GATRANEWS

Komnas HAM Bantah Memusuhi Penataan Kota Jakarta
Wednesday, 26 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) membantah menghalangi...
Bareskrim Periksa Hakim Sarpin
Monday, 24 August 2015

Jakarta, GATRAnews-Bareskrim Mabes Polri melakukan pemeriksaan terhadap hakim Pengadilan Negeri...
Perlu Model Hubungan Antara KY dengan MA dan MK
Thursday, 20 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Pelaksanaan pengawasan yang dilakukan oleh Komisi Yudisial (KY) telah...
Mirza Adityaswara Resmi Jabat Anggota Dewan Komisioner OJK
Thursday, 20 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara resmi menjabat sebagai anggota...
BNI Akan Kelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit
Tuesday, 18 August 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyatakan akan mengelola dana...
Kabareskrim Tolak Komentari Soal Rekam Jejak 48 Capim KPK
Tuesday, 11 August 2015

Jakarta,GATRAnews-Tim panitia seleksi calon pimpinan (pansel capim) Komisi Pemberantasan Korupsi...
Tim Pansel Capim KPK Minta Hasil Tracking 48 Calon Komisioner
Tuesday, 11 August 2015

Jakarta,GATRAnews-Tim panitia seleksi calon pimpinan (pansel capim) Komisi Pemberantasan Korupsi...
Buya Syafi'i: Presiden Harus Tegas Soal Kasus KPK dan KY
Tuesday, 14 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Guru Besar Ilmu Sejarah Universtas Negeri Yogyakarta (UNY) Ahmad Syafi'i...
ICJR Kritik Penetapan Tersangka Dua Komisioner KY
Monday, 13 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) mengkritik penetapan tersangka...
Dua Komisioner KY Ditetapkan Sebagai Tersangka
Friday, 10 July 2015

Jakarta,GATRAnews-Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri menetapkan dua komisioner Komisi Yudisial...
Dari 182 cuma 9 Perempuan Daftar ke Pansel KPK
Friday, 19 June 2015

Bandung, GATRANews - Panitia Seleksi Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan...
DKI Berniat Lepas Saham MRT untuk PT KAI
Tuesday, 16 June 2015

Jakarta, GATRAnews - ‎Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berniat melepas saham PT Mass...
Timsel Capim KPK Berguru ke Timsel Sebelumnya
Wednesday, 03 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Timsel Capim...
Putusan BANI Dibatalkan PN Jakpus, Mbak Tutut Pemilik Sah TPI
Thursday, 30 April 2015

Jakarta, GATRAnews- Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) membatalkan keputusan Badan...
Ahok Hadiahkan Orang Utan ke Kim Jong Un
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menghadiahkan sepasang Orang Utan...
OJK Tetapkan Saham Mitra Keluarga Sebagai Efek Syariah
Wednesday, 18 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk...
DKPP Canangkan Tes Urine Bagi Setiap Penyelenggara Pemilu
Tuesday, 17 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) mencanangkan tes urine bagi...
Edarkan Narkoba, Ketua KIP Aceh Timur Dipecat
Tuesday, 17 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Timur, Ismail SAg dipecet dari...
Cemarkan Nama Baik Polri, Komnas HAM Dituntut Minta Maaf
Monday, 09 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Komisaris Besar...
Danamon Belum Berniat Turunkan Suku Bunga
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) belum berniat untuk menurunkan suku bunga...

PDP Berniat Penjarakan Komisioner KPU

Ketua umum Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Roy BB Janis (ANTARA/Andika Wahyu)Jakarta, GATRAnews - Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) berniat memenjarakan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena diduga telah melakukan kecungan saat memverifikasi 34 partai politik, sehingga hanya meloloskan 10 partai yang berhak menjadi kontestan Pemilu tahun 2014. "Saya siap memenjarakan komisoner KPU, sebab telah melakukan tindak pidana, karena telah menanipulasi data verfikasi faktul (verfak)," ujar Ketua Pelaksana Harian PDP, Roy B Janis saat dihubungi di Jakarta, Senin, (14/1).

 

Untuk memenjarakan para komisioner tersebut, Roy mengaku telah mengumpulkan data kecurangan verfak yang dilakukan KPU tersebut dan rencananya, Senin ini, ia akan malaporkannya ke polisi. Namun, karena data tersebut belum lengkap, laporan itu urung dilakukan. "Saat ini saya sedang menyiapkan bahan untuk melaporkan ke polisi. Tapi, sudah jelas kok komisoner KPU telah melakukan manipulasi data," ujarnya.

 

Menyinggung banyaknya massa Parpol yang bergembira di depan KPU yang sedang mengelu-ngelukan pimpinan parpol masing-masing, Roy menghimbau, rasa gembira itu harus menjadi rasa prihatin. Pasalnya, kata Roy, lolosnya 10 Parpol itu karena kecurangan. "Mestinya, mereka (massa parpol) itu harus prihatin. Lolos mereka karena hasil  KPU curang," pungkasnya.

 

Saat ini, ratusan simpatisan massa asal berbagai Parpol menggelar kesenian reog di depan pintu gerbang Kantor KPU. Mereka menyanyikan berbagai lagu dan mengelu-elukan nomor partai yang mereka dukung. Tak ayal, ratusan simpatisan parpol pun larut bergoyang meningkahi iringan musik dan penyanyi.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?