Emirsyah Janji Akan Selalu Kooperatif dengan KPK

Jakarta, GATRAnews - Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar berjanji akan terus kooperatif dengan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam prosed hukum kasus suap pembelian mesin pesawat Rolls-Royce. "Kami kooperatif, apa adanya agar proses ini bisa lebih cepat. Tentunya kami harapkan agar tidak mengganggu [operasional Garuda]," kata Emirsyah, usai menjalani pemeriksaan, di KPK, Jakarta, Jumat (17/2).

Untuk memenuhi panggilan penyidik, Emirsyah tiba di KPK sekitar pukul 09.30 WIB, kemudian menjalani pemeriksaan dan keluar gedung lembaga antirasuah sekitar pukul 17.45 WIB.

Emirsyah mengatakan, akan mengikuti semua ketentuan dan proses hukum yang berlaku serta bekerja sama untuk mengungkap kasus ini sesuai dengan fakta yang sebenarnya, khususnya tetang pembelian mesin pesawat.

Sebagai Dirut Garuda, Emirsyah mengatakan, selalu menerapkan prinsip good corporate governance (GCG) serta menaati seluruh proses, prosedur, dan ketentuan yang berlaku dalam pembelian mesin pesawat. Jikapun terdapat hal yang dinilai atau dipertimbangkan sebagai hal di luar prosedur, ia siap mempertanggungjawabkannya.

"Prosesnya sudah sesuai aturan," jelasnya.

Harapannya, proses hukum kasus ini berlangsung cepat agar tidak mengganggu atau merugikan PT Garuda Indonesia yang menjadi perusahaan terbuka dan menjadi milik publik sejak tahun 2011 lalu.

Sementara kuasa hukum tersangka Emirsyah, Luhut MP Pangaribuan, mengatakan, kliennya menjawab 17 pertanyaan yang disodorkan penyidik KPK pada pemeriksaan ini.

Emirsyah sudah memberikan keterangan apa adanya kepada penyidik KPK. "Beliau akan membantu KPK untuk menyelesaikan kasus ini dengan baik," ujarnya usai mendamping Emirsyah menjalani pemeriksaan.

Dalam pemeriksaan hari ini, lanjut Luhut, pertanyaan penyidik belum menyentuh inti perkara. "Tapi intinya  akan bekerja sama dengan KPK dan mengungkapkan apa adanya."

Sedangkan saat memimpin Garuda, Emirsyah mewujudkan maskapai yang kompetitif di dunia internasional sehingga meraih berbagai penghargaan tingkat dunia, di antaranya The World's Most Improved Airlines (2010), The World's Best Regional Airlines (2011),  The World's Best Economy Class (2013), dan The World's Best Cabin Crew (2014).

Bukan hanya itu, jelang masa kepemimpinannya di akhir 2014, Emirsyah menghantarkan Garuda menduduki peringkat ketujuh tertinggi yang pernah dicapai Garuda dari 234 penerbangan dunia dan menempatkan Garuda dalam jajaran elite The Five Star Airlines yang saat itu hanya terdiri atas tujuh penerbangan internasional atau dunia.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Share this article