GATRANEWS

Thomas Lembong Janjikan Pegawai Kemendag Tidak Tersangkut Kasus Korupsi
Thursday, 27 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan, Thomas Lembong menyatakan komitmennya untuk melakukan...
Semen Indonesia Akan Siapkan Rp 1 T Jika Buyback Saham
Wednesday, 26 August 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sedang mengkaji rencana pembelian kembali...
Ahok Bidik Gusur Pemukiman Liar Bukit Duri
Tuesday, 25 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Setelah Kampung Pulo, Jakarta Timur, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja...
MPR Isyaratkan akan Sempurnakan Lagi UUD 1945
Monday, 24 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Bambang Sadono mengisyaratkan kemungkinan UUD...
KPK Periksa Anak Buah OC Kaligis Terkait Suap PTUN Medan
Monday, 24 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Aldila Chereta Warganda selaku...
KPK Titipkan Mobil Kasus Suap PTUN di Rupbasan
Friday, 21 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah barang bukti...
Ketua dan Wakil Ketua DPRD Muba Jadi Tersangka Suap
Friday, 21 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan ketua DPRD Musi Bayuasin (Muba)...
Gerindra Sumringah Ahok Dilaporkan ke KPK
Friday, 21 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Partai Gerindra DKI Jakarta sumringah Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama...
Pembongkaran Rumah Di Kampung Pulo Tanpa Perlawanan Warga Hari Ini
Friday, 21 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Pembongkaran rumah warga di bantaran Kali Ciliwung wilayah Kampung Pulo,...
Bambang Sadono: MPR Serap Aspirasi Rakyat Untuk Penyempurnaan Konstitusi
Thursday, 20 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Badan Pengkajian MPR, Bambang Sadono, dalam Seminar Nasional yang...
Pria Ini Klaim Tak Pernah Terima Royalti dari Inul
Thursday, 20 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Martin Carter melaporkan empat perusahaan pengelola tempat karaoke ke Polda...
PPITKON Gelar Seminar Kajian Pengembangan Motorik Usia Dini
Wednesday, 19 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Pusat Pengembangan IPTEK dan Kesehatan Olahraga Nasional (PPITKON) Kemenpora...
Bursa Saham Shanghai Anjlok Lagi Rabu Pagi ini
Wednesday, 19 August 2015

Shanghai, GATRANews - Saham-saham Shanghai jatuh 2,70 persen pada pembukaan perdagangan Rabu pagi,...
Workshop Penyusunan Rencana Induk Asian Games 2018
Tuesday, 18 August 2015

Bandung, GATRAnews - Hari Selasa (4/8) malam, Sesmenpora Alfitra Salamm membuka Workshop Penyusunan...
DPRD Ingatkan Keamanan Balai Kota Jika Dibuka Untuk Umum
Tuesday, 18 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Rencana membuka Gedung Balai Kota untuk umum disambut baik oleh DPRD DKI....
BNI Akan Kelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit
Tuesday, 18 August 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyatakan akan mengelola dana...
OCK Dalilkan KPK Tetapkan Tersangka Tanpa Alat Bukti
Tuesday, 18 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Otto Cornelis Kaligis (OCK) menilai, Komisi Pemberantasan Kourupsi (KPK)...
Cegah Permainan Harga, Bulog Rahasiakan Kuota Impor Sapi
Saturday, 15 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Persero baru saja mendapatkan izin impor...
Sensasi Horor Jepang Diboyong ke Jakarta
Friday, 14 August 2015

Jakarta, GATRAnews - WakuWaku Japan menghadirkan rumah hantu ke Indonesia bertemakan Petak Umpet....
Rupiah Melemah, Menteri Saleh Targetkan Pertumbuhan Industri 6,8%
Friday, 14 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin menargetkan pertumbuhan industri sebesar...

Pendiri Partai Keadilan Laporkan Kuasa Hukum LHI

Jakarta, GATRAnews - Pendiri Partai Keadilan (PK) --cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera (PKS)-- Yusuf Supendi akan melaporkan Muhamad Assegaf dkk, kuasa hukum mantan Presiden Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak (LHI), ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan pencemaran nama baik.

"Insya Allah, Senin (11/2) pukul 11.00 WIB,  saya didampingi penasihat hukum, yakni Rahman Purba dan rekan-rekan, akan membuat laporan polisi di Bareskrim Mabes Polri, terlapor Mohamad Assegaf, Zainudin Paru," kata Yusuf, melalui pesan singkat kepada GATRAnews, di Jakarta, Senin (11/2).

Menurutnya, para penasihat hukum mantan Presiden PKS yang menjadi tersangka suap impor daging sapi itu, dilaporkan karena diduga melakukan penghinaan dan fitnah terhadap dirinya. "Dilaporkan terkait pasal penghinaan dan fitnah," tandas Yusuf.

Langkah tersebut diambil Yusuf karena kuasa hukum tersangka kasus suap impor daging sapi itu telah mencemarkan nama baiknya, dengan melakukan fitnah lewat perkataannya sebagaimana ditayangkan sebuah televisi swasta. Menurut Yusuf, Assegaf menyebutnya dipecat dari PKS sehingga membeberkan kebobrokan internal partai.

"Katanya saya sudah memfitnah partai. Ucapan itu tidak memiliki dasar yang kuat," kata Yusuf. Apabila sampai 3 x 24 jam Assegaf tidak meminta maaf, imbuhnya, maka ia akan mengadukan pencemaran nama baik itu ke Mabes Polri.

Yusuf merasa selama ini tidak pernah menerima surat pemecatan dari DPP PKS, yang bersulih nama dari PK. Namun begitu, ia mengakui pernah menerima sepucuk surat yang dikirimkan DPP PKS tertanggal 29 Desember 2009. Tapi surat tersebut diserahkan pada dirinya pada 28 November 2010.

"Selama hampir setahun surat itu tidak diserahkan. Makanya saya tidak mau menerima dan tidak mau membacanya," katanya.

Sebagaimana diberitakan, dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, yang ditayangkan secara langsung, pada Selasa (5/2), Assegaf menyebut Yusuf sakit hati dengan PKS. Karena itu ia kemudian membeberkan beberapa rahasia internal PKS kepada publik.

"Saya tidak pernah merasa sakit hati dengan PKS. Saya hanya terus mengkritisi petinggi-petinggi PKS, lantaran mereka telah berbuat dzolim dan melakukan pembohongan terhadap kader-kader PKS," tandas Yusuf. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?