GATRANEWS

KPK Geledah Rumah Mantan Gubernur Papua
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah milik mantan Gubernur...
Polda Metro 'Kebut' Berkas Sitok Srengenge
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Polda Metro Jaya 'kebut' merampungkan berkas perkara Sitok Srengenge....
Pengacara Konstitusi: Sengketa Pilkada di MA Bisa Perpanjang Ketidakpastian Hukum‏
Wednesday, 15 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Penanganan sengketa Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) oleh Mahkamah Agung...
KPK Panggil Mantan Bupati Lebak dan Hakim MK Terkait Korupsi Amir Hamzah
Wednesday, 15 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil beberapa orang penting untuk...
Kemenpora - HMI Gelar Diskusi Kepemudaan
Monday, 13 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Deputi Pengembangan Pemuda pada hari Kamis  (9/10) menggelar diskusi...
Magang Tenaga Teknis Industri Olahraga Pembuatan Bola
Monday, 13 October 2014

Bogor, GATRAnews – Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, Faisal Abdullah didampingi Asdep Industri...
Anak Buah Nazaruddin Mangkir dari Panggilan Kejagung
Friday, 10 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Gerhana Sianipar, mantan anak buah Muhammad Nazaruddin di Grup Permai, mangkir...
Dua Mantan Anak Buah EE Mangindaan Tersangka Korupsi
Wednesday, 08 October 2014

Jakarta, GATRAnews - MPR memilih mantan Menteri Perhubungan Evert Erenst (EE) Mangindaan sebagai...
Ini Modus Empat Anggota Polisi Gadungan Kelabuhi Korban
Monday, 06 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Polda Metro Jaya berhasil meringkus empat bandit yang mengaku sebagai anggota...
Sastrawan Sitok Srengenge Ditetapkan Sebagai Tersangka
Monday, 06 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Setelah berproses kurang lebih setahun, sastrawan Sitok Srengenge akhirnya...
Harta Kekayaan Setya Novanto Berjumlah Fantastis
Saturday, 04 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Setya Novanto, Ketua DPR RI periode 2014-2019 yang baru dilantik, diketahui...
Kapolda Tempatkan Anggotanya di Titik Rawan Kriminal
Friday, 03 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Unggung Cahyono telah menempatkan personel...
Sekda DKI: Dishub Pengguna Anggaran Bus TransJakarta
Monday, 29 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Fadjar Panjaitan, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi DKI...
Menkum HAM Minta Kasus Suap di Kementriannya Dilaporkan ke KPK
Monday, 29 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Amir Syamsuddin memerintahkan...
Mantan Petinggi Freeport Akui Komunikasi dengan Gubernur Papua
Saturday, 27 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Armando Mahle, mantan Direktur Utama PT Freeport Indonesia, mengakui pernah...
KPK Sita Rp 2 M dari Operasi Penangkapan Gubernur Riau
Friday, 26 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengungkapkan, uang...
Gubernur Annas dan Pengusaha Jadi Tersangka Korupsi
Friday, 26 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Gubernur Riau Annas...
Cabup dan Cawabup Lebak Tersangka Kasus Suap Akil
Friday, 26 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut pihak-pihak yang terlibat...
Dapat Dukungan, Anas Siap Hadapi Vonis Hakim
Wednesday, 24 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Dukungan dari istri, keluarga, teman, dan sahabat menjadikan terdakwa Anas...
DJP Ungkap Indikasi Perusahaan Pengguna Faktur Pajak Palsu
Wednesday, 24 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Direktorat Jenderal Pajak Kementrian Keuangan mengungkapkan beberapa ciri...

Pendiri Partai Keadilan Laporkan Kuasa Hukum LHI

Jakarta, GATRAnews - Pendiri Partai Keadilan (PK) --cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera (PKS)-- Yusuf Supendi akan melaporkan Muhamad Assegaf dkk, kuasa hukum mantan Presiden Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak (LHI), ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan pencemaran nama baik.

"Insya Allah, Senin (11/2) pukul 11.00 WIB,  saya didampingi penasihat hukum, yakni Rahman Purba dan rekan-rekan, akan membuat laporan polisi di Bareskrim Mabes Polri, terlapor Mohamad Assegaf, Zainudin Paru," kata Yusuf, melalui pesan singkat kepada GATRAnews, di Jakarta, Senin (11/2).

Menurutnya, para penasihat hukum mantan Presiden PKS yang menjadi tersangka suap impor daging sapi itu, dilaporkan karena diduga melakukan penghinaan dan fitnah terhadap dirinya. "Dilaporkan terkait pasal penghinaan dan fitnah," tandas Yusuf.

Langkah tersebut diambil Yusuf karena kuasa hukum tersangka kasus suap impor daging sapi itu telah mencemarkan nama baiknya, dengan melakukan fitnah lewat perkataannya sebagaimana ditayangkan sebuah televisi swasta. Menurut Yusuf, Assegaf menyebutnya dipecat dari PKS sehingga membeberkan kebobrokan internal partai.

"Katanya saya sudah memfitnah partai. Ucapan itu tidak memiliki dasar yang kuat," kata Yusuf. Apabila sampai 3 x 24 jam Assegaf tidak meminta maaf, imbuhnya, maka ia akan mengadukan pencemaran nama baik itu ke Mabes Polri.

Yusuf merasa selama ini tidak pernah menerima surat pemecatan dari DPP PKS, yang bersulih nama dari PK. Namun begitu, ia mengakui pernah menerima sepucuk surat yang dikirimkan DPP PKS tertanggal 29 Desember 2009. Tapi surat tersebut diserahkan pada dirinya pada 28 November 2010.

"Selama hampir setahun surat itu tidak diserahkan. Makanya saya tidak mau menerima dan tidak mau membacanya," katanya.

Sebagaimana diberitakan, dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, yang ditayangkan secara langsung, pada Selasa (5/2), Assegaf menyebut Yusuf sakit hati dengan PKS. Karena itu ia kemudian membeberkan beberapa rahasia internal PKS kepada publik.

"Saya tidak pernah merasa sakit hati dengan PKS. Saya hanya terus mengkritisi petinggi-petinggi PKS, lantaran mereka telah berbuat dzolim dan melakukan pembohongan terhadap kader-kader PKS," tandas Yusuf. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?