GATRANEWS

Perdayai PRT, Tiga Perampok Pura-Pura Jadi Dukun Sakti
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Dukun sakti menjadi modus yang digunakan oleh DS alias A dan dua rekannya...
Selesai Sertijab Menpora Langsung Gelar Rapim
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Hari Rabu (29/10) siang Menpora baru Imam Nahrawi dan mantan Menpora Roy Suryo...
Dua Pelaku Judi Togel Ditangkap Polisi
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Djoko (44) dan Liong alias Boy (48) tak berkutik saat pihak kepolisian menciduk...
Berkas 22 Anggota FPI Masuk Pra Penuntutan
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Berkas 22 tersangka anggota Front Pembela Islam (FPI) atas insiden pengrusakan...
SK Menkum HAM Peruncing Konfik PPP
Wednesday, 29 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Budi Setiono, pengamat politik dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang,...
KPK Periksa Pejabat BNI Terkait Saham Garuda Nazaruddin
Wednesday, 29 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus pelaksaanaan proyek...
Kontras Kecewa Polisi Tangkap Pelaku "Bully" Presiden
Wednesday, 29 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan...
Bupati Karawang Pasrah KPK Sita Beberapa Aset
Wednesday, 29 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Bupati Kerawang Ade Swara mengaku, pasrah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...
Yasonna H Laoly Segera Selesaikan Masalah Lapas Kelebihan Kapasitas
Tuesday, 28 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly menegaskan bahwa masalah...
Imam Nahrawi Ingin Kemenpora Lebih Bermartabat
Tuesday, 28 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Senyum lebar terlihat dari Menpora baru Imam Nahrawi ketika tiba di kantor...
Laoly Segera Selesaikan Masalah Lapas Kelebihan Kapasitas
Monday, 27 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly menegaskan bahwa masalah...
Main Judi di Kapal, Lima Nelayan Ditangkap Polisi
Monday, 27 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Petugas Resmob Polres Kepulauan Seribu meringkus lima  nelayan di perairan...
KPK Didesak Ungkap dan Usut 8 Calon Menteri
Saturday, 25 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mengusut kedelapan nama calon menteri...
Wakil Ketua KPK dan Kepala PPAT Dinilai Pantas Pimpin Kejagung
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengurungkan niatnya untuk mengumumkan susunan...
PMP Desak KPK Periksa Calon Menteri Kategori Merah
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Pergerakan Merah Putih (PMP) Indonesia meminta Komisi Pemberantasan Korupsi...
Mantan Bupati Nganjuk Ditangkap di Apartement Kalibata City
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Tim Intelijen Kejaksaan Agung meringkus Soetrisno Rachmadi, mantan Bupati...
Basrief: Ada Sejumlah PR Jaksa Agung Era Jokowi
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Jaksa Agung Basrief Arief mengatakan, masih ada sejumlah pekerjaan...
Bupati Karawang dan Istrinya Diduga Samarkan Aset
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Bupati Karawang Ade Swara dan istrinya yang merupakan Anggota DPRD Karawang,...
Putri Bupati Karawang Tak Tahu Orangtuanya Terlibat TPPU
Tuesday, 21 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Putri pasangan Bupati Karawang Ade Swara-Nurlatifah, Gina F Swara, mengaku...
Deputi II Buka Seleksi Pemuda Pelopor
Tuesday, 21 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Sakhyan Asmara hari Senin (20/10) malam...

Kejagung Tangkap Bupati Aru, Teddy Tengko

Jakarta, GATRAnews - Tim Satuan Tugas Intelijen Kejaksaan Agung berhasil menangkap Bupati Kepulauan Aru, Teddy Tengko, yang menjadi terpidana kasus korupsi dana APBD Kabupaten Kepulauan Aru tahun anggaran 2006-2007 senilai Rp 42,5 miliar. "Dia ditangkap di Hotel Menteng 1, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (12/12)," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi di kantornya bilangan Jakarta Selatan, Rabu, (12/12). 

 

Dijelaskan Untung, Teddy sudah 3 kali mangkir dari panggilan jaksa, sehingga pada tanggal 5 November 2012, telah dinyatakan DPO. "Pada saat eksekusi, telah diupayakan Teddy melalui kuasa hukumnya, melakukan upaya hukum dengan mengajukan permohonan non eksekutorial terhadap putusan MA tersebut ke Pengadilan Negeri Ambon," ujar Untung. 

 

Kemudian, imbuhnya, pada 12 September 2012, Hakim tunggal Pengadilan Negeri Ambon, Syahfruddin mengabulkan permohonan penetapan akta tidak dapat dieksekusi (nonexecutable) tersebut. "Atas penetapan PN Ambon tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Dobo mengirim surat permohonan dengan nomor B-353/s.1.16/FS.1./9 2012 tanggal 25 September 2012 kepada MA RI. Yang pada pokoknya, berisi permohonan pembatalan penetapan PN Ambon," beber Untung. 

 

Atas surat permohonan Kajari Dobo, Kepulauan Aru tersebut di atas, kemudian MA RI mengeluarkan penetapan tanggal 25 Oktober 2012, yang pada pokoknya menyatakan, bahwa penetapan PN Ambon batal dan tidak berkekuatan hukum. "Bahwa penetapan PN Ambon tersebut adalah putusan perdata, sedangkan putusan MA yang dipermasalahkan adalah putusan pidana. Atas dasar putusan tersebut, jaksa selaku eksekutor, bahwa jaksa dapat melakukan eksekusi," pungkasnya. 

 

Dalam putusan MA sendiri selain menghukum Teddy dengan 4 tahun penjara, juga memvonis Teddy untuk membayar denda Rp 500 juta subsidair enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp 5,3 miliar subsidair 2 tahun kurungan. Sementara itu, setelah ditangkap di Hotel Menteng 1, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, terpidana Teddy langsung dibawa ke Puspenkum Kejagung. Tak lama, Teddy yang didampingi istri, kemudian dibawa kembali menggunakan mobil Innova oleh tim jaksa.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?