GATRANEWS

BPS: Inflasi Maret Tercatat 0,17%
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Maret terjadi inflasi sebesar...
Rampok Rumah Kosong Tempatkan Mata-Mata di Tiap Provinsi
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Polda Metro Jaya menangkap komplotan perampok yang biasa menyasar rumah-rumah...
Polda Metro Tangkap Komplotan Pembobol Rumah Kosong
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Petugas Unit I Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Empat berhasil...
15 Anak Buah Santoso Diciduk Dalam Operasi Camat
Friday, 27 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Pihak kepolisian menciduk 15 anak buah Santoso selama melakukan operasi Camat di...
Usai Pemeriksaan, 12 WNI Dipindahkan ke Panti Sosial
Friday, 27 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Rikwanto...
Nazaruddin Gelontorkan Uang Pelicin US$ 2 Juta untuk DPR!
Wednesday, 25 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Selain menggelontorkan duit pelicin bagi petinggi di Kementerian Kesehatan...
Nazar Keluarkan Rp 26,5 M ''Pelicin'' untuk Proyek Vaksin Flu Burung
Tuesday, 24 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Yulianis mengatakan, Permai Grup, induk perusahaan milik Muhammad Nazaruddin,...
Yulianis: Nazar Punya 20 Perusahaan dan Pinjam 20 Perusahaan
Tuesday, 24 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Yulianis mengatakan, Muhammad Nazaruddin mempunyai sekitar 20 perusahaan yang...
Koswara Diduga Bergabung Dengan Kelompok Islam Tertentu
Monday, 23 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Tim Densus 88 dan Jatanras Polda Metro Jaya menciduk Engkos Koswara karena...
Terduga Penyalur ISIS di Tambun, Jarang Bersosialisasi
Monday, 23 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Siapa yang menyangka terduga penyalur simpatisan kelompok radikal Islamic State...
Sektor Energi jadi Kunci Pertumbuhan Indonesia
Saturday, 21 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Utama Perusahaan Gas Negara (PGN) Hendi Prio Santoso mengatakan,...
PBH Peradi Raih ''Bukan Penjahat Award'' dari KontraS
Friday, 20 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) memberikan...
Punya Solusi Macet Jakarta? Yuk Ikut ''Jakarta Urban Challenge''
Friday, 20 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Meningkatnya laju urbanisasi Jakarta yang sangat cepat menimbulkan berbagai...
Kejagung Periksa 14 Saksi Korupsi Bansos Kabupaten Cirebon
Thursday, 19 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa 14 dari 20 orang...
Ibas Sebut Nazar ''Si Burung Hitam''
Wednesday, 18 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas...
Kejagung Periksa 18 Saksi Korupsi Kader PDIP
Tuesday, 17 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung memanggil 18 saksi untuk mengungkap...
Pelaku Begal Sasar Truk Sampah Pemprov DKI
Tuesday, 17 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Aksi bandit jalanan rupanya tidak terbatas dalam membegal sepeda motor milik...
16 WNI Gabung ISIS, Pemerintah Telusuri Penyandang Dana
Monday, 16 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Pemerintah Turki kini mengamankan 16 warga negara Indonesia (WNI) diduga hendak...
BNI Luncurkan Financial Center
Wednesday, 11 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk telah meluncurkan BNI Financial Center....
Mabes Polri: 16 WNI Diduga Kuat Bergabung Dengan ISIS
Monday, 09 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Pihak kepolisian saat ini sedang menelusuri keberadaan 16 warga negara Indonesia...

Polri Buru Kelompok Teroris Santoso di Poso

Jakarta, GATRAnews - Jajaran Kepolisian Republik Indonesia tengah memburu 5 teroris asal luar Poso yang kerap beraksi di Provinsi Sulawesi Tengah tersebut. "Lima orang yang masih diburu. Mereka berasal dari luar Poso. Ada dari Bima (Nusa Tenggara Barat)," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Kamis, (3/13). Boy menjelaskan, salah seorang dari 5 teroris yang menjadi buruan jajarannya, bernama Santoso alias Abu Mus'ab Al-Zarqawi Al-Indunesi, Abu Wardah alias Abu Yahya yang merupakan buronan paling dicari polisi saat ini, karena merupakan tokoh utama kelompok teror Poso. 

 

Santoso juga diketahui terlibat dalam perencanaan pelatihan teroris di Aceh, Poso, dan berkomunikasi aktif dengan kelompok teror Solo jaringan Badri, kata Boy. Selain merekrut orang-orang untuk melakukan latihan teror, Santoso pun kerap mengundang orang-orang di luar Poso untuk melakukan aksi di sana. "Dari lima orang ini bisa berkembang menjadi lebih banyak."

 

Guna mempercepat pemburuan, Polri akan menyebar poster Santoso karena telah mengantongi identitasnya, di samping melakukan berbagai upaya lain untuk mengendus dan membekuknya. "Santoso pernah diproses hukum, jadi kami tahu. Nanti kalau perlu akan disebarluaskan," katanya. Boy menjelaskan, peran serta masyarakat untuk mengabarkan keberadaan Santoso pun diharapkan. Dari informasi yang ada, Boy mengatakan Santoso masih berada di Poso. "Masih di Poso," ujarnya. 

 

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo bersama Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dan Kepala Badan Intelijen Negara Letjen TNI Marciano Norman telah melihat langsung wilayah Poso. "Kemarin (2/1) Kapolri, Panglima TNI, Ka BIN, dan Kabareskrim melakukan kunjungan kerja ke Poso, bertemu unsur masyarakat. Malam harinya dilanjutkan ke Palu. Sejauh ini kondusif," kata Boy. Menurut Boy, kunjungan Kapolri ini bermaksud untuk meningkatkan pemahaman betapa pentingnya kerjasama terpadu diantara aparat keamanan, dan aparat warga. Warga juga diminta lebih mawas diri terhadap para pendatang mengingat ancaman teror di Poso cenderung berasal dari pihak di luar Poso.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?