GATRANEWS

Putusan BANI Dibatalkan PN Jakpus, Mbak Tutut Pemilik Sah TPI
Thursday, 30 April 2015

Jakarta, GATRAnews- Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) membatalkan keputusan Badan...
Ahok Hadiahkan Orang Utan ke Kim Jong Un
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menghadiahkan sepasang Orang Utan...
OJK Tetapkan Saham Mitra Keluarga Sebagai Efek Syariah
Wednesday, 18 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk...
DKPP Canangkan Tes Urine Bagi Setiap Penyelenggara Pemilu
Tuesday, 17 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) mencanangkan tes urine bagi...
Edarkan Narkoba, Ketua KIP Aceh Timur Dipecat
Tuesday, 17 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Timur, Ismail SAg dipecet dari...
Cemarkan Nama Baik Polri, Komnas HAM Dituntut Minta Maaf
Monday, 09 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Komisaris Besar...
Danamon Belum Berniat Turunkan Suku Bunga
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) belum berniat untuk menurunkan suku bunga...
Pimpinan KPK Temui Plt Kapolri, Jumat Sore
Friday, 20 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Taufiequrachman Ruki beserta satu atau dua orang pimpinan Komisi Pemberantasan...
Pakar: Kolektif Kolegial KPK Tergantung Jumlah
Friday, 13 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Pakar hukum tata negara Zainal Arifin Mochtar mengatakan, kolektif kolegial...
Hujan Deras, Beberapa Ruas Jalan Ibukota Tergenang
Monday, 09 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Akibat hujan yang cukup deras sepanjang malam hingga lagi ini beberapa kawasan...
Komnas HAM Selidiki Kriminalisasi KPK
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) membentuk Tim Penyelidikan...
Adnan Dipolisikan, KPK Terancam ''Lumpuh''
Saturday, 24 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terancam "lumpuh" jika semua komisionernya...
Kedatangan BW di Gedung KPK Disambut Shalawat Badar
Saturday, 24 January 2015

Jakarta, GATRAnews - "Sholaatullaah salaamullaah/ alaa thooha rosuulillaah/ Sholaatullaah...
Tokoh dan Komisioner KPK Jaminkan Diri untuk BW
Saturday, 24 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Sejumlah tokoh bersedia menjaminkan diri kepada Bareskrim Polri, agar penyidik...
OJK Minta Tambahan Pungutan Industri Jasa Keuangan
Wednesday, 24 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengusulkan perubahan terhadap Peraturan...
KPK Keukeuh Empat Komisioner Jadi Tanda Tanya
Monday, 01 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengamat Hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII), Muzakir, menilai, sikap...
Komisioner KY Laporkan Gratifikasi dari Pernikahan Anaknya ke KPK
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Taufiqqurahman Syahuri, Komisioner Komisi Yudisial (KY) melapokran gratifikasi...
Penerbitan SP3 Kasus KPUBC Diduga Ada Intervensi
Friday, 12 September 2014

Jakarta, GATRAnews-Dugaan kasus penyalahgunaan wewenang yang menyeret nama Kepala Pelayanan Utama...
Polda Tambah Personel Saat Putusan Gugatan Pilpres di MK
Tuesday, 12 August 2014

Jakarta, GATRAnews-Sidang gugatan keempat hasil pemilihan presiden (Pilpres) oleh kubu...
Taufik Laporkan Balik Ketua KPU
Tuesday, 12 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik melaporkan balik Ketua KPU...

PDP Berniat Penjarakan Komisioner KPU

Ketua umum Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Roy BB Janis (ANTARA/Andika Wahyu)Jakarta, GATRAnews - Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) berniat memenjarakan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena diduga telah melakukan kecungan saat memverifikasi 34 partai politik, sehingga hanya meloloskan 10 partai yang berhak menjadi kontestan Pemilu tahun 2014. "Saya siap memenjarakan komisoner KPU, sebab telah melakukan tindak pidana, karena telah menanipulasi data verfikasi faktul (verfak)," ujar Ketua Pelaksana Harian PDP, Roy B Janis saat dihubungi di Jakarta, Senin, (14/1).

 

Untuk memenjarakan para komisioner tersebut, Roy mengaku telah mengumpulkan data kecurangan verfak yang dilakukan KPU tersebut dan rencananya, Senin ini, ia akan malaporkannya ke polisi. Namun, karena data tersebut belum lengkap, laporan itu urung dilakukan. "Saat ini saya sedang menyiapkan bahan untuk melaporkan ke polisi. Tapi, sudah jelas kok komisoner KPU telah melakukan manipulasi data," ujarnya.

 

Menyinggung banyaknya massa Parpol yang bergembira di depan KPU yang sedang mengelu-ngelukan pimpinan parpol masing-masing, Roy menghimbau, rasa gembira itu harus menjadi rasa prihatin. Pasalnya, kata Roy, lolosnya 10 Parpol itu karena kecurangan. "Mestinya, mereka (massa parpol) itu harus prihatin. Lolos mereka karena hasil  KPU curang," pungkasnya.

 

Saat ini, ratusan simpatisan massa asal berbagai Parpol menggelar kesenian reog di depan pintu gerbang Kantor KPU. Mereka menyanyikan berbagai lagu dan mengelu-elukan nomor partai yang mereka dukung. Tak ayal, ratusan simpatisan parpol pun larut bergoyang meningkahi iringan musik dan penyanyi.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?