GATRANEWS

Kejagung Sita Mobil Mewah dari PT SAI Terkait Korupsi Hambalang
Tuesday, 04 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung menyita mobil mewah, Toyota Aplhard...
Indocement Optimis Permintaan Semen Membaik pada Semester II
Monday, 03 August 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menyatakan optimis terhadap...
DKI Minta Kapal Pembuang Limbah di Kepulauan Seribu Ditangkap
Monday, 03 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI meminta kepolisian menangkap dua kapal...
Lima Tersangka Kasus Dwelling Time Mendekam di Polda Metro Jaya
Monday, 03 August 2015

Jakarta,GATRAnews-Sebanyak lima tersangka kasus dugaan korupsi, gratifikasi dan Tindak Pidana...
Kepala Biro Humas MPR: Sidang Tahunan MPR Merupakan Tradisi Ketatanegaraan yang Baik
Monday, 03 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Menurut Kepala Biro Humas MPR, Ma’ruf Cahyono, Sidang Tahunan MPR Tahun 2015...
OJK Desak Emiten dan Perusahaan Publik Terapkan Transparansi
Monday, 03 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau kepada 200 perusahaa emiten dan...
Soal Pasal Penghinaan Presiden Sudah Dibatalkan MK Muncul lagi di RUU KUHP
Monday, 03 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyodorkan 786 Pasal dalam RUU KUHP ke...
Ahok: Parkir Meter On Street Persiapan TPE
Monday, 03 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menyebut parkir di pinggir jalan atau on...
Mensos: BPJS Haram Masih Bisa Didiskusikan
Monday, 03 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menilai program Kartu Indonesia Sehat...
Saan Laporkan Harta Kekayaannya ke KPK Tanpa Restu Demokrat
Saturday, 01 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Parati Demokrat Saan Mustofa tetap...
Kemenpora Melaksanakan Penyusunan Laporan Triwulan II
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Ramidin Saragih, Kamis (30/7) pagi...
Ketua RT Partogi: Tak Aneh Kalau Pejabat Korupsi
Friday, 31 July 2015

Jakarta,GATRAnews-Rumah Partogi Pangaribuan kini menjadi perhatian warga sekitar. Warga setempat...
Buka Turnamen Biliar Antar Media, Menpora Jajal Bermain Bola 8
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menpora Imam Nahrawi hari Kamis (30/7) sore membuka secara simbolis Turnamen...
BI Tidak Khawatir Bencana Kekeringan Dongkrak Inflasi
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Bencana kekeringan dalam beberapa waktu terakhir menerpa beberapa wilayah...
Buntut Kasus ''Dwelling Time'' Rumah Dirjen Daglu Digeledah
Friday, 31 July 2015

Jakarta,GATRAnews- Satuan Tugas Khusus Polda Metro Jaya menggeledah rumah Direktur Jenderal...
Semester Pertama Serapan APBD DKI Buruk
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama mengakui serapan APBD 2015...
Dirjen Daglu Partogi Pangaribuan Jadi Tersangka kasus 'Dwelling Time'
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRANews - Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan tersangka terhadap Direktur Jenderal...
WIKA Ingin PMN Rp 7,2 Trilyun pada 2016
Thursday, 30 July 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menginginkan suntikan dana dari pemerintah melalui...
Tanpa Dua Alat Bukti, Penetapan Tersangka Dahlan Tidak Sah
Thursday, 30 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Penetapan mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan sebagai...
Made Widyana: Tidak Boleh Ada Dua Tim Penyidik di Perkara Dahlan
Thursday, 30 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Made Widyana mengatakan, tidak boleh ada dua tim penyidik untuk mengusut kasus...

Pendiri Partai Keadilan Laporkan Kuasa Hukum LHI

Jakarta, GATRAnews - Pendiri Partai Keadilan (PK) --cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera (PKS)-- Yusuf Supendi akan melaporkan Muhamad Assegaf dkk, kuasa hukum mantan Presiden Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak (LHI), ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan pencemaran nama baik.

"Insya Allah, Senin (11/2) pukul 11.00 WIB,  saya didampingi penasihat hukum, yakni Rahman Purba dan rekan-rekan, akan membuat laporan polisi di Bareskrim Mabes Polri, terlapor Mohamad Assegaf, Zainudin Paru," kata Yusuf, melalui pesan singkat kepada GATRAnews, di Jakarta, Senin (11/2).

Menurutnya, para penasihat hukum mantan Presiden PKS yang menjadi tersangka suap impor daging sapi itu, dilaporkan karena diduga melakukan penghinaan dan fitnah terhadap dirinya. "Dilaporkan terkait pasal penghinaan dan fitnah," tandas Yusuf.

Langkah tersebut diambil Yusuf karena kuasa hukum tersangka kasus suap impor daging sapi itu telah mencemarkan nama baiknya, dengan melakukan fitnah lewat perkataannya sebagaimana ditayangkan sebuah televisi swasta. Menurut Yusuf, Assegaf menyebutnya dipecat dari PKS sehingga membeberkan kebobrokan internal partai.

"Katanya saya sudah memfitnah partai. Ucapan itu tidak memiliki dasar yang kuat," kata Yusuf. Apabila sampai 3 x 24 jam Assegaf tidak meminta maaf, imbuhnya, maka ia akan mengadukan pencemaran nama baik itu ke Mabes Polri.

Yusuf merasa selama ini tidak pernah menerima surat pemecatan dari DPP PKS, yang bersulih nama dari PK. Namun begitu, ia mengakui pernah menerima sepucuk surat yang dikirimkan DPP PKS tertanggal 29 Desember 2009. Tapi surat tersebut diserahkan pada dirinya pada 28 November 2010.

"Selama hampir setahun surat itu tidak diserahkan. Makanya saya tidak mau menerima dan tidak mau membacanya," katanya.

Sebagaimana diberitakan, dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, yang ditayangkan secara langsung, pada Selasa (5/2), Assegaf menyebut Yusuf sakit hati dengan PKS. Karena itu ia kemudian membeberkan beberapa rahasia internal PKS kepada publik.

"Saya tidak pernah merasa sakit hati dengan PKS. Saya hanya terus mengkritisi petinggi-petinggi PKS, lantaran mereka telah berbuat dzolim dan melakukan pembohongan terhadap kader-kader PKS," tandas Yusuf. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?