GATRANEWS

Swiss Tertarik Tingkatkan Investasi Manufaktur
Monday, 03 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Proyek-proyek yang direncanakan pemerintah di sektor industri dan...
Mensos: BPJS Haram Masih Bisa Didiskusikan
Monday, 03 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menilai program Kartu Indonesia Sehat...
Sikapi Rini Perpanjang JICT Dipertanyakan
Sunday, 02 August 2015

Jakarta, GATRAnews  - Pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) mempertanyakan sikap...
Humas Setjen MPR All Out Persiapkan Sidang Tahunan MPR 2015
Saturday, 01 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Sekitar dua minggu lagi, akan diselenggarakan Sidang Tahunan MPR Tahun 2015....
Kuasa Hukum Tuding KPK Periksa OC Kaligis Secara Diam-diam
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kuasa hukum tersangka Otto Cornelis (OC) Kaligis, Johnson Panjaitan, menuding...
OC Siap Tanggung Resiko Tak Mau Diperiksa KPK
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Advokat senior Otto Cornelis (OC) Kaligis siap menanggung resiko akibat tidak...
Pembayaran Utang Valas Tinggi Lemahkan Rupiah
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat saat ini mencapai di atas Rp...
Menteri Keuangan: Fundamental Kita Stabil, Tak Ada Indikasi Krisis
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menegaskan belum ada tanda-tanda yang...
Menteri Susi Targetkan Ekspor Perikanan US$ 5 Miliar
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menargetkan angka ekspor...
Menteri KKP Targetkan Ekspor Perikanan Tembus US$5 Milyar
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menargetkan ekspor perikanan...
Industri Baja Cukup Pasok Proyek Transmisi Listrik 46 Ribu Km
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin menyatakan, industri baja dalam negeri mampu...
BRI Siap Ekspansi ke Negara-negara ASEAN
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero Tbk berencana memperluas pasarnya ke...
Pimpinan DPRD Terpecah Menyikapi Manuver Haji Lulung
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta terpecah menyikapi rencana pemanggilan Gubernur Basuki...
Lulung Panggil Ahok, Ketua DPRD: No Comment
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menolak berkomentar atas manuver...
Sierad Produce Targetkan Penjualan Rp 3 Trilyun
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Produsen pakan ternak dan makanan olahan dari ayam, PT Sierad Produce Tbk,...
Pelemahan Rupiah Pengaruhi Perusahaan Pakan Ternak
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pelemahan rupiah terhadap dolar AS turut berimbas pada perusahaan pakan ternak...
Ahok: Oknum DPRD Itu Gobloknya Minta Ampun
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta berencana memanggil Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait...
Lulung Panggil Ahok Minta Penjelasan Korupsi UPS
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lulung Lunggana berencana memanggil...
Kuasa Hukum Lulung Bantah Kliennya Jadi Tersangka UPS
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kuasa hukum Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Haji Lulung,...
Pelemahan Rupiah Dongkrak Harga Produk Manufaktur
Thursday, 30 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) membuat...

Rugikan Negara Triliunan Rupiah, 26 Perusahaan Diperiksa Mabes Polri

Jakarta, GATRAnews - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan pihaknya segera melakukan pemeriksaan kepada 26 perusahan yang diduga terindikasi melakukan pelanggaran operasional sehingga merugikan negara mencapai puluhan miliar Rupiah. 

 

Pemeriksaan tersebut berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 2011. "Kita sudah terima, jadi penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri,sedang meneliti. Ada 26 perusahan ya," ujarnya kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat (1/3). 

 

Boy menjelaskan, perusahan-perusahan yang diperiksa tersebut, mayoritas bergerak dalam bidang pertambangan, kehutanan dan perkebunan. Dari pemeriksaan, tegasnya, baru bisa disimpulkan apakah terjadi pelanggaran dalam bidang hukum pidana, bidang perpajakan atau bidang lainnya. 

 

"Tentu nanti ada kesimpulan terkait pelanggaran hukum pidana, bidang perpajakan dan sebagainya. Ini terus didalami, sedang berjalan dan akan terus berjalan," paparnya. Perusahaan-perusahaan yang diperiksa diduga menggunakan lahan tanpa izin, tumpang tindih izin lahan, dan pelanggaran lainnya. HLP yang diperoleh BPK kemudian diserahkan kepada Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Sutarman, pada 26 Februari 2013. 

 

Dugaan pelanggaran tersebut tidak hanya dilakukan oleh perusahan swasta, satu diantara 26 perusahan tersebut dilakukan oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara berinisial AT. (WFz)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?