GATRANEWS

Kejagung Belum Pastikan Terima Pelimpahan Kasus Hadi
Thursday, 28 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung belum bisa memastikan akan menerima pelimpahan perkara Hadi...
Kejagung Periksa Bos Mega Prima Terkait Korupsi Kontrasepsi
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa Direktur PT Mega Prima Citra...
Kejagung Usut Peran PT Hakayo dalam Pengadaan Kontrasepsi
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa Direktur Utama (Dirut) PT...
Penyidik Periksa Mastur Soal 4 Paket Program TVRI
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa komedian Mastur, yang...
Peran Industri Tuna Makin Strategis
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (Dirjen P2HP)...
Gunakan Dana Asing, ICW Diadukan ke Bareskrim Polri
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Indonesia Corruption Watch (ICW) dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri oleh LSM...
Saksi Korupsi Kondensat, Mantan Dirjen Migas: No Comment
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Mantan Dirjen Migas Evita Legowo enggan berkomentar saat wartawan menanyakan...
PSHK: KPK Harus Segera Sikapi Putusan Praperadilan Hadi
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus segera menyikapi putusan praperadilan...
Abdullah Khawatir Putusan Haswandi jadi Stigma Buruk
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews - ‎Mantan Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua,...
Abdullah: Putusan Haswandi Ketidakpastian Hukum
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua...
KPK: Dalam Putusan Haswandi Terdapat Kekhilafan
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan melakukan perlawan hukum...
Atut Jalani Pemeriksaan KPK Terkait Korupsi Alkes
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah masih harus berurusan dengan Komisi...
KPK Kembali Periksa Bupati Tanah Laut
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Bupati Tanah Laut,...
Kejagung Periksa Komedian Mastur
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa komedian Mastur, yang...
Bareskrim Periksa Mantan Dirjen Migas Besok
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews- Penyidik  Bareskrim Polri akan memeriksa mantan Direktorat Jenderal Minyak dan...
Ruki: Putusan Haswandi Bertentangan dengan UU KPK
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Plt Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiqurrachman Ruki menegaskan,...
Putusan Haswandi Paksa KPK Moratorium Penyelidikan dan Penyidikan Korupsi
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Putusan praperadilan Hakim tunggal Haswandi menjadikan proses penyelidikan dan...
Johan: Putusan Haswandi Timbulkan Ketidakpastian Hukum
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Plt Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi menilai, putusan...
Anggota Ranmor Polres Jakarta Barat Tertangkap Pesta Sabu
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Polda Metro Jaya akhirnya membenarkan salah satu oknum anggotanya terlibat dalam...
Putusan Praperadilan Hadi Picu Terpidana KPK Ajukan PK
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Anggota Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai, putusan hakim...

Kejagung Tangkap Mantan Karyawan BNI Tolitoli

Jakarta, GATRAnews - Tim Satuan Tugas (Satgas) Kejaksaan Agung berhasil meringkus mantan karyawan Bank Negara Indonesia 1946 (BNI) Tolitoli, Yulius Dama, sebagai tersangka kasus korupsi kredit perbankan di bank tersebut, yang merugikan negara Rp 1,7 miliar.

"Tim Satgas Kejagung berhasil mengamankan DPO asal Kejati Sulawesi Tengah Kejari Tolitoli, Yulius Dama," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi, di Jakarta, Rabu (13/2).

Menurutnya, mantan pimpinan BNI Cabang Tolitoli itu, ditangkap di kediamanya di Perum Modernland, Cluster Navarra 5 No 6, Cipondoh, Tangerang, Banten. "Ditangkap 12 Februari 2013, pukul 18.10 WIB," pungkasnya.

Kasus ini terkait penyaluran kredit yang tak sesuai standar operasional prosedur (SOP) sekira Rp 14 miliar, di Bank BNI Tolitoli.

Hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyebutkan, kerugian negara atas perbuatan Yulius sebesar Rp 1,7 milyar. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?