GATRANEWS

Jaska Agung Belum Bisa Jawab Soal Deponering AS dan BW
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, belum bisa menjawab apakah akan...
Lulung: Saya Dilukai Ahok Sebut Maling
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Perseteruan antara Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama (Ahok) dan anggota...
DPRD Laporkan Ahok ke Bareskrim Pekan Depan
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kisruh APBD DKI Jakarta tahun anggaran 2015, DPRD DKI Jakarta berencana akan...
Bingung, Syahrini dan Hotman Salah Masuk Pintu
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Bareskrim Polri akhirnya memeriksa artis seksi Syahrini sebagai saksi...
KPK Optimis Bisa Tangani Perkara Yang Dilaporkan Ahok
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan optimis bisa menangani perkara...
KPK Siap Usut ''Dana Siluman'' APBD DKI
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap mengusut kasus "dana siluman" APBD...
Abraham Samad Jadi Tersangka Dalam Skandal 'Rumah Kaca'
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Bareskrim Polri menetapkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...
Ahok Laporkan ''Dana Siluman'' Bukan Agar Tak Dimakzulkan
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Gempa 7,1 Skala Richter (SR) mengguncang Flores Timur, pada pukul 20.45 WIB,...
DPRD Tak Gentar Dilaporkan Ahok ke KPK
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melaporkan kasus APBD DKI...
Ahok Sambangi KPK Laporkan APBD
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akhirnya melaporkan DPRD DKI...
Ahok Laporkan Dugaan Korupsi UPS ke KPK
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melaporkan adanya dugaan...
Pracico Tak Ingin Bisnis Syariah Kamuflase
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Pracico Multifinance akan terjun ke bisnis keuangan syariah, untuk...
Sidang Praperadilan SDA Gagal Digelar 4 Maret
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengadilan  Negeri Jakarta Selatan batal menggelar sidang praperadilan...
Mandra 'Si Doel' Yakin Akan Peroleh Keadilan
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa Mandra Naih terkait...
Kementerian ESDM Bantah Kelangkaan Elpiji 3 Kg
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman...
Kuasa Hukum Kwee Soal Kewenangan Pengadilan Tipikor Jakarta
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim kuasa hukum terdakwa Kwee Cahyadi Kumala alias Swie Teng menilai,...
Kemendag Gandeng JICA Tingkatkan Ekspor 300%
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemeritah melalui Kementerian Perdagangan menargetkan peningkatan ekspor...
PT PGE Minta Pemerintah Tetapkan Tarif Listrik Panas Bumi
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), Roni Gunawan meminta...
SDA Tuntut KPK Ganti Rugi Rp 1 T
Monday, 23 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Suryadharma Ali (SDA) memohon Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memerintahkan...
Dinilai Berlebihan, Kabareskrim Dipolisikan
Wednesday, 18 February 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri (Kabareskrim), Komisaris Jenderal...

Pendiri Partai Keadilan Laporkan Kuasa Hukum LHI

Jakarta, GATRAnews - Pendiri Partai Keadilan (PK) --cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera (PKS)-- Yusuf Supendi akan melaporkan Muhamad Assegaf dkk, kuasa hukum mantan Presiden Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak (LHI), ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan pencemaran nama baik.

"Insya Allah, Senin (11/2) pukul 11.00 WIB,  saya didampingi penasihat hukum, yakni Rahman Purba dan rekan-rekan, akan membuat laporan polisi di Bareskrim Mabes Polri, terlapor Mohamad Assegaf, Zainudin Paru," kata Yusuf, melalui pesan singkat kepada GATRAnews, di Jakarta, Senin (11/2).

Menurutnya, para penasihat hukum mantan Presiden PKS yang menjadi tersangka suap impor daging sapi itu, dilaporkan karena diduga melakukan penghinaan dan fitnah terhadap dirinya. "Dilaporkan terkait pasal penghinaan dan fitnah," tandas Yusuf.

Langkah tersebut diambil Yusuf karena kuasa hukum tersangka kasus suap impor daging sapi itu telah mencemarkan nama baiknya, dengan melakukan fitnah lewat perkataannya sebagaimana ditayangkan sebuah televisi swasta. Menurut Yusuf, Assegaf menyebutnya dipecat dari PKS sehingga membeberkan kebobrokan internal partai.

"Katanya saya sudah memfitnah partai. Ucapan itu tidak memiliki dasar yang kuat," kata Yusuf. Apabila sampai 3 x 24 jam Assegaf tidak meminta maaf, imbuhnya, maka ia akan mengadukan pencemaran nama baik itu ke Mabes Polri.

Yusuf merasa selama ini tidak pernah menerima surat pemecatan dari DPP PKS, yang bersulih nama dari PK. Namun begitu, ia mengakui pernah menerima sepucuk surat yang dikirimkan DPP PKS tertanggal 29 Desember 2009. Tapi surat tersebut diserahkan pada dirinya pada 28 November 2010.

"Selama hampir setahun surat itu tidak diserahkan. Makanya saya tidak mau menerima dan tidak mau membacanya," katanya.

Sebagaimana diberitakan, dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, yang ditayangkan secara langsung, pada Selasa (5/2), Assegaf menyebut Yusuf sakit hati dengan PKS. Karena itu ia kemudian membeberkan beberapa rahasia internal PKS kepada publik.

"Saya tidak pernah merasa sakit hati dengan PKS. Saya hanya terus mengkritisi petinggi-petinggi PKS, lantaran mereka telah berbuat dzolim dan melakukan pembohongan terhadap kader-kader PKS," tandas Yusuf. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?