GATRANEWS

Perdagangan Bebas dengan Eropa dan Turki Dorong Ekspor Tekstil Hingga Rp 12 M‏ilyar
Wednesday, 04 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) meminta pemerintah untuk menjalin kerja...
Telaah Berkas BG Takkan Libatkan KPK
Wednesday, 04 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung tidak akan lagi melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...
Kakak Beradik Sasar Spion Bernilai Jutaan Rupiah
Wednesday, 04 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Petugas Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal...
DPR: Isu ''Dana Siluman'' DKI Lemahkan Rupiah
Wednesday, 04 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Salah satu pemicu melemahnya rupiah terhadap dolar AS hingga hampir Rp13.000...
Menko Perekonomian: Pelemahan Rupiah Karena Faktor Eksternal
Wednesday, 04 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil menyatakan, pelemahan...
Kadin: Melemahnya Rupiah Bikin Makin Besar Pengeluaran Pengusaha
Wednesday, 04 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, membuat kalangan...
Kronologi Terungkapnya Kasus Bayi Terbakar
Wednesday, 04 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepolisian Sektor Jatinegara akhirnya mengungkap kematian seorang bayi perempuan...
Eksekusi Mati Terpidana, Polri Tak Keluarkan Dana
Wednesday, 04 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Ronny Franky Sompie mengatakan...
Anggota Nasdem DKI Tolak Mundur dari Hak Angket
Wednesday, 04 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Lima anggota Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta belum mencabut dukungan hak angket...
Terpidana Mati Kasus Narkoba Tiba di Nusakambangan
Wednesday, 04 March 2015

Cilacap, GATRAnews - Tiga terpidana mati kasus narkoba yang akan menjalani dieksekusi, tiba di...
Faisal: Aneh, Ruki Klaim Bersama Demonstran
Wednesday, 04 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua LSM Progres 98 Faizal Assegaf menilai, aksi unjuk rasa yang dilakukan...
Kejagung Periksa Anak Buah Mandra
Wednesday, 04 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejasaan Agung memeriksa Andi Diansyah, Staf PT Viandra...
Jaksa Agung: Tak Perlu Curiga pada Penanganan Kasus BG
Wednesday, 04 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pelimpahan perkara Komjen Pol Budi Gunawan (BG) dari Komisi Pemberantasan...
BPKP Terus Investigasi Penyelidikan Pengadaan UPS
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DKI Jakarta masih melakukan...
Negara-negara ASEAN Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,1%‏
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pertemuan delegasi negara-negara Asia Tenggara, ASEAN Economic Minister...
Optimalkan PMN, Brantas Abipraya Juga Kaji IPO di 2016
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan konstruksi milik negara, PT Brantas Abipraya (Persero) mengaku,...
Duo ''Bali Nine'' Dibawa ke Nusakambangan Lewat Udara
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung sedang melakukan pemindahan 11 terpidana mati kasus narkotika...
Anggota Komisi B DPRD DKI Dituding Terlibat Korupsi PD Dharma Jaya
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Aktivis anti korupsi dari Barisan Insan Muda (BIMA) mendesak penyidik...
Sadis, Tubuh Bayi di Tong Sampah Sebagian Terbakar
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepolisian Sektor Jatinegara hingga kini masih menyelidiki pelaku pembunuhan...
Menko Perekonomian: Tak Perlu Khawatir Pelemahan Rupiah
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Meskipun sudah mendekati angka Rp 13.000 per dolar AS (kurs tengah BI, dari...

Rugikan Negara Triliunan Rupiah, 26 Perusahaan Diperiksa Mabes Polri

Jakarta, GATRAnews - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan pihaknya segera melakukan pemeriksaan kepada 26 perusahan yang diduga terindikasi melakukan pelanggaran operasional sehingga merugikan negara mencapai puluhan miliar Rupiah. 

 

Pemeriksaan tersebut berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 2011. "Kita sudah terima, jadi penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri,sedang meneliti. Ada 26 perusahan ya," ujarnya kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat (1/3). 

 

Boy menjelaskan, perusahan-perusahan yang diperiksa tersebut, mayoritas bergerak dalam bidang pertambangan, kehutanan dan perkebunan. Dari pemeriksaan, tegasnya, baru bisa disimpulkan apakah terjadi pelanggaran dalam bidang hukum pidana, bidang perpajakan atau bidang lainnya. 

 

"Tentu nanti ada kesimpulan terkait pelanggaran hukum pidana, bidang perpajakan dan sebagainya. Ini terus didalami, sedang berjalan dan akan terus berjalan," paparnya. Perusahaan-perusahaan yang diperiksa diduga menggunakan lahan tanpa izin, tumpang tindih izin lahan, dan pelanggaran lainnya. HLP yang diperoleh BPK kemudian diserahkan kepada Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Sutarman, pada 26 Februari 2013. 

 

Dugaan pelanggaran tersebut tidak hanya dilakukan oleh perusahan swasta, satu diantara 26 perusahan tersebut dilakukan oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara berinisial AT. (WFz)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?