GATRANEWS

KPK Belum Tahan Hassan Widjaja karena Alasan Kemanusiaan
Saturday, 25 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menahan tersangka Hassan Widjaja,...
KPK Periksa Bupati Tanah Laut dan Geledah Kantornya
Saturday, 25 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa Bupati Tanah Laut, Bambang...
Kejagung Tangkap Direktur PT Harbaindo Sakti
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim Intelijen Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Cikarang menangkap Direktur...
Abdullah Minta Polri Segera Tangani Kasus BG
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua...
KPK Jeboloskan 2 Pejabat PT Bursa Berjangka ke Tahanan
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan dua pejabat PT Bursa Berjangka...
Papi Mike Sediakan PSK Mahasiswi-Karyawan Lewat Twitter
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Tim Unit Vice Control (VC) Subdit Kejahatan dan Kekerasan Ditreskrimum Polda...
Eks Penasehat KPK: Pelantikan BG Turunkan Wibawa Polri
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua...
Setelah ''Masuk Tuh Barang'', Sutan: ''How Come Gitu Loh?''
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Setelah melontarkan "Ngeri-ngeri sedap" dan "Masuk tuh barang", Sutan...
Kejagung Terbitkan Surat Perintah Eksekusi Terpidana Mati
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Setelah sekian lama tidak ada kepastian tentang waktu pelaksanaan eksekusi...
Ini Alasan Hadi Cabut Praperadilan Terhadap KPK
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan Ketua Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), Hadi Poernomo mencabut...
KPK Bakal Panggil Pihak BCA Terkait Kasus Pajak
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa pihak PT Bank Central Asia...
Cegah Korupsi Dana Desa, Kemendes PDTT Gandeng SETARA dan JPI
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes...
KPK Tak Jawab Keberatan Sutan, Anggota Komisi VII Tak Jadi Tersangka
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GARTRAnews - Jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mau...
Jaksa KPK Punya Bukti Sutan Terima Duit dan Alphard
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim jaksa penuntut umum dari Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) menepis dalih...
Dugaan Korupsi RSU Bengkulu, Gubernur Bengkulu Terlibat?
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Bareskrim Mabes Polri terus mengintensifkan penyidikan kasus dugaan korupsi...
BW Tertawa Saat Ditanya Soal Pelantikan BG
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Bambang Widjojanto...
Jaksa KPK: Suap Sutan Dollar AS Bukan Pidana Internasional
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim kuasa hukum terdakwa Sutan Bhatoegana dalam eksepsinya mendalilkan, bahwa...
Jaksa KPK: Alasan Politis Sutan Modus Lama
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai tudingan...
KPK Periksa Tersangka Hadi Poernomo Terkait Kasus Pajak BCA
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Badan Pemeriksa Keuangan...
Terdakwa Kasus Vaksin Flu Burung Ajukan Pembelaan
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Terdakwa Tunggul Parningotan Sihombing dan tim kuasa hukumnya akan mengajukan...

Kejagung Tangkap Mantan Karyawan BNI Tolitoli

Jakarta, GATRAnews - Tim Satuan Tugas (Satgas) Kejaksaan Agung berhasil meringkus mantan karyawan Bank Negara Indonesia 1946 (BNI) Tolitoli, Yulius Dama, sebagai tersangka kasus korupsi kredit perbankan di bank tersebut, yang merugikan negara Rp 1,7 miliar.

"Tim Satgas Kejagung berhasil mengamankan DPO asal Kejati Sulawesi Tengah Kejari Tolitoli, Yulius Dama," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi, di Jakarta, Rabu (13/2).

Menurutnya, mantan pimpinan BNI Cabang Tolitoli itu, ditangkap di kediamanya di Perum Modernland, Cluster Navarra 5 No 6, Cipondoh, Tangerang, Banten. "Ditangkap 12 Februari 2013, pukul 18.10 WIB," pungkasnya.

Kasus ini terkait penyaluran kredit yang tak sesuai standar operasional prosedur (SOP) sekira Rp 14 miliar, di Bank BNI Tolitoli.

Hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyebutkan, kerugian negara atas perbuatan Yulius sebesar Rp 1,7 milyar. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?