GATRANEWS

Kejagung Periksa Komedian Mastur
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa komedia Mastur terakit kasus...
Muluskan Aksi Penipuan, Perusahan PT RPI Ikut Dalam Event Properti
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Polda Metro Jaya masih memburu Komisaris PT Royal Premier International (PT RPI)...
Kembalikan Kejayaan Indonesia seperti Zaman Sriwijaya
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua MPR menyatakan keprihatinannya menyaksikan pertikaian umat Islam di...
200 Pemda Diminta Segera Terbitkan Perda Dana Desa‏
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengharapkan seluruh pemerintah daerah...
Hadi Sebut Penetapan Tersangka Renggut Kebahagiaannya
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Hadi Poernomo menyebut penetapan status tersangkanya oleh Komisi Pemberantasan...
MPR Siapkan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Model Lemhanas.
Saturday, 23 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Setelah melakukan berbagai metode sosialisasi Empat Plar, Majelis...
Lima Investor Asing Tertarik Tanam Modal US$ 108 Juta di Sumatera Utara
Thursday, 21 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Investor berasal dari lima luar negeri Korea Selatan, Taiwan, Jepang,...
Pedagang Kaki Lima Gandeng Pasar Tohaga dan Sayaga Wisata Hadapi MEA 2015
Tuesday, 19 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) bekerjasama dengan PD Pasar Tohaga dan PT...
BI Rencana Perlonggar Kredit KPR
Tuesday, 19 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Bank Indonesia berencana melonggarkan kebijakan makroprudensial melalui revisi...
Pulang Jadi Pengusaha, 250 TKI Dilatih Kelola Keuangan
Monday, 18 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Sebanyak 250 tenaga kerja Indonesia (TKI) informal mendapat pelatihan...
Saksi Lupa Siapa yang Tetapkan Pemenang Proyek Bus TJ 2013
Monday, 18 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Kepegawaian Dinas Perhubungan (Dishub) DKI...
KPK Siap Tunjukkan Bukti Dasar Tersangkakan Hadi Poernomo
Monday, 18 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) siap menunjukkan bukti pemulaan yang cukup...
Satgassus Kejagung Studi Banding ke FBI di Amerika
Saturday, 16 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Sebanyak 10 anggota Satuan Tugas Khusus Penyelesaian dan Penanganan Perkara...
Jaksa Agung Ingatkan Penyidik Lebih Hati-Hati Tetapkan Tersangka
Saturday, 16 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung HM Prasetyo mengingatkan anak buahnya dan semua lembaga penegak...
Hatta Rajasa: UKM Dasar Pembangunan Bangsa
Saturday, 16 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan menko perekonomian Hatta Rajasa mengapresiasi digelarnya Pameran dan...
Putra Korban Pembunuhan Laporkan Oknum Polisi ke Propam Polri
Saturday, 16 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Robert Simanjuntak, putra mendiang Ny Dusun Mariana br Siagian, 68 tahun,...
ICW Minta KPK Segera Tersangkakan Lagi Eks Wali Kota Makassar
Friday, 15 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Peneliti hukum dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Lalola Easter menilai,...
Humas Pertamina: Harga BBM Tidak Naik Hari Ini
Friday, 15 May 2015

Jakarta, GATRANews - Kemarin, Kamis, pagi, beredar di media sosial surat yang menyatakan bahwa...
Margarito: Tunjukkan Alat Bukti Takkan Sulitkan Penyidikan
Thursday, 14 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pakar hukum tata negara Margarito Kamis mengatakan, menunjukkan alat bukti...
KPK Harus Buka Bukti Penetapan Tersangka
Thursday, 14 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpaksa harus membuka bukti-bukti...

Pendiri Partai Keadilan Laporkan Kuasa Hukum LHI

Jakarta, GATRAnews - Pendiri Partai Keadilan (PK) --cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera (PKS)-- Yusuf Supendi akan melaporkan Muhamad Assegaf dkk, kuasa hukum mantan Presiden Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak (LHI), ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan pencemaran nama baik.

"Insya Allah, Senin (11/2) pukul 11.00 WIB,  saya didampingi penasihat hukum, yakni Rahman Purba dan rekan-rekan, akan membuat laporan polisi di Bareskrim Mabes Polri, terlapor Mohamad Assegaf, Zainudin Paru," kata Yusuf, melalui pesan singkat kepada GATRAnews, di Jakarta, Senin (11/2).

Menurutnya, para penasihat hukum mantan Presiden PKS yang menjadi tersangka suap impor daging sapi itu, dilaporkan karena diduga melakukan penghinaan dan fitnah terhadap dirinya. "Dilaporkan terkait pasal penghinaan dan fitnah," tandas Yusuf.

Langkah tersebut diambil Yusuf karena kuasa hukum tersangka kasus suap impor daging sapi itu telah mencemarkan nama baiknya, dengan melakukan fitnah lewat perkataannya sebagaimana ditayangkan sebuah televisi swasta. Menurut Yusuf, Assegaf menyebutnya dipecat dari PKS sehingga membeberkan kebobrokan internal partai.

"Katanya saya sudah memfitnah partai. Ucapan itu tidak memiliki dasar yang kuat," kata Yusuf. Apabila sampai 3 x 24 jam Assegaf tidak meminta maaf, imbuhnya, maka ia akan mengadukan pencemaran nama baik itu ke Mabes Polri.

Yusuf merasa selama ini tidak pernah menerima surat pemecatan dari DPP PKS, yang bersulih nama dari PK. Namun begitu, ia mengakui pernah menerima sepucuk surat yang dikirimkan DPP PKS tertanggal 29 Desember 2009. Tapi surat tersebut diserahkan pada dirinya pada 28 November 2010.

"Selama hampir setahun surat itu tidak diserahkan. Makanya saya tidak mau menerima dan tidak mau membacanya," katanya.

Sebagaimana diberitakan, dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, yang ditayangkan secara langsung, pada Selasa (5/2), Assegaf menyebut Yusuf sakit hati dengan PKS. Karena itu ia kemudian membeberkan beberapa rahasia internal PKS kepada publik.

"Saya tidak pernah merasa sakit hati dengan PKS. Saya hanya terus mengkritisi petinggi-petinggi PKS, lantaran mereka telah berbuat dzolim dan melakukan pembohongan terhadap kader-kader PKS," tandas Yusuf. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?