GATRANEWS

Setelah Divonis 5 Tahun, Wawan Jadi Tersangka Korupsi
Friday, 22 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Setelah diganjar 5 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi karena...
Usut Korupsi Puskesmas, Kejagung Periksa 2 Petinggi Perusahaan
Thursday, 21 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung menjadwalkan pemeriksaan dua petinggi...
Tobas: Beberapa Alasan MK Takkan Kabulkan Gugatan Prabowo
Thursday, 21 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Pasangan presiden-cawapres terpilih berdasarkan rekapitulasi suara Komisi...
Bupati Tapteng Jadi Tersangka Korupsi Sengketa Pilkada
Thursday, 21 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng)...
Kasus Bullying di SMA 9, Polisi Masih Periksa Saksi
Monday, 18 August 2014

Jakarta, GATRAnews-Kasus kekerasan yang melibatkan kakak kelas terhadap yuniornya di sekolah...
Tiga Dirut Jadi Tersangka Korupsi Bus TransJakarta
Friday, 15 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Selain telah menetapkan Budi Susanto, Direktur Utama (Dirut) PT New Armada (PT...
Usai Periksa 60 Saksi, Kejagung Tetapkan 3 Pengusaha Jadi Tersangka
Friday, 15 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Kejaksaan Agung menetapkan tiga petinggi perusahaan rekanan pengadaan...
Dua Perwira Polda Jabar Tersangka Korupsi Judi Online
Thursday, 14 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Bareskrim Mabes Polri menetapkan dua perwira Polda Jawa Barat, AKBP...
Bertambah Lagi Satu Tersangka Korupsi TransJakarta
Thursday, 14 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung menetapkan Budi Susanto dari PT Mekar Jaya sebagai tersangka...
LPSK Bisa Berikan Perlindungan Darurat bagi Ketua KPU
Thursday, 14 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi (LPSK) Lily Pintauli Siregar meminta...
Polri Tak Istimewakan Laporan Penculikan Ketua KPU
Wednesday, 13 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) membantah telah mengistimewakan Ketua...
Taufik Enggan Klarifikasi ke Husni Soal Pengaduan Penculikan
Tuesday, 12 August 2014

Jakarta, GATRAnews - M Taufik, Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DKI Jakarta,...
Kubu Prabowo: Soal Penculikan, KPU Harusnya Klarifikasi Dulu
Tuesday, 12 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Eggy Sudjana, anggota tim kuasa hukum Prabowo-Hatta membantah bahwa Ketua DPD...
Eggy Pertanyakan Keseriusan Polri Usut Pelanggaran KPU
Tuesday, 12 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Eggy Sudjana, pengacara dari kubu Prabowo-Hatta, mempertanyakan keseriusan...
Gerindra Jatim Laporkan Kasus Pemukulan ke Komnas HAM‏
Saturday, 09 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Aksi demo pendukung pasangan Prabowo – Hatta di depan kantor Komisi...
Polisi Akan Konfrontir Sastrawan Sitok Dengan Korban
Friday, 08 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Polda Metro Jaya akan mengkonfrontir Sastrawan Sitok Srengenge dengan...
Pihak Swasta Segera Jadi Tersangka Korupsi TransJakarta
Friday, 08 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung akan mengusut pihak swasta yang...
Kenapa KPK Tak Juga Tahan SDA?
Thursday, 07 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) masih menghidup udara bebas,...
Polri Limpahkan Laporan Prabowo-Hatta ke Bawaslu
Thursday, 07 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Bareskrim Mabes Polri melimpahkan laporan Tim Pemenangan Prabowo...
KPK Panggil GM PT Tatar Kertabumi
Thursday, 07 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Samsuar, General Manager &...

Pendiri Partai Keadilan Laporkan Kuasa Hukum LHI

Jakarta, GATRAnews - Pendiri Partai Keadilan (PK) --cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera (PKS)-- Yusuf Supendi akan melaporkan Muhamad Assegaf dkk, kuasa hukum mantan Presiden Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak (LHI), ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan pencemaran nama baik.

"Insya Allah, Senin (11/2) pukul 11.00 WIB,  saya didampingi penasihat hukum, yakni Rahman Purba dan rekan-rekan, akan membuat laporan polisi di Bareskrim Mabes Polri, terlapor Mohamad Assegaf, Zainudin Paru," kata Yusuf, melalui pesan singkat kepada GATRAnews, di Jakarta, Senin (11/2).

Menurutnya, para penasihat hukum mantan Presiden PKS yang menjadi tersangka suap impor daging sapi itu, dilaporkan karena diduga melakukan penghinaan dan fitnah terhadap dirinya. "Dilaporkan terkait pasal penghinaan dan fitnah," tandas Yusuf.

Langkah tersebut diambil Yusuf karena kuasa hukum tersangka kasus suap impor daging sapi itu telah mencemarkan nama baiknya, dengan melakukan fitnah lewat perkataannya sebagaimana ditayangkan sebuah televisi swasta. Menurut Yusuf, Assegaf menyebutnya dipecat dari PKS sehingga membeberkan kebobrokan internal partai.

"Katanya saya sudah memfitnah partai. Ucapan itu tidak memiliki dasar yang kuat," kata Yusuf. Apabila sampai 3 x 24 jam Assegaf tidak meminta maaf, imbuhnya, maka ia akan mengadukan pencemaran nama baik itu ke Mabes Polri.

Yusuf merasa selama ini tidak pernah menerima surat pemecatan dari DPP PKS, yang bersulih nama dari PK. Namun begitu, ia mengakui pernah menerima sepucuk surat yang dikirimkan DPP PKS tertanggal 29 Desember 2009. Tapi surat tersebut diserahkan pada dirinya pada 28 November 2010.

"Selama hampir setahun surat itu tidak diserahkan. Makanya saya tidak mau menerima dan tidak mau membacanya," katanya.

Sebagaimana diberitakan, dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, yang ditayangkan secara langsung, pada Selasa (5/2), Assegaf menyebut Yusuf sakit hati dengan PKS. Karena itu ia kemudian membeberkan beberapa rahasia internal PKS kepada publik.

"Saya tidak pernah merasa sakit hati dengan PKS. Saya hanya terus mengkritisi petinggi-petinggi PKS, lantaran mereka telah berbuat dzolim dan melakukan pembohongan terhadap kader-kader PKS," tandas Yusuf. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?