GATRANEWS

PT PIP Keluarkan Milyaran Rupiah untuk Pejabat Kementrian PDT
Tuesday, 16 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Teddy Renyut, Direktur PT Papua Indah Perkasa (PIP), dalam kesaksiannya...
Lili Benarkan Menteri PDT Pergi ke Luar Negeri
Tuesday, 16 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Nama Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faisal Zain, terus...
Petinggi PKB Akui Hubungkan Pengusaha dengan Pejabat Kementerian PDT
Tuesday, 16 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Muamir Muin Syam, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dalam...
Teddy Renyut: Kementerian PDT Tolak Proposal Jika Tak Pakai 'Pelicin'
Tuesday, 16 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pembangunan Tertinggal (PDT) kerap menolak proposal jika tidak...
Saksi Akui Gelontorkan Rp 6 M ke Kementerian PTD
Monday, 15 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Teddy Renyut, Direktur PT Papua Indah Perkasa (PIP), terbilang jorjoran...
Bupati Numfor Biak Minta Rp 100 Juta untuk Berperkara di MK
Monday, 15 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Seorang saksi mengatakan bahwa terdakwa Yesaya Sombuk, Bupati non aktif...
Saksi Sebut Pejabat Kementerian PDT Bocorkan Dana Tanggul Numfor
Monday, 15 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Teddy Renyut, Direktur PT Papua Indah Perkasa yang bersaksi dalam kasus...
Polri Usut Rencana ISIS Jadikan Poso Markas untuk Kawasan Asia
Sunday, 14 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Polri mendalami tujuan kedatangan empat orang pemuda warga negara Turki yang...
Anas Terancam Melarat Jika Didenda Rp 157,2 M
Sunday, 14 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Anas Unbaningrum terancam melarat jika tuntutan jaksa dari Komisi...
34 Anggota Polres Jakbar Positif Gunakan Narkotika
Friday, 12 September 2014

Jakarta, GATRAnews-Sebanyak 34 anggota polisi dari Polres Metro Jakarta Barat positif menggunakan...
Anas : Nazaruddih Lebih Pantas Jadi 'Criminal' Collaborator
Friday, 12 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Anas Urbaningrum menilai Muhammad Nazaruddin lebih pantas menjadi criminal...
Disebut Kolusi Dengan MA, Peradi Minta Anggota DPR Baca UU Advokat
Thursday, 11 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) menegaskan tidak melakukan kolusi...
Duduki Lahan BUMD DKI Jakarta, Anggota LMP Diciduk Polisi
Wednesday, 10 September 2014

Jakarta, GATRAnews-Belasan anggota organisasi masyarakat (Ormas) Laskar Merah Putih tak berkutik...
RUU Advokat Rugikan Konsumen
Tuesday, 09 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Sistem multi bar dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Advokat akan menjadikan...
Haris Sebut RUU Advokat Bisa Menyesatkan
Tuesday, 09 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Koordinator Badan Pekerja Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak...
Tips Menentukan Kredit Mobil
Tuesday, 09 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Bagi sebuah keluarga, memiliki kendaraan wajib hukumnya. Baik sepeda motor...
RUU Advokat Ciptakan Ketidakpastian Hukum
Tuesday, 09 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Rancangan Udang-Undang (RUU) Advokat akan memicu tidak memberikan kepastian...
UU Advokat Dinilai Masih Relevan
Tuesday, 09 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah dan DPR harus menghentikan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU)...
Asep: Keliru, Alasan Menkum HAM Soal Pembebasan Bersyarat Hartati
Sunday, 07 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan hakim Asep Iwan Iriawan menilai dalil Menkumham Amir Syamsuddin yang...
ICW: Pemberian Bebas Bersyarat Hartati Kontroversial
Sunday, 07 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Indonesia Corruption Wartch (ICW) menilai, pemberian bebas bersyarat terhadap...
Error
  • Could not create image:
    /var/www/vhosts/gatra.com/htdocs/modules/mod_filterednews/thumbs/01/b_90_90_16777215_63601_prajurit-ISIS-di-irak-reuters-dok.jpg.
    Check if the folder exists and if you have write permissions:
    /var/www/vhosts/gatra.com/htdocs/modules/mod_filterednews/thumbs/01
  • Could not create image:
    /var/www/vhosts/gatra.com/htdocs/modules/mod_filterednews/thumbs/01/b_90_90_16777215_63421_AnasUrbaningrum2_ANTARA_WidodoJusuf.jpeg.
    Check if the folder exists and if you have write permissions:
    /var/www/vhosts/gatra.com/htdocs/modules/mod_filterednews/thumbs/01
  • Could not create image:
    /var/www/vhosts/gatra.com/htdocs/modules/mod_filterednews/thumbs/01/b_90_90_16777215_62981_AnasUrbaningrum_ANTARA_RenoEsnir.jpeg.
    Check if the folder exists and if you have write permissions:
    /var/www/vhosts/gatra.com/htdocs/modules/mod_filterednews/thumbs/01
  • Could not create image:
    /var/www/vhosts/gatra.com/htdocs/modules/mod_filterednews/thumbs/07/b_90_90_16777215_60227_AmirSyamsuddin_Menkumham_ANTARA_FannyOctavianus3.jpeg.
    Check if the folder exists and if you have write permissions:
    /var/www/vhosts/gatra.com/htdocs/modules/mod_filterednews/thumbs/07

