Arif Budi Akui Bertemu dengan Mohan di Solo

Jakarta, GATRAnews - Arif Budi Sulistyo, dalam kesaksiannya pada sidang kasus pajak, tak menampik telah bertemu dengan Ramapanicker Rajamohanan Nair (Mohan) di Solo. Arif mengatakan itu saat bersaksi untuk Mohan, Country Director PT EK Prima Ekspor Indonesia (EKP) yang menjadi terdakwa kasus suap penghapusan pajak, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (20/3).

Menurut Arif, pertemuan itu terjadi setelah ia menjemput Mohan bersama sekretarisnya, serta pengusaha bernama Rudi Prijambodo, dari Badara Adi Sumarmo, Solo.

"Di situ ada Pak Rudi Prijambodo sama staf perempuan [Sekretaris Mohan], ketemu di salah satu rumah makan di Solo, rumah makan Cianjur," kata adik ipar Presiden Joko Widodo itu.

Sedangkan soal ikutnya Rudi bersama Mohan, Arif mengaku atas permintaannya karena Rudi akan ada urusan bisnis di Surabaya. Sedangkan pertamuan dengan Mohan untuk membahas tentang pembelian lahan untuk jambu mete dan mendirikan pabrik.

"Kalau tidak salah awal bulan november, Pak Mohan pernah ketemu dengan saya, untuk [membahas] investasi jambu mete," katanya.

Arif mengaku menjemput Mohan dan kawan-kawan di Bandara Adi Sumarmo. Sedangkan saat jaksa penuntut umum KPK menanyakan, apakah dalam pertemuan itu ada pembicaraan soal Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus, Muhammad Haniv, Arif mengatakan, "Seingat saya tidak pernah," katanya.

Jaksa juga menanyakan, apakah ada mobil lain yang digunakan untuk menjemput Mohan dan kawan-kawan dari Bandara, Arif mengatakan, tidak ada alias hanya satu mobil.

Kemudian, saat jaksa menanyakan keberadaan tas yang dibawa Mohan setelah tiba di Rumah Makan Cianjur di Solo, Arif mengakatakan, semua barang diturunkan dari mobil.

"Setelah kita masuk ke rumah makan, setelah itu, semua barang diturunkan, karena kita mau pisah," kata Arif.

Pada persidangan sebelumnya, Mohan membawa dua koper uang yang disebut-sebut berjumlah sekitar Rp 1,5 milyar. Sekretaris Mohan menyebut bosnya tidak membawa kedua tas tersebut saat kembali ke Jakarta.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

 

Share this article