GATRANEWS

Kejagung Dalami Peran Dahlan di Pengadaan Mobil Listrik
Wednesday, 29 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) masih mendalami peran mantan...
Kadin Desak Pemerintah Tuntaskan ''PR'' Bidang Kelautan dan Perikanan
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan...
Kejagung Tahan Dasep Ahmadi, Tersangka Kasus Mobil Listrik
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menjebloskan Direktur Utama PT Sarimas...
DPD: Kerjasama Indonesia-China Harus Saling Menguntungkan
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad mengatakan China merupakan salah satu...
Usut Kasus Pemerasan, Kantor Bupati Barru Digeledah
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta,GATRAnews-Penyidik Badan Reserse dan Kriminal Polri menggeledah kantor Bupati Barru, Andi...
Ungkap Peredaran 360 Kg Sabu, Kado Terindah HUT Polri
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta,GATRAnews-Upaya pencegahan dan penindakan peredaran narkotika dan barang terlarang terus...
DKI Beri Uang Saku Bagi Personel TNI/Polri
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berencana memberi honor atau uang...
KPK Belum Jadikan Anak Buah OC Kaligis Justice Collaborator
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan jika anak buah Otto Cornelis...
Menperin Harapkan Realisasi Belanja Pemerintah Dongkrak Industri Manufaktur
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengharapkan realisasi belanja pemerintah...
Kadin: Momentum Penaikan Bea Masuk Impor Tidak Tepat
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mendesak pemerintah memastikan kesiapan...
Kabareskrim: Masalah Dua Hakim KY Jangan Dibesar-besarkan
Monday, 27 July 2015

Jakarta,GATRAnews-Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri (Kabareskrim) Komisaris Jenderal...
SP JICT Desak Jokowi Batalkan Perpanjangan Konsesi dengan HPH
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Serikat Pekerja PT Jakarta International Container Terminal (JICT) Nova...
Dahlan Punya Dua Alasan Praperadilankan Kejati DKI
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Dahlan Iskan mempraperadilankan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, dengan alasan,...
Komjak: Pembentukan Tim P4 Kepanikan Jaksa Agung Sikapi Pesan Jokowi
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak) Halius Hosen menilai, rencana pembentukan Tim...
Kemenperin Dukung Lolosnya Izin Impor Gula Mentah
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perindustrian dukung diloloskan izin impor gula mentah (raw sugar)...
Eksodus Tenaga Kerja Tiongkok, Pemerintah Diminta Tidak Diintervensi Asing
Sunday, 26 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Nofi Candra mendesak pemerintah...
Diplomasi Mi Belitung Ahok Bukan Jaminan Pembahasan APBD Lancar
Sunday, 26 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Fraksi Gerindra DPRD DKI menyambut baik 'diplomasi Mi Belitung' yang diakukan...
Tekan Angka Kekerasan Anak, Anggaran KPPPA Masih Minim
Sunday, 26 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Keberpihakan negara terhadap perlindungan anak khususnya dalam bidang...
Fahira Idris: Jokowi Harus 'Turun Tangan' Atasi Masalah Kekerasan Anak
Sunday, 26 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Meski sudah mempunyai Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak sejak 2002 lalu,...
Ahok Hidangkan Mi Belitung Tanpa Tahu Berformalin
Saturday, 25 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Memuluskan pembahasan APBD 2016, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)...

Kejagung Tangkap Bupati Aru, Teddy Tengko

Jakarta, GATRAnews - Tim Satuan Tugas Intelijen Kejaksaan Agung berhasil menangkap Bupati Kepulauan Aru, Teddy Tengko, yang menjadi terpidana kasus korupsi dana APBD Kabupaten Kepulauan Aru tahun anggaran 2006-2007 senilai Rp 42,5 miliar. "Dia ditangkap di Hotel Menteng 1, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (12/12)," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi di kantornya bilangan Jakarta Selatan, Rabu, (12/12). 

 

Dijelaskan Untung, Teddy sudah 3 kali mangkir dari panggilan jaksa, sehingga pada tanggal 5 November 2012, telah dinyatakan DPO. "Pada saat eksekusi, telah diupayakan Teddy melalui kuasa hukumnya, melakukan upaya hukum dengan mengajukan permohonan non eksekutorial terhadap putusan MA tersebut ke Pengadilan Negeri Ambon," ujar Untung. 

 

Kemudian, imbuhnya, pada 12 September 2012, Hakim tunggal Pengadilan Negeri Ambon, Syahfruddin mengabulkan permohonan penetapan akta tidak dapat dieksekusi (nonexecutable) tersebut. "Atas penetapan PN Ambon tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Dobo mengirim surat permohonan dengan nomor B-353/s.1.16/FS.1./9 2012 tanggal 25 September 2012 kepada MA RI. Yang pada pokoknya, berisi permohonan pembatalan penetapan PN Ambon," beber Untung. 

 

Atas surat permohonan Kajari Dobo, Kepulauan Aru tersebut di atas, kemudian MA RI mengeluarkan penetapan tanggal 25 Oktober 2012, yang pada pokoknya menyatakan, bahwa penetapan PN Ambon batal dan tidak berkekuatan hukum. "Bahwa penetapan PN Ambon tersebut adalah putusan perdata, sedangkan putusan MA yang dipermasalahkan adalah putusan pidana. Atas dasar putusan tersebut, jaksa selaku eksekutor, bahwa jaksa dapat melakukan eksekusi," pungkasnya. 

 

Dalam putusan MA sendiri selain menghukum Teddy dengan 4 tahun penjara, juga memvonis Teddy untuk membayar denda Rp 500 juta subsidair enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp 5,3 miliar subsidair 2 tahun kurungan. Sementara itu, setelah ditangkap di Hotel Menteng 1, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, terpidana Teddy langsung dibawa ke Puspenkum Kejagung. Tak lama, Teddy yang didampingi istri, kemudian dibawa kembali menggunakan mobil Innova oleh tim jaksa.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?