GATRANEWS

Banyak Yang Numpang Beken pada Kasus Engeline
Saturday, 04 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kasus pembunuhan Engeline, 8 tahun, di Denpasar Bali terlalu dipolitisasi dan...
Ini Hasil Rapat Terbatas Pengelolaan Blok Mahakam
Saturday, 04 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pertemuan pembahasan soal Blok Mahakam yang diadakan di Kantor Presiden,...
Kejagung Jemput Paksa Kabiro Pemprov Jabar
Saturday, 04 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim Intelijen Kejaksaan Agung, Tim Satuan Tugas Khusus Penangan dan...
BKD: Bupati Kepulauan Seribu Menunggu Persetujuan Dewan
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Bupati Kepulauan Seribu Tri Djoko Sri Margianto dirotasi menjadi Kepala Dinas...
Dibalik Pelantikan, Buka Bersama Dibatalkan Sampai Dipanggil untuk Rapat
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Saptastri Ediningtyas atau biasa disapa Tyas, dicopot dari jabatannya sebagai...
Kepala Daerah Kembali Diminta Segera Salurkan Dana Desa
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Medes PDTT),...
DPRD Harap Ahok Jangan Keseringan Rombak Pejabat
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi berharap perombakan pejabat...
Lantik Pejabat Baru, Ahok Minta DPRD Baca UU ASN
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melantik 25 pejabat struktural di...
Ahok: Bank Daerah Selalu Jadi Kelas Bawah
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Suntikan modal dalam Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) untuk Bank DKI di APBD...
Gubernur BI: Penggunaan Rupiah Adalah Kedaulatan
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Bank Indonesia, Agus Dermawan Winarto Martowardojo menyambut baik...
Jaksa Agung: 16 Mobil Listrik Bukan untuk Riset
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung Muhammad Prasetyo memastikan bahwa 16 mobil listrik di tiga Badan...
Djarot: Yang Dicopot Harus Introspeksi
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat menilai tujuh pejabat eselon II yang...
Ahok: Biaya Sekali Makan PMKS 28 Ribu
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Razia penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Jakarta ditingkatkan...
Kejagung Tangkap Mantan Anggota DPRD Sawahlunto
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim Intelijen Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Cilegon berhasil menangkap...
UU Rusun, DPRD: Bisa Jadi Pemprov Dianggap Penipu
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi mendesak Pemerintah Provinsi...
Kabiro Humas MPR: Sistem Ekonomi Kita Harus Mengacu pada Pancasila
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kabiro Humas MPR, Maruf Cahyono, saat memberi sambutan dalam diskusi dengan...
Kemendag-Garuda Indonesia Tingkatkan Jasa Angkutan Udara
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perdagangan melakukan sinergi dengan PT Garuda Indonesia (Persero)...
Pemerintah Beri Sinyal Kuat Perpanjang Pertambangan Freeport
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo baru saja menerima kunjungan Chairman of Freeport McMoran...
Pemerintah Beri Sinyal Kuat Perpanjang Pertambangan Freeport
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo baru saja menerima kunjungan Chairman of Freeport McMoran...
Kemlu Siap Bantu Kembangkan Wilayah Perbatasan
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) AM Fachir mengatakan, perwakilan...

Kejagung Tangkap Bupati Aru, Teddy Tengko

Jakarta, GATRAnews - Tim Satuan Tugas Intelijen Kejaksaan Agung berhasil menangkap Bupati Kepulauan Aru, Teddy Tengko, yang menjadi terpidana kasus korupsi dana APBD Kabupaten Kepulauan Aru tahun anggaran 2006-2007 senilai Rp 42,5 miliar. "Dia ditangkap di Hotel Menteng 1, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (12/12)," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi di kantornya bilangan Jakarta Selatan, Rabu, (12/12). 

 

Dijelaskan Untung, Teddy sudah 3 kali mangkir dari panggilan jaksa, sehingga pada tanggal 5 November 2012, telah dinyatakan DPO. "Pada saat eksekusi, telah diupayakan Teddy melalui kuasa hukumnya, melakukan upaya hukum dengan mengajukan permohonan non eksekutorial terhadap putusan MA tersebut ke Pengadilan Negeri Ambon," ujar Untung. 

 

Kemudian, imbuhnya, pada 12 September 2012, Hakim tunggal Pengadilan Negeri Ambon, Syahfruddin mengabulkan permohonan penetapan akta tidak dapat dieksekusi (nonexecutable) tersebut. "Atas penetapan PN Ambon tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Dobo mengirim surat permohonan dengan nomor B-353/s.1.16/FS.1./9 2012 tanggal 25 September 2012 kepada MA RI. Yang pada pokoknya, berisi permohonan pembatalan penetapan PN Ambon," beber Untung. 

 

Atas surat permohonan Kajari Dobo, Kepulauan Aru tersebut di atas, kemudian MA RI mengeluarkan penetapan tanggal 25 Oktober 2012, yang pada pokoknya menyatakan, bahwa penetapan PN Ambon batal dan tidak berkekuatan hukum. "Bahwa penetapan PN Ambon tersebut adalah putusan perdata, sedangkan putusan MA yang dipermasalahkan adalah putusan pidana. Atas dasar putusan tersebut, jaksa selaku eksekutor, bahwa jaksa dapat melakukan eksekusi," pungkasnya. 

 

Dalam putusan MA sendiri selain menghukum Teddy dengan 4 tahun penjara, juga memvonis Teddy untuk membayar denda Rp 500 juta subsidair enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp 5,3 miliar subsidair 2 tahun kurungan. Sementara itu, setelah ditangkap di Hotel Menteng 1, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, terpidana Teddy langsung dibawa ke Puspenkum Kejagung. Tak lama, Teddy yang didampingi istri, kemudian dibawa kembali menggunakan mobil Innova oleh tim jaksa.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?