GATRANEWS

Bupati Karawang dan Istrinya Dijebloskan ke Penjara
Friday, 18 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Bupati Karawang Ade Swara dan istrinya, Nurlatifah, harus mendekam di dalam...
KPK Tetapkan Bupati Karawang dan Istrinya Sebagai Tersangka Korupsi
Friday, 18 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Karawang Ade Swara (ASW)...
Nazaruddin Pemesan 400 BB untuk Kongres Demokrat
Thursday, 17 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pembagian ratusan ponsel pintar BlackBerry (BB) kepada sejumlah peserta...
Budi Mulya Terbukti Perkaya diri atau Bank Century
Wednesday, 16 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, menyatakan terdakwa...
Menteri PDT Irit Bicara Saat Hendak Diperiksa KPK
Wednesday, 16 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Helmi Faishal Zaini, irit bicara...
Disebut Tebar Duit, Fadli Laporkan Media Online ke Bareskrim
Monday, 07 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Fadli Zon,...
Polri Periksa Dua Penggagas Obor Rakyat
Friday, 04 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Setelah menetapkan Setiardi Budiono (SB) dan Darmawan Sepriyossa (DS),...
Polri Didesak Ungkap Dalang Obor Rakyat
Friday, 04 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Poempida Hidayatulloh, juru bicara Jusuf Kalla (JK), mengapresiasi langkah...
Dua Penggagas Obor Rakyat Jadi Tersangka
Friday, 04 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Bareskrim Mabes Polri menetapkan Setiardi Budiono (SB) alias Setiyardi dan...
Polisi Tetapkan Lima Tersangka Penganiayaan Siswa SMAN 3 Setiabudi
Monday, 30 June 2014

Jakarta, GATRAnews-Terkuak sudah pelaku penganiayaan terhadap Arfian Ceasary, 16 tahun, siswa SMAN...
Kejagung: Kasus TransJakarta Bukan Limpahan KPK
Friday, 27 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung menyatakan bahwa kasus korupsi pengadaan Bus TransJakarta dan...
Megawati Laporkan Media Terkait Pembicaraan Dengan Jaksa Agung
Monday, 23 June 2014

Jakarta, GATRAnews-Pembicaraan antara Megawati dan Jaksa Agung, Basrief Arief agar tidak menyeret ...
Tabloid Obor Rakyat Tidak Berizin, Kapolri: Ini Menjadi Pertimbangan Penyidik
Friday, 20 June 2014

Jakarta, GATRAnews-Kepala Kepolisian RI Jenderal Sutarman mengatakaan bahwa Tabloid Obor Rakyat...
Pembina Pesantren: Tabloid Obor Rakyat Picu Konflik Horizontal
Friday, 20 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Pembina Yayasan Pesantren Al Mizan, Maman Imanul Haq, menyampaikan...
Kejati DKI Tak Temukan Fakta Hukum Keterlibatan Menkop dalam Kasus Lift
Friday, 20 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta kembali mengusut kasus korupsi di Kementerian...
Jaksa Agung Laporkan Progres 98' ke Polisi
Thursday, 19 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung Basrief Arief melaporkan Progres 98' ke Polri, berkaitan dengan...
Faizal Bantah Politisir Rekaman Mega-Basrief
Thursday, 19 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Faizal Assegaf, Ketua Progres 98', membantah anggapan bahwa upayanya...
PDIP Siap Laporkan Penyebar Transkrip Mega-Basrief
Thursday, 19 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan akan melaporkan kasus diedarkannya...
Menag Lukman Minta KPK Tangguhkan Pemeriksaan Petugas Haji
Wednesday, 18 June 2014

Surabaya, GATRAnews - Menteri Agama yang baru dilantik, Lukman Hakim Saifuddin, meminta Komisi...
KPK Tetapkan Bupati Biak Tersangka Korupsi
Tuesday, 17 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Biak Numfor, Yesaya...

Pendiri Partai Keadilan Laporkan Kuasa Hukum LHI

Jakarta, GATRAnews - Pendiri Partai Keadilan (PK) --cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera (PKS)-- Yusuf Supendi akan melaporkan Muhamad Assegaf dkk, kuasa hukum mantan Presiden Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak (LHI), ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan pencemaran nama baik.

"Insya Allah, Senin (11/2) pukul 11.00 WIB,  saya didampingi penasihat hukum, yakni Rahman Purba dan rekan-rekan, akan membuat laporan polisi di Bareskrim Mabes Polri, terlapor Mohamad Assegaf, Zainudin Paru," kata Yusuf, melalui pesan singkat kepada GATRAnews, di Jakarta, Senin (11/2).

Menurutnya, para penasihat hukum mantan Presiden PKS yang menjadi tersangka suap impor daging sapi itu, dilaporkan karena diduga melakukan penghinaan dan fitnah terhadap dirinya. "Dilaporkan terkait pasal penghinaan dan fitnah," tandas Yusuf.

Langkah tersebut diambil Yusuf karena kuasa hukum tersangka kasus suap impor daging sapi itu telah mencemarkan nama baiknya, dengan melakukan fitnah lewat perkataannya sebagaimana ditayangkan sebuah televisi swasta. Menurut Yusuf, Assegaf menyebutnya dipecat dari PKS sehingga membeberkan kebobrokan internal partai.

"Katanya saya sudah memfitnah partai. Ucapan itu tidak memiliki dasar yang kuat," kata Yusuf. Apabila sampai 3 x 24 jam Assegaf tidak meminta maaf, imbuhnya, maka ia akan mengadukan pencemaran nama baik itu ke Mabes Polri.

Yusuf merasa selama ini tidak pernah menerima surat pemecatan dari DPP PKS, yang bersulih nama dari PK. Namun begitu, ia mengakui pernah menerima sepucuk surat yang dikirimkan DPP PKS tertanggal 29 Desember 2009. Tapi surat tersebut diserahkan pada dirinya pada 28 November 2010.

"Selama hampir setahun surat itu tidak diserahkan. Makanya saya tidak mau menerima dan tidak mau membacanya," katanya.

Sebagaimana diberitakan, dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, yang ditayangkan secara langsung, pada Selasa (5/2), Assegaf menyebut Yusuf sakit hati dengan PKS. Karena itu ia kemudian membeberkan beberapa rahasia internal PKS kepada publik.

"Saya tidak pernah merasa sakit hati dengan PKS. Saya hanya terus mengkritisi petinggi-petinggi PKS, lantaran mereka telah berbuat dzolim dan melakukan pembohongan terhadap kader-kader PKS," tandas Yusuf. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?