GATRANEWS

Indonesia Butuh Dukungan Sumber Daya Konstruksi
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Indonesia memerlukan sumber daya konstruksi untuk mendukung pembangunan...
Indonesia Harus Cari Solusi dari Kebijakan yang Tumpang Tindih
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Presisi Indonesia, perusahaan konsultan ekonomi dan bisnis, menyatakan bahwa...
Hasyim Lakukan Pendekatan Kultural kepada Abraham dan Mega
Friday, 30 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Hasyim Muzadi mengemban misi...
Jika Merasa Benar, BG Harusnya Penuhi Panggilan KPK
Friday, 30 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Agustinus Pohan, pakar hukum dari Universtas Katolik Parahyangan (Unpar),...
DPR Bisa Mintai Keterangan Menhub Soal Cilamaya
Friday, 30 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Anggota Komisi V DPR RI Eldie Suwandie mengatakan, komisinya bisa memanggil...
Paulus: Pemerintah Harus Dengar Suara Rakyat Miskin
Friday, 30 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Guru Besar FISIP Universitas Indonesia (UI) Paulus Wirutomo mengimbau...
Banggar Heran: Pemerintah Pesimistis Dorong Pertumbuhan Ekonomi‏
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Badan Anggaran, Ahmadi Noor Supit merasa heran dengan sikap pemerintah...
Bonaran: BW Harus Ajukan Mundurnya Ke Jokowi
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Bupati Tapanuli Tengah nonaktif, Raja Bonaran Situmeang yang menjadi tersangka...
Pakar Hukum: Sangkaan Terhadap BW Harus Jelas
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Pakar hukum dari Universitas Indonesia (UI), Akhiar Salmi, mengatakan bahwa...
Sangkaan Polri Harus Beri Kepastian Bagi BW
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Bareskrim Mabes Polri harus memberikan kepastian hukum bagi tersangka...
Jelang MEA, Sektor Perikanan Harus Gerak Cepat
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa menjelang...
Kejagung Tangkap Tersangka Korupsi Foto Udara
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) berhasil manangkap Direktur Utama PT...
Cari Keadilan, Terpidana Narkoba Mengadu ke KY
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Terpidana kasus narkoba, Lutzvy Yudha Utama mengadu ke Komisi Yudisial (KY) di...
APKLI Ingatkan Ahok Soal Toko Modern Buka 24 Jam Langgar Aturan
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Keberadaan toko modern tidak boleh menggerus ekonomi dan mata pencarian rakyat...
Tarik Dana WNI di Luar Negeri, Dirjen Pajak Siapkan ''Tax Amnesty''
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan siap menerapkan tax amnesty...
Maruarar: Daripada Pajakin Warteg Lebih Baik Tax Amnesty
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintahan Presiden Joko Widodo diharapkan berani mengajukan kebijakan...
Dirjen Pajak: Tax Amnesty Siap Dilaksanakan Tahun depan
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRANews - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan siap menerapkan "tax amnesty"...
Bea Masuk Film Impor dan PPN, Dua Hal Berbeda
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengamat perfilman Kemala Atmodjo mengatakan, bea masuk film impor dan PPN 10%...
Mentan Amran Janji Petani Kedelai Tak Akan Rugi Lagi‏
Tuesday, 27 January 2015

Sukoharjo, GATRAnews - Sebagai upaya menggenjot produksi kedelai, Menteri Pertanian Amran Sulaiman...
Forum Dekan Desak Diakhirinya Polemik KPK-Polri
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Akademisi yang tergabung dalam Forum Dekan Bersama Kemitraan Partnership...

Kejagung Tangkap Bupati Aru, Teddy Tengko

Jakarta, GATRAnews - Tim Satuan Tugas Intelijen Kejaksaan Agung berhasil menangkap Bupati Kepulauan Aru, Teddy Tengko, yang menjadi terpidana kasus korupsi dana APBD Kabupaten Kepulauan Aru tahun anggaran 2006-2007 senilai Rp 42,5 miliar. "Dia ditangkap di Hotel Menteng 1, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (12/12)," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi di kantornya bilangan Jakarta Selatan, Rabu, (12/12). 

 

Dijelaskan Untung, Teddy sudah 3 kali mangkir dari panggilan jaksa, sehingga pada tanggal 5 November 2012, telah dinyatakan DPO. "Pada saat eksekusi, telah diupayakan Teddy melalui kuasa hukumnya, melakukan upaya hukum dengan mengajukan permohonan non eksekutorial terhadap putusan MA tersebut ke Pengadilan Negeri Ambon," ujar Untung. 

 

Kemudian, imbuhnya, pada 12 September 2012, Hakim tunggal Pengadilan Negeri Ambon, Syahfruddin mengabulkan permohonan penetapan akta tidak dapat dieksekusi (nonexecutable) tersebut. "Atas penetapan PN Ambon tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Dobo mengirim surat permohonan dengan nomor B-353/s.1.16/FS.1./9 2012 tanggal 25 September 2012 kepada MA RI. Yang pada pokoknya, berisi permohonan pembatalan penetapan PN Ambon," beber Untung. 

 

Atas surat permohonan Kajari Dobo, Kepulauan Aru tersebut di atas, kemudian MA RI mengeluarkan penetapan tanggal 25 Oktober 2012, yang pada pokoknya menyatakan, bahwa penetapan PN Ambon batal dan tidak berkekuatan hukum. "Bahwa penetapan PN Ambon tersebut adalah putusan perdata, sedangkan putusan MA yang dipermasalahkan adalah putusan pidana. Atas dasar putusan tersebut, jaksa selaku eksekutor, bahwa jaksa dapat melakukan eksekusi," pungkasnya. 

 

Dalam putusan MA sendiri selain menghukum Teddy dengan 4 tahun penjara, juga memvonis Teddy untuk membayar denda Rp 500 juta subsidair enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp 5,3 miliar subsidair 2 tahun kurungan. Sementara itu, setelah ditangkap di Hotel Menteng 1, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, terpidana Teddy langsung dibawa ke Puspenkum Kejagung. Tak lama, Teddy yang didampingi istri, kemudian dibawa kembali menggunakan mobil Innova oleh tim jaksa.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?