GATRANEWS

Gembong Perampok Mengaku Polisi Didor Petugas
Friday, 19 December 2014

Jakarta,  GATRAnews - Aparat Polda Metro Jaya menyatakan sindikat perampok dengan modus mengaku...
MPH Serahkan Bukti Laporan Pelanggaran Kode Etik Hakim KY
Friday, 12 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Masyarakat Penegak Hukum (MPH) menyerahkan berbagai bukti untuk melengkapi...
Polda Metro Ringkus Pelaku Rampok di Taksi 'Putih'
Monday, 08 December 2014

Jakarta, GATRAnews- Petugas Subdit Kejahatan dan Kekerasan Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil...
Kejagung : Persiapan Eksekusi 5 Terpidana Mati Sudah 80 Persen
Friday, 05 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksan Agung, Tony Tribagus Spontana di...
Geng Motor Kembali Berulah, Polda Metro Bantah 'Kecolongan'
Monday, 24 November 2014

Jakarta, GATRAnews-Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto membantah bahwa...
Kapolda Sumsel Turunkan Tim Buru Penembak Kapolsek
Wednesday, 29 October 2014

Palembang, GATRAnews - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menurunkan tim untuk memburu pelaku...
Penemuan HP di Rutan KPK Bukan Kali Pertama
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Penemuan dua buah telepon selular (HP) milik Tubagus Chaeri Wardhana (Wawan)...
Perampok Nasabah Spesialis Bank Gasak Uang Ratusan Juta
Tuesday, 14 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya...
Hati-Hati Bila Mendengar Teriakan 'Ban Mobil Kempes'
Thursday, 09 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Pukulan demi pukulan tak mampu lagi dibendung oleh Ismail,35 tahun. Gara-gara...
KPK Bakal Kaji Sprindik Palsu Setnov
Tuesday, 07 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjanji akan mengkaji surat  perintah...
Polisi Pamekasan Demo Tuntut Tiga Perwiranya
Saturday, 04 October 2014

Pamekasan, GATRAnews - Ratusan anggota polisi di lingkungan Polres Pamekasan, Jawa Timur, berunjuk...
Ini Skema Alih Arus Saat Buruh Berdemonstrasi
Thursday, 02 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Kepolisian Daerah Metro Jaya turut menyiapkan skema alih arus terkait rencana...
Aksi KSPI, Polda Metro Terjunkan 9.700 Personel
Thursday, 02 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Kepolisian Daerah Metro Jaya bersama TNI turut mengamankan jalannya aksi unjuk...
Polisi Tangkap 17 Anggota Geng Motor Terlibat Pencurian Motor
Monday, 29 September 2014

 Jakarta, GATRAnews - Polresta Kabupaten Bekasi, Jawa barat, menangkap 17 orang anggota dari tiga...
Densus Tangkap 3 Terduga Teroris di Poso
Saturday, 27 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri, menangkap tiga orang terduga...
Cemburu Buta, Sarno Tusuk Selingkuhannya Hingga Tiwas
Monday, 15 September 2014

Jakarta, GATRAnews-Cemburu menggelapkan mata Sarno. Pria berusia 50 tahun yang berprofesi sebagai...
Empat WN Turki Disinyalir Akan Jadikan Poso Markas ISIS Asia
Sunday, 14 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengamat terorisme, Al Chaidar, mensinyalir empat orang warga negara Turki...
Romli: Pembebasan Bersyarat Hartati Murdaya Menyimpang
Saturday, 06 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemberian bebas bersyarat kepada koruptor Hartati Murdaya merupakan satu...
RUU Advokat Disinyalir Sarat Kepentingan Kelompok
Thursday, 04 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) mensinyalir Rancangan Undang-Undang...
Densus 88 Grebek Ruko di Serang
Tuesday, 26 August 2014

Serang, GATRAnews - Aparat Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 Polri menggerebek sebuah rumah...

Polri Buru Kelompok Teroris Santoso di Poso

Jakarta, GATRAnews - Jajaran Kepolisian Republik Indonesia tengah memburu 5 teroris asal luar Poso yang kerap beraksi di Provinsi Sulawesi Tengah tersebut. "Lima orang yang masih diburu. Mereka berasal dari luar Poso. Ada dari Bima (Nusa Tenggara Barat)," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Kamis, (3/13). Boy menjelaskan, salah seorang dari 5 teroris yang menjadi buruan jajarannya, bernama Santoso alias Abu Mus'ab Al-Zarqawi Al-Indunesi, Abu Wardah alias Abu Yahya yang merupakan buronan paling dicari polisi saat ini, karena merupakan tokoh utama kelompok teror Poso. 

 

Santoso juga diketahui terlibat dalam perencanaan pelatihan teroris di Aceh, Poso, dan berkomunikasi aktif dengan kelompok teror Solo jaringan Badri, kata Boy. Selain merekrut orang-orang untuk melakukan latihan teror, Santoso pun kerap mengundang orang-orang di luar Poso untuk melakukan aksi di sana. "Dari lima orang ini bisa berkembang menjadi lebih banyak."

 

Guna mempercepat pemburuan, Polri akan menyebar poster Santoso karena telah mengantongi identitasnya, di samping melakukan berbagai upaya lain untuk mengendus dan membekuknya. "Santoso pernah diproses hukum, jadi kami tahu. Nanti kalau perlu akan disebarluaskan," katanya. Boy menjelaskan, peran serta masyarakat untuk mengabarkan keberadaan Santoso pun diharapkan. Dari informasi yang ada, Boy mengatakan Santoso masih berada di Poso. "Masih di Poso," ujarnya. 

 

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo bersama Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dan Kepala Badan Intelijen Negara Letjen TNI Marciano Norman telah melihat langsung wilayah Poso. "Kemarin (2/1) Kapolri, Panglima TNI, Ka BIN, dan Kabareskrim melakukan kunjungan kerja ke Poso, bertemu unsur masyarakat. Malam harinya dilanjutkan ke Palu. Sejauh ini kondusif," kata Boy. Menurut Boy, kunjungan Kapolri ini bermaksud untuk meningkatkan pemahaman betapa pentingnya kerjasama terpadu diantara aparat keamanan, dan aparat warga. Warga juga diminta lebih mawas diri terhadap para pendatang mengingat ancaman teror di Poso cenderung berasal dari pihak di luar Poso.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?