Kejagung Tangkap Bupati Aru, Teddy Tengko

Jakarta, GATRAnews - Tim Satuan Tugas Intelijen Kejaksaan Agung berhasil menangkap Bupati Kepulauan Aru, Teddy Tengko, yang menjadi terpidana kasus korupsi dana APBD Kabupaten Kepulauan Aru tahun anggaran 2006-2007 senilai Rp 42,5 miliar. "Dia ditangkap di Hotel Menteng 1, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (12/12)," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi di kantornya bilangan Jakarta Selatan, Rabu, (12/12). 

 

Dijelaskan Untung, Teddy sudah 3 kali mangkir dari panggilan jaksa, sehingga pada tanggal 5 November 2012, telah dinyatakan DPO. "Pada saat eksekusi, telah diupayakan Teddy melalui kuasa hukumnya, melakukan upaya hukum dengan mengajukan permohonan non eksekutorial terhadap putusan MA tersebut ke Pengadilan Negeri Ambon," ujar Untung. 

 

Kemudian, imbuhnya, pada 12 September 2012, Hakim tunggal Pengadilan Negeri Ambon, Syahfruddin mengabulkan permohonan penetapan akta tidak dapat dieksekusi (nonexecutable) tersebut. "Atas penetapan PN Ambon tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Dobo mengirim surat permohonan dengan nomor B-353/s.1.16/FS.1./9 2012 tanggal 25 September 2012 kepada MA RI. Yang pada pokoknya, berisi permohonan pembatalan penetapan PN Ambon," beber Untung. 

 

Atas surat permohonan Kajari Dobo, Kepulauan Aru tersebut di atas, kemudian MA RI mengeluarkan penetapan tanggal 25 Oktober 2012, yang pada pokoknya menyatakan, bahwa penetapan PN Ambon batal dan tidak berkekuatan hukum. "Bahwa penetapan PN Ambon tersebut adalah putusan perdata, sedangkan putusan MA yang dipermasalahkan adalah putusan pidana. Atas dasar putusan tersebut, jaksa selaku eksekutor, bahwa jaksa dapat melakukan eksekusi," pungkasnya. 

 

Dalam putusan MA sendiri selain menghukum Teddy dengan 4 tahun penjara, juga memvonis Teddy untuk membayar denda Rp 500 juta subsidair enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp 5,3 miliar subsidair 2 tahun kurungan. Sementara itu, setelah ditangkap di Hotel Menteng 1, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, terpidana Teddy langsung dibawa ke Puspenkum Kejagung. Tak lama, Teddy yang didampingi istri, kemudian dibawa kembali menggunakan mobil Innova oleh tim jaksa.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?