GATRANEWS

Gugatan Pemilu Disidang Via Teleconfrence
Thursday, 05 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Sidang perdana gugatan Hemalia Jelita Putri, seleb yang jadi calon legislatif...
Dr. Valina Singka Subekti, M.Si
Tuesday, 29 April 2014

Lahir di Singkawang, Kalimantan Barat, 6 Maret 1961. Kariernya dimulai ketika masih mahasiswa,...
Berkas Korupsi DIrektur PT ANP, Segera Dilimpahkan ke Kejari Jakpus
Tuesday, 12 November 2013

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung segera melimpahkan berkas kasus korupsi...
Kasus Tali Pusar Ahirnya Masuk Ranah Hukum Perdata
Thursday, 03 October 2013

Jakarta, GATRAnews - Perkara dugaan hilangnya tali pusar, akhirnya masuk ke ranah hukum perdata....
Korban Perkosaan Laporkan 4 Komisioner LPSK ke Komisi III DPR
Monday, 30 September 2013

Jakarta, GATRAnews - SYS, perempuan yang menjadi korban upaya perkosaan dan penyiksaan, melaporkan...
Wakil Lurah Dapatkan Sabu Dari Mangga Besar
Tuesday, 24 September 2013

Jakarta, GATRAnews - Wakil Lurah Bidara Cina, Beni Hari Wibowo, saat ini mendekam di ruang tahanan...
Pernyataan Adrianus Dinilai Menyesatkan
Wednesday, 11 September 2013

Jakarta, GATRAnews - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), M Ihsan, menilai bahwa...
Hukuman AQJ Setengah Dari Orang Dewasa
Wednesday, 11 September 2013

Jakarta, GATRAnews - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), M Ihsan menilai pasal...
Pernyataan Komisioner Kompolnas Soal Kasus Anak Ahmad Dhani, Menyesatkan!
Wednesday, 11 September 2013

Jakarta, GATRAnews - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), M Ihsan menilai...
Lamban Tangani Korupsi, Kompolnas Panggil Kabareskrim
Thursday, 05 September 2013

Jakarta, GATRAnews - Komisi Nasional Kepolisian (Kompolnas) memanggil Kabareskrim Polri Komjen Pol...
Jelang Ramadan, Polisi Tangkap 108 Preman
Tuesday, 09 July 2013

Jakarta, GATRAnews - Anggota Kepolisian Resort Metro Jakarta Pusat menangkap 108 preman, yang...
Muchtar: Antasari Dipenjara Biar Tak Usut IT KPU dan Century
Wednesday, 12 June 2013

Jakarta, GATRAnews - Pakar Hukum Tata Negara Muchtar Pakpahan mensinyalir, dipenjarakannya mantan...
Jadi Terpidana, Susno Duadji Gagal Jadi Caleg
Tuesday, 07 May 2013

Jakarta, GATRAnews - Susno Duadji tidak lolos verifikasi administrasi sebagai bakal anggota...
Irjen Djoko Palsukan Data untuk Kawin Lagi
Tuesday, 23 April 2013

    Jakarta, GATRAnews - Irjen Pol Djoko Susilo selain didakwa melakukan tindak pidana korupsi...
Jiwa Korsa Atau Ketidakpuasan pada Penegakan Hukum?
Sunday, 07 April 2013

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, mengaku tak yakin jika penyerbuan...
PT TUN Kabulkan Gugatan PKPI Terhadap KPU
Friday, 22 March 2013

Jakarta, GATRAnews - Partai Keadilan dan Persatuan Indonesi (PKPI) akhirnya memiliki landasan hukum...
Yusril: KPU Tak Bisa Banding atas Putusan PT TUN
Friday, 08 March 2013

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB), yang juga Pakar Hukum Tata...
Yusril: KPU Kita Esekusi Rame-rame
Friday, 08 March 2013

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra menegaskan,...
Kader PBB Rayakan Kemenangan
Friday, 08 March 2013

Jakarta, GATRAnews - Kader dan pengurus Partai Bulan Bintang (PBB) langsung mengucapkan takbir dan...
PBB Berhak Ikuti Pemilu 2014
Friday, 08 March 2013

Jakarta, GATRAnews - Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta menyatakan Partai Bulan...

PDP Berniat Penjarakan Komisioner KPU

Ketua umum Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Roy BB Janis (ANTARA/Andika Wahyu)Jakarta, GATRAnews - Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) berniat memenjarakan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena diduga telah melakukan kecungan saat memverifikasi 34 partai politik, sehingga hanya meloloskan 10 partai yang berhak menjadi kontestan Pemilu tahun 2014. "Saya siap memenjarakan komisoner KPU, sebab telah melakukan tindak pidana, karena telah menanipulasi data verfikasi faktul (verfak)," ujar Ketua Pelaksana Harian PDP, Roy B Janis saat dihubungi di Jakarta, Senin, (14/1).

 

Untuk memenjarakan para komisioner tersebut, Roy mengaku telah mengumpulkan data kecurangan verfak yang dilakukan KPU tersebut dan rencananya, Senin ini, ia akan malaporkannya ke polisi. Namun, karena data tersebut belum lengkap, laporan itu urung dilakukan. "Saat ini saya sedang menyiapkan bahan untuk melaporkan ke polisi. Tapi, sudah jelas kok komisoner KPU telah melakukan manipulasi data," ujarnya.

 

Menyinggung banyaknya massa Parpol yang bergembira di depan KPU yang sedang mengelu-ngelukan pimpinan parpol masing-masing, Roy menghimbau, rasa gembira itu harus menjadi rasa prihatin. Pasalnya, kata Roy, lolosnya 10 Parpol itu karena kecurangan. "Mestinya, mereka (massa parpol) itu harus prihatin. Lolos mereka karena hasil  KPU curang," pungkasnya.

 

Saat ini, ratusan simpatisan massa asal berbagai Parpol menggelar kesenian reog di depan pintu gerbang Kantor KPU. Mereka menyanyikan berbagai lagu dan mengelu-elukan nomor partai yang mereka dukung. Tak ayal, ratusan simpatisan parpol pun larut bergoyang meningkahi iringan musik dan penyanyi.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?