GATRANEWS

Perlambatan Ekonomi Pengaruhi Perusahaan Modal Ventura
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Nilai aset industri modal ventura pada kuartal I 2015 mengalami penurunan...
Hadi Poernomo Klaim Untungkan Negara Rp 10 T
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan Dirjen Pajak Hadi Poernomo, yang kini menjadi tersangka kasus korupsi...
Hadi Poernomo Rugikan Negara Rp 2 T
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Saksi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan, perbuatan tersangka...
Menkeu Pimpin Pemusnahan 5 juta Batang Rokok
Friday, 22 May 2015

Makassar, GATRANews - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memimpin pemusnahan barang bukti hasil...
Pertamina Tawarkan Listrik dan Gas ke DKI Jakarta
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan minyak negara, PT Pertamina menawarkan pasokan listrik dan gas bagi...
Penting! Kepastian Regulasi untuk Investasi
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 yang berlaku pada Desember 2015...
Kerugian Negara Kasus BCA Rp 375 M dari Audit IBI
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Hasil audit dari Inspektorat Bidang Investigasi (IBI) Kementerian Keuangan...
Abraham P. Liyanto: Generasi Muda Jangan Lengah
Friday, 22 May 2015

Kupang, GATRAnews - Pimpinan Kelompok DPD RI di MPR RI Abraham Paul Liyanto tegaskan bahwa generasi...
Wakil Ketua MPR: Batik Harus Terus Dimasyarakatkan
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kemajuan Ilmu Pengetahun dan teknologi, membuat batas-batas wilayah negara...
Naik Peringkat Jadi ''Positive'' dari S&P, Ini Komentar Menteri Bambang
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Lembaga pemeringkatan internasional Standard and Poor's (S&P) menaikkan...
Naik Peringkat Jadi ''Positive'' dari S&P, Ini Komentar Menteri Bambang
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Lembaga pemeringkatan internasional Standard and Poor's (S&P) menaikkan...
Realisasi Pendapatan Negara Rp502,7 Trilyun
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, realisasi pendapatan negara...
Realisasi Pendapatan Negara Rp502,7 Trilyun
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, realisasi pendapatan negara...
Suka Atau Tidak, Mengelola Sumber Daya Alam Butuh Investor
Thursday, 21 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Investor-investor di bidang sumber daya alam (SDA) di seluruh dunia umumnya...
Bareskrim Periksa Dirut BCA Terkait Korupsi Paspor Elektronik
Thursday, 21 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Bareskrim Polri memeriksa Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk,...
Ditopang Penerimaan Pajak, Pendapatan Negara Tercatat Capai Rp 502,7 Triliun per 20 Mei‏
Thursday, 21 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengumumkan pendapatan...
Kemendag Targetkan Ekspor Makanan Olahan US$8,9 Milyar
Thursday, 21 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Perhelatan Sidang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Filipina menjadi...
Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,8-6,2% Tahun 2016
Thursday, 21 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, mengatakan...
Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,8-6,2% Tahun 2016
Thursday, 21 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, mengatakan...
Harga Emas Naik Tipis ke 1.208 per Ounce
Thursday, 21 May 2015

Chicago, GATRANews - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada...

Rugikan Negara Triliunan Rupiah, 26 Perusahaan Diperiksa Mabes Polri

Jakarta, GATRAnews - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan pihaknya segera melakukan pemeriksaan kepada 26 perusahan yang diduga terindikasi melakukan pelanggaran operasional sehingga merugikan negara mencapai puluhan miliar Rupiah. 

 

Pemeriksaan tersebut berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 2011. "Kita sudah terima, jadi penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri,sedang meneliti. Ada 26 perusahan ya," ujarnya kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat (1/3). 

 

Boy menjelaskan, perusahan-perusahan yang diperiksa tersebut, mayoritas bergerak dalam bidang pertambangan, kehutanan dan perkebunan. Dari pemeriksaan, tegasnya, baru bisa disimpulkan apakah terjadi pelanggaran dalam bidang hukum pidana, bidang perpajakan atau bidang lainnya. 

 

"Tentu nanti ada kesimpulan terkait pelanggaran hukum pidana, bidang perpajakan dan sebagainya. Ini terus didalami, sedang berjalan dan akan terus berjalan," paparnya. Perusahaan-perusahaan yang diperiksa diduga menggunakan lahan tanpa izin, tumpang tindih izin lahan, dan pelanggaran lainnya. HLP yang diperoleh BPK kemudian diserahkan kepada Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Sutarman, pada 26 Februari 2013. 

 

Dugaan pelanggaran tersebut tidak hanya dilakukan oleh perusahan swasta, satu diantara 26 perusahan tersebut dilakukan oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara berinisial AT. (WFz)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?