GATRANEWS

Anas: Tambang? Saya Beli di Pasar Rumput!
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Anas Urbaningrum membantah memiliki perusahaan tambang batubara di Kabupaten...
Tamu Hotel Tak Bayar Laporkan ke Polisi
Thursday, 17 April 2014

Denpasar, GATRAnews - Petugas satpam Hotel LV8 di Canggu, Kabupaten Badung, Bali, melaporkan empat...
Setelah Pelecehan, JIS Pasang CCTV Dekat Toilet
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengelola Jakarta Internasional School (JIS) Jakarta kini memasang kamera...
Polri Tetapkan 127 Tersangka Pelanggaran Pemilu
Tuesday, 15 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemilihan umum legislatif (pileg) 9 April pantas dibilang sarat akan...
Mantan Kadishub DKI Belum Jadi Tersangka Kasus TransJakarta
Friday, 11 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung belum menemukan indikasi keterlibatan...
Caleg DPR RI Menghilang Setelah Berutang Rp 1, 4 M
Wednesday, 09 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Suwiknyo, seorang calon legislator (caleg) DPR RI daerah pemilihan Jawa Timur,...
Tersangka Pembakar Hutan di Riau Tambah 2 Lagi
Sunday, 30 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Polda Riau menambah lagi dua tersangka kasus pembakaran lahan dan hutan di...
Dua Anak Buah Jokowi Jadi Tersangka Korupsi Bus TJ
Friday, 28 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung menetapkan dua Pegawai Negeri Sipil...
Tersangka Pembakar Lahan di Riau Kini Jadi 102 Orang
Friday, 28 March 2014

Pekanbaru, GATRAnews - Orang di belakang aksi pembakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau makin...
Orang Kepercayaan Akil Titip Rp 10 M dan US$ 500 Ribu
Tuesday, 25 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Selain menitipkan dana sebesar Rp 12 milyar dan dolar Amerika Serikat (AS)...
Orang Dekat Akil Titipkan Belasan Milyar Rupiah di Bank Kalbar
Monday, 24 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Muhtar Efendy, yang menurut jaksa penuntut umum dalam dakwaannya, merupakan...
Penipu Tembak Polisi Saat Penangkapan
Sunday, 23 March 2014

Semarang, GATRAnews - Nanang Setiawan, 26 tahun, buronan tersangka kasus penipuan, menembak Bripka...
Kejagung Janji Seret Semua Pelaku Korupsi Mark Up KY
Saturday, 22 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung akan mengusut semua pihak yang terlibat kasus korupsi dan...
Sembilan Orang Melapor ke KPK Soal Gratifikasi iPod
Saturday, 22 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Sembilan laporan masuk ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), berkaitan dengan...
Salah Tangkap, Tim Buser Pasuruan Dilaporkan ke Mabes Polri
Saturday, 22 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Sebanyak 15 orang anggota Tim Buru Sergap (Buser) Satuan Reserse Kriminal...
Budi Mulya dan Boediono Melawan Hukum dengan Tetapkan Century Sistemik
Friday, 21 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Terdakwa Budi Mulya selaku Deputi Bidang IV Pengelolaan Aset dan Moneter Bank...
Dilokalisir Polres Bogor, PRT Laporkan Pensiunan Jenderal ke Mabes Polri
Thursday, 20 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Polres Bogor disinyalir melokalisir kasus lain yang diduga dilakukan pasangan...
Pensiunan Jenderal Polisi dan Istrinya dilaporkan 16 PRT ke Bareskrim Polri
Wednesday, 19 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Enam belas Pembantu Rumah Tangga (PRT) melaporkan Mutiara Situmorang, istri...
Polda Riau Tetapkan 66 Tersangka dan Buru Pembakar Lahan Lainnya
Wednesday, 19 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Aparat Polda Riau dan jajarannya terus memburu para pelaku kasus pembakaran...
Bupati Indragiri Hulu Dilaporkan atas Dugaan Aksi Cabul
Wednesday, 19 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Seorang perempuan berinisial NP melaporkan Bupati Indragiri Hulu, Riau, Yopi...

Pendiri Partai Keadilan Laporkan Kuasa Hukum LHI

Jakarta, GATRAnews - Pendiri Partai Keadilan (PK) --cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera (PKS)-- Yusuf Supendi akan melaporkan Muhamad Assegaf dkk, kuasa hukum mantan Presiden Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak (LHI), ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan pencemaran nama baik.

"Insya Allah, Senin (11/2) pukul 11.00 WIB,  saya didampingi penasihat hukum, yakni Rahman Purba dan rekan-rekan, akan membuat laporan polisi di Bareskrim Mabes Polri, terlapor Mohamad Assegaf, Zainudin Paru," kata Yusuf, melalui pesan singkat kepada GATRAnews, di Jakarta, Senin (11/2).

Menurutnya, para penasihat hukum mantan Presiden PKS yang menjadi tersangka suap impor daging sapi itu, dilaporkan karena diduga melakukan penghinaan dan fitnah terhadap dirinya. "Dilaporkan terkait pasal penghinaan dan fitnah," tandas Yusuf.

Langkah tersebut diambil Yusuf karena kuasa hukum tersangka kasus suap impor daging sapi itu telah mencemarkan nama baiknya, dengan melakukan fitnah lewat perkataannya sebagaimana ditayangkan sebuah televisi swasta. Menurut Yusuf, Assegaf menyebutnya dipecat dari PKS sehingga membeberkan kebobrokan internal partai.

"Katanya saya sudah memfitnah partai. Ucapan itu tidak memiliki dasar yang kuat," kata Yusuf. Apabila sampai 3 x 24 jam Assegaf tidak meminta maaf, imbuhnya, maka ia akan mengadukan pencemaran nama baik itu ke Mabes Polri.

Yusuf merasa selama ini tidak pernah menerima surat pemecatan dari DPP PKS, yang bersulih nama dari PK. Namun begitu, ia mengakui pernah menerima sepucuk surat yang dikirimkan DPP PKS tertanggal 29 Desember 2009. Tapi surat tersebut diserahkan pada dirinya pada 28 November 2010.

"Selama hampir setahun surat itu tidak diserahkan. Makanya saya tidak mau menerima dan tidak mau membacanya," katanya.

Sebagaimana diberitakan, dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, yang ditayangkan secara langsung, pada Selasa (5/2), Assegaf menyebut Yusuf sakit hati dengan PKS. Karena itu ia kemudian membeberkan beberapa rahasia internal PKS kepada publik.

"Saya tidak pernah merasa sakit hati dengan PKS. Saya hanya terus mengkritisi petinggi-petinggi PKS, lantaran mereka telah berbuat dzolim dan melakukan pembohongan terhadap kader-kader PKS," tandas Yusuf. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?