GATRANEWS

BW: Seorang Pemimpin Harus Berani Ambil Risiko
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto menegaskan...
BW Bakal Laporkan Balik Sugianto
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto (BW) akan...
Polri Pastikan Takkan Geledah KPK
Saturday, 24 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Polri memastikan tidak akan menggeledah kantor Komisi Pemberantasan Korupsi...
Adnan Dipolisikan, KPK Terancam ''Lumpuh''
Saturday, 24 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terancam "lumpuh" jika semua komisionernya...
Polri Klaim Penangkapan BW Sesuai Prosedur
Friday, 23 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Belum diketahui pasti apakah Mabes Polri terlebih dahulu melayangkan surat...
Polri Punya 3 Alat Bukti Untuk Tersangkakan BW
Friday, 23 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Polri mengaku telah mengantongi 3 alat bukti untuk menetapkan Wakil Ketua...
Kementerian PUPR Bangun Irigasi Tambak Garam di Daerah Potensial
Thursday, 22 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Dalam mendukung upaya swasembada garam, Kementerian Pekerjaan Umum dan...
Tim Satgassus Kejagung Selidiki 30 Kasus Korupsi
Thursday, 22 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana...
Kejagung Takkan Istimewakan Sikap Pengacara Komjen Budi
Wednesday, 21 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung tidak akan mengistimewakan pernyataan sikap tim kuasa hukum...
Menkumham Kritik Waktu Penetapan Tersangka Budi Gunawan
Wednesday, 21 January 2015

Jakarta, GATRAnews- Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly mengkritik penetapan tersangka...
Kejagung: Kuasa Hukum Komjen Budi Bukan Laporkan Pimpinan KPK
Wednesday, 21 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim kuasa hukum tersangka Komjen Pol Budi Gunawan tidak melaporkan pimpinan...
Christopher, Si Pengemudi Maut Ditetapkan Sebagai Tersangka
Wednesday, 21 January 2015

Jakarta, GATRAnews-Christoper Daniel Sjarif, 23 tahun ditetapkan sebagai tersangka terkait tabrakan...
Penarikan Tunai di Jakarta Maksimal 25 Juta
Wednesday, 21 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Penarikan uang tunai (cash) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta...
KPK Imbau Kabareskrim Laporkan LHKPN
Wednesday, 21 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau seluruh penyelenggara negara,...
Kuasa Hukum Komjen Budi Tuding KPK Hanya Pencitraan
Wednesday, 21 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Razman Arif Nasution, kuasa hukum tersangka Komjen Pol Budi Gunawan, menilai...
Annas dan Politisi PAN Tersangka Korupsi RAPBD Riau
Tuesday, 20 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Gubernur Riau non aktif...
Sidik Kasus Komjen Budi, KPK Panggil Dua Perwira Polri
Monday, 19 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua anggota Polri untuk...
Trimedya Sayangkan Langkah KPK Tetapkan Tersangka pada Komjen Budi
Monday, 19 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP Trimedya Panjaitan menyayangkan...
"Desa Jambu Kristal" Didorong Dirikan BUMdes
Monday, 19 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes) Marwan...
APKLI Dukung Wagub DKI Tindak Toko Modern 24 Jam
Saturday, 17 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) mendukung Wakil Gubernur (Wagub) DKI...
Error
  • There was a problem loading image Rni_sompiKAdivHumasPolri_Adi%203.jpg

Pendiri Partai Keadilan Laporkan Kuasa Hukum LHI

Jakarta, GATRAnews - Pendiri Partai Keadilan (PK) --cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera (PKS)-- Yusuf Supendi akan melaporkan Muhamad Assegaf dkk, kuasa hukum mantan Presiden Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak (LHI), ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan pencemaran nama baik.

"Insya Allah, Senin (11/2) pukul 11.00 WIB,  saya didampingi penasihat hukum, yakni Rahman Purba dan rekan-rekan, akan membuat laporan polisi di Bareskrim Mabes Polri, terlapor Mohamad Assegaf, Zainudin Paru," kata Yusuf, melalui pesan singkat kepada GATRAnews, di Jakarta, Senin (11/2).

Menurutnya, para penasihat hukum mantan Presiden PKS yang menjadi tersangka suap impor daging sapi itu, dilaporkan karena diduga melakukan penghinaan dan fitnah terhadap dirinya. "Dilaporkan terkait pasal penghinaan dan fitnah," tandas Yusuf.

Langkah tersebut diambil Yusuf karena kuasa hukum tersangka kasus suap impor daging sapi itu telah mencemarkan nama baiknya, dengan melakukan fitnah lewat perkataannya sebagaimana ditayangkan sebuah televisi swasta. Menurut Yusuf, Assegaf menyebutnya dipecat dari PKS sehingga membeberkan kebobrokan internal partai.

"Katanya saya sudah memfitnah partai. Ucapan itu tidak memiliki dasar yang kuat," kata Yusuf. Apabila sampai 3 x 24 jam Assegaf tidak meminta maaf, imbuhnya, maka ia akan mengadukan pencemaran nama baik itu ke Mabes Polri.

Yusuf merasa selama ini tidak pernah menerima surat pemecatan dari DPP PKS, yang bersulih nama dari PK. Namun begitu, ia mengakui pernah menerima sepucuk surat yang dikirimkan DPP PKS tertanggal 29 Desember 2009. Tapi surat tersebut diserahkan pada dirinya pada 28 November 2010.

"Selama hampir setahun surat itu tidak diserahkan. Makanya saya tidak mau menerima dan tidak mau membacanya," katanya.

Sebagaimana diberitakan, dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, yang ditayangkan secara langsung, pada Selasa (5/2), Assegaf menyebut Yusuf sakit hati dengan PKS. Karena itu ia kemudian membeberkan beberapa rahasia internal PKS kepada publik.

"Saya tidak pernah merasa sakit hati dengan PKS. Saya hanya terus mengkritisi petinggi-petinggi PKS, lantaran mereka telah berbuat dzolim dan melakukan pembohongan terhadap kader-kader PKS," tandas Yusuf. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?