GATRANEWS

Teman Pelaku Begal Pondok Aren Diciduk di Subang
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Tim Gabungan Polsek Pondok Aren dan Polda Metro Jaya berhasil menciduk satu dari...
Verifikasi APBD Tidak Terganggu Hak Angket
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Dalam Negeri terus memproses APBD DKI Jakarta tahun 2015 senilai...
Anggota Komisi B DPRD DKI Dituding Terlibat Korupsi PD Dharma Jaya
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Aktivis anti korupsi dari Barisan Insan Muda (BIMA) mendesak penyidik...
PTUN Tolak Gugatan Cladtek Terhadap Wika
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta menolak gugatan yang dilayangkan...
Laporan Korupsi APBD Dilimpahkan ke Kejagung, Ahok Bingung
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan akan melimpahkan laporan...
Garuda Indonesia dan Pelindo III Lakukan Kerja Sama
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)...
Pengeboran Jalur MRT Dimulai Agustus 2015
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengeboran jalur mass rapid transit (MRT) dan stasiun bawah tanah akan dimulai...
Ketua DPD Sesalkan Aksi Demo Pegawai KPK
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Aksi demonstrasi dengan berorasi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di...
Kader APKLI Terpilih Jadi Ketua Umum DPP KNPI 2015-2018
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua DPW Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Provinsi Papua...
Ruki: KPK Kalah dalam Kasus BG
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Plt Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrrachman Ruki mengakui...
Wakapolri: Kasus Komjen Budi Gunawan Bisa Dihentikan
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti mengatakan, tidak menutup kemungkinan...
Komisi Kejaksaan Plenokan Keputusan Jaksa Agung
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia, Halius Hosen, menegaskan, pihaknya...
Irman dan Margarito: Jaksa Agung Langgar Perja
Monday, 02 March 2015

Jakatra, GATRAnews - Pakar hukum tata negara Irman Putra Sidin dan Margarito Kamis menilai, Jaksa...
Kadin: Kualitas Pekerja Sektor Perikanan dan Kelautan Perlu Digenjot‏
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Potensi Perikanan Indonesia yang sangat besar dinilai belum mampu diimbangi...
GM Tutup Pabrik di Indonesia, Pemerintah Minta Hak Karyawan Dipenuhi‏
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Produsen mobil asal Amerika Serikat, General Motors (GM) secara resmi telah...
Kenaikan Harga Beras Diduga Ulah Importir Beras
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Anggota Fraksi Partai Golkar DPR Mukhamad Misbakhun menduga, kenaikan harga...
KPK Limpahkan Kasus BG karena Ada Ketidaknyamanan
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya memilih opsi melimpahkan perkara...
Kadin: Pelaksanaan BPJS Kesehatan Butuh 3S
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Pendidikan dan...
Pramono Anung ke Kejagung, Ada Apa?
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Bukan hanya pejabat Polri dan petinggi KPK yang mengunjungi Kejaksaan Agung...
Kejagung, KPK, dan Polri Bentuk Tim Pelimpahan Kasus BG
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Tiga lembaga hukum, yakni Kejaksaan Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),...

Kejagung Tangkap Bupati Aru, Teddy Tengko

Jakarta, GATRAnews - Tim Satuan Tugas Intelijen Kejaksaan Agung berhasil menangkap Bupati Kepulauan Aru, Teddy Tengko, yang menjadi terpidana kasus korupsi dana APBD Kabupaten Kepulauan Aru tahun anggaran 2006-2007 senilai Rp 42,5 miliar. "Dia ditangkap di Hotel Menteng 1, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (12/12)," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi di kantornya bilangan Jakarta Selatan, Rabu, (12/12). 

 

Dijelaskan Untung, Teddy sudah 3 kali mangkir dari panggilan jaksa, sehingga pada tanggal 5 November 2012, telah dinyatakan DPO. "Pada saat eksekusi, telah diupayakan Teddy melalui kuasa hukumnya, melakukan upaya hukum dengan mengajukan permohonan non eksekutorial terhadap putusan MA tersebut ke Pengadilan Negeri Ambon," ujar Untung. 

 

Kemudian, imbuhnya, pada 12 September 2012, Hakim tunggal Pengadilan Negeri Ambon, Syahfruddin mengabulkan permohonan penetapan akta tidak dapat dieksekusi (nonexecutable) tersebut. "Atas penetapan PN Ambon tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Dobo mengirim surat permohonan dengan nomor B-353/s.1.16/FS.1./9 2012 tanggal 25 September 2012 kepada MA RI. Yang pada pokoknya, berisi permohonan pembatalan penetapan PN Ambon," beber Untung. 

 

Atas surat permohonan Kajari Dobo, Kepulauan Aru tersebut di atas, kemudian MA RI mengeluarkan penetapan tanggal 25 Oktober 2012, yang pada pokoknya menyatakan, bahwa penetapan PN Ambon batal dan tidak berkekuatan hukum. "Bahwa penetapan PN Ambon tersebut adalah putusan perdata, sedangkan putusan MA yang dipermasalahkan adalah putusan pidana. Atas dasar putusan tersebut, jaksa selaku eksekutor, bahwa jaksa dapat melakukan eksekusi," pungkasnya. 

 

Dalam putusan MA sendiri selain menghukum Teddy dengan 4 tahun penjara, juga memvonis Teddy untuk membayar denda Rp 500 juta subsidair enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp 5,3 miliar subsidair 2 tahun kurungan. Sementara itu, setelah ditangkap di Hotel Menteng 1, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, terpidana Teddy langsung dibawa ke Puspenkum Kejagung. Tak lama, Teddy yang didampingi istri, kemudian dibawa kembali menggunakan mobil Innova oleh tim jaksa.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?