GATRANEWS

Selain Sadis, Komplotan Begal Lampung Sering Gunakan Senpi
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Unggung...
Tiga Saksi Korupsi Wabup Cirebon Kompak Mangkir
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Tiga orang saksi kasus korupsi dana bantuan sosial dari Anggaran Pendapatan...
OPSI: Kenaikah Harga Beras Perberat Beban Buruh
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Kenaikan harga beras yang mencapai kisaran 30% memperberat beban hidup buruh...
Petinggi Bio Farma Ajukan Konsultan Proyek Flu Burung
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Utama PT Bio Farma, Iskandar, tak menampik telah membuat surat Nomor...
Anak Buah Nazaruddin Mau Berikan THR ke Petinggi Bio Farma
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Minarsih, mantan anak buah Muhammad Nazaruddin, menawarkan sejumlah uang...
Iskandar Akui Tanda Tangan Dokumen Tim Teknis Proyek Vaksin Flu Burung
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Utama PT Bio Farma Iskandar mengakui menandatangani dokumen tentang...
Polisi Identifikasi Enam Komplotan Begal di Jalanan
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi...
Anugerah Berikan Data Agar Menangi Lelang Pabrik Flu Burung
Thursday, 19 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Anugerah Nusantara milik Muhammad Nazaruddin menyerahan daftar harga barang...
Pinjam Meminjam Bendera Perusahaan Dianggap Sudah Biasa
Thursday, 19 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Pinjam meminjam bendera perusahaan untuk mengikuti lelang, baik di instansi...
Nazaruddin Beberapa Kali Temui Pejabat Bio Farma
Thursday, 19 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemilik PT Anugerah Nusantara, Muhammad Nazaruddin, beserta adiknya, M Nasir,...
Kejagung Periksa 23 Saksi Kasus Wabup Cirebon
Thursday, 12 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa 23 saksi kasus tindak pidana...
Gubernur Akui Drainase di Ibu Kota Buruk
Thursday, 12 February 2015

Jakarta, GATRAnews – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengakui drainase atau...
Jurnalis Pertanyakan Bareskrim yang Tak Periksa Kasus Vaksin Flu Burung
Thursday, 12 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Jurnalis Kamaru, kuasa hukum Tunggul Parningotan Sihombing, mengaku heran...
KPK Tangani Kasus Teror kepada Penyidiknya
Wednesday, 11 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menangani kasus teror dan intimidasi...
Enam Gajah Sumatera Dibantai, Diambil Gadingnya
Wednesday, 11 February 2015

Pekanbaru, GATRAnews - Polda Riau menangkap delapan orang pemburu gading gajah. Mereka diduga telah...
Yusraluddin Tandatangani 5 Lelang Proyek Vaksin Flu Burung
Thursday, 05 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Lima paket pekerjaan pengadaan peralatan pembangunan fasilitas produksi riset...
Harga Emas Naik Tipis ke US$ 1.265 per Ounce
Thursday, 05 February 2015

Chicago, GATRANews - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih...
Kabareskrim Bantah Anaknya Pacaran dengan Anak BG
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Kabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Budi Waseso membantah anaknya berpacaran...
Kelompok Lampung Spesialis Curanmor di Jabodetabek
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Pelaku pencurian kendaraan bermotor di Jabodetabek kembali menggila. Pelaku...
BG Bantah Kabareskrim "Orang Dekatnya"
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Sejumlah pihak mensinyalir begitu cepatnya penetapan Bambang Widjojanto...

Polri Buru Kelompok Teroris Santoso di Poso

Jakarta, GATRAnews - Jajaran Kepolisian Republik Indonesia tengah memburu 5 teroris asal luar Poso yang kerap beraksi di Provinsi Sulawesi Tengah tersebut. "Lima orang yang masih diburu. Mereka berasal dari luar Poso. Ada dari Bima (Nusa Tenggara Barat)," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Kamis, (3/13). Boy menjelaskan, salah seorang dari 5 teroris yang menjadi buruan jajarannya, bernama Santoso alias Abu Mus'ab Al-Zarqawi Al-Indunesi, Abu Wardah alias Abu Yahya yang merupakan buronan paling dicari polisi saat ini, karena merupakan tokoh utama kelompok teror Poso. 

 

Santoso juga diketahui terlibat dalam perencanaan pelatihan teroris di Aceh, Poso, dan berkomunikasi aktif dengan kelompok teror Solo jaringan Badri, kata Boy. Selain merekrut orang-orang untuk melakukan latihan teror, Santoso pun kerap mengundang orang-orang di luar Poso untuk melakukan aksi di sana. "Dari lima orang ini bisa berkembang menjadi lebih banyak."

 

Guna mempercepat pemburuan, Polri akan menyebar poster Santoso karena telah mengantongi identitasnya, di samping melakukan berbagai upaya lain untuk mengendus dan membekuknya. "Santoso pernah diproses hukum, jadi kami tahu. Nanti kalau perlu akan disebarluaskan," katanya. Boy menjelaskan, peran serta masyarakat untuk mengabarkan keberadaan Santoso pun diharapkan. Dari informasi yang ada, Boy mengatakan Santoso masih berada di Poso. "Masih di Poso," ujarnya. 

 

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo bersama Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dan Kepala Badan Intelijen Negara Letjen TNI Marciano Norman telah melihat langsung wilayah Poso. "Kemarin (2/1) Kapolri, Panglima TNI, Ka BIN, dan Kabareskrim melakukan kunjungan kerja ke Poso, bertemu unsur masyarakat. Malam harinya dilanjutkan ke Palu. Sejauh ini kondusif," kata Boy. Menurut Boy, kunjungan Kapolri ini bermaksud untuk meningkatkan pemahaman betapa pentingnya kerjasama terpadu diantara aparat keamanan, dan aparat warga. Warga juga diminta lebih mawas diri terhadap para pendatang mengingat ancaman teror di Poso cenderung berasal dari pihak di luar Poso.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?