GATRANEWS

Kejagung Siapkan 20 Jaksa untuk KPK
Friday, 19 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung akan mengirim 20 jaksa ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),...
Mantan Sekjen ESDM ''Resmi'' Kenakan Rompi Oranye KPK
Friday, 19 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Setelah menjalani pemeriksaan sekitar 11 jam di kantor Komisi Pemberantasan...
Mobil, Emas, dan Tanah Gayus Akan Dilelang Pekan Depan
Thursday, 18 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung akan melelang berbagai harta...
Polda Metro Gerebek Pabrik Minuman Oplosan
Tuesday, 16 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Aparat Polda Metro Jaya menggerebek pabrik minuman keras oplosan dengan...
KPK Dalami Peran Zulkifli Hasan
Tuesday, 16 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami dugaan keterlibatan Zulkifli...
KPK Cekal Bupati Lombok Barat
Friday, 12 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Selain menyematkan status tersangka terhadap Zaini Arony, Komisi Pemberantasan...
Bupati Lombok Barat Jadi Tersangka Korupsi
Friday, 12 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Lombok Barat Zaini Arony...
Sebanyak 20 Terpidana Mati Menanti Grasi dari Presiden
Wednesday, 10 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Sebanyak 20 terpidana mati tengah menunggu keputusan Presiden Joko Widodo...
Mahfud MD Tak Mengerti Fuad Amin Kerap Lolos dari Kejaksaan
Monday, 08 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) menyebut kabar Ketua DPRD...
Bonaran Yakin Pertemuan BW-Akil Tindak Pidana
Wednesday, 03 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Bupati Tapanuli Tengah non aktif, Raja Bonaran Situmeang, "kekeuh" menyebut...
PSHK Desak DPR Segera Pilih Pimpinan KPK
Tuesday, 02 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) mendesak DPR segera memilih...
Kejagung Periksa Udar Sebagai Saksi Proyek Pengadaan Bus TransJakarta
Tuesday, 02 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa Udar Pristono, tersangka...
KPK Ungkap 6 Titik Potensi Korupsi Dana Optimalisasi
Tuesday, 02 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyimpulkan, minimal ada enam titik...
Hendarman Supandji Temui Jaksa Agung Prasetyo
Thursday, 27 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Jaksa Agung Hendarman Supandji bersilaturahim dengan Jaksa Agung HM...
Kemenkum HAM Siapkan Permen Majelis Kehormatan Notaris
Tuesday, 18 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) tengah merancang...
Jaksa Masih Cek Apartemen, Rumah, dan Mobil Gayus
Tuesday, 18 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa eksekutor dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat dan Pusat Pemulihan Aset...
Seluruh Harta Gayus Disita
Tuesday, 18 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa eksekutor dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat dibantu Pusat Pemulihan...
Kejagung Tak Ambil Pusing Udar Polisikan Jaksa
Saturday, 15 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung Muda Pidana Khusus R Widyo Pramono menegaskan, pihaknya tidak...
Gasak ATM Perampok Lumpuhkan CCTV dengan Cat Semprot
Friday, 14 November 2014

Bandung, GATRAnews - Pelaku pembobol anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Mandiri di sebuah SPBU di...
Kejagung : Udar Tak Perlu Polisikan Jaksa
Friday, 14 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung menilai tersangka Udar Pristono tak perlu melaporkan jaksa ke...

Pendiri Partai Keadilan Laporkan Kuasa Hukum LHI

Jakarta, GATRAnews - Pendiri Partai Keadilan (PK) --cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera (PKS)-- Yusuf Supendi akan melaporkan Muhamad Assegaf dkk, kuasa hukum mantan Presiden Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak (LHI), ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan pencemaran nama baik.

"Insya Allah, Senin (11/2) pukul 11.00 WIB,  saya didampingi penasihat hukum, yakni Rahman Purba dan rekan-rekan, akan membuat laporan polisi di Bareskrim Mabes Polri, terlapor Mohamad Assegaf, Zainudin Paru," kata Yusuf, melalui pesan singkat kepada GATRAnews, di Jakarta, Senin (11/2).

Menurutnya, para penasihat hukum mantan Presiden PKS yang menjadi tersangka suap impor daging sapi itu, dilaporkan karena diduga melakukan penghinaan dan fitnah terhadap dirinya. "Dilaporkan terkait pasal penghinaan dan fitnah," tandas Yusuf.

Langkah tersebut diambil Yusuf karena kuasa hukum tersangka kasus suap impor daging sapi itu telah mencemarkan nama baiknya, dengan melakukan fitnah lewat perkataannya sebagaimana ditayangkan sebuah televisi swasta. Menurut Yusuf, Assegaf menyebutnya dipecat dari PKS sehingga membeberkan kebobrokan internal partai.

"Katanya saya sudah memfitnah partai. Ucapan itu tidak memiliki dasar yang kuat," kata Yusuf. Apabila sampai 3 x 24 jam Assegaf tidak meminta maaf, imbuhnya, maka ia akan mengadukan pencemaran nama baik itu ke Mabes Polri.

Yusuf merasa selama ini tidak pernah menerima surat pemecatan dari DPP PKS, yang bersulih nama dari PK. Namun begitu, ia mengakui pernah menerima sepucuk surat yang dikirimkan DPP PKS tertanggal 29 Desember 2009. Tapi surat tersebut diserahkan pada dirinya pada 28 November 2010.

"Selama hampir setahun surat itu tidak diserahkan. Makanya saya tidak mau menerima dan tidak mau membacanya," katanya.

Sebagaimana diberitakan, dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, yang ditayangkan secara langsung, pada Selasa (5/2), Assegaf menyebut Yusuf sakit hati dengan PKS. Karena itu ia kemudian membeberkan beberapa rahasia internal PKS kepada publik.

"Saya tidak pernah merasa sakit hati dengan PKS. Saya hanya terus mengkritisi petinggi-petinggi PKS, lantaran mereka telah berbuat dzolim dan melakukan pembohongan terhadap kader-kader PKS," tandas Yusuf. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?