GATRANEWS

Sekda DKI: Dishub Pengguna Anggaran Bus TransJakarta
Monday, 29 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Fadjar Panjaitan, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi DKI...
Menkum HAM Minta Kasus Suap di Kementriannya Dilaporkan ke KPK
Monday, 29 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Amir Syamsuddin memerintahkan...
Mantan Petinggi Freeport Akui Komunikasi dengan Gubernur Papua
Saturday, 27 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Armando Mahle, mantan Direktur Utama PT Freeport Indonesia, mengakui pernah...
KPK Sita Rp 2 M dari Operasi Penangkapan Gubernur Riau
Friday, 26 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengungkapkan, uang...
Gubernur Annas dan Pengusaha Jadi Tersangka Korupsi
Friday, 26 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Gubernur Riau Annas...
Cabup dan Cawabup Lebak Tersangka Kasus Suap Akil
Friday, 26 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut pihak-pihak yang terlibat...
Dapat Dukungan, Anas Siap Hadapi Vonis Hakim
Wednesday, 24 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Dukungan dari istri, keluarga, teman, dan sahabat menjadikan terdakwa Anas...
DJP Ungkap Indikasi Perusahaan Pengguna Faktur Pajak Palsu
Wednesday, 24 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Direktorat Jenderal Pajak Kementrian Keuangan mengungkapkan beberapa ciri...
Demo Tolak Ahok, Polisi Minta FPI Tidak Anarkis
Tuesday, 23 September 2014

Jakarta, GATRAnews-Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menerima pemberitahuan akan adanya aksi dari...
Demo FPI Tolak Ahok, Polda Metro Kerahkan 300 Personel
Tuesday, 23 September 2014

Jakarta, GATRAnews-Front Pembela Islam (FPI) berencana akan melakukan aksi unjuk rasa menolak...
Jadi Saksi, Orangtua Ade Sarah: Siapkan Mental
Tuesday, 23 September 2014

Jakarta, GATRAnews- Orangtua dari Ade Sarah Angelina Suroto, Elisabeth dan Suroto tampak tenang...
Asian Games Incheon - Hari Ini Diharap Medali Bertambah
Tuesday, 23 September 2014

Incheon, GATRAnews – Hari ini, Minggu (21/9) para atlet Indonesia di Asian Games XVII di Incheon,...
Bantu Anak Kabur Dari Penjara, Ibu Dibui
Monday, 22 September 2014

Jakarta, GATRAnews-Kaburnya beberapa tahanan dari Polsek Pondok Gede, Bekasi beberapa waktu lalu...
Jaksa Tetapkan 9 Tersangka Korupsi Gardu PLN Rp 1,6 T
Friday, 19 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menetapkan 7 orang...
SDA Resmi Dilaporkan ke Polisi
Wednesday, 17 September 2014

Jakarta, GATRAnews-Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan(PPP) kubu Emron Pangkapi,...
Jero Wacik Berpeluang Dijerat Pasal TPPU
Thursday, 11 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menutup kemungkinan menjerat Jero...
UU Advokat Dinilai Masih Relevan
Tuesday, 09 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah dan DPR harus menghentikan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU)...
Kadin Minta KPK Selidiki 'Penikmat' Subsidi BBM
Tuesday, 09 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus menyelidiki kemungkinan pihak-pihak...
Mantan Petinggi PU DKI Jadi Tersangka Korupsi Saringan Sampah
Tuesday, 02 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung menetapkan Ery Basworo (EB), mantan...
Sutarman: Reskim Tak Lapor ke Kompolnas Soal ''ATM''
Monday, 01 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Kapolri Jenderal Pol Sutarman meyakini bahwa reskim bukan yang melaporkan ke...

Pendiri Partai Keadilan Laporkan Kuasa Hukum LHI

Jakarta, GATRAnews - Pendiri Partai Keadilan (PK) --cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera (PKS)-- Yusuf Supendi akan melaporkan Muhamad Assegaf dkk, kuasa hukum mantan Presiden Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak (LHI), ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan pencemaran nama baik.

"Insya Allah, Senin (11/2) pukul 11.00 WIB,  saya didampingi penasihat hukum, yakni Rahman Purba dan rekan-rekan, akan membuat laporan polisi di Bareskrim Mabes Polri, terlapor Mohamad Assegaf, Zainudin Paru," kata Yusuf, melalui pesan singkat kepada GATRAnews, di Jakarta, Senin (11/2).

Menurutnya, para penasihat hukum mantan Presiden PKS yang menjadi tersangka suap impor daging sapi itu, dilaporkan karena diduga melakukan penghinaan dan fitnah terhadap dirinya. "Dilaporkan terkait pasal penghinaan dan fitnah," tandas Yusuf.

Langkah tersebut diambil Yusuf karena kuasa hukum tersangka kasus suap impor daging sapi itu telah mencemarkan nama baiknya, dengan melakukan fitnah lewat perkataannya sebagaimana ditayangkan sebuah televisi swasta. Menurut Yusuf, Assegaf menyebutnya dipecat dari PKS sehingga membeberkan kebobrokan internal partai.

"Katanya saya sudah memfitnah partai. Ucapan itu tidak memiliki dasar yang kuat," kata Yusuf. Apabila sampai 3 x 24 jam Assegaf tidak meminta maaf, imbuhnya, maka ia akan mengadukan pencemaran nama baik itu ke Mabes Polri.

Yusuf merasa selama ini tidak pernah menerima surat pemecatan dari DPP PKS, yang bersulih nama dari PK. Namun begitu, ia mengakui pernah menerima sepucuk surat yang dikirimkan DPP PKS tertanggal 29 Desember 2009. Tapi surat tersebut diserahkan pada dirinya pada 28 November 2010.

"Selama hampir setahun surat itu tidak diserahkan. Makanya saya tidak mau menerima dan tidak mau membacanya," katanya.

Sebagaimana diberitakan, dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, yang ditayangkan secara langsung, pada Selasa (5/2), Assegaf menyebut Yusuf sakit hati dengan PKS. Karena itu ia kemudian membeberkan beberapa rahasia internal PKS kepada publik.

"Saya tidak pernah merasa sakit hati dengan PKS. Saya hanya terus mengkritisi petinggi-petinggi PKS, lantaran mereka telah berbuat dzolim dan melakukan pembohongan terhadap kader-kader PKS," tandas Yusuf. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?