GATRANEWS

Masyarakat Melayu Kecam Pertikaian TNI-Brimob di Batam
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Masyarakat Melayu yang tergabung dalam Laskar Melayu Bersatu Provinsi...
Baku Tembak TNI-Polri Bukti Rendahnya Kewibawaan Pimpinan
Thursday, 20 November 2014

Jakarta, GATRAnews-Politisi Partai Golkar, Tantowi Yahya menilai baku tembak antara anggota Yonif...
TNI-Polri Bentrok Lagi! Komnas HAM: Ada Masalah Yang Harus Diselesaikan
Thursday, 20 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Bentrokan antara oknum TNI-Polri di Batam kembali pecah malam tadi. Komnas...
8 Strategi Berinvestasi
Thursday, 20 November 2014

Jakarta, GATRAnews – Setiap orang yang berinvestasi pasti mengharapkan keuntungan. Bukan hanya...
MPI Laporkan Keganjikan di PTPN VIII dan III ke KPK
Thursday, 20 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Masyarakat Perkebunan Indonesia (MPI) melaporkan dugaan adanya korupsi di...
Penyidik Ajukan 9 Pertanyaan Seputar Udar pada Bella Shofie
Thursday, 20 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik mengajukan sembilan pertanyaan kepada Bella Shofie, selebritas yang...
Juniver: Jika Tak Cukup Bukti, Hentikan Kasus BISM
Wednesday, 19 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Juniver Girsang, kuasa hukum dua direksi PT Bina Insan Sukses Mandiri (BISM),...
Antasari Tak Kapok untuk Gugat Kembali Polri
Wednesday, 19 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Antasari Azhar pantang menyerah. Dia tak kapok menggugat Polri, meski hakim...
Merasa Tak Digubris Polisi, Antasari Akan Lapor Jokowi
Wednesday, 19 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Antasari Azhar menyatakan akan melapor ke Presiden Joko Widodo (Jokowi),...
Timbun BBM 32.000 Liter, S Diciduk Polisi
Tuesday, 18 November 2014

Jakarta, GATRAnews-Mabes Polri kembali mengungkap kasus penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM). Kali...
Penimbunan BBM Paling Banyak Terjadi di Pulau Jawa
Tuesday, 18 November 2014

Jakarta, GATRAnews-Kasubdit V Tindak Pidana Tertentu Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Agus...
Ahok Dilantik, Belum Ada Ormas Yang Berunjuk Rasa?
Tuesday, 18 November 2014

Jakarta, GATRAnews-Pelantikan Plt. Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama rencananya dilakukan...
Menarik Keuntungan Dari No Claim Bonus
Tuesday, 18 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Dalam asuransi kendaraan dikenal istilah No Claim Bonus. Seperti namanya, No...
KPK : Status Tersangka John Manulangga, Gugur
Tuesday, 18 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi membenarkan bahwa...
Masih Diteliti, Keterlibatan Prof M di Sindikat Narkoba
Tuesday, 18 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Polri akan mendalami apakah Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas...
Jaksa Masih Cek Apartemen, Rumah, dan Mobil Gayus
Tuesday, 18 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa eksekutor dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat dan Pusat Pemulihan Aset...
Seluruh Harta Gayus Disita
Tuesday, 18 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa eksekutor dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat dibantu Pusat Pemulihan...
Jaksa Eksekusi 3,1 Kg Emas Milik Gayus
Monday, 17 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Selain mengeksekusi seluruh uang sesuai putusan Mahkamah Agung (MA), Tim Jaksa...
Polri Koordinasi Kemendagri Selidiki e-KTP Palsu
Monday, 17 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Mabes Polri berkoordinasi dengan pihak Kementerian Dalam Negeri setelah...
KPK Didesak Usut Server e-KTP di Belanda
Monday, 17 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Komite Penyelidik dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2KKN)...

Rugikan Negara Triliunan Rupiah, 26 Perusahaan Diperiksa Mabes Polri

Jakarta, GATRAnews - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan pihaknya segera melakukan pemeriksaan kepada 26 perusahan yang diduga terindikasi melakukan pelanggaran operasional sehingga merugikan negara mencapai puluhan miliar Rupiah. 

 

Pemeriksaan tersebut berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 2011. "Kita sudah terima, jadi penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri,sedang meneliti. Ada 26 perusahan ya," ujarnya kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat (1/3). 

 

Boy menjelaskan, perusahan-perusahan yang diperiksa tersebut, mayoritas bergerak dalam bidang pertambangan, kehutanan dan perkebunan. Dari pemeriksaan, tegasnya, baru bisa disimpulkan apakah terjadi pelanggaran dalam bidang hukum pidana, bidang perpajakan atau bidang lainnya. 

 

"Tentu nanti ada kesimpulan terkait pelanggaran hukum pidana, bidang perpajakan dan sebagainya. Ini terus didalami, sedang berjalan dan akan terus berjalan," paparnya. Perusahaan-perusahaan yang diperiksa diduga menggunakan lahan tanpa izin, tumpang tindih izin lahan, dan pelanggaran lainnya. HLP yang diperoleh BPK kemudian diserahkan kepada Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Sutarman, pada 26 Februari 2013. 

 

Dugaan pelanggaran tersebut tidak hanya dilakukan oleh perusahan swasta, satu diantara 26 perusahan tersebut dilakukan oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara berinisial AT. (WFz)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?