GATRANEWS

Abdullah Minta Polri Segera Tangani Kasus BG
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua meminta...
Cegah Korupsi Dana Desa, Kemendes PDTT Gandeng SETARA dan JPI
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes...
APKLI Kecam Maraknya Penggusuran PKL
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) mengecam maraknya penggusuran...
Kejagung Tahan Tersangka Kasus Korupsi Kemendikbud
Wednesday, 22 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung menjebloskan Kasubag Umum pada Lembaga...
Distafkan, Sanksi Pejabat Manipulasi TKD
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemberian tunjangan kinerja daerah (TKD) belasan hingga puluhan juta rupiah...
Menteri Susi Ajak Wartawan Menulis Lebih Kenceng
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta media massa ikut...
Dua Oknum TNI Terlibat Aksi Penculikan Kakek Abbas
Monday, 20 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Dua oknum TNI diduga terlibat dalam aksi penculikan terhadap Thalib Abbas di...
PLN Jaga Pasokan Listrik KAA
Monday, 20 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero telah menyiagakan 144 petugas untuk...
Satgassus Kejagung Studi Banding ke FBI
Saturday, 18 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengirim 10 orang dari Satuan Tugas Khusus...
Kejagung: Hasil Puslabfor Polri Takkan ''Ganggu'' Penyidikan Mandra
Wednesday, 15 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Tony Tribagus Spontana...
Harga Emas Anjlok ke USD 1.192 per Ounce
Wednesday, 15 April 2015

Chicago, GATRANews - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun...
Harga Gabah Terjun, Mentan Minta Bulog Segera Turun Tangan‏
Monday, 13 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Perum Badan Urusan Logistik...
APKLI Targetkan 4 Juta PKL Hingga April 2016
Monday, 13 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pendampingan pedagang kaki lima (PKL) di beberapa kawasan di DKI Jakarta telah...
Akhirnya KPK Tahan SDA
Friday, 10 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Menteri Agama, tersangka...
Politisi PDIP yang Ditangkap KPK Mantan Bupati Tanah Laut
Friday, 10 April 2015

Jakarta, GATRAnews- KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) atas tindak pidana suap yang...
Mantan Kepala Bapeda Rohil Tersangka Korupsi Jembatan
Friday, 10 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Tinggi Riau menetapkan mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan...
Kejagung Sita Rp 54 M dan US$ 8 Juta pada 2014
Friday, 10 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung menyatakan telah menyita Rp 54 milyar dan US$ 8.100.100 dalam...
Direktur Program TVRI Jadi Tersangka Kasus Korupsi
Thursday, 09 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung menetapkan Direktur Program dan Bidang Lembaga Penyiaran...
Revisi UU Migas Harus Mampu Dongkrak Penerimaan Negara‏
Thursday, 09 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah bersama DPR sedang melakukan pembahasan mengenai Revisi Undang...
Jaksa Agung: Satgassus Tangani 102 Kasus Korupsi
Thursday, 09 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, tim Satuan Tugas Khusus Penyelesaian dan...

Pendiri Partai Keadilan Laporkan Kuasa Hukum LHI

Jakarta, GATRAnews - Pendiri Partai Keadilan (PK) --cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera (PKS)-- Yusuf Supendi akan melaporkan Muhamad Assegaf dkk, kuasa hukum mantan Presiden Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak (LHI), ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan pencemaran nama baik.

"Insya Allah, Senin (11/2) pukul 11.00 WIB,  saya didampingi penasihat hukum, yakni Rahman Purba dan rekan-rekan, akan membuat laporan polisi di Bareskrim Mabes Polri, terlapor Mohamad Assegaf, Zainudin Paru," kata Yusuf, melalui pesan singkat kepada GATRAnews, di Jakarta, Senin (11/2).

Menurutnya, para penasihat hukum mantan Presiden PKS yang menjadi tersangka suap impor daging sapi itu, dilaporkan karena diduga melakukan penghinaan dan fitnah terhadap dirinya. "Dilaporkan terkait pasal penghinaan dan fitnah," tandas Yusuf.

Langkah tersebut diambil Yusuf karena kuasa hukum tersangka kasus suap impor daging sapi itu telah mencemarkan nama baiknya, dengan melakukan fitnah lewat perkataannya sebagaimana ditayangkan sebuah televisi swasta. Menurut Yusuf, Assegaf menyebutnya dipecat dari PKS sehingga membeberkan kebobrokan internal partai.

"Katanya saya sudah memfitnah partai. Ucapan itu tidak memiliki dasar yang kuat," kata Yusuf. Apabila sampai 3 x 24 jam Assegaf tidak meminta maaf, imbuhnya, maka ia akan mengadukan pencemaran nama baik itu ke Mabes Polri.

Yusuf merasa selama ini tidak pernah menerima surat pemecatan dari DPP PKS, yang bersulih nama dari PK. Namun begitu, ia mengakui pernah menerima sepucuk surat yang dikirimkan DPP PKS tertanggal 29 Desember 2009. Tapi surat tersebut diserahkan pada dirinya pada 28 November 2010.

"Selama hampir setahun surat itu tidak diserahkan. Makanya saya tidak mau menerima dan tidak mau membacanya," katanya.

Sebagaimana diberitakan, dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, yang ditayangkan secara langsung, pada Selasa (5/2), Assegaf menyebut Yusuf sakit hati dengan PKS. Karena itu ia kemudian membeberkan beberapa rahasia internal PKS kepada publik.

"Saya tidak pernah merasa sakit hati dengan PKS. Saya hanya terus mengkritisi petinggi-petinggi PKS, lantaran mereka telah berbuat dzolim dan melakukan pembohongan terhadap kader-kader PKS," tandas Yusuf. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?