambon tersebut adalah putusan perdata, sedangkan putusan MA yang dipermasalahkan adalah putusan pidana. Atas dasar putusan tersebut, jaksa selaku eksekutor, bahwa jaksa dapat melakukan eksekusi," pungkasnya. 

 

Dalam putusan MA sendiri selain menghukum Teddy dengan 4 tahun penjara, juga memvonis Teddy untuk membayar denda Rp 500 juta subsidair enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp 5,3 miliar subsidair 2 tahun kurungan. Sementara itu, setelah ditangkap di Hotel Menteng 1, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, terpidana Teddy langsung dibawa ke Puspenkum Kejagung. Tak lama, Teddy yang didampingi istri, kemudian dibawa kembali menggunakan mobil Innova oleh tim jaksa.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?