GATRANEWS

Terdakwa Korupsi PLN Dijamin Uang Negara
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Ermawan Arif Budiman (EAB), mantan Kepala Sektor PT PLN Belawan sedikit bisa...
Akil Khawatir Pecakannya Dengan Wawan Disadap KPK
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Akil Mochtar, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang menjadi terdakwa...
Jaksa Sebut Reifan Nikmati Duit Korupsi Videotron
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa penuntut umum dalam dakwaan terhadap Hendra Saputra, sebagai Direktur PT...
Polisi Dalami Motif Pembunuhan Mayat di Dalam Karung
Wednesday, 16 April 2014

Bandung, GATRAnews - Tim penyidik Polres Bandung dan Polda Jawa Barat masih mendalami kronologis...
Polisi-KPK Dikabarkan Tangkap Perwira di Ditlantas Polda Metro Jaya
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews- Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mendesak Kapolri dan...
Keterlibatan WN Malaysia Terkait Peredaran Narkoba
Wednesday, 16 April 2014

Pekanbaru, GATRAnews - Kepolisian Daerah Riau mendalami keterlibatan CKS dan YKC, keduanya Warga...
MAKI Desak Kapolri Selidiki Lelang TNKB
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) meminta Kapolri Jenderal Polisi...
MAKI Surati Kapolri Soal Ketidakberesan Pengadaan TNKB
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) melayangkan surat pengaduan kepada...
Proses Sub Kontraktor Proyek Hambalang Tak Sesuai Prosedur
Tuesday, 15 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Prata Kadir, Manajer PT Wijaya Karya, menilai bahwa lelang proyek pembangunan...
Polri Tetapkan 127 Tersangka Pelanggaran Pemilu
Tuesday, 15 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemilihan umum legislatif (pileg) 9 April pantas dibilang sarat akan...
Emir Moeis Desak KPK Periksa Marubeni dan Alstom
Tuesday, 15 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Izedrik Emir Moeis, terpidana 3 tahun penjara dalam kasus korupsi proyek...
Nelayan Asing Ditangkap di Aceh Barat
Monday, 14 April 2014

Banda Aceh, GATRAnews - Kepolisian dibantu aparat TNI-AD menangkap empat unit kapal bersama puluhan...
Hati-Hati Biro Umroh Bodong
Sunday, 13 April 2014

Pekanbaru, GATRAnews - Kepolisian Sektor Tenayan Raya, Polresta Pekanbaru, Riau, berhasil...
Polri Bidik Pejabat PT Coca Cola sebagai Tersangka
Saturday, 12 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Setelah menetapkan PT PT Coca Cola Bolting Indonesia (CCBI) sebagai tersangka...
PT Coca Cola Ambil Air Tanah dari 13 Sumur Secara Ilegal
Friday, 11 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menetapkan PT Coca Cola Bolting...
Kerugian Negara Akibat Korupsi Bank DKI Masih Dihitung
Friday, 11 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (PKPK) masih menyelesaikan...
Peradi Siap Jadikan Indonesia Tuan Rumah Konferensi Advokat Sedunia
Thursday, 10 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) akan berusaha menjadikan Indonesia...
Petani Ajukan Gugatan Itervensi UU Holtikultura
Tuesday, 08 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Setelah Asosiasi Produsen Perbenihan Hortikultura dan beberapa individu...
Teuku Bagus Didakwa Perkaya Anas dan Olly Dondokambey
Tuesday, 08 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Teuku Bagus Mokhamad Noor, mantan Kepala Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya...
Polisi Tidak Bawa Senpi Saat Jaga TPS
Monday, 07 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Kepolisian Daerah Metro Jaya akan bekerja maksimal dalam pengamanan di hari...

Rugikan Negara Triliunan Rupiah, 26 Perusahaan Diperiksa Mabes Polri

Jakarta, GATRAnews - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan pihaknya segera melakukan pemeriksaan kepada 26 perusahan yang diduga terindikasi melakukan pelanggaran operasional sehingga merugikan negara mencapai puluhan miliar Rupiah. 

 

Pemeriksaan tersebut berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 2011. "Kita sudah terima, jadi penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri,sedang meneliti. Ada 26 perusahan ya," ujarnya kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat (1/3). 

 

Boy menjelaskan, perusahan-perusahan yang diperiksa tersebut, mayoritas bergerak dalam bidang pertambangan, kehutanan dan perkebunan. Dari pemeriksaan, tegasnya, baru bisa disimpulkan apakah terjadi pelanggaran dalam bidang hukum pidana, bidang perpajakan atau bidang lainnya. 

 

"Tentu nanti ada kesimpulan terkait pelanggaran hukum pidana, bidang perpajakan dan sebagainya. Ini terus didalami, sedang berjalan dan akan terus berjalan," paparnya. Perusahaan-perusahaan yang diperiksa diduga menggunakan lahan tanpa izin, tumpang tindih izin lahan, dan pelanggaran lainnya. HLP yang diperoleh BPK kemudian diserahkan kepada Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Sutarman, pada 26 Februari 2013. 

 

Dugaan pelanggaran tersebut tidak hanya dilakukan oleh perusahan swasta, satu diantara 26 perusahan tersebut dilakukan oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara berinisial AT. (WFz)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?